
Hari Weekend yang menyenangkan Kevin memutuskan untuk tinggal di masion nya yang nyaman bersama keluarga kecil nya
Kenzo dan kevin sibuk untuk mengurus Kendrix yang baru saja mandi, bayi mungil itu sudah berusia 8 bulan
Kendrix sudah dapat duduk dengan baik, wajahnya perpaduan antara Kecin dan Irene alis dan bibir nya memgikuti sang ibu
Sedangkan hidung dan dan alis serta sorot matanya begitu mirip dengan Kevin, tatapan Kendrix begitu lucu bayi itu sangat periang berbeda saat Kenzo dulu
Kenzo sendiri memang aktif dan periang tapi dia tidak banyak bicara persis seperti Joe dia hanya akan berbicara santai dengan orang yang dia suka
Dia juga akan terkesan jahil jika sudah bersama seseorang yang dia sukai, tapi Kenzo juga akan melindungi mereka dan tisak mwmbiarkan siapa pun mengganggu orang yang membuat mereka nyaman itu
"Son lihat papa!". Kevin memberi bedak bayibpada bayi mungil nya "Nice!"
"Papa ini... ". Kenzo menyerahkan topi yang dia suka untuk di pakaikan ke adik nya, dia sedikit menjijit untuk melihat adik nya itu, hingga Kevin mengakatnya ke ranjang
"Lihat papa di tertawa lucu sekali!". Kenzo memainkan jari nya, sedang kan Kendrix menggemgam tangan Kenzo "tangan nya kecil sekali juga lembut"
"Tentu saja Son kau juga begitu dulu"
Mereka berdua bermain dengan Kendrix kecil ketiga pria itu tampak lucu dari sudut mana pun oranv melihatnya
Kevin yang sebelum nya berpenampilan dingin seperti mafia kejam kini terlihat begitu hangat saat ketika dengan dua putranya Kenzo dan Kendrix
"Sayang kalian sudah selesai?". Irene masuk ke kamar dan mendapati ketiga orang itu sedang bermain
"Sudah sayang ku, aku akan mandi dulu kau jaga lah Kenzo dan Kendrix". Kevin mencium kening istrinya sebelum masuk kedalam barhroom
Hati wanita itu tidak pernah bosan melihat ketiga orang dia cintai itu mereka selalu terlihat akrab tidak ada satu hal yang mengganggu mereka ataupun dengan ikatan darah
Hari ini mereka akan menghabiskan weekend di sebuah tempat camping yang indah dengan padang rumput luas
Tempat itu biasanya di kunjungi beberapa orang tapi Kevin dan Kenzo yang tidak suka dengan keramaian dan orang asing, memsutuskan untuk mengosongkan tempat itu, tentu saja hal yang mudah bagi Kevin karena tempat wisata itu adalah milik nya
__ADS_1
"Sampai...!". Kevin menggendong Kendrix keluar "Son bagaimana kau suka tempat nya?". Kevin bertanya pada Kenzo yang baru saja keluar dari mobil bersama Irene
"Hmm udara sangat sejuk papa, aku suka tempat nya". Kenzo berkelilung melihat tempat yang pas untuk mereka bersantai "papa kita bersantai di sini saja!"
Kenzo memilih tempat yang strategis di tepi sungai dengan rumput hijau dan beberapa pohin rindang di sekitarnya
"Tempat yang bagus!". Kevin memuji pilihan putra nya tempat itu memang terlihat nyaman dan strategis "Tolong persiapkan kebutuhan kami di sana"
"Baik Tuan"
Kevin mememinta pelayan untuk menyiapkan barang-barang mereka untuk camping di sana ada beberapa panggangan tenda dan juga alas untuk mereka duduk
Pengawal itu pergi beberapa jauh dari mereka memberikan ruang untuk keluarga itu menikmati waktu mereka
"Mama biarkan aku ikut memanggang..". Kenzo mengambil beberapa daging yang ingi dia panggang
"Son kau bisa memanggang, kau terlihat sangat lihai". Kevin memuji kemampuaan putra nya itu
"Tentu saja, Ayah Jo mengajari ku untuk memasak Ayah Joe akan memasak jika aku tinggal bersama nya dia tidak suka jika pelayan yang menyajikan makanan untuk ku"
"Papa bisa memasak?". Kenzo terkejut jamgan kan memasak, Kenzo belum pernah melihat orang itu berada di dapur
"Tentu saja Son kau terlalu meragukan kemampuan ku".
"Kalian fokus lah memanggang, sayang biar aku yang menggendong Kendrix"
Irene hanya tersenyun kikuk dia tentu tahu bagaimana rasa masakan Kevin dan Joe di bandingkan dengan masakannya yang terasa pas pasan dia memutuskan untik tidak membahas nya dari pada malu sendiri nanti
Kenzo menceritakan banyak hal tentang Joe selama dia bersama Ayah nya itu, minggu depan Kenzo akan kembali bersama Joe
Pria kecil itu sudah biasa berganti-ganti tempat tinggal dia juga merasa senang memiliki dua rumah untuk tempat nya pulang
Kenzo juga menceritakan keinginan nya untuk menjadi seperti Joe yang suka dalam bidang pembangunan
__ADS_1
"Papa kalau aku dewasa nanti aku akan mengambil jurusan arsitek dulu!". Kenzo sangat bersemangat menceritakan keninginan nya, Kevin tersenyum menanggapi semua cerita putra kecil nya itu
"Jadi aku ingin mempunyai perusahaan kontruksi juga?". Kevin bertanya pada pria kecil itu
"Hhmm, Ayah Jo mengatakan jika dia akan memberikan pada ku perusahaannya satu hari nanti dan dia juga bilang aku juga harus menggantikan posisi nya suatu hari nanti"
"Itu bagus sayang, dna kau harus belajar untuk dapat memegang perusahaan besar itu". Irene memberi nasehat pada putra nya
"Entahlah mama tapi aku ingin memulainya dari nol, dari beberapa buku yang ku baca kita harus bertanggung jawab dari hal kecil dulu".
"Memang seperti Son, kau memang sangat bijak". Kevin mengusap gemas kepala Kenzo "Tapi apa kau tidak tertarik dengan perusahaan industri milik papa?"
Kenzo tampak berpikir dulu sebelum mengenal Joe dan juga pembangunan di perpustakaannya Kenzo memang tertarik dengan perusahaan Kevin
Tapi sekarang joka di pikirkan kembali dia jadi kurang tertarik, jadi dia menggeleng kepala
"Kau tidak mau memegang sedikit pun perusahaan papa?". Kevin memastikan lagi, dia sedikit sakit hati jika tidak memberi apapun pada anak itu
"Tidak papa aku hanya ingin mengikuti jejak Ayah Joe, papa bisa memberikan nya pada Kendrix suatu saat nanti". Kenzo menjelaskan keinginannya Kevin hanya bisa mengiyai keinginan bocah itu
"Baiklah kalau begitu papa akan menyediakan yang kau butuh kan untuk mimpi besar mu itu".
Mereka kembali melanjut panggangan mereka sambil bercerita beberapa yal
"Sayang cobalah ini sudah matang". Kevin meniup daging yang dia panggang bersama Kenzo "Enak?"
"Hmm ini enak sekali kalian memang sangat berbakat"
"Mama mama coba makan punya ku aku memanggang nya sendiri". Kenzo juga menyodorkan hasil kerja kerasa nya wajah sedikit kotor membuat dia terlihat sangat gemas
"Ini sangat enak sayang kau membuat nya dengan bagus". Irene memujibmasakan kedua orang itu
"Lihat Kendrix juga terlihat ngiler". Kenzo tertawa melihat adik bungsu it
__ADS_1
"Tentu saja wangi masakan kita pasti sangat la enak"
Irene mengalap air liur Kendrix, anak itu sedang dalam pertumbuhan gigi dan itu wajar