Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 34


__ADS_3

Dika Dan Maya Pacaran.


Dika dan Maya sampai di rumahnya Maya. Dika membantu Maya keluar dari mobil dan memapahnya masuk ke dalam rumahnya itu.


"Makasih ya mas..!!"Ucap Maya saat dia sudah duduk di kursi tamu rumahnya.


Melihat Maya pulang dan ada suara mobil yang berhenti mama Maya keluar dari kamar. Sekarang mama Maya sudah jauh lebih sehat dari sebelumnya. Dia melihat Maya diantar oleh Dika.


"Eh ada nak Dika. Kok tumben antar Maya pulang? Apa kalian jalan-jalan dulu ya makanya pulang semalam ini? Nggak biasa soalnya Maya pulang selarut ini."Ucap mama Maya bertubi-tubi.


"Nggak kok tante. Tadi Dika ada meeting di sekitar cafe tempat Maya bekerja. Saat hendak pulang, Dika lihat Maya kesusahan berdiri. Katanya dia jatuh saat berjalan ke halte hendak menunggu angkutan umum untuk pulang. Jadi, Dika bantu Maya dan mengantarkannya pulang."Jelas Dika.


"Oo begitu. Kamu kenapa bisa jatuh May? Hati -hati dong lain kali."Mama Maya memperingatkan


"Tadi saat Maya keluar cafe kan nggak ada ojek yang lewat trus ojol pun Maya pesan nggak ada yang datang. Maya jadi memutuskan jalan ke depan yakni di halte. Saat Maya jalan kan tuh jalanan sepi dan gelap, Maya berjalan secepat mungkin sampai-sampai Maya nggak ngeliat ada batu besar, Maya memijaknya dan terjatuh ma."Maya berbohong.


"Maafin Maya ma. Maya harus bohong. Maya nggak mau mama khawatir sama Maya."Batin Maya.


Dika memperhatikan ekspresi Maya. Dika pun mengangkat alisnya dan menatapnya curiga.


"Aku yakin kamu bohong May. Pasti kamu sengaja melakukannya agar mama kamu nggak cemas kamu ada masalah dengan orang lain. Soalnya tadi aku sempat lihat kamu bertengkar dengan seorang perempuan yang membawa mobil. Dari siluet tubuhnya sepertinya aku mengenal orang itu. Tapi aku nggak ingat itu siapa."Gumam Dika dalam hati.


"Tante boleh minta tolong nggak. Tolong ambilin kotak P3K dong. Dika mau mengobati lukanya Maya. Takut infeksi tante. Tadi waktu Dika mau antar ke dokter Maya menolak. katanya takut membuat tante khawatir."Ucap Dika.


"Ya ampun Maya..!! Kamu kebiasaan deh..!! Ya udah bentar ya Nak Dika. Tante ambilkan kotak obatnya."


Mama Maya pun berjalan ke lemari gantung yang ada di dekat dapur. Mama Maya berusaha jalan lebih cepat supaya Maya segera diobati.


"May.. May.. Lain kali kamu hati-hati ya jalannya. Kan sakit kalo jatuh terus."Omel Dika.


"Iya mas..!!"


"Nih nak Dika kotak P3K nya ya."Mama Maya menyerahkan kotak obat itu pada Dika.

__ADS_1


"Iya tante. Makasih ya."


Dika menerima kotak P3K itu lalu membukanya. Dengan telaten Dika membersihkan kaki dan tangan Maya dengan alkohol secara perlahan. Sesekali Maya meringis saat Dika mengobati lukanya. Perih rasanya kaki Maya terkena alkohol tersebut.


"Sabar ya May.. Memang agak perih sedikit. Tahan ya May..!!"Dika bicara seperti itu karena melihat Maya meringis.


"Iya mas."


Dika membersihkan kaki dan tangan Maya. Lalu Maya mengobatinya dengan obat antiseptik. Saat mengolesi obat antiseptik itu Dika mengembus luka itu agar tak terasa perihnya.


"Mas Dika. Kamu udah ganteng baik lagi. Sepertinya senang sekali kalo di cintai laki-laki seperti ini. Udah ganteng, baik, mapan dan sayang pada keluarga. Ya Allah bolehkah Engkau mengirimkan Maya pasangan hidup yang seperti ini? Maya yakin Maya dan keluarga Maya pasti akan bahagia. Tapi maaf ya Allah kalo Maya meminta semuanya dalam satu paket." Gumam Maya dalam hati sambil melihat Dika dan terpesona dengan kebaikannya.


"Udah, jangan dilihatin terus. Nanti jatuh cinta loh..!!"Ledek Dika yang tau dirinya diliatin dari tadi oleh Maya.


Maya yang ketauhan oleh Dika pun malu. Mukanya memerah seperti udang rebus.


"Hahahha... Kok mukanya jadi merah gitu sih May..??"


"Masa sih mas? Nggak deh kayaknya."Maya memalingkan wajahnya agar Dika tak melihat muka Maya yang memerah itu.


"Ahh mas ini. Nggak usah ahh..!!"Maya menjauhkan handphonenya Dika.


Mama Maya yang melihat kelakuan anaknya yang malu-malu kucing tersenyum sambil menggeleng-geleng kepalanya.


"Nah..!! Udah selesai May. Mudah-mudahan luka kamu cepat sembuh ya. Supaya kamu bisa kerja lagi secepatnya"Dika menutup kotak P3K itu segera setelah selesai mengobati Maya.


"Makasih mas. Sakitnya sudah berkurang kok. Besok juga Maya sudah bisa kerja mas."


"Jangan dipaksakan May. Mama khawatir kamu kenapa-kenapa."


"Iya May. Kalo perlu biar mas yang izinin kamu sama nenek. Dan laporan keuangan yang mau kamu kasi itu biar mas yang berikan ke nenek supaya kamu bisa istirahat minimal satu hari May."


"Tuh denger May. Nak Dika aja udah ngebantuin kamu meminta izin sama bos kamu. Jadi, besok kamu nggak boleh kerja. Istirahat dulu sehari ya."Suruh mama Maya.

__ADS_1


"Iya deh iya. Mama sama mas Dika menang. Besok Maya istirahat di rumah saja besok. Makasih ya kalian berdua sudah perhatian sama Maya."Ucap Maya.


"Nggak perlu dipikirin May. Yang terpenting buat mas hanyalah kesembuhan kamu."Dika menepuk-nepuk bahu Maya.


"Iya Maya. Mama nggak tega kamu terus bekerja. Kamu juga harus merasakan masa muda kamu. Kamu harus cari pacar dan menikah supaya kamu ada yang jagain dan ada yang bertanggung jawab sama kamu. Mama lihat Nak Dika cocok sama kamu. Mau kan Nak Dika jadi pacarnya Maya? Tante lihat kamu sangat baik dan perhatian sama Maya dan keluarga kamu. Tante yakin kamu orang baik Dika."Ucap mama Maya.


"Mama ini apaan sih? Maya kan malu ma. Maya kayak nggak bisa cari pacar sendiri. Mana tau mas Dika sudah punya pacar ma. Jangan membuat mas Dika jadi serba salah gitu ma."Kata Maya spontan.


"Nggak kok May. Mas nggak keberatan kok kalo kamu mau jadi pacarnya mas. Kebetulan mas juga belum punya pasangan. Mas juga sudah suka pada pandangan pertama sama kamu. Nggak ada salahnya kalo kita mencobanya. Tapi kalo kamu nggak suka mas nggak paksain kok."Ucap Dika.


"Tuh kan May. Nak Dika aja sudah mau. Apa kamu benar nggak mau sama laki-laki seperti Nak Dika ini? Kalo mama dulu bertemu dengan laki-laki seperti ini mama akan bungkus dan bawa pulang dia. Nggak perlu pake malu-malu segala. Dari pada diambil orang."Mama Maya berkata.


"Mama agresif juga ya. Hahahaha.."


"Jadi gimana May? Mau nggak jadi pacarnya mas?"


"Iya mas. Maya mau. Maya juga sudah suka sama mas Dika. Maya suka dengan perhatian mas. Maya juga suka dengan keluarga mas. Walaupun kalian kaya raya tapi kalian sangat menghargai Maya. Kalian tak pernah memandang status sosial Maya yang rendah."Maya buka suara.


"Makasih May. Mas janji sama kamu, mas akan membahagiakan kamu sebisa mas dan sepanjang hidup mas. Mas janji akan menua bersama dengan kamu. Tante setuju kan jika Dika melamar Maya secepatnya?"


"Tante sangat setuju Nak Dika. Kalian tinggal memantapkan hati kalian berdua saja. Maya nggak perlu memikirkan mama dan Adit. Raihlah kebahagian kalian. Mama sudah pasti senang."Ucap Mama Maya sungguh-sungguh.


"Tante nggak perlu khawatir. Saya tidak hanya akan membahagiakan Maya. Tapi juga akan membahagiakan orang-orang yang Maya sayangi seperti tante dan Adit. Kalian akan menjadi keluarga Dika juga kok. Tante nggak perlu cemas akan masa depan tante dan Adit ya. Ada Dika yang akan selalu bertanggung jawab atas kalian."Dika berjanji pada mama Maya.


"Makasih Nak Dika."


"Makasih ya mas. Maya sayang sama mas Dika."


"Mas juga May..!! Ya sudah kamu sekarang istirahat ya supaya lukanya cepat sembuh. Mas mau pulang dulu. Nggak enak dilihat tetangga kalo mas di sini. Kita kan bukan mukrim."Seloroh Dika.


"Iya mas. Hati-hati ya..!!"Maya malu-malu mengucapkannya.


"Saya permisi ya tante..!!"Kata Dika.

__ADS_1


"Iya silahkan nak..!!"


Dika pun keluar dari rumah itu. Lalu Dika mengendarai mobilnya dan pergi dari sana. Hati dan pikiran Dika sekarang sedang berbunga-bunga karena Maya mau jadi pacarnya. Bukan hanya Maya bahkan mama Maya sangat menyetujui hubungan mereka.


__ADS_2