
Jennie membawa Kenzo ke rumah sakit setelah pria kecil itu merengek seharian, dia terlebih dahulu meminta izin pada Irene agar dia memberi Izin
"Aunty apa Ayah Jo akan baik-baik saja, aku dengar jika Ayah Jo terluka dan membutuh kan banyak darah". Kenzo memberi pertanyaan yang membaat dirinya kikuk
"Kenzo... Dari mana kau mendapat berita itu?".
"Paman Suho, Aku mendengarnya bertelefon dengan papa". Kenzo menguping percakapan dua orang itu saat Suho sedang lengah
Suho sialan! Aku akan membunuh mu nanti "Kenzo kau menguping pembicaraan Paman Suho begitu?"
Kenzo bingung di hanya mendegar nya, dan pria kecil itu menggeleng
Jennie paham "Kau mendengar paman Suho berbicara dengan orang lain tanpa sepengetahuan orang itu, itu berarti menguping sayang"
Kenzo terbelalak . Ah aku harus belajar lebih giat bisa-bisa nya aku tidak mengerti satu kosa kata itu
"Kau tahu sayang.... Menguping pembicaraan orang lain itu tidak baik dan sangat tidak sopan"
"Maaf Aunty". Kenzo menjawab dengan sopan
Mereka semakin dekat karena sering bersama, Kenzo juga paling nyaman dengan wanita itu di bandingkan sahabat Irene lainnya
"Irene, kau baik-baik saja kenapa kau tidak pulang?". Jennie di antar oleh Suho ke ruangan wanita itu
"Leon bilangbaku perlu di rawat, karena beberapa saat lalu kandungan ku di nyatakan sangat rentan mungkin karena aku terlalu stress". Irene menunduk dia memang memikirkan keselamatan Joe, dia masih merasa bersalah karena pria itu
"Dia akan baik-baik saja Irene, kau terlalu sangat memikirkannya". Jennie menepuk pundak Irene agar wanita itu tenang, sebelum dia menjenguk Joe
Joe sendiri masing terbaring, Jennie bisa melihat Suga asisten yang setia menemaninya di sana, pria itu selalu bolak balik keperusahaan dan juga ke rumah sakit
"Nona Jennie kau di sini, Silahkan duduk". Suga mempersilahkan Jennie duduk begitu melihat wanita itu berjalan menuju Joe
"Apa dia baik-baik saja?"
Seketika wajah Suga kembali murung dia sendiri tidak tahu, jika beberapa hari ke depan Joe tidak mendapat donor darah pria itu akan semakin parah
"Suga... Memang nya apa golongan darah Joe, kenapa belum ada yang mendonorkan daran untuk nua". Jennie memang tahu jika Joe memerlukam darah tapi dia tidak tahu tipe darah yang di butuhkan pria itu
__ADS_1
"Golongan darah tuan sangat langka, dia membutuhkan golingan darah AB negative"
"AB Negative". Jennie memastikan perkataan itu
"Iya Nona AB Negative, golongan darah paling langka di dunia hanya 5 % orang yang memiliki golongan darah itu, Tuan Muda saja mengikuti golongan darah nona Irene"
"Suga golongan darah ku adalah tipe AB Negative,... Aku bisa memberikannya pada Joe"
Pria di depan itu tersentak tapi Jennie barubsaja mengalami kecelakaan bagaimana mungkin wanita itu berani memberi darah nya
"Nona Jennie saya tidak yakin, lebih baik kita menunggu informasi dari Tuan Kevin dan Louis "
"Kau ingin Joe selamatkan, aku tidak apa aku tidak mengalami pendarahan yang fatal hanya pembekuan darah di bagian otak dan aku sudah cukup sehat Suga!"
Jennie tampak memaksa membuat hati kecil Suga goyah, Suga menatap Joe yang terbaring pucat
Leon masuk ke ruangan itu, dia hendak memeriksa Joe secara bertahap seperti biasa nya keadaan pria itu semakin hari semakin rentan
"Huh... Bagaimana Suga, kau sudah menadapat kabar baik dari Dokter kalian tuan Joe membutuhkan darah itu sekarang".
Suga menggeleng dia belum menerima kabar baik sedikit pun, kecuali dari Jennie tapi keadaan wanita itu membuatnya ragu
Leon di buat terkejut dia terlalu fokus memeriksa Joe, hingga tidak menyadari kehadiran wanita iu di sana
"Jennie kau..."
"Leon kau bisa mengambil darah ku untuk Joe, Dia tidak bisa menunggu lagi lihat bagaimana pucat nya dia"
"Tapi Jen, bukan kah kau baru saja operasi, kau baru saja kecelakaan". Leon menolak di tambah dia mendengar jika Jennie belum sembuh total
"Aku baik-baik saja kau tidak lihat apa, Joe tidak akan mendapat donor darah dengan cepat dan yakin kau tahu betul tentang itu". Jennie meyakinkan kedua orang di sana dia sangat memaksa dengan yakin
Suga dan Leon saling menatao satu sama lain
"Apa kau yakin, apa keluarga mu akan setuju dengan ini?". Leon memberi pertanyaan memastikan
"Aku Sebatang Kara tidak akan ada yang menunggu ku pulang". Jennie menjawab dengan tegas
__ADS_1
Suga dan Leon malah merasa bersalah menanyakan itu
Di sama seperti nona Irene ternyata menyedihkan sekali, dan dia begitu baik hati. Suga menatap Jennie dia merasa de javu
"Baiklah jika kau memaksa, tapi akan butuh waktu lama agar kau bisa pulih dengan baik apa kau menerima resiko nya?!"
"Tentu saja!".
Leon segera melakukan tranfusi darah walaubdia sedikit ragu tapi dia harus mengambil resiko ini untuk menutupi resiko yang lebih besar
Tidak ada yang tahu jika Jennie memberikan darahnya karena Jennie tidak ingin membuat siapa pun khawatir terutama Irene yang rentan, hanya ada Suga yang menjadi walinya beserta Leon
Jennie memberikan darahnya untuk sementara hingga mereka mendapat cadangan darah lagi, setidak nya kedua orang itu masih dapat bertahan untuk waktu yang lama
Jennie menatap Joe tang berada di samping nya dan ketika darah mulai mengalir keluar dia hanya mengucapkan doa untuk kesembuhan pria itu
Ku Harap setelah ini kau bisa hidup dengan damai Joe, aku mengharapkan itu pada mu kau harus mendapatkan kesempatan itu lagi
Jennie mulai merasa lemah dia memejamkan matanya yang terasa berat
"Nona Jennie, tolong tertidur selama proses transfusi darah itu dapat berakibat fatal". Seorang perawat wanita setia memantau keadaan wanita itu
Di sana juga ada Leon dan Suga yang senantiasa memberi perhatian dan menanyakan keadaan Jennie
Suga beberapa kali mengatakan agar tranfusi itu di hentikan tapi Jennie selalu menggeleng
"Tidak Suga, Leon saja belum mengatakan cukup aku tidak apa"
"Nona Jennie aku akan sangat berterimakasih pada mu, aku akan melakukan segalanya yang kau minta". Suga menatap lembut wanita cantik itu
Jennie tersenyum "Aku hanya punya satu permintaan, jika saja aku perlu perawatan tolong rawat aku di rumah sakit lain dan jangan ada yang tahu termaksud Joe"
"Tapi Nona"
"Aku mohon Suga, aku hanya akan memeras uang mu nanti". Jennie memberi sedikit candaan agar pria itu tidak terlalu kaku
"Ini adalah Rahasia kita bersama dan tidak boleh ada yang tahu!"
__ADS_1
Suga tersenyum miring jujur hatinya begitu hangat melihat wanita cantik itu, dia sangat baik hati sama hal nya dengan Irene dulu
Tuan Joe, Kau begitu beruntung ada dua wanita yang berhati malaikat yang singgah di hati mu