
Pertemuan Dani Dengan Milea.
Milea keluar dan mendapat ejekan dari seluruh pengunjung cafe saat itu. Dia nggak menyangka kalo dirinya akan dipermalukan seperti itu oleh Dika. Milea merasa sangat marah dan terhina tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena Dika mengancam akan memutuskan seluruh kerja sama antara perusahaan Dika dengan perusahaan papanya dan itu berarti mereka akan bangkrut dan akan jatuh miskin. Milea tidak mau hal itu terjadi dalam hidupnya. Tidak ada kata kemiskinan dalam kamus kehidupan Milea.
Untuk meredakan emosinya Milea melajukan mobilnya ke pantai dan berhenti di sana. Milea menangis sejadi - jadinya di sana.
"Ahhhhhh... Ahhhhhh....!!"Milea berteriak di pinggir pantai mengeluarkan semua sakit hatinya sambil menangis..
"Sialan kamu Maya. Karena kamu rencanaku gagal total bahkan sebelum aku bisa memulai rencanaku memikat hati Dika untuk menjadikannya milikku. Aku nggak akan pernah memaafkanmu. Aku nggak akan pernah membiarkanmu hidup bahagia bersama Dika seumur hidupmu. Ingat itu."Lanjut Milea.
Milea jatuh terduduk di pasir pantai itu. Dia menangis sejadinya di sana. Selama hidupnya belum pernah dia dipermalukan seperti itu di depan umum. Dia juga tak pernah di tolak cowok manapun. Milea merasa harga dirinya jatuh dan hancur berkeping-keping tanpa ampun.
Seorang laki-laki yang memperhatikan Milea sedari tadi. Dia memperhatikan Milea berteriak dan menangis sejadinya. Ingin rasanya dia mendekati Milea dan menanyakan apa yang terjadi padanya tapi dia nggak berani takut Milea merasa terganggu atas kehadiran dirinya.
Tapi semakin dia memperhatikannya semakin timbul rasa kasihan laki-laki itu padanya. Lelaki itu berinisiatif membelikan tisu dan air mineral dan akan memberikannya pada Milea yang sudah tiga jam menangis dan berteriak.
"Ini mbak di minum airnya dan tisu untuk mengelap wajah anda yang dari tadi menangis."Laki-laki itu menyerahkan air dan tisu itu pada Milea.
"Makasih."Milea mengambilnya tanpa memandang siapa yang memberikan itu padanya.
Setelah Milea menerima itu, dia segera meminum airnya dan mengelap air matanya yang sudah merusak maskara dan make upnya. Milea membasuh wajahnya dengan air itu dan mengelap wajahnya supaya bekas make up dan maskara yang berantakan itu bisa hilang. Lelaki itu pun duduk di sebelah Milea memperhatikan semua yang dilakukan Milea.
"Hai mbak. Perkenalkan nama saya Dani. Boleh saya tau kenapa mbak menangis seperti itu?"Tanya Dani.
"Saya Milea. Biasa mas. Masalah pribadi. Saya rasa nggak etis kalo dibicarakan pada orang yang tidak di kenal."Ucap Milea ketus.
"Baiklah mbak kalo gitu. Saran saya apapun masalahnya jangan terlalu dipikirkan. Berdiri dan hadapi masalahnya dengan kepala dingin. Percuma mbak menangis nggak akan menyelesaikan masalah apapun."Kata Dani asal untuk menghibur Milea tanpa mengetahui apa sebenarnya masalah Milea.
"Terima kasih mas."Ucap Milea singkat
"Mau nggak mbak makan malam sama saya. Malam ini saya baru tiba di kota ini jadi saya tidak punya teman ngobrol."
"Memangnya mas nggak ada keluarga di sini?"
"Sebenarnya keluarga saya nggak di kota ini. Saya di sini untuk tugas kantor di utus boss saya. Ada sih kenalan atau bisa dibilang saudara boss saya di sini tapi saya segan menginap di sana. Takut merepotkan."Ucap Dani pada Milea.
__ADS_1
"Ooo begitu. Jadi mas tinggal di mana?"
"Saya tinggal di hotel nggak jauh dari tempat ini. Tadinya saya mau jalan-jalan menyisir pantai ini sekaligus mencari makan malam. Tapi saya melihat mbak menangis dan berteriak di sini. Jadi saya nggak jadi pergi. Saya memperhatikan mbak. Saya takut mbak khilaf lalu bunuh diri lagi ke tengah pantai."Ucap Dani santai.
"Hahahaha.. Nggak mungkin saya senekad itu. Saya juga kan masih mau hidup dan membalaskan sakit hati saya pada seseorang."Ucap Milea.
"Balas dendam itu nggak baik mbak. Hidup mbak akan berantakan dan tidak ada kebahagiaan. Mendingan mbak bangkit dan melakukan kegiatan positif untuk menghibur hati mbak dan menghilangkan kebencian dari lubuk hati mbak yang paling dalam."Nasehat Dani.
"Mas nggak tau apa masalahnya dan nggak tau juga apa yang saya rasakan. Mending mas diam saja dan urusi hidup mas sendiri."Milea marah.
"Ya udah nggak usah di bahas lagi. Tawaran saya tadi masih berlaku loh mbak. Yuk kita makan malam. Saya sudah lapar banget."Ajak Dani
"Ayo mas. Dari pada saya nangis sendirian di sini. Mending saya ikut mas. Saya juga laper baru ingat dari tadi siang belum makan."
"Hahahaha.. Ya sudah ayok mbak."
Dani dan Milea pun berjalan menuju cafe yang berada di dekat pantai itu. Mereka makan malam di sana. Sambil makan Dani berusaha menghibur Milea yang dari tadi menangis. Akhirnya Milea pun bisa tertawa lepas dan melupakan sedikit sakit hatinya.
"Oh iya mbak. Saya lupa menanyakan nama mbak siapa ya?"Ucap Dani.
"Ooh nama saya Milea mas. Panggil nama saja. Nggak perlu ada embel-embel mbaknya. Saya lihat mas lebih tua dari saya."
"Saya masih 22 tahun mas."
"Wah kalo gitu kita beda 10 tahun dong. Hahaha.."Dani malu karena usianya jauh di bawahnya.
"Mas 32 tahun? Masa sih? Saya kok ngeliatnya seperti umur 27an gitu. Nggak beda jauh dari saya."Milea memperhatikan wajah Dani.
"Ahh yang bener kamu Mil. Jangan ngejek ahh. Saya kan jadi malu."Dani malu-malu.
"Hahaha.. Mas lucu juga kalo lagi malu-malu gitu."
"Tuh kan ngeledek lagi..!!"
"Hahaha.. Ya udah deh yuk kita makan aja mas. Abisnya mas dibilangin malah malu. Mending kita makan aja deh."Ucap Milea.
__ADS_1
"Iya. Ayo silahkan. Tambah aja kalo lapar. Tenang saya yang bayar sebagai tanda pertemanan kita."Kata Dani.
"Iya mas makasih."
"Oh ya minta nomor handphone dong Mil. Manatau mas senggang kita bisa nongkrong bareng lagi. Tapi kamu belum ada suami atau pacar kan. Mas takut dilabrak nantinya."
"Hahaha. Saya masih single mas. Malah saya khawatir mas yang sudah punya istri. Jangan sampai istri mas nuduh saya pelakor."Milea mengingatkan.
"Selama ini saya selalu disibukkan dengan bekerja sampai lupa untuk berumah tangga. Sekarang saya malah kesepian gini nggak ada teman berbagi. Jadi nyesel deh kenapa nggak dari dulu saya cari jodoh."Dani menceritakan sedikit tentang dirinya.
Milea memperhatikan penampilan Dani dari atas sampai bawah.
"Ini orang lumayan cakep juga dan kelihatannya tajir. Walaupun dia cuma pakai kaos dan jeans tapi semua yang dipakainya barang-barang branded sampai jam tangannya aja harganya ratusan juta tuh. Aku kan paling tau mana barang Asli mana yang KW dan aku tau yang dipakai orang ini semua asli. Nggak ada salahnya kayaknya aku pindah target ke dia. Pasti dia punya jabatan tinggi. Ya walaupun usianya lumayan tua tapi bisa tertutupi dengan gayanya."Batin Milea menilai Dani.
Melihat Milea memperhatikan dirinya dari atas sampai ke bawah, Dani merasa risih. Dani pun melambaikan tangannya di depan mata Milea. Akhirnya Milea tersadar.
"Kamu kok ngeliatin saya kok sampai segitunya sih? Kenapa?Terpesona ya melihat ketampanan saya?"Ucap Dani narsis.
"Idih.. Pede amat mas. Saya cuma memperhatikan nggak mungkin orang seperti mas nggak punya pacar atau istri. Secara walaupun mas wajahnya pas-pasan mas gayanya keren loh. Nggak keliatan tuanya."
"Astaga Mil. Jujur amat sih. Saya kan jadi malu dengan kejujuran kamu itu."
"Hahahaha...!!"Milea tertawa.
"Mana nih nomor handphone kamu. Manatau kita bisa ngobrol santai lagi kayak gini kapan-kapan."Pinta Dani
"Sini handphonenya mas. Biar saya yang mengetikkan nomornya."Pinta Milea.
Dani pun memberikan handphonenya. Milea segera mengetik nomornya di handphone Dani dan menyimpannya di buku telpon handphone itu. Tak lupa Milea memiscall handphonenya sendiri untuk mengetahui nomor Dani. Lalu dia menyimpan nomor telpon itu.
"Nah sudah mas. Saya sudah menyimpannya di handphone mas."Milea menyerahkan handphone Dani padanya.
"Makasih ya. Ya udah kamu cepat selesaiin makannya lalu pulang ya. Udah malam. Nggak baik kalo anak gadis kelayapan sampai malam - malam gini."Perintah Dani.
"Siap mas. Makasih ya. Karena mas saya sudah nggak sedih lagi. Terima kasih sudah menghiburku." Ucap Milea jujur.
__ADS_1
"Sama-sama Mil. Senang berkenalan denganmu."
Dani dan Milea pun menghabiskan makannya. Setelah itu Dani membayarkannya dan mengantar Milea ke mobilnya agar dia pulang ke rumahnya dengan selamat dan tidak terlalu malam. Milea pun melambaikan tangannya pada Dani dan melajukan mobilnya menuju rumahnya. Sementara itu Dani berjalan kaki menuju ke hotel tempatnya menginap untuk beristirahat karena besok dia akan bekerja.