Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 38


__ADS_3

Pertunangan Dika dan Maya.


Saat mengantar Maya pulang ke rumah, Dika pun membawa Maya ke sebuah tempat yang agak sepi agar dia bisa bicara dengan Maya dari hati ke hati tentang pernikahan mereka itu. Soalnya sejak keluarga membicarakan masalah itu tadi saat makan malam, Maya jadi terdiam dan tidak banyak bicara. Dika jadi merasa bersalah pada Maya. Di mobil pun Maya hanya diam tak bicara apapun saat Dika menyetir mobilnya.


Sesampainya di tempat yang ditujunya, Dika meminggirkan mobilnya sejenak dan mengajaknya bicara di sana. Maya yang dari tadi diam pun akhirnya buka suara juga.


"Loh mas kenapa kita berhenti di sini? Apa mobilnya mogok mas?"Tanya Maya pada Dika.


"Maaf ya May. Mas mau ngomong dulu sama kamu sebelum sampai ke rumah kamu."Dika jujur.


"Mau ngomong apa mas?"


"Pertama, mas mau ngucapin makasih karena kamu sudah membantu nenek masak dan kita bisa makan malam bersama di rumah tadi."


"Oo itu. Santai aja mas. Maya kan memang sudah kenal dekat dengan Nek Imah. Jadi, Maya ikhlas melakukan hal itu."


"Yang kedua mas mau minta maaf karena mungkin omongan keluarga mas tadi seakan-akan memaksa kamu agar mau menikah dengan mas. Apa kamu marah? Atau kalo kamu memang belum mau atau bahkan nggak mau menikah dengan mas, kamu bisa ngomong jujur. Mas akan menerima apapun yang kamu putuskan. Mas nggak akan sakit hati dan tersinggung sama apapun yang kamu katakan. Kamu bebas mengutarakan apa yang kamu rasakan agar kamu tidak merasa terbeban dengan keinginan keluarganya mas."Jelas Dika.


"Mas, Maya bukannya nggak mau menikah sama mas. Maya malah senang banget kalo mas mau menerima Maya menjadi istrinya mas dan menjadi bagian dari hidupnya mas."Maya mulai terbuka.


"Trus kenapa? Apa kamu masih ragu May?"Tanya Dika.


"Maya sebenarnya nggak mau buru-buru menikah. Maya mau membahagiakan mama Maya dulu dan menyelesaikan tanggung jawabnya Maya untuk menyekolahkan Adit sampai ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi lagi. Maya pengen nasib Adit tidak seperti Maya. Maya ingin Adit berhasil seperti mas. Tidak perlu menjadi bos atau pemilik perusahaan, tapi setidaknya dia bisa hidup mapan dengan pekerjaan sebagai pegawai kantoran. Maya ingin melakukan itu semua. Lagian usianya Maya baru menginjak dua puluh tahun mas. Dan kalo Maya menikah muda, Maya takut semua keinginan Maya tidak dapat Maya wujudkan mas."Jelas Maya.


"Ooo Jadi itu masalahnya..!! Hahahaha...!!"Dika baru mengerti titik permasalahan yang memberatkan langkah Maya untuk menikah.


"Loh kok mas malah tertawa sih?"Maya pun heran.


"Abis lucu May..!!"


"Lucu dibagian mananya sih Mas?"Tanya Maya.


"Kamu tau nggak May, perkataan kamu barusan tadi mirip banget sama apa yang dikatakan Kak Celyn saat mas Dimas melamar kak Celyn di depan kami semua. Saat itu keluarga kami masih miskin dan tak punya apapun. Jangankan harta, untuk makan saja kami berat."


"Masa sih?"


"Iya bener Maya. Dulu mas Dimas itu adalah pemilik perusahaan property yang biasa-biasa saja. Tidak sekaya dan sesukses sekarang. Mas Dimas bertemu dengan Kak Celyn saat mas Dimas pingsan di minimarket tempat kak Celyn bekerja dulu. Lalu kak Celyn menolong mas Dimas dibantu oleh beberapa customer yang hari itu datang ke minimarketnya kak Celyn. Seiring dengan berjalannya waktu, mas Dimas jatuh cinta dengan kepolosan kak Celyn yang pada saat itu memang tak pernah pacaran sama seperti kamu sekarang May. Tiga bulan mereka berkenalan, mas Dimas pun menembak kak Celyn dan tak lama kemudian mas Dimas melamar kak Celyn di depan nenek, kak Dinar dan saya sendiri."Jelas Dika.


"Trus mas?"

__ADS_1


"Saat Kak Celyn dilamar, seperti yang mas bilang tadi kak Celyn mengatakan hal yang sama persis seperti yang kamu ucapkan tadi. Mas Dimas pun menerima alasannya Kak Celyn dan berjanji akan membiayai kehidupan kami. Mas Dimas janji akan membiayai sekolahku dan kuliahnya kak Dinar wakti itu. Dan dia menepati janjinya. Walaupun tidak hidup berlebihan selayaknya orang kaya tapi kami tetap bahagia. Menurut kak Celyn dan nenek yang penting kuliah kak Dinar dan sekolahnya mas jalan terus, itu sudah menjadi kebahagiaan bagi kami. Kak Celyn pun sangat baik merawat mamanya mas Dimas yang dulu sakit namun sekarang memang sudah tidak ada karena dia meninggal diakibat penyakitnya semakin parah. Walau banyak krikil dan pernah ada badai besar yang hampir membuat pernikahan mereka hancur, namun karena kekuatan cinta dan saling percaya mereka berhasil mempertahankan kehidupan pernikahannya. Mas pengen jika kita menikah nanti, mas ingin pernikahan kita kuat seperti pernikahan kak Celyn dan mas Dimas."Jelas Dika.


"Wah, sungguh cerita cinta yang sangat menyedihkan dan kuat ya mas. Mereka bisa melewati setiap cobaan yang datang menghadang di pernikahan mereka sampai saat ini mereka sudah memiliki Satria anak mereka yang sangat pintar itu. Maya senang sekali melihat Satria. Maya pengen punya anak seperti Satria mas."


"Ya udah yuk kita buat anak seperti Satria"Dika bercanda pada Maya.


"Enak aja. Menikah dulu dong mas. Masa belum nikah udah mau buat anak aja."Protes Maya.


"Abisnya kamu nggak mau aku ajakin nikah sih..!!"Dika pura-pura ngambek.


"Ya udah. Iya. Maya mau menikah sama mas Dika. Tapi janji jangan ngambek lagi ya."


"Makasih ya May. Makasih banyak sayang."Dika kesenangan lalu memeluk Maya.


Tanpa di sadari mata mereka saling beradu dan Dika memberanikan diri semakin mendekat dan semakin mendekat. Dika memberanikan diri mencium Maya. Awalnya Maya terkejut dan seakan menolak ciuman mendadak itu. Tapi lama kelamaan Maya pun mulai relax dan membalas ciuman Dika.


Beberapa menit mereka terbawa suasana. Lalu Dika pun sadar dan segera menghentikan ciumannya takut kebablasan karena situasi dan kondisi saat itu memang sangat mendukung.


"May, boleh mas menemui mama kamu. Mas mau melamar kamu di depan mama kamu dan Adit jadi saksinya."Ucap Dika.


"Baiklah mas. Silahkan. Maya mau menikah dengan mas."


Dika mengantarkan Maya pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah itu Dika masuk ke rumah Maya. Untung saja saat itu mama Maya dan Adit belum tidur. Dika mengutarakan keinginannya di depan mama Maya dan Adit. Mama Maya sangat senang sekali melihat sikap gentlemen nya Dika. Tanpa berpikir lagi mama Maya menyetujui permintaan Dika.


Dika pun lalu mengatur waktu pertemuan dengan mama Maya dan Adit dengan keluarga besarnya untuk datang dan melamar resmi Maya. Mama Maya pun ikut saja apapun yang direncanakan Maya dan Dika. Yang mama Maya inginkan hanyalah kebahagiaan Maya.


***** Pertunangan Maya Dan Dika *****


Dika ditemani oleh Nek Imah dan kedua kakak beserta suaminya pun mendatangi rumah Maya. Hari ini mereka akan melamar Maya dan langsung mengadakan pertunangan Maya dan Dika tanpa menunggu lama lagi. Dika dibantu oleh kedua kakaknya mempersiapkan semua barang-barang lamaran yang akan di bawa ke rumah Maya. Tidak lupa dengan cincin pertunangannya.


Walaupun dalam waktu sesingkat singkatnya, semua barang seserahan saat lamaran pun sudah selesai dan siap di bawa ke rumah Maya untuk melamarnya.


Sama halnya dengan Maya. Untuk menyambut keluarga Dika, mama Maya telah menghubungi pamannya Maya, yakni adik kandung dari almarhum papanya yang akan bertindak sebagai wali nikah Maya nantinya. Mama Maya pun tak lupa mengundang Ketua RT dan beberapa tetangga terdekat untuk menjadi saksi pertunangan Maya dan Dika.


Hari Sabtu yang mereka tentukan pun tiba. Hari ini adalah waktunya pertunangan Maya dan Dika. Saat jam yang ditentukan tiba, Dika beserta nek Imah dan kedua kakaknya pun sudah tiba di rumah Maya yang sudah dihadiri beberapa orang yang akan menjadi saksi pertunangan mereka.


Dika beserta keluarganya pun masuk ke rumah Maya disambut oleh paman, mama, Adit adiknya Maya dan ketua RT sebagai keluarga pihak perempuan. Dika dan keluarganya di persilahkan duduk di tempat yang telah disediakan oleh Maya dan keluarganya. Setelah mereka duduk tenang, ketua RT selaku wakil sekaligus pembicara keluarga Maya pun memulai acara lamaran sekaligus pertunangan Maya dengan Dika.


"Selamat sore dan selamat datang saya ucapkan pada Nak Dika beserta keluarga ke rumah keluarga kami. Saya Imran selaku ketua RT sekaligus wakil keluarga perempuan, ingin menanyakan apa kiranya tujuan dari Nak Dika dan keluarga datang ke gubuk kami ini."Kata Pak RT memulai acara.

__ADS_1


"Selamat sore. Saya Dimas kakak ipar dari Dika akan mewakili Dika dan keluarga saya untuk menjadi juru bicara untuk menyampaikan niat dan tujuan kami datang ke rumah keluarga Maya. Jika berkenan bolehkah saya mulai mengutarakan apa maksud dan tujuan kedatangan kami ke rumah ini sekarang?"Tanya Dimas dengan penuh sopan santun.


"Silahkan Pak Dimas. Kami memang menunggu anda selaku wakil keluarga pihak laki-laki untuk menyampaikan maksud kedatangan kalian ke sini."


"Dengan mengucap Wismillah, saya mewakili adik ipar saya Dika dan keluarga ingin menyampaikan niat Dika untuk melamar Maya sebagai istri dan pendamping hidupnya sampai tua nanti. Maukah Maya menerima lamaran dari adik ipar saya ini?"Dimas menyampaikan niatnya.


"Baiklah terima kasih Pak Dimas telah menyampaikan maksud anda dan keluarga pada kami. Untuk menjawab pertanyaan yang baru bapak sampaikan tadi, saya akan mempersilahkan putri kami Maya untuk menjawab pertanyaannya. Karena biar bagaimanapun yang akan menempuh kehidupan ini bersama dengan adik bapak adalah Maya sendiri. Saya selaku keluarga akan membiarkan Nak Maya menjawab. Silahkan Maya."Ketua RT menyuruh Maya menjawab lamaran Dika.


Maya sejenak diam dan berpikir sebentar. Lalu Maya pun akhirnya membuka suara dan menarik nafas panjang untuk menghilangkan kegugupannya dan mulai menjawabnya.


"Dengan berkat dan ridho dari Allah SWT. Saya Maya Maharani Putri menerima lamaran dari mas Dika dan keluarganya. Saya siap untuk menjadi istri dan pendamping hidupnya sampai ajal menjemput nantinĂ½a. Mudah-mudahan Allah SWT selalu meridhoi kehidupan pernikahan kami kelak."Ucap Maya dengan satu nafas.


"Baiklah. Calon mempelai wanita sudah menjawab dan mengiyakan lamaran dari keluarga Dika. Sekarang saya ingin meminta Dika sebagai calon mempelai pria untuk menyematkan cincin pertunangan di jari manisnya Maya. Dan begitu pula sebaliknya sebagai tanda pengikat kedua insan yang sedang jatuh cinta ini."


Dika pun beranjak dari tempatnya dan membawa cincin pertunangan yang sudah disiapkannya. Dika mendekati Maya yang sudah berdiri di samping ketua RT. Maya sudah siap dikenakan cincin pertunangan oleh Dika


"Maya, walaupun pertemuan dan perkenalan masih bisa dibilang sangat singkat tapi saya yakin kamu adalah jodohku. Saat ini saya akan menyematkan sebuah cincin sebagai tanda pengikat hubungan kita. Kiranya Allah memberkati rencana pernikahan kita sampai pada hari H dan menjadikan pernikahan kita menjadi sebuah pernikahan yang samawa. Amin"Setelah berkata itu Dika pun membuka kotak cincinnya dan mengambil sebuah cincin dan menyematkan cincin itu di jari manis Maya.


Maya pun melakukan hal yang sama. Maya memakaikan cincin yang satunya lagi di jari manis Maya. Dika pun mencium kening Maya pertanda kasih sayang yang tiada tara. Semua tamu dan undangan yang ada di sanapun bertepuk tangan melihat Maya dan Dika resmi bertunangan.


Moment itu pun diabadikan oleh juru foto yang sudah dipesan Dika dan keluarganya. Agar setiap moment Dika untuk menuju halal dengan Maya tetap abadi.


Setelah acara inti dan foto-foto, mereka pun berdiskusi kapan waktu yang tepat untuk mengadakan pernikahan Maya dan Dika. Setelah perdebatan yang panjang akhirnya, mereka menetapkan pernikahan Maya dan Dika tiga bulan dari sekarang. Dika ingin pernikahan mereka dilakukan sebelum kakaknya Dinar yang sedang hamil itu melahirkan. Yang pastinya akan mempersulit Dinar datang ke pernikahannya.


Semua acara pun sudah dilakukan. Waktu pernikahan pun sudah di sepakati. Ketua RT selaku wakil pihak keluarga perempuan pun menutup acara lamaran resmi sekaligus pertunangan Dika dan Maya dengan doa-doa. Semua orang yang ada di sana ikut mendoakan kebahagiaan Maya dan Dika.


"Terima kasih atas kedatangan bapak/ibu sekalian di sini. Acara lamaran sekaligus pertunangan Maya dan Dika telah selesai. Sekarang, mari kita nikmati makanan dan minuman ala kadarnya yang sudah disediakan pihak keluarga Maya."Kata Ketua RT itu diakhir acara.


Setelah mendapat aba-aba dari ketua RT, seluruh tamu dan undangan pun mengambil makanan masing-masing yang dibuat secara prasmanan. Dika sengaja memesan makanan pada pesta pertunangan itu dari cafe milik Nek Imah tempat Maya bekerja sekarang.


Semua orang makan dan berbahagia di sana. Dika pun mendekati Maya.


"Terima kasih Maya. kamu telah bersedia menjadi istri dan calon ibu dari anak-anakku kelak. Kita sama-sama mendoakan agar setiap persiapan pernikahan kita bisa berjalan dengan lancar tanpa suatu halangan apapun."Ucap Dika.


"Iya mas. Sama-sama ya. Maya juga senang mas mau menjadi suamiku mas. Mari kita saling bergandengan tangan untuk mengarungi bahtera rumah tangga kita ke depannya ya."Doa Maya.


"Amin sayang."Dika senang sekali.


Acara pertunangan Maya dan Dika pun berakhir. Dika dan keluarganya beserta para tamu dan undangan pun pulang ke rumah mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2