Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 49


__ADS_3

Hallo Readers..


Maaf ya baru kali ini bisa up. Ini juga curi-curi waktu up nya. Berhubung Author lagi banyak kerjaan di bulan puasa ini. Tadi rencananya author baru mulai nulis lagi saat bulan Mei. Tapi karena banyak chat readers yang menanyakan kapan mulai up lagi jadi saya akan usahakan up sebisa saya walau tidak setiap hari. Maafkan author ya readers. Semoga kalian masih tetap menyukai tulisannya author yang tak seberapa ini.


Terima kasih banyak ya Readers.. Author tak ada apa-apanya tanpa kalian semua. God Bless.


************************


Dua Bulan Kemudian...


Sesampainya di Amerika, Dika dan Dani pun langsung menuju rumah sakit tempat Pak Anwar di rawat. Dani sudah menyuruh supir kantor yang tak lain adalah salah satu bodyguardnya Pak Anwar yang dulunya pernah di bawa oleh Pak Anwar ke Indonesia saat Pak Anwar berkunjung beberapa tahun yang lalu dan yang merupakan pertemuan pertama Pak Anwar dengan anak sahabatnya yang bernama Handoko.


Sekilas mengingatkan, Pak Anwar, Pak Handoko dan Pak Nugroho adalah tiga serangkai bisnis yang berkembang di Indonesia. Karena suatu hal perusahaan Pak Anwar dijatuhkan oleh Pak Nugroho akibat keserakahannya ingin menguasai segalanya. Pak Anwar pun jatuh miskin dan bangkrut. Saat kejatuhan Pak Anwar, tak ada seorang pun pengusaha yang berani membantu Pak Anwar bangkit dari keterpurukannya. Hingga pada akhirnya Pak Handoko yang tak lain adalah papanya Celyn, Dinar dan Dika membantu Pak Anwar bangkit dan membangun perusahaan baru di Amerika karena Pak Anwar punya trauma dengan pengusaha-pengusaha yang ada di Indonesia saat dia terpuruk.


Singkatnya Pak Anwar ini berhasil membangun kerajaan bisnisnya di Amerika dan menjadi salah seorang pengusaha yang mempunyai pengaruh di negara adidaya tersebut. Mendengar berita kebangkitan Pak Anwar, Pak Handoko tentunya senang. Tapi tak demikian dengan Pak Nugroho yang tak lain adalah papanya Faira perempuan yang mempunyai masalah di masa lalu dengan Dimas suaminya Celyn yang hampir membuat rumah tangganya hancur. Pak Nugroho juga merupakan papa angkatnya Nicko yang tak lain adalah suaminya Dinar kakak kedua dari Dika. Pak Nugroho pun menghancurkan usaha Pak Handoko yang secara tak langsung membuat Pak Handoko dan istrinya meninggal karena kecelakaan saat mendengar kabar bangkrutnya perusahaan mereka. Tinggallah Celyn, Dinar dan Dika hidup dalam kemiskinan karena semua harta papa mereka habis. Mereka hanya hidup dengan mengandalkan asuransi pendidikan yang ditinggalkan oleh Pak Handoko.


Beberapa tahun kemudian Pak Anwar mengetahui apa yang terjadi pada Pak Handoko sahabatnya itu.Pak Anwar akhirnya mengetahui bahwa Pak Handoko meninggal dan mencaritahu keberadaan ketiga anak Pak Handoko. Hingga akhirnya Pak Anwar bertemu dengan Dimas suaminya Celyn pada sebuah acara bisnis dan mengetahui semua yang terjadi pada Dimas yang sedang bermasalah dengan Pak Nugroho dan anaknya Faira. Pak Anwar akhirnya membantu Dimas yang membawanya bertemu dengan ketiga anak sahabatnya itu. Itulah pertemuan mereka yang membawa semua kenangan dan akhirnya perlahan keluarga Celyn, Dinar dan Dika pun bangkit dan menjadi kaya. Dika menjadi pengusaha hebat di usianya semuda sekarang berkat usaha dan pengajaran dari Dani sekretaris pribadinya Pak Anwar.


"Kita sudah sampai di Amerika Dika. Apa kamu senang?"Tanya Dani seadanya.


"Senang nggak senang sih mas Dani. Senang karena saya bisa ketemu lagi dengan Om Anwar dan sedih karena harus berjauhan dengan keluarga dan orang-orang yang saya sayangi di sana."Dika berkata jujur.

__ADS_1


"Jangan khawatir Dika. Dengan kemampuan bisnis yang kamu miliki, mas yakin tak lama lagi perusahaannya Pak Anwar pasti bisa bangkit lagi dan Pak Anwar bisa sehat mendengar kabar tersebut."Ucap Dani.


"Mudah-mudahan ya mas. Sebenarnya saya juga kurang yakin kalo saya bisa mengatasi masalah perusahaannya om Anwar mas. Saya ngerasa masih kurang kemampuan untuk menolongnya. Saya merasa masih anak bawang di dunia bisnis seperti sekarang ini."Ucap Dika


"Jangan suka merendah Dika. Saya yakin dengan kemampuan kamu. Dengan bekerja sama, mas dan kamu pasti menjadi perpaduan yang kuat untuk mengatasi segala masalah yang sedang terjadi sekarang ini. Mas yakin itu."Dani menyemangati Dika.


"Yang benar mas?"Dika masih kurang yakin.


"Bener dong Dika. Mas bukannya mau memuji kamu. Mas hanya mengatakan kenyataannya yang sebenarnya."Kata Dani.


"Baiklah mas. Mari kita sama-sama mencobanya. Mudah-mudahan semua usaha kita untuk membantu om Anwar akan berhasil. Amin."Dika berusaha meyakinkan dirinya.


"Iya Dika. Mari kita mulai semuanya dari awal. Semangat buat kita berdua. Sekarang kita ke rumah sakit dulu ya. Kita menjenguk Pak Anwar dulu dan menyapanya agar dia punya semangat hidup dan bangkit dari keterpurukannya."Kata Dani.


"Baiklah. Ayo Dik."Dani mengajak Dika berjalan masuk ke rumah sakit menjenguk Pak Anwar.


*****Dua Bulan Kemudian*****


Tanpa terasa dua bulan sudah Dika di Amerika. Perusahaan Pak Anwar pun sedikit demi sedikit mulai bangkit dan menunjukkan perkembangan yang significant. Saham perusahaan Pak Anwar pun semakin meningkat. Dani dan Dika cukup puas akan keberhasilan usaha mereka.


"Mas Dani, saya senang sekali. Walaupun capek dan benar-benar lelah, usaha kita tidak sia-sia.Perusahaan Om Anwar pun sudah mulai bangkit kembali. Om Anwar pun semakin membaik kesehatannya."Ucap Dika semangat.

__ADS_1


"Benar kan apa yang mas bilang. Kamu itu sepertinya punya jiwa bisnis turun temurun dari papa kamu. Walau masih muda kemampuan menganalisa pasar kamu sungguh membanggakan. Kamu seperti bisa memprediksikan apa yang akan terjadi dengan sekali melihat situasi dan kondisi yang terjadi. Mas bangga sama kamu."Dani memuji Dika


"Makasih mas. Tanpa mas,Dika tak mungkin bisa seperti ini. Mas banyak membantu Dika. Sekali lagi makasih ya mas."Dika berkata penuh ketulusan.


"Sama-sama Dika. Oh ya, kamu kapan balik ke Indonesia? Bentar lagi kamu kan mau menikah. Pasti kamu sudah nggak sabaran kan?"Ledek Dani.


"Sepertinya minggu depan, Dika balik ke Indonesia. Sebelumnya Dika mau menyelesaikan pekerjaan yang Dika sedang tangani dulu agar Dika tenang pulang ke Indonesia."Ucap Dika.


"Jangan terlalu diforsir Dika. Serahkan saja sama mas. Nanti mas yang menyelesaikan semuanya. Kamu harus perawatan dan istirahat supaya saat pernikahan kamu nantinya kamu terlihat fresh dan bahagia."


"Makasih banyak mas. Oh ya, jangan lupa nanti datang ke pernikahan Dika ya mas. Bawa om Anwar juga ya mas. Kan sekarang om Anwar sudah mulai sehat dan sudah berpergian walau masih menggunakan kursi roda."Kata Dika.


"Iya Dika. Kami pasti datang. Pak Anwar pun bilang dia pengen datang ke Indonesia menemui kalian semua dan merasakan kebahagiaan di tengah keluarga keduanya."Ucap Dani.


"Dika sangat senang mendengarnya. Makasih ya mas"


"Udah jangan ucapin makasih terus. Mas jadi kenyang dengan ucapan makasih kamu. Yang terpenting mas selalu mendoakan kebahagiaan kamu. Semangat Dika."Dani memeluk Dika.


"Iya mas. Dika doakan mas juga segera melepaskan status jomblo mas ya. Jangan hanya bekerja terus. Ingat membangun keluarga dengan menikah mas. Doa ku yang terbaik terjadi dalam hidup mas ya."Ucap Dika.


"Makasih Dika."

__ADS_1


Setelah berkata itu, mereka berdua pun kembali terpaku pada pekerjaan masing-masing dengan penuh semangat. Mereka melakukan pekerjaan tanpa beban agar pekerjaan yang mereka lakukan menghasilkan hasil yang baik dan menyenangkan.


__ADS_2