Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 25


__ADS_3

Milea Melancarkan Aksinya..


Melihat kedekatan Dika dengan mamanya Maya, membuat Maya memandangi Dika dari dapur. Maklumlah karena rumah Maya itu kecil jadi dari dapur bisa kelihatan orang di ruang tamu dan sebaliknya.


Adit yang baru selesai makan ingin menyimpan piring kotornya di westafel dekat dapur. Adit melihat Maya bengong memandangi Dika dari dapur. Sementara Dika yang dilihatin sama Maya nggak sadar dirinya dipandangi sebegitunya oleh Maya. Dia asyik mengobrol dengan mama Maya.


Adit yang melihat tingkah kakaknya itu pun punya ide untuk mengerjai kakaknya.


"Hayoo.. kakak ngeliatin apa? Awas loh mata kakak sampai lepas karena matanya nggak kedip-kedip memandang Dika yang mengobrol dengan mama."Ledek Dika.


"Isshhh Adit..!! Apaan sih..!! Orang kakak lagi ngelapin piring kok. Nih lihat..!!"Kata Maya sambil menunjukkan piring yang sedang dipegangnya.


"Iya memang kakak ngelap piring yang sudah kakak cuci tapi mata kakak ke arah Mas Dika. Lihat tuh, piring yang kakak lap cuma satu dari tadi."Adit menyadarkan Maya.


"Hahhaha.. Maaf.. Maaf..!!"Maya malu.


"Kakak suka ya sama mas Dika? Sebenarnya Adit juga suka pada pandangan pertama pada mas Dika. Dia orangnya baik dan tidak sombong. Mas Dika itu kaya tapi tak nggak sombong dan bertanggung jawab. Dia menghargai setiap orang dan tak memilah-milah orang yang ingin di tolongnya."Jelas Adit.


"Cie.. Yang suka pada pandangan pertama sama mas Dika. Noh sana sosor mas Dika nya..!!"Ledek Maya balik.


"Enak aja. Emangnya Adit laki-laki apaan? Masa jeruk makan jeruk?"Kata Adit dengan gaya kebanci-bancian.


"Hahhaha.. Mana kakak tau. Mana tau kamu jadi beralih haluan..!!"Ucap Maya.


"Ahh malas deh..!! Aku suka mas Dika yang jadi suami kakak. Aku yakin kakak pasti bahagia hidup sama mas Dika."Adit meyakinkan kakaknya.


"Udah ahh.. Males deh.. Kakak malah nggak nyambung. Aku balik aja deh ngobrol bareng mas Dika."Ucap Adit kesal pada kakaknya Maya.


"Ya udah gih sana. Kakak mau meneruskan pekerjaan kakak dulu. Lalu istirahat. Besok kakak mau kerja lagi."


"Ya sudah. Bye..!!"Kata Adit.

__ADS_1


Maya meneruskan pekerjaannya. Setelah selesai Maya gabung dengan Dika dan lainnya. Maya berpura-pura ngantuk supaya Dika pulang. Melihat kode Maya, Dika pun tau dan segera pamitan pergi pada mama Maya dan Adit. Lalu Dika pun pergi dari rumah Maya.


Setelah kepergian Dika, Maya segera cuci tangan dan kaki lalu masuk ke kamarnya untuk tidur sebelum di tanyai oleh mama dan adiknya itu.


**** Keesokan Harinya ****


Pagi ini seperti biasa Maya sudah membereskan pekerjaan rumah agar dia bisa pergi bekerja di kantornya Dika.


Hari ini Maya lebih lama dari biasa sampai ke kantor karena angkot yang biasa dia naikin lama sekali datangnya. Walaupun begitu Maya memang belum terlambat.


Maya masuk ke kantor tergopoh-gopoh karena sudah banyak karyawan kantor itu yang sudah datang. Saat Maya datang, dia sama sekali tak memperhatikan banyak mata yang tertuju padanya dan berbisik-bisik.


"Lihat tuh OG baru. Belum sebulan kerja sudah berani mendekati Pak Dika. Nggak tau malu banget."Bisik karyawan wanita 1.


"Kamu benar. Lihat tuh foto-fotonya di mading setiap divisi kantor ini dan di medsos. Keliatan banget murahannya." Bisik karyawati 2.


Maya langsung ke pantry untuk memasukkan tas nya di lokernya dan mengganti bajunya dengan baju seragam OG di kantor itu. Belum sempat mengambil peralatan kebersihan, Maya di panggil oleh pihak HRD kantor itu melalui interkom yang ada di pantry. Maya pun langsung menuju ruangan manager HRD di lantai delapan kantor itu.


Maya menggunakan lift untuk ke ruangan HRD itu. Baru ini Maya memperhatikan banyak karyawati kantor itu yang berbisik-bisik dan memandang tak senang saat melihat Maya. Maya yang memang tidak tahu apa -apa karena dia memang kudet heran.


Setelah sampai di depan ruangan manager HRD, Maya pun mengetuk pintunya sebelum masuk.


***tok.. tok.. tok..***


"Masuk"Suruh manager HRD dari dalam.


Maya yang disuruh masuk pun akhirnya masuk. Dia pun berjalan perlahan ke arah meja manager HRD itu.


"Bapak memanggil saya?"Tanya Maya takut-takut.


"Iya. Silahkan kamu duduk."Suruh manager itu.

__ADS_1


"Baik Pak."Maya pun segera menggeser kursi yang ada di depannya lalu duduk di sana.


"Kamu yang bernama Maya bukan? Kamu tau kenapa kamu saya panggil ke sini?"Tanya manager HRD tersebut.


"Iya, saya Maya Pak. Saya benar-benar nggak tau Pak alasan saya dipanggil ke sini. Tapi tadi banyak karyawan bisik-bisik saat melihat saya dengan tatapan nggak enak. Saya sendiri nggak tau alasananya."Jelas Maya.


"Kamu benar-benar nggak tau?"Manager Maya itu memastikannya.


"Demi Allah saya nggak tau."Maya bersumpah.


"Coba kamu lihat video di medsos ini. Kejadian kamu dan Pak Dika melakukan tindak senonoh di mobil sudah viral. Banyak yang sudah melihat berita ini dengan judul Office Girl yang bermimpi menjadi Cinderella."Jelas manager itu sambil memperlihatkan video viral itu.


"Astaga..!! Kejadiannya nggak seperti itu Pak. Saya dan Pak Dika memang satu mobil kemaren. Pak Dika mau menjenguk mama saya yang sakit. Saya sudah mengenal Pak Dika sebelum masuk ke sini. Dan dia juga lah yang membuat saya bekerja di sini. Kejadian sebenarnya adalah Pak Dika ingin memasangkan seat belt buat saya pada waktu itu. Jujur saya baru pertama sekali naik mobil bagus dan duduk di depan. Selama ini saya hanya melihatnya sekilas. Saya bersumpah tidak kejadian asusila saat itu."Jelas Maya.


"Tapi di video itu terlihat tidak seperti yang kamu katakan. Kamu tau nggak akibat dari video ini? Hampir semua pemegang saham dan investor meneror Pak Dika. Mereka menyebutkan kalo Pak Dika adalah bos mesum yang beraninya hanya dengan karyawannya."Manager HRD itu menjelaskan panjang lebar.


"Apa sampai seperti itu masalahnya Pak? Kenapa semua pemegang saham dan investor bisa dengan mudah percaya dengan hal yang nggak masuk akal begitu?"Ucap Maya heran.


"Kamu memangnya nggak tau? Video sekecil apapun bisa menjadi boomerang dalam kehidupan kamu kalo tak bisa menjaga diri."


"Maafkan saya Pak. Saya berani bersumpah tidak terjadi apapun saat itu."


"Saya tidak bisa percaya sama kamu. Tak ada bukti yang menyatakan kamu tak bersalah."


"Trus bagaimana dengan nasib saya Pak?"Tanya Maya panik.


"Karena kejadian ini diadakan rapat pemegang saham dadakan yang akan membahas keadaan ini. Kamu berdoa saja mudah-mudahan kamu nggak di pecat dari kantor ini. Nasib kamu akan ditentukan pada meeting kali ini."Manager itu menjelaskan


"Baiklah Pak. Saya tahu Tuhan pasti akan menyelesaikan masalah ini tanpa harus menambah masalah lainnya. Dan saya terima apapun konsekuensinya"Maya pun pasrah akan keputusan perusahaan mengenai masalah ini.


"Baiklah kamu sekarang balik bekerja dulu. Kamu berdoa saja mudah-mudahan hasilnya tidak membuat kamu di pecat."

__ADS_1


"Iya pak."Jawab Maya singkat.


Dengan tubuh lemah dan syok Maya keluar dari ruangan itu. Dia kembali mengerjakan pekerjaannya. Maya pasrah apapun yang akan terjadi padanya.


__ADS_2