
Celyn Berkunjung Ke Rumah Dika.
Celyn, Dimas dan anak mereka Satria berkunjung ke rumah Dika dan Nek Imah tinggal. Satria anak mereka rindu dengan om nya Dika. Memang Satria sangat dekat dengan Dika. Selama ini, Dika sering mampir dan bermain dengan Satria sebelum Dika sesibuk sekarang dan sebelum Dika masuk Playgroup.
Karena rindunya kepada om nya, Satria sering merengek pada Celyn mamanya untuk berkunjung ke rumah Dika. Tapi Celyn kan harus mencari waktu yang pas yakni saat Satria dan suaminya Dimas libur sekolah dulu baru mereka bisa ke rumah Dika. Kebetulan besok adalah hari Sabtu, Dimas dan Satria libur. Mereka rencananya akan menginap di sana dan akan pulang pada hari Minggu pagi.
*****Tok.. Tok.. Tok.. *****
Celyn, Dimas dan Satria sampai di rumah itu. Celyn mengetok rumah Dika dan menunggu agar orang yang di dalam mendengar dan membukakan pintu. Kebetulan saat itu, Dinar ada di ruang tamu rumah tersebut sedang menonton TV karena bosan seharian di kamar. Dinar berjalan membukakan pintu ketika dia mendengar ada yang mengetoknya.
"Kak Celyn..!! Mas Dimas..!!"Ucap Dinar saat membukakan pintu itu.
"Loh Dinar.. Kamu ada di sini juga ya..??"Celyn heran melihat adik perempuannya di sana juga.
"Iya kak. Mas Nicko lagi di Singapura ada urusan bisnis di sana sekalian melihat keluarga angkatnya Om Nugroho dan Mbak Faira di sana. Jadi, daripada sendirian di rumah, Nenek menyuruh Dinar menginap di sini saja sekalian menemani nenek di rumah karena Dika kan suka pulang malam. Nenek sering kesepian di rumah. Belum lagi Dinar kan lagi hamil. Nenek takut kalo Dinar sendirian kalo kenapa-kenapa nggak ada yang bantuin."Jelas Dinar.
"O begitu..!!"Celyn paham maksud adiknya itu.
"Ya sudah kak dan mas silahkan masuk ke rumah. Biar Dinar panggilin nenek di kamarnya."Ucap Dinar.
"Tante Dinar, mana om Dika. Satria kangen sama om Dika."Ucap Satria yang celingak celinguk mencari sosok yang dia rindukan.
"Om Dika masih kerja sayang. Paling bentar lagi pulang. Satria kangen ya sama om Dika? Sama tante Dinar kangen nggak?"Ucap Dinar sambil membungkuk agar sama tingginya dengan Satria.
"Satria kangen kok sama tante Dinar. Cuma sedikit. Tapi kalo sama om Dika, Satria kangeeeeeeennnn banget..!!"Ucap Satria polos.
"Isshhh.. Satria gitu amat sih sama tante..!! Udah ahh..!!"Dinar pura-pura ngambek.
Satria yang merasa bersalah sama tantenya itu langsung memeluk Dinar untuk mengurangi kesalahannya.
"Hahahahaha..!!"Celyn dan suaminya tertawa.
__ADS_1
"Maaf ya Dinar. Maklum anak kecil nggak bisa bohong. Dari bulan lalu Satria merengek bertemu dengan Om nya. Tapi berhubung mas Dimas dan Dika memang lagi sering ke luar kota baru ini punya waktu, makanya kami ke sini hari ini."Jelas Celyn sambil masuk ke dalam rumah.
"Nggak apa-apa kak. Memang selama ini Dika yang selalu dekat dengan Satria dan memanjakan Satria. Dinar maklum kok kak."Ucap Dinar pada Celyn kakaknya.
"Makasih ya kamu sudah mengerti Dinar."Celyn tenang mendengar omongan adiknya.
"Ya sudah kakak, mas Dimas dan Satria duduk dulu ya. Dinar panggilin nenek dulu dan suruh ART membuatkan kalian minum."Dinar mengatakan pada Celyn kakaknya.
"Iya Dinar. Kami tunggu di sini."Kata Dimas yang akhirnya membuka suara karena sibuk mengawasi Satria yang sangat lasak kesana kemari.
Tanpa menunggu lagi, Dinar memanggil ART di rumah itu dan menyuruhnya membuat minum untuk keluarga kakaknya. Setelah itu Dinar menuju kamar neneknya untuk memberitahukan kedatangan Celyn dan keluarganya.
"Nek..!! Nek..!!"Panggil Dinar sambil membuka kamarnya.
"Eh Dinar. Ada apa ya Dinar..??"Tanya Nek Imah yang melihat kedatangan Dinar ke kamarnya.
"Ada kak Celyn, Mas Dimas dan Satria di ruang tamu nek. Apa nenek mau ketemu mereka?"Ucap Dinar pada nek Imah.
Dinar pun segera bergerak dan membantu neneknya duduk dan berjalan keluar kamar menemui Celyn dan keluarganya. Nek Imah sangat rindu juga pada Celyn terutama Satria cicitnya. Nek Imah yakin dengan kedatangan mereka rumah ini akan ramai dengan suara canda tawa, nggak sepi seperti biasanya.
"Celyn.. Dimas.. Satria..!!"Panggil Nek Imah saat dia melihat mereka sekeluarga di kursi itu.
"Nenek..!!"Celyn, Dimas dan Satria memdekati Nek Imah dan menyalam Nek Imah.
Celyn dan Satria tidak hanya menyalam tapi juga memeluk neneknya dengan rasa rindu pada Nek Imah.
"Celyn nenek kangen banget sama kalian. Kok udah lama sih kalian nggak main ke sini?"Tanya Nek Imah pada Celyn.
"Maaf ya Nek. Mas Dimas lagi sibuk dan sering keluar kota jadi nggak bisa datang ke sini. Padahal Satria selalu merengek pengen kesini. Dia merindukan Dika katanya."Kata Celyn.
"Iya buyut. Satria kangen sama om Dika. Mana om Dika buyut?"Tanya Satria pada Nek Imah.
__ADS_1
"Aduh. Om Dika nya belum pulang sayang. Tunggu bentar lagi ya. Tadi buyut sudah menelponnya dan katanya om Dika akan pulang sebentar lagi."Jelas Nek Imah.
"Ya sudah buyut, Satria akan menunggu kok. Satria nunggu sambil nonton TV ya buyut..!!"Ucap Satria.
"Iya nak. Silahkan. Anggap saja rumah sendiri."Kata Nek Imah.
Satria berlari ke sofa dan menghidupkan TV dan menonton kartun kesukaannya di sana sambil menunggu kedatangan Dika om yang dirindukannya.
"Memangnya Dika kemana Nek? Apa dia banyak kerjaan?"Tanya Celyn.
"Tadi katanya dia lagi di rumah sakit."Kata Nek Imah singkat.
"Loh kenapa? Dika sakit Nek?"Tanya Celyn.
"Nggak Celyn. Dika mengantar mamanya temannya ke rumah sakit. Katanya tadi mama temannya itu pingsan saat dia temukan. Jadi Dika membawanya ke rumah sakit."Kata Nek Imah.
"Memangnya Dika nggak kerja Nek? Kok tumben dia ke rumah teman saat jam kerja? Pasti ada alasannya kan Nek?"Celyn curiga.
"Tadi pagi kan izin nya kerja. Tapi nggak tau kenapa jadi kerumah temannya. Dika belum cerita sama nenek Celyn."Jelas Nek Imah.
"Ya sudah kalo begitu, nanti kita tanyakan saja pada Dika kalo dia sudah pulang ya."Kata Nek Imah.
"Iya Nek. Kita tunggu Dika saja kalo begitu."Celyn pasrah.
"Baiklah. Yuk kita makan malam dulu sambil menunggu Dika."Ajak Nek Imah.
"Kami sudah makan tadi di rumah nek sebelum ke sini."Ucap Celyn.
"Ya sudah kalo gitu nenek nunggu Dika saja deh biar ada teman nenek makan."Ucap Nek Imah.
Setelah itu, mereka semua di situ berkumpul dan bercerita sambil menunggu kedatangan Dika.
__ADS_1