Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 59


__ADS_3

Kedatangan Pak Anwar Dan Dani Ke Indonesia (Part 1)


Setelah selesai dari butik, Dika dan Maya pun beranjak dari butik itu menuju parkiran. Dika yang menyetirkan mobilnya.


Sekeluar dari butik Maya terlihat diam saja ntah kenapa. Dika pun tak banyak bicara kala itu. Hingga Maya melihat bahwa jalan yang diambil Dika bukanlah jalan yang biasa mereka lewati saat pulang ke rumah Maya ataupun Dika. Maya tersentak dan bertanya pada Dika.


"Kita mau kemana mas?"Tanya Maya heran.


"Kita mau ke bandara sayang."Jawab Dika dengan tenang tetap melihat ke arah jalan tanpa menoleh ke arah Maya


"Loh? Ngapain? Ada yang mau dijemput mas?"Tanya Maya lagi.


"Iya sayang. Hari ini om Anwar dan mas Dani datang dari Amerika. Kita jemput mereka ya."Ucap Dika.


"Oh ya? Iya mas. Kita jemput mereka aja. Maya penasaran dengan sosok om Anwar dan mas Dani. Selama ini kan Maya hanya mendengar dari cerita mas saja. Nggak kenal gimana sebenarnya orangnya. Maya jadi penasaran."Ucap Maya antusias.


"Iya sih, kamu memang belum pernah bertemu dengan mereka. Walaupun mas Dani itu pernah datang ke Jakarta sebelum mas ke Amerika. Mas belum sempat mengenalkan kamu pada mas Dani."Kata Dika.


"Mas Dani pernah kesini mas? Kapan? Issh mas jahat deh, nggak kenalin Maya sama mas Dani."Maya pura-pura manyun.


"Hahahaha. Nggak mau dong mas kenalin kamu sama mas Dani. Nanti kamu kepincut lagi sama mas Dani. Biar gimanapun mas Dani itu kan tampan, gagah dan mapan. Mas bisa kehilangan kamu dong."Ucap Dika pura-pura cemburu.


"Hahhahaa...!!"Ketawa Maya terpecah mendengar ocehan Dika.


"Kok malah ketawa sih? Apanya yang lucu? Mas beneran loh ngomongnya..!!"Kata Dika.


"Hahaha. Mas Dika cemburu?"Tanya Maya.


"Ya iyalah. Mas nggak mau kamu direbut sama siapapun termasuk mas Dani. Kamu cuma milik mas seorang. Nggak boleh yang lain."Ucap Dika serius.


"OMG..!! Baru kali ini Maya ngeliat mas Dika bucin nya kelihatan. Selama ini mas kan jaim banget."Ucap Maya.


"Issh siapa yang jaim sih? Cuma mas masih belum bisa mengungkapkan perasaan cemburu mas. Abisnya dulu kamu ogah-ogahan sama mas. Mas manatau apa kamu suka atau nggak sama mas."Jelas Dika.

__ADS_1


"Memangnya sekarang mas udah tau?"Tanya Maya.


"Udah dong. Kamu aja udah setuju jadi istrinya mas. Seratus persen mas tau kalo perasaan kamu itu hanya untuk mas seorang."Ucap Dika mantap.


"Astaga...!! Lebay nya calon suamiku ini."Jawab Maya sambil mengelus kepalanya Dika.


"Biarin..!!"Dika menjulurkan lidahnya mengejek Maya.


"Terserah deh..!! Yang penting mas senang aja. Maya udah ikutan senang kok."Ucap Maya.


"Makasih ya sayang."Ucap Dika penuh cinta


"Trus sekarang masih nggak mau kenalin Maya sama mas Dani?"Tanya Maya pura-pura.


"Mau dong. Sekarang kan mas udah yakin kamu hanya milik mas seorang. Nanti pasti mas kenalin kamu."Ucap Dika.


"Baiklah.!!"Maya berhenti bicara.


Dika pun kembali fokus menyetir. Mereka menuju ke bandara untuk menjemput kedatangan Pak Anwar dan Dani.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di bandara. Setelah memarkirkan mobilnya, Dika dan Maya berjalan ke arah terminal kedatangan internasional. Mereka melihat jadwal pesawat Pak Anwar dan Dani untuk memastikan apakah mereka sudah sampai atau belum. Lalu Dika dan Maya mencari cafe agar mereka dapat duduk sambil menunggu kedatangan Pak Anwar dan Dani.


Setengah jam berlalu mereka pun masih menunggu di cafe itu, hingga akhirnya terdengar pengumuman bahwa pesawat yang ditumpangi Pak Anwar dan Dani sudah mendarat.


"Mas, bukannya itu nomor penerbangan Om Anwar dan mas Dani? Kayaknya pesawat mereka sudah landing deh."Ucap Maya.


"Mana sayang?"Dika bertanya.


"Dengerin deh mas. Beneran itu kan nama flight yang mereka tumpangi kan?"Kata Maya lagi menyuruh Dika konsentrasi mendengarkan pengumuman itu.


"ehh benar. iya sayang. Akhirnya pesawat mereka landing juga."Ucap Dika.


"Ya udah yuk kita kesana. Tapi mas..!!"Ucap Maya penuh semangat namun tiba-tiba teehenti.

__ADS_1


"Tapi apa sayang??"Dika heran melihat tingkahnya Maya.


"Aku grogi mas mau ketemu sama om Anwar."Ucap Maya.


"Kenapa harus grogi sayang?"Dika berkata lembut.


"Ya namanya juga ini pertemuan pertama Maya dengan om Anwar. Maya takut om Anwar nggak suka sama Maya mas."Maya mengatakan kekhawatirannya.


"Jangan takut sayang. Om Anwar orangnya nggak gitu kok. Om Anwar pernah melihat foto kamu dan kelihatannya dia suka sama kamu. Om Anwar mengatakan penilaiannya pertama kali mas tunjukkan foto kamu. Dan memang nggak ada complain sama sekali. Malah om Anwar bilang kalo mas pintar cari calon istri."Jelas Dika.


"Masa sih mas?"Tanya Maya lagi.


"Beneran loh sayang. Buat apa sih mas bohong. Nggak penting banget deh."Dika menenangkan lagi.


"Baiklah. Maya percaya sama mas Dika. Tapi mas tetap disamping Maya ya biar rasa percaya diri Maya tetap ada."Kata Maya.


"Iya sayang. Mas akan selalu berada di sampingmu selama mas hidup di dunia ini. Kamu tenang saja ya."Jelas Dika seraya menggenggam tangan Maya yang keringatan karena grogi.


"issh.. gombal banget sih. Nggak jelas deh mas ini."Maya memukul mesra bahu Dika dengan sebelah tangan yang tak di pegang oleh Dika.


"Hahaha..!! Ya udah yuk kita temui mereka."Ajak Dika sambil tertawa.


Dika dan Maya pun berjalan ke arah pintu penumpang keluar dengan bergandengan tangan.


Tak lama Dika melihat sosok Pak Anwar dan Dani keluar dari pintu kedatangan itu. Mereka tidak hanya berdua. Ada pengawalnya Pak Anwar yang membawakan kopernya. Sedangkan Dani mendorong kursi rodanya pak Anwar.


"Itu mereka sayang..!!"Kata Dika spontan pada Maya.


"Yang mana mas?"Maya celingukan melihat apa yang ditunjuk Dika.


"Itu loh sayang yang pakai kursi roda dengan dua laki-laki tegap mengikuti di belakangnya"Dika menjelaskan rinci pada Maya.


"Ooo itu..!!"Maya melihat Pak Anwar di dorong berjalan ke arah mereka.

__ADS_1


"Ayo sayang kita datangin mereka."Ajak Dika.


Dika dan Maya pun berjalan menuju arah Pak Anwar dan Dani.


__ADS_2