
Harry menunggu kekasih nya di depan perusahaan Kevin seperti biasa ketika dia tidak sibuk, semua orang di sana tahu hubungan spesial mereka
Karena Harry sendiri berusaha agar semua tahu hubungan palsu itu, namun di sisi lain Lea semakin takut dia takut jika Harry Hany menjebak nya
"Kenapa kau lama sekali aku sudah menunggu mu sejak tadi, apakah kau sangat sibuk hmmm?". Harry mengambil sesuatu di belakang mobil nya "Ini aku membeli nya karena bentuk nya indah seperti dirimu"
"Terimakasih". Lea berbicara datar tapi tidak dengan hati nya bunga Lily itu begitu indah hingga dia memandangi nya sesaat . Wangi sekali Harry pintar sekali memilih bunga, apa ini mahal?
"Kau suka?". Harry mengelus pipi kekasih nya itu menunjukan betapa dia mencintai Lea setiap hari
Lea tidak menghindari elusan Harry dia sangat menikmatinya "Hmm"
"Aku sudah memilih restoran kau pasti suka". Harry memajukan kendaraan nya ke arah tempat yang cukup sepi dari kawasan penduduk "Tempat nya sedikit jauh, tapi yakinlah di sana sangat indah dan kau akan suka"
"hmmm". Lea masih menjawab seperti biasa hati nya senang tapi sebisa mungkin dia melawan perasaan itu dia takut
Jalan nya menuju bukit dekat kota itu dan jalan nya yang curam membuat Lea menggigit bibir bawah nya
"Harry kau yakin ini jalan nya, aku takut jatuh..."
"Tenang saja aku sudah biasa lewat sini, dan aku tahu jika bukan dengan mu aku akan melaju dengan kecepatan tinggi"
"Gila!". Lea kesal
"Hahahaha kau sangat menggemaskan".
"Aku takut".wajah wanita itu mulai menunjukan ketakutan yang tidak di buat-buat "Kau yakin kita akan sampai dengan selamat, aku muak melihat jalan nya yang terus berputar".
"Mual?". Harry terdiam sesaat "Kau pusing ini sedikit lagi, kita akan sampai akan lebih sulit lagi jika kita memutar balik"
Lea tidak menjawab dia menutup mulut nya untuk menahan rasa mual itu
"Bertahanlah sebentar sayang, maafkan aku..". Harry memberi minyak wangi untuk menghentikan rasa mual kekasih nya "Aku akan memajukan kecepatan nya bertahan lah"
>>>
"Ayo nona manis, kita sudah sampai".
"i..ini tempat nya .....". Lea terpana dengan tempat itu "Bagus sekali..."
__ADS_1
Hari yang mulai gelap dengan warna jingga yang masih mengitari langit menampakan pemandangan indah kota dengan lampu yang mulai menyala
Harry memeluk Lea dari belakang dia mendekap Lea tapi dia lebih merasa jika beban nya hilang begitu dekat dengan wanita itu .
Aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana jika kami menikah nanti, Lea akan selalu bersama ku ku pikir aku akan menjadi pria paling beruntung di dunia karena mendapatkan wanita ini. Harry menutup mata nya sambil bergumam
"Tapi kenapa tempat ini sangat sepi". Lea membiarkan Harry tetap memeluk nya melarang pria itu akan menyusahkan dirinya "Tempat nya luas, kenapa tidak ada orang"
"Aku sudah memboking nya"
"Benarkah?".
Bukan nya menjawab Harry malah mengitari tubuh Lea dan memeriksa keadaan kekasih nya "Kau masih mual kenapa wajah mu masih pucat"
"Aku tidak mual lagi, hanya saja aku lelah karena menahan rasa pening dan aku lelah pulang bekerja".
"Maaf, aku pasti merepotkan mu harusnya aku menunggu cuaca membaik dan kita naik helikopter ke sini tapi belakangan ini aku akan sibuk mengurus perusahaan dan kita tidak akan punya banyak waktu seperti ini".
Wajah pria itu menunjukan rasa bersalah dan juga kecemasan ketika dia sibuk nanti Lea bahkan langsung menyadari ekspresi itu
Kau ini sangat pintar memainkan akting ya, aku bahkan merasa kasihan dan sedih cih wanita bodoh . Lea mengumpat dirinya sendiri
"Terserah". Mood sialan kenapa kau malah terharu dia itu hanya berpura-pura, dia bahkan menggunakan Jennie dulu untuk mendapatkan keinginan nya
Dia tidak suka ya... Harry bergumam sedih, walau bibir nya masih menunjukan senyuman manis
"Aku akan bicara dengan Kevin nanti, aku tidak ingin kau sakit oke"
Lea celingak-celinguk melihat sekitar nya "Di mana tempat menginap nya dia ini hanya ada tempat makan saja"
Tuk...tuk...tukk. "Di bawah"
"Huh?". Lea tercengang "Kau serius"
"tempat ini hanyalah atap sayang, ruangan nya ada di bawah"
Lea mencubit jari telunjuk nya dia menjadi berkecil hati karena Harry ya memesan tempat yang berlebihan untuk nya
Cih kalau kami putus nanti, bagaimana aku mengganti semua uang nya aku tidak ingin menjadi wanita matre. Lea terlihat sangat lucu, hingga Harry mencubit pipi wanita itu
__ADS_1
"Hei apa yang kau pikirkan". Pria itu mencium pipi Lea dia sudah menahan rasa gemas nya seja tadi "Kau pikir aku akan meminta uang mu, tidak aku adalah pria gentle bahkan jika suatu saat kita putus aku tidak akan meminta uang ku kembali nanti!"
"Putus!". Lea menunjukan wajah kesal dia tidak suka dengan kata itu "kau memang..."
"Kenapa?". Harry bingung Lea tampak marah "apa aku salah bicara?"
"Tidak". Lea menetralkan wajah nya "Aku Lapar!"
Harry yang tadi nya duduk manis di depan Lea sekarang duduk tepat di samping wanita itu dengan jarak yang sangat dekat
"kau suka lobster kan aku sudah memesan nya tadi sebelum kita berangkat jadi mereka akan menyediakan nya langsung"
"Kau sudah memesan nya?". Lea memegang perut nya yang terasa lapar
"Tentu saja, kau pikir aku juga tidak lapar menunggu mu!".
"Tuan Nona ini pesanan kalian". Beberapa pelayan mengantar pesanan utama dan juga hidangan lain di depan kedua orang itu, Jennie bahkan sampai ngiler "Selamat menikmati Tuan dan Nona"
"Biarkan aku menyuapi mu". Harry mengambil sendok dan garpu dari tangan Lea, dia mengambil daging Lobster terbaik dan menyuapkan nya pada kekasih nya "Enak?"
Lea hanya mengangguk perutnya lapar jadi dia tidak ingin banyak bertingkah "Bukan kah kau lapar juga?"
"Aku bisa makan nanti sekarang kau yang terpenting, tadi kau sangat mual dan pucat itu karena perut mu kosong". Harry dengan telaten menyuapi Lea, membuat wanita itu semakin tidak tega
Apalagi perut Harry juga berbunyi saat pria itu terus menyuapi nya makan, Lea berinisiatif mengambil daging Lobster dan menyuapi nya pada Harry
"Makanlah sejak tadi kau menyuapi ku!".
Harry langsung memakan nya dengan lahap wajah nya menunjukan kebahagiaan yang tidak ada dua nya
Untuk pertama kalinya Lea menyuapi nya makan, dan itu berhasil membuat jantung yang semakin berdetak cepat
Wajah nya memancarkan kebahagiaan hingga Lea sendiri merasa sangat heran, dia juga ikut tersenyum menatap wajah kekasih nya itu
"Lihat tuan Harry dan Kekasih nya benar-benar serasi mereka sangat romantis". Beberapa pelayan menatap kedua orang itu gemas
"Kau benar, Wanita itu seperti nya sudah mengubah tuan dia pertama kali membawa wanita ketempat ini"
"Ya, tuan besar pasti akan senang melihat mereka!"
__ADS_1