Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 29


__ADS_3

Milea Merencanakan Hal Lain Untuk Membuat Dika Jatuh Cinta Padanya.


Rapat pemegang saham pun akhirnya selesai. Memang hasilnya Maya harus dipecat dari kantor itu tapi untungnya Dika sudah punya jalan keluar lain agar Maya tetap dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya sehingga Dika tak terlalu merasa bersalah karena dia tidak bisa mempertahankan Maya bekerja di kantornya.


Saat semua pemegang saham perusahaan itu keluar, ternyata Milea sudah berada di perusahaan Dika untuk menjemput papanya dan mendengar kabar baik yang di bawa oleh papanya mengenai Maya.


Milea dengan sabar menunggu papanya keluar kantor hanya di dalam mobil tak masuk ke dalam. Saat melihat papanya berjalan ke arah mobil mereka Milea pun merasa senang. Tak sabar dia menunggu papanya masuk ke dalam mobil. Karena itu, Milea menghujani papanya dengan pertanyaan walau papanya belum mengambil posisi duduk yang nyaman.


"Gimana pa hasil meetingnya? Perempuan gembel itu di pecat kan? Dia dipermalukan di depan umum kan pa?"Tanya Milea bertubi-tubi.


"Sabar napa Mil. Papa aja belum duduk enak."Keluh papa Milea.


"Maaf pa. Milea terlalu bersemangat mendengar kehancuran hidup perempuan gembel itu. Itu akan menjadi balasan karena telah berani mempermalukan Milea kemaren. Dia belum tahu berhadapan dengan siapa."Milea berkata dengan penuh dendam pada Maya.


"Keputusan meeting tadi memang akhirnya Maya dipecat tapi papa ngeliat kalo usaha kamu melakukan hal tersebut malah membuat Dika semakin suka dan simpatik padanya. Papa takut lama kelamaan Dika bakal jatuh cinta pada perempuan itu."Jelas papa Milea.


"Maksud papa apa? Mana mungkin Dika seorang pengusaha muda dan kaya suka bahkan jatuh cinta pada gembel seperti perempuan itu. Cantikan Milea kemana mana pa."Milea menyombongkan dirinya.


"Jangan terlalu percaya diri Mil. Belum tentu yang kamu bilang itu Dika pun berpendapat sama. Bisa jadi Dika itu menyukai gadis yang sederhana seperti perempuan itu. Setau papa dulunya Dika itu hanyalah seorang pemuda miskin. Beruntung dulunya papanya memiliki sahabat yang kaya raya yang membantunya hingga bisa sampai seperti sekarang ini. Bisa jadi karena Dika pernah jadi gembel maka Dika juga suka dengan tipe - tipe gembel seperti perempuan itu."Jelas papa Milea.


"Hahaha.. Belum tentu pa. Mungkin dulu memang Dika gembel dan suka wanita selevelnya tapi beda dengan sekarang gengsi dong dia kalo punya pacar atau istri berlevel rendah seperti gembel itu. Seharusnya dia pasti memilih perempuan berkelas seperti Milea pa setidaknya agar dia tidak malu jika ada orang yang menanyakan latar belakang pacar atau istrinya."Jawab Milea sok yakin dengan pendapatnya.


"Mudah-mudahan apa yang kamu katakan itu benar Mil. Papa sangat mengharapkan Dika jadi suami kamu supaya kita tak jatuh miskin. Papa ingin tau apa rencana kamu selanjutnya."Papa Milea bertanya padanya.

__ADS_1


"Setelah gembel itu pergi, Milea akan mendekati Dika dengan lebih intens lagi. Milea akan menggodanya seperti Milea melakukannya ke laki-laki lain. Selama ini belum pernah ada pria yang menolak Milea. Biasanya Milea lah yang menolak mereka. Papa nggak perlu khawatir. Rencana kita pasti akan berhasil. Papa akan menjadi mertua dari seorang Dika pengusaha muda terkenal dan paling terpandang."Milea berkata sok yakin dan dengan kepercayaan diri tinggi.


"Baiklah. Papa akan menunggu hasilnya. Papa nggak mau hanya omongan kamu doang yang tinggi tapi hasilnya nol besar. Kamu harus melakukannya dengan cepat tak ada waktu lagi. Kita tak boleh membuang-buang waktu. Time is money."Papa Milea menugaskan Milea seperti itu.


"Baik Pa. Papa bisa pegang omongan Milea dan lihat hasilnya."Milea sangat yakin bisa menundukkan Dika.


"Papa tunggu hasilnya. Ya udah ayo kita ke kantor. Masih banyak pekerjaan yang harus papa lakukan."Ajak papa Milea.


"Siap pa."Milea menjawab singkat.


Milea pun menyetir mobil itu ke arah mobil papanya. Dia tersenyum puas karena rencananya menyingkirkan Maya dari kantor itu berhasil. Milea pun sudah mempunyai sejuta rencana jahat di kepalanya untuk memikat Dika agar jatuh kepelukannya.


Sementara itu di tempat lain, Dika masuk ke dalam pantry tempat Dika menyuruh Maya membereskan barang-barangnya. Maya pun hanya duduk termenung menunggu kedatangan Dika.


"Eh Pak Dika. Gimana Pak hasilnya? Apa Maya benar-benar dikeluarkan dari kantor ini?"Tanya Maya.


"Maaf ya Maya, mulai besok kamu nggak perlu datang ke kantor ini lagi. Kamu dipecat dari kantor ini. Tapi tenang saja kamu bisa mendapatkan gaji kamu sekaligus pesangon kamu. Saya sudah suruh bagian HRD untuk memberikannya."Jelas Dika.


Maya terlihat sedih karena perkataan Dika tadi. Maya sedih karena dia dipecat walaupun dia tidak bersalah sama sekali. Tapi mau tak mau Maya harus menerimanya. Maya sadar dia hanyalah karyawan kecil yang bisa dipecat kapan saja mereka mau.


"Kamu sedih May?"Tanya Dika setelah memperhatikan raut muka Maya.


"Ya sedih dong mas. Maya harus kehilangan pekerjaan lagi. Kali ini bukan karena kesalahan Maya."Cerita Maya.

__ADS_1


"Kan saya sudah bilang sama kamu. Nggak perlu takut dan sedih. Walaupun kamu dipecat dari sini, kamu masih bisa bekerja di cafe milik nenek saya. Tapi kamu bukan jadi pelayan. Kamu akan menjadi asisten nenek saya di cafe untuk mengecek kinerja karyawan cafe."Jelas Dika.


"Makasih Pak. Pak Dika selalu membantu Maya mengatasi kesusahan Maya."Maya berkata jujur


"Sekarang kamu bisa panggil saya mas lagi. Jangan memanggil pak. Saya merasa tua kalo kamu memanggil saya Pak."Dika menyuruh Maya memanggilnya seperti biasanya.


"Baiklah mas."


"Kalo gitu sekarang kamu siap-siap. Saya akan membawa kamu bertemu dengan nenek dan memperkenalkan kamu dengannya dan membicarakan pekerjaan dengannya."Suruh Dika.


"Iya mas."Maya menurut pada Dika.


"Saya tunggu di garasi mobil ya. Tepatnya di depan mobil saya. Kamu tau kan mobil saya yang mana? Saya mau ke ruangan saya dulu. Saya mau ambil tas laptop di ruangan saya. Hari ini saya mau langsung pulang saja. Saya lagi nggak semangat bekerja."Jelas Dika.


"Baik Pak. Eh mas Dika. Maya akan menunggu didekat mobilnya mas ya. Terima kasih sebelumnya."Kata Maya.


"Baiklah May."


Dika pun berjalan masuk ke ruangannya. Dika pun mengambil laptopnya lalu pergi keluar kantor. Jessy yang melihat muka bete Dika tak berani menyapanya. Jessy hanya diam dan menatapnya dengan tatapan sedih.


"Kasian banget sahabatku Dika ini. Baru saja mengenal cinta sudah langsung diterpa masalah seperti ini. Dika.. Dika.. Dalam dunia bisnis kamu memang sangat berhasil tapi berbanding terbalik dengan kehidupan cinta kamu. Sabar ya Dik. Jodoh nggak akan kemana. Selama kamu banyak berdoa Tuhan pasti memberikan pasangan terbaik yang menjadi pendamping terbaik buat hidupmu yang akan menua bersama mu kelak." Batin Jessy


Jessy pun hanya membiarkan Dika berlalu dari hadapannya tanpa berkata sepatah kata pun. Dia tau kalo Dika sedang badmood memang tidak suka di ajak bicara dulu. Jadi Jessy pun hanya diam dan melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Dika berjalan ke arah mobilnya. Di sana Maya sudah menunggu dirinya. Dika akan membawa Maya ke rumahnya dan mengenalkannya pada Nek Imah. Dika berdoa agar Nek Imah dapat suka dan menerima Maya untuk mengurus cafe milik Nek Imah itu.


__ADS_2