Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 19


__ADS_3

Maya Diterima Kerja Di Kantor Dika.


Maya sampai di kantornya Dika. Setelah bertanya pada receptionist tentang keberadaan Dika akhirnya Maya pun di suruh naik ke lantai sepuluh oleh reception atas instruksi dari Jessy sekretarisnya Dika yang telah diberitahukan oleh Dika sebelumnya.


Sesampainya di lantai sepuluh Maya pun bingung yang mana ruangan kerja Dika atau Jessy sekretarisnya.


"Aduh.. Aku harus kemana ya? Ke kanan atau ke kiri. Aduh bingung.. Malah nggak ada orang yang lewat lagi. Eh tunggu, itu ada orang lebih baik aku tanya orang itu aja." Batin Maya.


Maya pun setengah berlari menuju ke orang itu.


"Maaf mas, ruangan Pak Dika atau Ibu Jessy di mana ya? Saya tadi di suruh ke lantai sepuluh tapi ruangannya yang mana saya nggak tau."Jelas Maya.


"Ruangan Pak Dika itu ada di ujung sana. Ruangan yang paling besar. Nah di dalam ruangan itu ada dua pintu. Mbak buka pintu pertama mbak akan menjumpai ibu Jessy sekretarisnya Pak Dika. Nanti bu Jessy lah yang akan mengantar mbak masuk ke ruangan Pak Dika. Karena hanya dialah yang punya akses di ruangan itu. Oh ya kalo boleh tau mbak ada urusan apa sama Pak Dika?"Tanya OB itu.


"Saya kemaren di suruh Pak Dika kemari. Katanya mau di berikan kerjaan mas. Saya disuruh datang jam delapan."Maya menceritakan tujuannya.


"Ooo begitu. Tapi setau saya Pak Dika belum datang mbak."Kata OB.


"Tadi receptionist di bawah sudah mengatakan begitu. Saya tau."Kata Maya.


"Oo begitu. Ya sudah yuk saya antar ke ruangan Pak Dika. Tapi saya nggak masuk ya mbak. Saya hanya mengantar sampai pintunya saja."


"Nggak apa-apa mas. Makasih banyak ya sebelumnya."Maya bersikap sopan.


OB itu memandang Maya sebentar dari bawah hingga ke atas. Dia heran mengenai kehadiran Maya di sini. OB itu tau tak ada lowongan pekerjaan di sana tapi tak tega mengatakannya. Dia hanya mengantarkannya saja ke ruangan Dika.


"Ini mbak ruangannya. Mbak ketok saja. Nanti ibu Jessy yang ada di sana."Jelas OB

__ADS_1


"Makasih banyak mas."


Maya pun mengetok pintu ruangan itu.


***Tok.. Tok.. Tok.. ***


"Masuk..!!"Ucap Jessy.


Perlahan tapi pasti Maya membuka pintu itu. Dia melihat seorang wanita seperti seumuran dengan Dika di ruangan itu sedang duduk cantik di belakang meja kerja nya. Jessy pun melihat gadis yang bernama Maya itu dari atas sampai ke bawah. Maya yang dilihatin pun jadi salah tingkah


"Wah cantik juga cewek ini. Pantesan Dika langsung kesemsem. Hahahaha. Sudah bertahun tahun aku kerja di sini belum pernah ceritanya Dika memasukkan seseorang bekerja di sini secara koneksi selain aku. Pasti nih cewek berarti banget buat Dika." Batin Jessy.


"Maaf bu..!!"Maya membuyarkan lamunan Jessy.


"Ehh. Maaf. Saya kok jadi bengong. Oh iya silahkan duduk."Kata Jessy.


"Nama kamu Maya kan?"Jessy mulai sesi interviewnya.


"Iya bu. Nama saya Maya."


"Boleh saya lihat surat lamaran kamu? Saya pengen tau kamu bisa dimasukkan di bagian mana."Tanya Jessy.


Maya pun langsung memberikan surat lamaran yang sudah dia bawa dari rumah untuk di serahkan kepada Dika ataupun Jessy.


"Kamu lulusan SMA ya..??"Tanya Jessy.


"Iya bu."

__ADS_1


"Di kantor kita kerjaan untuk lulusan SMA hanya OB atau OG. Apa kamu mau?"Jessy menjelaskan secara langsung.


"Pekerjaan apa saja saya mau Bu. Asalkan pekerjaan itu halal. Saya butuh pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup saya, mama saya yang sedang sakit dan adik saya yang masih sekolah"Jelas Maya.


"Ooo aku tàu sekarang apa yang membuat Dika mau menerima gadis ini bekerja di sini. Rupanya nasib mereka dulunya tak jauh berbeda. Gadis ini mirip kak Celyn dulu sebelum dia menikah dengan pengusaha muda. Kak Celyn yang jadi tulang punggung keluarga. Aku paham sekarang "Batin Jessy.


"Oke mbak Maya. Kalo kamu saya terima kerja. Kapan kamu mau mulai bekerja? Trus kira-kira berapa gaji yang kamu inginkan?"Jessy bertanya sangat to the point.


"Hari ini juga saya bisa bekerja bu Jessy. Soal gaji terserah perusahaan. Yang penting masih UMR bu"Kata Maya Pasrah.


"Di kantor ini semua orang gajinya UMR. Kamu nggak perlu khawatir. Saya akan menempatkan kamu untuk bersih-bersih khusus di lantai sepuluh saja. Yakni di sekitaran ruangan ini. Ingat Maya, di lantai sepuluh ini adalah ruangan direksi. Seringkali akan ada meeting dadakan. Jadi, saya harap kamu harus membersihkan semua ruangan di lantai sepuluh ini dengan sebersih bersihnya walaupun nantinya sering kosong. Kamu juga bertanggung jawab memberikan minum untuk para tamu Pak Dika yang datang ke sini. Kamu harus cekatan tanpa di suruh. Apa kamu sanggup dengan job desk yang saya jelaskan tadi?"Kata Jessy panjang lebar.


"Jam kerja saya gimana bu?"Tanya Maya


"Oh iya lupa. Jam kerja kamu yakni jam 7 sampai dengan jam 5 sore. Tidak boleh telat sedikitpun. Dan jika perusahaan mengharuskan lembur kamu harus mau tanpa alasan. Tenang saja setiap jam lembur akan diberikan uang lembur dihitung per jam nya. Nanti kamu bisa tanyakan pastinya di bagian HRD."Perintah Jessy.


"Siap bu Jessy. Saya akan datang tepat waktu dan bersedia lembur kalo memang dibutuhkan tanpa ada alasan apapun."Maya menjawab tegas.


"Bagus kalo begitu. Kamu tunggu sebentar di sini. Saya akan panggilkan bagian HRD agar mengurus kamu dan membuat surat kontrak kerja. Pihak HRD pun akan langsung memberikan kamu seragam yang dipakai untuk bekerja. Dan kamu bisa mulai memulai membersihkan ruangan Pak Dika setelah kamu diberikan seragam"Jelas Jessy.


"Siap bu. Saya mengerti. Saya akan menunggu di sini."Kata Maya mengerti.


"Bagus kalo gitu."Jawab Jessy singkat.


Jessy pun segera menelpon bagian HRD. Jessy menjelaskan akan keberadaan Maya di kantor ini. Jessy langsung menyuruh pihak HRD tersebut langsung membuat surat kontrak kerja dan membawakan beberapa baju seragam kerja dalam dua ukuran. Pihak HRD akan menyuruh Maya mencobanya dan menyesuaikan dengan tubuhnya.


Setelah Jessy menutup telponnya. Kira-kira lima belas kemudian, bagian HRD yang Jessy panggil pun datang. HRD tersebut langsung membawa Maya ke pantry yakni ruangan ganti Maya dan tempat Maya menyimpan alat-alat kebersihannya kelak. HRD tersebut menjelaskan sedikit perihal pekerjaan Maya. Setelah di rasa Maya mengerti, pihak HRD mengeluarkan surat kontrak perjanjian kerjanya. Maya di suruh baca dulu baru menandatanganinya. Tak lama membacanya, Maya pun menandatangani surat tersebut. Maya senang akhirnya dia dapat pekerjaan baru yang gajinya melebihi gaji di cafe tersebut. Dan jam kerjanya pun Senin sampai dengan Sabtu saja. Jadi hari Minggu Maya bisa libur di rumah bersama mama dan adiknya

__ADS_1


__ADS_2