Anak ku tidak di Inginkan

Anak ku tidak di Inginkan
Kesepian


__ADS_3

Joe membuka pintu dengan kasar karena aktivitas nya yang terganggu dengan sang istri


"Sayang buka dulu, siapa tahu ada yang penting". Jennie tersentak dia merenggangkan pelukan Joe


"Ya baik lah". Joe menjawab malas dan berjalan ke luar dengan wajah masam nya


"Tuan!". Suho berada di depan bersama dengan Kenzo "Tuan muda meminta untuk bertemu dengan mu". Suho dengan wajah datar nya yang terkesan mengejek


"Nak ada apa, kau perlu sesuatu". Joe menatap putra nya, sedangkan Joe menatap pria itu dengan tajam


"Ya Ayah terlalu lama menghabiskan waktu dengan Aunty, kapan kalian menghabiskan waktu dengan ku?". Kenzo kesal


"Panggil dia Ibu, dia sudah menjadi istri ku sekarang". Joe mensejajarkan tubuh nya dengan putra nya "Kami akan menghabiskan waktu dengan mu secepat nya, tapi...."


"Tapi apa?"


Haish aku harus jawab apa dia pasti akan bertanya lagi dan parah nya bagaimana aku bisa mengatakan kalau kamu akan bukan madu huh. "Ah itu .."


Suho tersenyum simpul dia sangat puas melihat wajah bingung Joe


Cih dasar pria bangka mengurus hal seperti ini saja tidak bisa . "Tuan muda"


Joe menatap Suho tidak suka, firasat nya mengatakan jika Suho mempunyai maksud tertentu


"Ada apa?". Kenzo mengalihkan pandangan nya pada pria di samping nya


"Tuan muda, orang yang baru saja menikah punya waktu untuk sering bersama ada hal yang harus mereka urus dalam hubungan mereka"


"di urus?, hubungan?"


Cih apa yang kau katakan bodoh ! Jangan mempersulit masalah ku!. Joe kesal dia melirik ke arah kamar nya berharap wanita itu tidak keluar


"Hal itu hanya akan anda ketahui setelah anda dewasa"

__ADS_1


"Huffff". Kenzo pasrah walau wajah nya sedikit kesal nyata nya perkataan Suho cukup mempengaruhi nya "Hidup orang dewasa apa sesulit itu!"


"Ya dan anda harus belajar dengan baik agar bisa mengatasi segala masalah ke depan nya".


"Ahk baiklah". Kenzo memandang kembali Ayah nya yang tersenyum kikuk"Jaga Aunty maksud ku Ibu katakan pada kalau Ayah dan Ibu sudah ada waktu untuk ku sementara aku akan bersama papa dan mama"


"Baiklah nak". Joe serasa bergembira, dia memberi sorot meta hangat pada Suho namun terbalik Suho malah menatap nya sini . Sombong sekali sialan!


"Ayo Paman, Aku mau bermain dengan Kendrix dan Mama saja". Kenzo berjalan pergi dari sana bersama dengan Suho


Beberapa langkah dari pintu kamar pengantin itu, Joe belum menutup pintu memastikan tidak ada lagi yang akan mengganggu dirinya dan istri tercinta nya...


"Huh menyebalkan juga". Joe menutup pintu sambil mendesah lelah dia tidak menyangka berhadapan dengan bocah seperti Kenzo adalah hal yang sulit "Cih jika begini saja aku sudah Ko bagaimana kedepannya aku yakin akan ada kecelakaan kecil lagi yang akan membuat Kenzo bertanya"


Joe menyugarkan rambut nya frustasi sebelum dia melihat ke arah istri nya yang sudah duduk dengan lingerie sexy di atas tempat ranjang mereka


"Sayang kau menggoda ku!". Joe merapat lapar istri nya "Jen?"


"Ahk kau benar-benar!!". Joe langsung menghambur ke pada Jennie memasukan wanita itu dalam dekapan nya "Jangan salah kan aku nanti!"


>>>>>


"Son kenapa kau kembali?". Kevin menatap heran dan sedikit kecewa karena Kenzo kembali begitu cepat "Kau tidak jadi bermain dengan Ayah dan Ibu baru mu?"


"Entah lah mereka bilang dua orang yang baru menikah punya urusan sendiri-sendiri jadi aku kembali saja ke sini". Kenzo naik ke tempat tidur yang mereka tempati bertiga dengan Irene dan Kevin sementara Kendrix bocah itu di letakan di baby box "Kenapa hari-hari ku sangat membosankan, Kendrix sudah tidur tidak ada yang bermain dengan ku"


Kevin tersenyum dan berjalan menuju putra nya itu, "kenapa kau sangat merenggut seperti itu, bukan kah ada papa dan mama di sini?"


"Tapi kalian juga sangat sibuk kalian pasti sangat lelah, papa aku ingin punya saudara atau setidak nya teman seumuran ku"


"Kau ingin sekolah umum lagi?"


"Tidak di sana sangat membosankan papa, banyak orang menyebalkan di sana pelajaran nya juga tidak menarik"

__ADS_1


"Baiklah papa akan berusaha mencari teman untuk mu nanti, papa janji tapi untuk sekarang kau bisa bermain dengan papa dan mama oke". Kevin mengepalkan tangan nya dan di sambut tos dari Kenzo "Good Boy"


Irene yang sudah sejak tadi ada di sana tidak sengaja mendengar percakapan putra nya dia sendiri tidak menyangka jika Kenzo selama ini kesepian, Irene sendiri sangat sibuk dengan Kendrix dan juga perusahaan


"Sayang, ini sudah malam kau tidak ngantuk?"


Kenzo mengedipkan mata nya beberapa kali dia memang sangat ngantuk karena pesta hari ini


"Tidur lah Son ". Kevin menepuk kepala putra nya dengan lembut hingga Kenzo jatuh dalam mimpinya


"Aku tidak menyangka dia merasa kesepian, padahal dia punya empat orang tua". Irene tersenyum miring dia merasa kurang sebagai seorang ibu yang kurang memperhatikan putra nya "Harusnya aku seratus persen di rumah aku sangat egois hingga aku hanya fokus pada perusahaan dan juga Kendrix"


"Ssstt apa yang kau katakan sayang? kau sudah mengatur waktu dengan baik".


"Tapi Kenzo masih kesepian"


"Itu karena dia tidak punya teman seumuran kita bisa mengadopsi anak yang tidak berbeda jauh dengan nya nanti". Kevin memberi solusi terakhir "Dan ayo rawat dan sayangi mereka dengan baik seperti kita merawat Kenzo dan Kendrix"


Irene menatap tidak percaya bagaimana Kevin bisa bicara segampang itu apa dia tidak risih


"Kau tidak apa, kau mau mempunyai anak angkat?". Irene kembali meyakin kan suami nya "tapi Kevin... "


"Sayang kau seorang gadis yatim piatu yang dulu membuat ku jatuh cinta kini berada di depan ku aku yakin kau juga akan senang jika kita mengadopsi anak bukan aku tidak peduli asal usul nya sayang".


"Kevin ...". Mata Irene tergenang air mata nya sendiri wanita itu memeluk suami nya mengucap syukur karena Kevin begitu baik "Aku Mencintai Mu"


"Aku jauh lebih mencintai mu sayang". Kevin memberi kecupan pelan dia tidak ingin membuat keributan yang akan membuat kedua putra mereka terbangun "Kau sudah memikir rencana selanjut nya?"


"Aku melihat gadis perempuan yang tinggal di rumah sakit, dia kurang gizi sementara Ibu nya meninggal katanya anak itu hasil hubungan di luar nikah jadi tidak ada yang bertanggung jawab pada nya, gadis itu seusia Kenzo "


"Bagus, ayo kita adopsi dia". Kevin berkata dengan yakin "Aku akan membuat surat resmi untuk melindungi dia begitu dia masuk kedalam keluarga kita"


Irene mengangguk senang dia semakin mengeratkan pelukan nya, memberi kecupan yang banyak di wajah suami nya itu

__ADS_1


__ADS_2