
Pertunangan Dika dan Maya tercium oleh Milea.
Setelah pertunangan Dika dan Maya yang diadakan tertutup dan hanya dihadiri keluarga inti dan beberapa kerabat saja, Dika pun kembali bekerja sebagaimana biasanya. Ntah tau dari mana terdengar desas desus yang beredar di kantor tentang berita pertunangan Maya dan Dika.
"Eh, tau nggak, Pak Dika katanya sudah tunangan loh. Dengar-dengar dia bertunangan dengan Maya mantan OG yang kemaren di pecat itu. Bener nggak ya kira-kira?"Bisik karyawan 1
"Ahh masak sih? Kok bisa selera Pak Dika serendah itu. Mendingan Pak Dika itu sama gue aja. Sudah jelas kan gue menang walau dilihat dari sisi manapun."Kata karyawan 2.
"Yeee percuma aja loe narsis di sini. Jangankan Pak Dika, Pak Bambang security kantor kita aja ogah ngeliat loe. Coba deh loe ngeliat kaca. Muka loe aja udah kayak ondel-ondel gitu. Bukannya tambah cantik, malah dengan make up tebal loe itu aja orang takut ngeliatnya. Disangka ngeliat pocong dibedakin. Hahaha.. Jadi jangan ngimpi ketinggian loe."Ledek karyawan 1
"Sialan loe. Awas ya kalo loe sampe suka sama gue. Jangan harap gue bakalan nerima cinta loe." Balas Karyawan 2.
"Nggak bakalan gue suka sama loe cuy. Masih banyak Office girl cantìk-cantik di sini yang bisa gue kecengin. Loe liat aja tuh si Maya berhasik ngegaet Pak Dika big boss kita. Sekarang OG lagi naik daun. Karyawati kantor ma kalah telak. Hahaha..!!" Ledek karyawan 1 lagi.
"Dasar lo. Makan tuh OG. Menang cantik doang tapi nggak ada otaknya. Mendingan juga gue."Ucap karyawan 2.
"Belum tentu kali.. Bisa aja nasib mereka aja yang kurang beruntung nggak bisa kuliah sehingga kerjaan yang mereka dapat hanya mentok di OG doang. Jangan meremehkan orang"Karyawan 1 mengingatkan.
"Terserah loe aja deh. Gue mau kerja aja. Males ngomong sama loe. Buat gue emosi tingkat dewa. Lama-lama kadar kecantikanku berkurang karena loe." Kata karyawan 2 mengalah dan pergi.
Tanpa mereka sadari, Milea dan papanya yang memang ada janji meeting masalah proyek mereka dengan Dika mendengar segala obrolan mereka di depan ruang kerja nya. Milea yang mendengar itu panas sendiri dan tidak terima kalo Maya dapat menikungnya terang-terangan.
"Sialan..!! Bukannya mematuhi ancaman gue malah si gembel itu ambil langkah seribu menggaet mas Dika. Tuh lagi mas Dika, apa dia matanya sudah buta ya? Masa cewek secantik aku dianggurin sih ? Malah milih cewek gembel itu. Sebel deh..!!" Gumam Milea dalam hati penuh kekesalan.
Papanya yang melihat langkah Milea yang dihentak-hentakkan pun melihatnya dengan heran.
"Kamu kenapa Mil? Kok kayaknya kamu kesal gitu? Biasanya kalo mau meeting dengan Dika kamu yang paling semangat. Kenapa sekarang kamu kayak gitu?"Tanya papa Milea
__ADS_1
"Gimana nggak kesal pa. Papa nggak dengar apa yang dibicarain karyawan kantor ini? Semuanya mengenai pertunangan Maya dan Dika. Berarti kan si gembel itu sudah berhasil merebut Dika dari tangan aku pa. Nggak bisa dibiarin begitu aja."Protes Milea.
"Kenapa kamu marah? Kan belum tentu juga yang mereka gosipkan itu benar. Nanti biar kita tanyakan pada Dika langsung tentang kebenarannya. Lagian kan masih tunangan ini, belum menikah kan? Seperti kata pepatah, sebelur janur kuning melengkung Dika masih bebas milik semua orang. kamu masih ada kesempatan merebutnya kembali."Kata papa Milea.
"Iya papa benar juga. Aku yakin aku pasti bisa merebut hati Dika. Ayo pa, kita tanyakan dulu kebenarannya sama Dika. Supaya aku bisa membuat rencana baru untuk menghalangi pernikahan mereka."Tekad Milea.
"Nah gitu dong baru anaknya papa. Jangan langsunh menyerah sebelum berperang."Ucap papa Milea.
"Iya pa."Milea menjawab singkat.
Milea dan papanya pun naik ke lift. Mereka menuju lantai sepuluh. Mereka mau masuk ke ruangan Dika. Jessy menyuruh mereka menunggu dulu karena Dika ada tamu. Milea dan papanya yang tadinya protes akhirnya terpaksa menunggu.
Tak lama kemudian, tamu Dika yakni Dimas kakak iparnya pun keluar dari ruangan itu. Dimas dan istrinya Celyn sengaja ke kantor Dika untuk merancang pesta pernikahan Dika. Kali ini Celyn dan Dimas lah yang akan mengurusnya karena Dinar kakak kedua Dika sedang hamil dan nggak bisa terlalu capek.
"Mas Dimas dan kak Celyn sudah selesai?"Tanya Jessy.
"Hai juga kak. Belum ada kak. Doain ya kak, mudah-mudahan Jessy bisa hamil dalam waktu dekat ini."Ucap Jessy.
"Pasti dong kakak doain. Kamu kan satu-satunya sahabat Dika adik kakak. Pasti kakak berharap yang terbaik buatmu."Kata Celyn jujur.
"Whatt??? Jadi itu kakaknya Dika? Dan siapa yang disampingnya itu? Apa itu suaminya? Ganteng juga Nggak kalah dari Dika. Bisa nih, dijadiin cadangan bila rencanaku mendapatkan Dika gagal" Milea merencanakan sesuatu yang buruk lainnya sebagai cadangan.
"Ya udah Jessy. Mas sama kakak kamu pamit ya. Kamu kerja yang baik. Bantu Dika ya. Jangan sampai dia kecapekan. Sebentar lagi dia menikah. Jangan sampai pekerjaan jadi mengganggu pikirannya."Ucap Dimas.
"Jadi gosip itu benar mas?Kak?"Tanya Jessy.
"Kamu belum tau?"Tanya Celyn dijawab dengan gelengan kepala Jessy.
__ADS_1
"Issh Dika ini.. Masa sama sahabat sendiri nggak di kasitau sih?"Dimas kesal.
"Mungkin karena mendadak mas, Dika jadi belum sempat menyampaikannya pada Jessy."Celyn membela adiknya itu.
"Iya juga ya..!!"
"Ya udah yuk mas. Masih banyak yang mau kita kerjakan lagi. Waktunya mepet soalnya."Ucap Celyn.
"Bye Jessy"Dimas dan Celyn pun segera berlalu.
Setelah Dimas dan Celyn pergi, Jessy masuk ke ruangan Dika untuk memberitahu kedatangan Milea dan papanya.
"Dik..!! Ulat keket dan papanya datang. Apa mau langsung di suruh masuk?"Kata Jessy.
"Ulat keket?Siapa tuh?"Dika nggak ngerti maksud Jessy.
"Ihh elo pura-pura nggak tau. Itu loh si Milea centil sama papanya datang. Katanya udah janji sama loe."Kata Jessy.
"Seingatku sih aku nggak punya janji ketemu sama mereka. Tapi suruh deh mereka masuk manatau ada yang penting"Suruh Dika.
"Baiklah. Tapi setelah mereka pulang, elo harus ngejelasin sesuatu sama gue. Elo punya hutang penjelasan sama gue tentang pertunangan elo. Gue tunggu."Jessy mengingatkan.
"Iya maaf. Nanti deh gue ceritain semuanya sama elo. Janji deh."Ucap Dika.
"Baiklah. Gue tunggu."
Jessy pun keluar dan menyuruh ulat keket eh maksudnya Milea dan papanya masuk ke ruangan itu bertemu dengan Dika. Walaupun Jessy nggak suka, dia pun harus bersikap profesional dalam bekerja. Tak lama kemudian Milea dan papanya masuk dan langsung bicara dengan Dika di dalam ruangan itu.
__ADS_1