
5 Tahun Berlalu.....
Dua insan yang saling memasangkan cin-cin di jari tangan mereka ,dan di saksikan oleh beberapa orang di ruangan itu
Kevin memesan sebuh hotel untuk upacara pertunangan-nya dengan Irene
Nyatanya Irene baru bisa menerima Kevin setelah beberapa tahun dan sekarang mereka berdua saling memasangkan cincin di jari mereka masing
"Terimakasih sayang". Kevin memberi kecupan di bibir Irene
"Maaf sudah membuat mu menunggu lama". Irene merasa bersalah dengan pria itu
"Tidak aku tidak masalah, aku akan menunggumu 7 tahun atau mungkin 14 tahun aku tetap menunggu jika itu untuk mu". Kevin memberi gombalan, dirinya belajar banyak dari Harry
Irene tersenyum manis membuat hatinya makin meleleh "Kau seperti Yusuf saja". Irene kembali tertawa kecil
"Mama". Seorang anak kecil tampan berlari ke antara mereka "apa kalian sudah selesai?"
"Tentu saja Son, apa yang kau lakukan Huh". Kevin mengakat Kenzo yang sudah bertumbuh sekarang
"Uncle lepaskan aku, aku bukan anak kecil lagi". Kenzo memiliki sikap dingin membuat Irene sangat heran
Dia tidak tahu dari mana sikap anak sekecil itu datang, Kenzo juga memiliki otak yang sangat cerdas di bandingkan anak-anak seusianya yang masih aktif bermain
Tapi Kenzo berbeda, dia tidak suka bergaul dengan anak seusianya menurutnya mereka merepotkan, Kevin terpaksa membuat Kenzo untuk home shcooling
Guru-guru di sekolah Kenzo sebelumnya bahkan angkat tangn mereka sendiri kewalahan untuk mengajari bocah kecil itu
"Uncle lepaskan kau membuat malu". Kenzo sangat kesal dia tidak suka di gendong seperti anak lainnya, menurutnya itu sangat memalukan
"Kau selalu saja". Kevin menurunkan Kenzo alalu memberi usapan di kepala pria kecil itu "ada yang ingin kau katakah huh?"
Kenzo menatap kedua orang itu bergantian dia memberi sebuah ucapan "Selamat untuk mama dan Uncle, ya mungkin sudah bisa panggil papa"
"Son ku pikir kau bisa panggil aku papa sekarang". Kevin berjongkok untuk mensejajakan tinggi badan mereka "kau sudah menjadi putra ku sejak dulu"
"Ya tentu saja, tapi aku punya satu permintaan pada Papa". Kenzo menatap pria itu dengan lekat, mereka sudah dekat dari dulu
"Jangan sakiti mama ku, jika kau tidak menyanyanginya lagi kembalikan saja dia pada ku aku akan tumbuh menjadi pria yang lebih besar dari mu untuk melindunginya". Sontak kata-kata Kenzo membuat beberapa orang terharu di sana
__ADS_1
Termaksud Irene dia tahu jika Kenzo itu pintar tapi hati -nya jauh lebih pintar dan bijak
"terimakasih sayang mama sangat bahagia memiliki mu". Irene memberi kecupan lembut di pipi anaknya, Irene memeluk putra kecilnya dengan haru
Kenzo dapat melihat Kevin yang tersenyum padanya, pria itu mengangkat tanganya mereka tos bersama untuk keberhasilan mereka berdua
Beberapa bulan yang lalu,
Kenzo adalah anak yang pintar yang dapat dengan cepat memahami situasi, dia bahkan tahu jika Kevin bukanlah Ayah nya walau mereka tinggal bersama
Pria kecil itu dapat dengan mudah mencari informasi tentang ibu-nya dia menyelidiki laporan dan data Irene yang di pakai saat mendaftarnya sekolah dulu
Irene bahkan sangat terkejut pertama kali mengetahui Kenzo yang mengetahui surat-surat penting itu, hingga dia sendiri sedikit kesal dengan kemampuan putranya itu
Lain halnya dengan Kevin dia sangat bangga pada pria kecil itu, mereka berdua benar-benar memiliki kesukaan dan kegemaran yang sama
Walau mereka tidak mirip tapi sikap kedua orang itu cukup untuk mengatakan kalau mereka adalah Ayah dan Anak Laki-laki yang dekat
Seperti saat mereka sedang liburan atau keluar bersama Kenzo akan memanggil Kevin dengan papa, pria kecil itu sengaja menarik tangan Irene dan Kevin seakan mereka adalah keluarga kecil yang sangat bahagia
Tapi saat Irene akan marah dengan akting yang luar biasa Kenzo dapat meluluhkan hati wanita itu
"Mama sudah bilang berapa kali Ken, Uncle Kevin itu masih lajang". Irene memarahi Kenzo saat mereka sampai di rumah Kevin
"Sudahlah Irene aku tidak apa bukan, Kenzo juga butuh seorang Ayah aku tidak masalah". Kevin datang seagai sosok pahlawan
Irene menatap kembai putranya "Ken?"
"Mama apa mama senang aku seperti ini? Aku juga ingin memiiki papa seperti teman ku yang lain". Kenzo menunduk dengan kesedihan yang di buat-buat olehnya
"Sayang maafkan mama tapi mama juga butuh waktu"
Kenzo memandang ibunya "Mama hanya akan terus mengulur waktu dan aku sudah bertambah besar tanpa seorang Ayah seperi teman-teman ku". Kenzo berlari dari hadapan ibunya dia mengunci kamar agar sang ibu tidak dapat masuk
"Kenzo maafkan mama sayang, dengarkan mama sebentar". Irene terus mengetuk pintu itu tapi tidak ada tannggapan dari pri kecil itu
Sampai Kevin menarik tangannya menjauh dari sana "Irene ikutlah dengan ku sebentar"
"Kevin Kenzo sedang marah aku tidak bisa membiarkannya"
__ADS_1
"Itu sudah ke sekian kalinya Irene, kau sudah menyakitinya karena ego mu sampai kapan kau akan mengingat dan trauma dengan masa lalu mu yang kelam itu". Kevin berbicara dengan nada yang sedikit tinggi
"Tapi Kevin ini sangat berat untuk ku".
"Ya itu memang berat Irene, tapi Kenzo sudah besar dengan kecerdasannya dia sudah memahami banyak hal dia harus tumbuh dengan kasih sayang dua orang tua yang lengkap dan lagi....". Kevin menakup kedua pipi wanita itu "Sampai kapan aku harus mennggu Irene ini sudah 5 tahun sejak aku menyataka perasaan ku, kau ingin aku menjadi single se umur hidup ku begitu?"
Irene dapat melihat luka di mata pria itu
"Maaf.."
"Aku tidak menerima kata itu lagi, sekarang aku hanya akan mendengar kata ya atau tidak, Menikahlah dengan ku Irene"
"Kevin, kau serius?"
"Marry Me?". Kevin menarik tengku Irene, dia memberi ciuman dalam dia hanya akan menunggu penolakan jika Irene menolak ciumannya
Tapi wanita itu membalas semua sesapan dari bibir Kevin tanda bahwa di setuju dengan permintaan pria itu
Malam harinya Kevin diam-diam masuk ke kamar Kenzo tanpa sepengetahuan Irene
"Bagaimana Uncle kau berhasil melamar mama?"
"Tentu saja, ini semua berkat kau Son". Kevin memeluk Kenzo dia sangat bahagia setelah sekian lama dia menanti wanita itu akhirnya Irene menerimanya
"Itu tidak gratis"
Kevin tergelak dengan perkataan Kenzo 'Baiklah apa yang kau ingin kan aku akan membelikannya, apa kau mau saham tesla aku bisa membeli 20% saham itu"
"Tidak, aku tidak seserakah itu, aku akan membelinya dengan uang ku sendri nanti". Kenzo memang pekerja keras seperti Irene dia tidak suka pembarian orang lain, dia tidak akan pernah menjadi seorang pria sungguhan
"Lalu apa yang kau ingnkan sebutkan saja Son"
"Aku hanya igin buku Coding versi terbaru dan buku saham"
"Bailah Son, aku juga akan buat perpustakaan untuk mu nanti sekalian juga dengan komputernya".
Mata Kenzo terbelalak "Kau serius?"
"Tentu!"
__ADS_1
Kenzo memeluk pria itu selain hubungan seorang ayah dan anak mereka juga adalah sahabat 'Terimakasih Papa"