Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 47


__ADS_3

Acara Milea dan Dani.


Dani dan Milea sedang di mobil sekarang. Dani mengemudikan mobilnya. Dia merasa senang karena punya teman yang bisa diajak jalan. Secara Dani tak punya teman di sini. Dia selama ini hanya sibuk bekerja dan bekerja. Dani pun segan mengajak Dika ataupun Dimas walaupun mereka sudah kenal dekat.


"Kita kemana Mil?"Tanya Dani.


"Apa mas sudah makan siang? Kalo belum kita makan dulu. Aku kasian ngeliat mas kayaknya lemas gitu kayak nggak makan berhari-hari."Kata Milea asal.


"Hahahhaa.. Segitunya ya?? Memang mas belum makan siang. Tapi bukan nggak makan berhari-hari. Cuma kalo mas lagi serius kerja makan pun jadi lupa. Ditambah lagi mas bosen makan sendiri mulu nggak ada temannya."Jelas Dani.


"Memangnya nggak ada gitu orang yang mas kenal di sini?"Tanya Milea.


"Ada sih. Mas punya rekan bisnis berasa saudara di sini. Tapi mas segan banget ngajak mereka keluar. Secara mereka kan sudah punya keluarga dan yang satunya lagi sibuk ngurus pernikahannya yang akan dilaksanakan sekitar tiga bulan lagi. Nggak enak Mil ganggu mereka."


"Oo gitu. Benar juga sih. Ya sudah deh. Makanya mas cari pacar dong biar ada yang nemenin kemana-mana."Ucap Milea.


"Ini kan juga lagi usaha..!!"Dani secara tak langsung mengatakan niatnya.


"Ooo..!!"Milea hanya ber o ria tanpa mengerti maksud dari omongannya Dani.


"Ya udah, kamu kasitau deh dimana bisa makan yang enak? Terserah kamu dimana. Mas ikut aja. Tapi kamu tunjukin ya arahnya ke mana."Ucap Dani.


"Iya mas. Di depan sana ada restoran enak banget. Aku dan papa sering makan di sana dulu."

__ADS_1


"Dulu? Memangnya sekarang nggak pernah lagi?"Tanya Dani setelah menganalisis omongan Milea.


"Nggak pernah lagi. Belakangan ini perusahaan papa agak menurun pemasukannya. Hal itu mengakibatkan kami harus berhemat. Semua kartuku aja di sita papa. Katanya kalo aku masih megang semua kartu kreditku kebiasaan belanjaku nggak bisa aku kontrol. Papa nggak sanggup katanya memenuhi gaya hidupku kayak dulu."Jelas Milea ceplos.


"Hahaha... Kamu kok jujur banget? Nggak malu kalo mas tau kalo keluarga kamu hampir bangkrut?"


"Uppss..!! Maaf mas. Tapi nggak apa-apa deh. Kita kan cuma teman ngapain pake malu segala. Bentar lagi kan mas balik ke kota mas nggak mungkin kita ketemu lagi."


"Kamu mau ketemu saya terus? Kalo kamu mau mas akan usahakan sebulan sekali balik ke Indonesia deh supaya kita bisa jalan-jalan sepuas kamu."


"Balik ke Indonesia? Memangnya mas tinggal di mana?"Tanya Milea.


"Ooo.. Mas kerja di Amerika. Mas ke sini karena diutus oleh boss nya mas. Ada keperluan penting di sini dan boss nya mas nggak bisa ke sini. Jadi mas yang menggantikannya. Kalo kamu memang mau ketemu mas, mas bisa datang sebulan sekali ke sini. Kan mas bisa naik helikopter kepunyaan boss nya mas kalo mau ke Indonesia."Jelas Dani santai.


"Wow.. Kayaknya aku dapat cowok kelas kakap nih. Nggak apa deh kalo dia bukan boss. Tapi dari omongannya sih kerjaannya keren juga. Bisa pulang seenaknya ke Indonesia. Sepertinya jarak Indonesia dan Amerika itu sangat dekat jadi dia bisa suka-suka saja mau pulang atau nggak. Keren deh." Batin Milea.


"Ehh maaf mas. Di depan kita belok kiri. Cafenya ada di ujung jalan itu."Kata Milea mengalihkan pembicaraan.


Milea dan Dani pun berhenti di cafe tersebut. Mereka masuk dan memesan makanan di sana. Menunggu makanan mereka datang, Dani mengajaknya bicara supaya nggak bosan.


"Kalo mas boleh tau, kamu lulusan apa Mil? Apa kamu punya pengalaman bekerja?"Tanya Dani.


"Aku sih lulusan S1 sih. Pengalaman kerja aku pun masih sedikit mas. Itupun di kantor papa. Memangnya kenapa?"Cerita Milea.

__ADS_1


"Tadi kan kamu bilang kantor papa kamu sudah hampir bangkrut dan kamu jadi nggak bisa jalan-jalan karena nggak ada uang. Gimana kalo kamu kerja di perusahaan teman mas aja. Biar nanti mas yang masukin kamu ke sana. Mas yakin kalo kamu udah kerja kan kamu bisa menghasilkan uang sendiri dan bisa beli apa saja atau makan apa saja yang kamu suka dengan uang yang kamu hasilkan nggak perlu tergantung lagi pada papa kamu. Gimana menurut kamu?"Kata Dani.


"Aku kan malas kerja mas. Lebih baik aku cari cowok kaya berduit yang bisa menghujani aku dengan uang dan aku bisa bersenang-senang tanpa harus capek bekerja keras seperti orang - orang lainnya." Gumam Milea.


"Gimana ya mas..!! Milea sih mau kerja. Tapi kan sekarang papa lagi butuh bantuan Milea mas. Bagaimana mungkin Milea ninggalin papa dan kerja di perusahaan lain. Nggak enak mas."Milea ngeles.


"Bener juga ya kata kamu. Atau gini aja. Gimana kalo mas bantu perusahaan papa kamu. Mas coba bekerja sama dengan perusahaan papa kamu. Paling tidak kan perusahaan papa kamu mendapat suntikan dana dan bisa bertahan beberapa lama. Jadi kamu nggak perlu menderita karena jatuh bangkrut."Usul Dani.


"Beneran mas?? Mas beneran mau bantu perusahaannya papa??"


"Iya mas janji Milea. Tapi nggak dalam waktu dekat ya. Lusa mas pulang ke Amerika. Bulan depan aja ya waktu mas balik ke Jakarta mas bertemu dengan papa kamu dan akan membicarakan kerja sama antar perusahaan kita. Kamu mau kan?"


"Ya tentu mau mas. Malah aku senang banget akhirnya ada orang yang mau membantu aku dan papa. Makasih banyak ya mas. Padahal kita baru kenal tapi mas sudah mau membantu Milea dan papa."Kata Milea terharu.


"Kamu kan sekarang sudah jadi temannya mas. Sebagai teman kita harus saling tolong menolong. Apalagi kalo teman kita itu mengalami kesusahan. Sudah pasti mas akan membantunya sebisa mas. Kamu nggak perlu sungkan ya."Ucap Dani.


"Iya mas. Terima kasih sekali lagi ya. Aku beruntung bisa kenal dan jadi teman mas."


"Sama-sama Milea. Ya udah makanannya udah datang. Kamu makan dulu ya. Nanti makanannya jadi dingin. Abis ini kita ke bioskop ya kita nonton. Nanti mas akan bawa kamu ke mall. Kamu bisa belanja apa saja yang kamu mau. Tenang aja mas yang bayarin semua belanjaan kamu. Anggap saja sebagai rasa terima kasihnya mas karena kamu sudah mau menemani mas seharian ini."


"Iya mas. Sebenarnya nggak perlu repot-repot. Aku jadi nggak enak mas."


"Kalo nggak enak kasi kucing aja Milea...!!"Ucap Dani asal.

__ADS_1


"Hahaha...!!"Dani dan Milea pun tertawa bersama.


Mereka pun kemudian makan lalu pergi ke bioskop sesuai dengan rencana mereka tadi. Dani sangat senang karena baru kali ini dia bisa menikmati jalan-jalan sama seorang perempuan. Milea pun senang karena dia bisa belanja sesuka hatinya tanpa mengeluarkan uang sepeserpun alias gratis.


__ADS_2