Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 44


__ADS_3

Dika Mengajak Maya Bicara Empat Mata.


Setelah bicara dengan Jessy, Dika pun kembali bekerja. Dia berusaha mengerjakan pekerjaannya dengan cepat agar dia bisa ketemu dengan Maya sore ini dan menjelaskan semuanya. Dika sudah janjian sama Maya sebelumnya.


#Flashback On#


*****Tut.. Tut.. Tut..***** (Handphone Maya berbunyi)


Maya yang kala itu baru saja mengecek laporan yang diserahkan Pak Roni padanya pun segera tersenyum melihat di layar handphonenya ada nama Dika tertera menelponnya.


"Halo sayang..!!"Jawab Maya semangat.


"Halo sayang. Semangat amat angkat telpon dari mas mu ini? Pasti kamu nunggu-nunggu telponnya mas ya? Hayoo ngaku..!!"Ledek Dika.


"Bukan gitu. Namanya juga dapat telpon dari Calon suami yang ganteng. Pasti senang lah. Lebih senang dari pada dapat telpon dari presiden"Sahut Maya.


"Ya ampun sayang.. Mas gemes deh dengernya. Kalo aja kamu dekat dah mas gigit tuh bibirnya kamu. Abis gemes banget..!!"


"Ahh mas ini. Ada-ada aja. Oh iya tumben pagi-pagi telpon mas? Kata mas kemaren mau ada meeting pagi ini. Kok bisa telpon sih?"Tanya Maya.


"Meetingnya sudah selesai sayang. Ini mas lagi lanjut kerjaan mas. Tapi mas pengen telpon kamu dulu biar mas bisa ada tenaga mengerjakan ini semua. Kan kamu vitamin nya mas..!!"


"Uueekk.. ueekk.."Maya pura-pura muntah mendengar gombalan Dika.


"Isshh kamu kok gitu sih? mas beneran loh. Nggak ada gombalan segala."Ucap Dika.


"Hahhaha.. Iya deh iya. Percaya..!!"Jawab Maya mengalah.


"Mas nanti sore jemput kamu ya sekalian ada yang mau mas ngomongin.


"Baiklah mas. Maya tungguin di cafe ya."


"Siap bosqu..!!"Kata Maya.


"Ya udah mas kerja lagi ya. Sampai ketemu nanti sore Maya.. I love you..!!


"Iya mas. I love you too..!!"Balas Maya.


#Flashback Off#


Dika pun kembali fokus pada pekerjaannya. Dia menyelesaikan semua pekerjaannya. Tak terasa sekarang sudah jam lima sore. Dika melihat jam tangannya. Dia pun menyimpan file pekerjaan yang dia keejakan dari tadi lalu menutup laptop dan menyusun kembali dokumen yang dia kerjakan supaya besok bisa dikerjakan lagi.


Dika keluar dari ruanngannya. Dika melihat Jessy di ruangannya.


"Elu dah mau pulang Dik?"


"Iya. Gue mau ketemu Maya dulu. Gue mau ngomongin hal yang tadi sama Maya. Doain gue ya Jess. Mudah-mudahan Maya nggak marah ya."

__ADS_1


"Iya gue doain ya. Semangat ya Dik..!!"


"Makasih Jessy..!! bye..!!"


Dika pun langsung pergi dengan mobilnya. Dika melajukan mobilnya ke arah cafenya Maya. Dika cemas sekali. Dia takut Maya akan marah kalo dia bilang dia akan ke Amerika untuk beberapa saat.


Akhirnya Dika pun sampai di cafe nya Maya.


"Hai sayang sudah datang?"Sapa Maya.


"Iya sayang. Kamu masih kerja?"


"Iya dikit lagi nih. Kamu tunggu di ruangan aku aja ya. Nanti aku pesanin makan malam buat kita. Kita makan di dalam ya."Ucap Maya.


"Iya sayang. Makasih."Jawab Dika.


Dika pun masuk ke ruangan kerjanya Maya. Dia duduk di sofa menunggu kedatangan Maya setelah menyelesaikan pekerjaannya sedikit. Tak lama kemudian Maya datang membawa makan malam buat mereka berdua.


"Sayang.. Ini makan malam kita. Kita makan dulu ya."Ajak Maya.


"Iya sayang. Makasih ya. Mas memang lapar banget. Tadi siang mas lupa makan karena banyak kerjaan. Mas cuma minum air putih saja."Kata Dika jujur.


"Astaga mas.. Jangan gitu ahh. Kerja boleh. Tapi kesehatan adalah yang utama mas. Jangan karena nggak makan mas jadi sakit."Ucap Maya


"Iya maaf sayang"


"Ya udah habiskan makannya ya."Suruh Maya.


Dika pun menyuapkan makanan yang sudah disiapkan Maya. Dika memakan makanan di situ dengan lahap karena laparnya. Tak lama makanan itu pun habis. Maya hanya melihat Dika dengan pandangan heran.


"Kenapa sayang? Kok ngeliatnya sampai gitu? mas ganteng ya?"


"Idih.. Geer banget sih..!!"


"Oh ya sayang, mas mau cerita nih. Kamu mau dengar nggak?"Tanya Dika.


"Iya mau dong mas. Coba mau cerita apa?"


"Dulu mas, kak Celyn dan Kak Dinar itu ditinggal meninggal saat kita masih kecil. Kita hidup menderita dan kekurangan. Pernah kan mas bilang kak Celyn lah yang menjadi tulang punggung keluarga kami sebelum dan setelah dia menikah."Kata Dika permulaan.


"Iya mas. Mas Dika kan sudah pernah sekilas menceritakannya."


"Saat mas Dimas dan kak Celyn dulu punya masalah dengan ayah angkat mas Nicko yakni Pak Nugroho karena anaknya cinta mati sama mas Dimas, Pak Anwar atau yang sekarang kami panggil om Anwar membantu kami."


"Siapa om Anwar itu mas?"Maya penasaran.


"Dulu Om Anwar adalah sahabat papanya mas. Dulunya mereka bersahabat bertiga yakni Papa, Om Anwar dan Om Nugroho. Tapi karena keserakahan dan iri dengkinya Om Nugroho mengakibatkan perusahaan om Anwar jatuh bangkrut sampai ke akar-akarnya. Om Nugroho juga menghasut seluruh rekan bisnis mereka agar tidak membantunya. Tapi papanya mas membantunya. Papanya mas yang usahanya dulu sangat besar memberikan Om Anwar modal. Om Anwar dan keluarganya pun pindah ke Amerika dan mencoba membuka bisnis baru di sana. Karena kegigihan om Anwar perusahaan yang dia rintis dari nol pun menjadi perusahaan besar dan memiliki cabang di mana-mana. Karena ingin membalas budi pada papa sekaligus mengembalikan uangnya papa, om Anwar kembali ke Indonesia. Dia membuka usaha juga di Indonesia sambil mencari tahu keberadaan papa dan kami bertiga. Beberapa tahun kemudian om Anwar baru tau kalo papa dan mama meninggal karena kecelakaan."Cerita Dika.

__ADS_1


"Memangnya saat om Anwar kembali ke Indonesia, om Nugroho nggak tahu?"


"Saat papa dan mamanya mas meninggal om Nugroho merasa bersalah dan pergi pindah bersama keluarganya ke Singapura. Dia pun membangun kerajaan bisnis juga di sana dan berhasil."


"Terus???"


"Nasib memang tak bisa di tolak. Rupanya selama ini Om Nugroho dan mas Dimas sudah lama bekerja sama dalam bisnis property yang dibangun Mas Dimas. Saat itu, om Nugroho baru merambah ke bisnis property yang dilihatnya banyak mendatangkan keuntungan secara cepat. Waktu itu mas Dimas baru saja menikah dengan kak Celyn. Kira-kira baru tiga bulan menikah. Saat itu Om Nugroho punya seorang putri namanya Kak Faira. Dia sangat di manja oleh Om Nugroho tapi selalu bernasib buruk di bidang percintaan. Faira selalu dimanfaatkan semua laki-laki yang mendekatinya. Saat itu tiga tahun setelah mas Dimas dan kak Celyn menikah, Faira pun diajak om Nugroho untuk mempelajari ilmu bisnis dengan langsung praktek lapangan. Itulah pertama kali kak Faira bertemu dengan Mas Dimas yang membuat kak Faira jatuh cinta padanya. Dan itulah awal mula masalah kak Celyn dengan mas Dimas."


"Masalah apa memangnya mas?"


"Saat itu om Nugroho menghalalkan segala cara untuk menjadikan mas Dimas milik kak Faira."Ucap Dika.


"Bukannya om Nugroho sudah tau kalo mas Dimas sudah menikah?"Maya heran.


"Kan tadi mas sudah bilang, om Nugroho nggak mau tau kebahagiaan orang lain. Yang dipikirannya adalah kebahagiaan anaknya saja."


"Ooo begitu. Itu sih namanya nggak sayang anak mas, tapi menjerumuskan anak jatuh ke jurang dosa."


"Iya. Di saat bersamaan Om Anwar menemukan kami bertiga melalui mas Dimas. Om Anwar pun mendengar apa yang dialami mas Dimas hampir sama dengan cara om Nugroho menghancurkan om Anwar dulu. Om Anwar pun membantu mas Dimas menghancurkan om Nugroho dan memenjarakan kak Faira karena kak Faira gelap mata hampir saja membunuh kak Celyn dan Satria saat Satria ada di kandungan kak Celyn. Hampir saja kak Faira di penjara seumur hidup karena kasus tersebut. Tapi diakhir pengadilan, saat hukuman akan dijatuhkan kak Celyn mengatakan pada hakim bahwa dia memaafkan kak Faira dan memohon agar hukumannya di buat jadi ringan."Ucap Dika.


"Kenapa kak Celyn baik sekali? Kalo aku yang jadi kak Celyn, aku tidak akan membiarkan perempuan itu lolos. Aku akan membuatnya merasakan hukuman seberat-beratnya biar dia tau bahwa hidup itu nggak seenak hatinya. Dan tak bisa berbuat sesukanya karena uang dan kekuasaan ayahnya."Maya geram mendengarnya.


"Kami pun berpendapat seperti itu Maya. Tapi kak Celyn bilang semua orang berhak mendapat kesempatan kedua. Saat om Nugroho yang merupakan om gembulnya kak Celyn saat dia datang memohon membebaskan anaknya, Celyn tidak berkata apapun. Kak Celyn hanya diam saja. Tapi dia bercerita beberapa kali kak Celyn bermimpi bertemu dengan arwah papa dan mama dalam mimpinya. Mereka berdua berbicara dan memohon pada Kak Celyn agar dia mencabut tuntutan atas kak Faira. Kak Celyn diperlihatkan kalo dulunya Faira itu adalah teman kecil yang sering bermain dengannya. Dan merupakan sahabat terdekatnya dulu saat papa, om Anwar dan Om Nugroho masih bersahabat. Dalam mimpinya juga almarhum papa dan mama membujuk Celyn dan mengatakan bahwa setiap orang pernah melakukan kesalahan, tidak baik membenci dan mendendam pada orang itu. Perlahan, kak Celyn memikirkan dan mempertimbangkannya, akhirnya kak Celyn membebaskan kak Faira dengan catatan kak Faira nggak boleh kembali ke Indonesia selama lima tahun. Pengadilan pun menyetujui keinginannya itu. Akhirnya masalah pun selesai. Keluarga kami, Om Nugroho dan Om Anwar pun akhirnya berdamai dan hidup berdampingan selayaknya teman."Jelas Dika.


"Wah cerita keluarga yang seru ya. Kayak di novel-novel saja."Ucap Maya.


"Yang mau mas bilang adalah bahwa sekarang om Anwar itu sedang sakit di Amerika. Dia sendirian di sana. Ada sebuah perusahaan besar rival dari Om Anwar yang memanfaatkan keadaan sakitnya Om Anwar sehingga membuat perusahaannya hampir bangkrut. Untungnya perusahaan Om Anwar yang kami kelola disini tidak diketahui oleh orang itu. Om Anwar ingin menyelamatkannya dan membaliknamakan perusahaan itu atas nama kami bertiga yakni mas, Kak Celyn dan kak Dinar yang diwakilkan oleh suami mereka. Dengan catatan tetap memberikan setoran untuk menyokong kehidupan anaknya yang masih kuliah di luar negeri ditemani istrinya. Dia tak ingin keluarganya mengalami kesulitan saat dia pergi."Ucap Dani.


"Baik sekali om Anwar itu."


"Dan untuk membalas kebaikannya, mas akan membantu Om Anwar. Mas akan pergi ke Amerika untuk beberapa waktu. Mas dan sekretaris Om Anwar yang bernama Pak Dani pun akan pergi ke sana dalam waktu dekat. Mas kan nggak mungkin menyuruh mas Dimas ke sana karena dia sudah punya anak istri yang tak bisa ditinggalkannya. Kalo aku meminta tolong mas Nicko juga nggak mungkin di samping karena kak Dinar sedang hamil besar dan tanggung jawab Mas Nicko yang besar diperusahaan Om Nugroho. Mas jadi nggak tega. Mas memutuskan mas lah yang akan pergi ke sana karena mas yang masih lajang."Ucap Dika tegas.


"Trus gimana dengan nenek? Pernikahan kita gimana?"Tanya Maya.


"Tenang sayang. Pernikahan kita tetap berjalan sesuai waktunya. Kak Celyn dan nenek yang akan membantu kamu mempersiapkan segalanya. Mas akan kembali ke Indonesia paling lama seminggu sebelum pernikahan. Akan tetapi kalo keadaannya masih belum normal kita sementara akan tinggal di Amerika. Apa kamu setuju?"Tanya Dika.


"Sebenarnya aku berat mas kalo harus berjauhan dengan Adit dan mama. Gimana nantinya kehidupan mereka? Kalo masalah pernikahan aku percaya kok pada selera nenek dan kak Celyn. Aku oke saja mas."Kata Maya.


"Tenang saja. Saat kita pergi ke Amerika dan tinggal di sana sementara mama dan adik kamu akan mas berikan rumah dan mas kirimkan uang bulanan buat mereka bisa menyambung hidup dan untuk keperluan pendidikannya Adit. Dan kita pun akan pulang dua kali dalam setahun. Di sana nanti kamu dapat mengasah kemampuan memasak kamu dengan belajar pada ahlinya."Jelas Dika.


"Baiklah mas. Memang sudah kewajiban seorang istri yang mengharuskannya ikut dengan suami yang mereka nikahi kemanapun mereka pergi walau keujung dunia sekalipun."Ucap Maya pasrah.


"Syukurlah kamu nggak marah sayang dan kamu mengerti maksud perkataanku tadi. Mas memang nggak salah memilih kamu sebagai calon istri terbaik mas"Dika mencubit pipi Maya gemes.


"Ahh mas. Sakit tahu..!!!!


"hahaha. Ya udah yuk pulang. Sudah hampir jam sembilan malam. Ayo mas antar pulang sekarang."Ajak Dika.

__ADS_1


"Ayo mas."


Dika dan Maya pun semangat untuk pulang. Dika mengantarkan Maya ke rumahnya baru itu Dika pulang ke rumahnya sendiri.


__ADS_2