Anak ku tidak di Inginkan

Anak ku tidak di Inginkan
Membawa Mu Pulang


__ADS_3

"Irene kau tidak dengar apa yang dia katakan kau harus ikut dengan ku!". Joe menarik Irenr lebih dalam pada dekapan nya


"Tidak biarkan aku tetap di sini!!". Irene memberontak, wanita itu tidak berhenti menangis


Tapi Joe dengan cepat menggendong Irene dalam pelukan nya dia menatap Suga yang akan mengikuti nya


"Suga kau bawa Jennie dia akan di rawat di mansion ku!". Joe bergegas pergi dari sana, bersama dengan Suga yang mengikutinya dari belakang


Joe tidak melewati pintu utama melainkan pintu samping yang sudah di arahkan oleh orang-orang Kevin di sana sudah ada Michael yang menunggu mereka


Karena Kevin dan Joe sudah mengantisipasi sejauh ini jika mereka lewat dari pintu utama mereka yakin Irene tidak akan selamat semudah itu


"Tuan apa semua baik-baik saja?". Michael membukakan pintu mobil untuk pria itu


Joe menatap Jennie yang berada dalam dekapan Suga wanita itu masih belum sadar "Hubungi Louis dan pastikan Jennie mendapat perawatan terbaik"


Pria itu masuk ke dalam mobil tanpa menurunkan Irene, wanita itu sangat kelelahan dan merasa nyeri di telinga akibat gigitan Kevin


Michael menjalankan mobil menuju kota tempat yang asing, Joe juga sudah memindahkan Kenzo ke sana untuk keamanan pria kecil itu


Mobil Irene dan juga Joe di ikuti beberapa pengawalan yang sangat ketat, Kecin juga turut andil dalam itu jadi dia juga mengerahkan anak buah Harry dia belum bisa mempercayai anak buahnya sendiri seratus persen


"Apakah kau baik-baik saja? Mendekatlah pada ku agar aku bisa mengobati telinga mu sepertinya Kevin mengigitnya terlalu keras". Joe memangku sebuah kotam p3k tang di beri oleh anak buah nya


Irene mendekatkan diri pada Joe meski merasa canggung dan Joe dapat merasakan itu "Akting mu tadi bagus, kau sangat keren"


"Joe aku takut... ". Irene menunduk dengan Joe yang sudah membersihkan pipi dan telinganya


"Kenapa, bukan kah tadi Kevin sudah mengatakan sesuatu pada mu?". Joe sudah tahu rancangan Kevin dia sengaja mengigit telinga Irene agar dia bisa membisikan sesuatu yang penting


Dan dengan tanggap Irene mengerti walaupun diri nya sedanv ketakutan


"Irene kau sudab memberi langkah yang bagus untuk Kevin biarkan pria itu menyelesaikan masalahnya dulu dia orang yang cerdas dan pintar tapi dia juga tidak bisa menempatkan diri mu dalam jurang maut yang akan membuat nya menyesal seumur hidup"


Joe memberikan pujian pada mantan istrinya itu dia sendiri sebenarnya sangat canggung dan gugup tadi dia memberanikan diri mengobati wanita itu dia takut jika luka itu akan infeksi nanti nya

__ADS_1


"Dia akan baik-baik saja kan?". Irene bertanya tanpa memandang pria itu


"Sebagai sesama pria aku sangat yakin pada nya". Joe tersenyum namun di balik senyuman itu ada kekecewaan yang menusuk hatinya


"Joe tempat apa ini, aku belum pernah ke sini sebelum nya apa ini rumah baru mu?". Irene menatap mansion Joe


Joe sendiri baru saja membangun mansion itu dia sengaja membangunnya jika saja ada hal mendesak yang memaksa dirinya harus pergi


Tempat itu cukup terpencil walau tidak jauh dari ruang lingkup kota dan jaringan serta sinyal pun masih berjalan lancar dia tidak ingin ketinggalan informasi sedikit pun mengenai Kevin


Dan Joe memastikan jika Irene akan tahu informasi suaminya dalam 24 jam, Joe mengerti jika Irene sedanv mengandung keadaan sekarang sudah cukup membuat hatinya sedih dan dia akan menjaga wanita itu sebisa mungkin dan tidak membuat nya tertekan


"Mama!". Kenzo berlari begitu melihat seorang wanita yang dia kenal berdiri di depan sana


"Sayang.. Kau di sini". Irene memeluk putranya beban di pundaknya seketika menghilang karena pelukan hangat pria kecil itu


"Mama are you okay?". Kenzo menatap ibunya dia mengelus wajah yang tampak lelas itu "Mama sudah makan?"


Irene menggeleng sejujurnya di sangat lapar dia hanya memakan beberapa roti di perjalanan panjang itu, dia menolak ketika Joe mengajaknya untuk makan di restoran


Kenzo dengan cepat mengangguk "Baik Ayah"


Michael dan Suga menghampiri pria itu setelah memastikan kedua orang itu masuk


"Apa kau sudah menghandle semua nya?"


"Sudah tuan sesuai dugaan anda dan tuan Kevin Benyamin tidak akan membiarkan Nona Irene aman, Julia bahkan melebih-lebih kan perlakuan kasar Kevin pada nya hingga membuat Benyamin bertindak lebih cepat"


Joe mengangguk dia tersenyum walau kejadian ini sangat berbahaya setidak nga Kevin akan dengan leluasa menghandle masalah nya di sana


Dan irene tentu nya akan aman bersama Kenzo di sini


"Bagus! Kau pulang lah dan beristirahat kau sudah bekerja keras". Joe menepuk pundak pria itu


Pandangan nya beralih pada sekertaris sekaligus asisten setia nha Suga, "Bagaimana dengan Jennie?"

__ADS_1


"Wanita itu sudah mendapat perawatan tuan tapi....". Suga merasa berar mengatakan nya


"Tapi apa?" Joe membeti tatapan tajam


"Wanita itu mengalami pembekuan darah di otak belakang nya Louis langsung bertidak mengoperasi nya maaf aku baru mengatakan nya pada mu". Suga menunduk dengan sopan dia merasa bersalah


"Lakukan yang terbaik padanya aku ingin dia selamat". Joe mendesah lelah dia khawatir jika Jennie terluka itu akan membuat Irene semakin cemas dan merasa beralah kan


"Baik tuan, Louis berjanji akan melakukan yang terbaik"


"Bagus aku percayakan dia pada mu"


Joe masuk ke dalam rumah nya matanya tertuju pada Irene yang makan dengan lahap dia tersenyum senang akhirnya wanita itu makan dengan baik


Pria itu juga sengaja menelfon saat di perjalan supaya pelayan memasak makanan yang paling di sukai Irene dia masih ingat kesukaan wanita itu


"Ayah Joe... Kau sudah makan?". Kenzo memandang Joe yang sejak tadi memandang mereka


Joe hanya tersenyum dia tidak ingin mendekat dan membuat Irene menjadi canggung, Irene nyatanya dapat merasakan keraguan pria itu


"Joe kau tidak makan, kau bahkan belum akan sedikit pun selama perjalan". Irene menghilangkan rasa canggungnya dia punya hati nurani


"Ah tidak kau makan saja dulu aku akan makan nanti"


"Tidak kau harus makan dulu, agar kau bisa beristrahat dengan baik kau pasti lelah menjaga ku ayo makanlah bersama ku". Irene sangat memaksa dia tidak tega


"Baiklah jika kau menyuruhku". Joe duduk dengan canggung di antra dua orang itu


Kenzo yang tadi menyedokkan nasi pada piring irene juga mengambil nya untuk Joe


"Terimakasih nak". Joe mengelus kepala putranya dengan lembut


Hati Joe terasa hangat seklaigus pedih dia bahagia berada di antara orang yang di cintai, tapi Irene bukanlah milik nya lagi


"Kevin... Kau benar-benar ingin dengan ku h

__ADS_1


__ADS_2