Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 67. Akad Nikah


__ADS_3

"Maya, kita sebagai istri harus patuh pada suami. Kemana-manapun harus atas izin suami kamu. Pokoknya kemanapun kaki kita melangkah kita tidak boleh mempermalukan suami kita. Sudah seharusnya kita menjunjung tinggi kehormatan suami dan keluarganya. Tidak boleh bertindak sesuka hati ya sayang."Lanjut nasehat mama Maya padanya.


"Iya ma. Maya akan ingat kok. Terima kasih karena selama ini sudah menjaga, merawat dan membesarkan Maya ma. Maya sayang sama mama."Maya pun hendak menangis mengigat semua kenangannya bersama dengan mamanya.


"Eh jangan menangis nanti make up nya luntur. Bentar lagi akad nikah kamu sudah mau dimulai."Bujuk mamanya Maya saat melihat mata Maya mulai berkaca-kaca menahan haru tangisnya.


"Iya ma. Maya nggak nangis kok. Maya kan kuat."Kata Maya sok kuat sambil melihat ke atas agar air matanya yang hendak jatuh masuk lagi ke matanya.


"Udah yuk. Nggak usah cerita yang sedih-sedih lagi. Di hari bahagia kamu ini seharusnya kamu tersenyum bahagia. Tidak ada kata menangis. Ayok tersenyum May..!! Suruh mama Maya.


Maya pun berusaha sekuat tenaga untuk tersenyum. Benar kata mamanya. Dihari pernikahan ini jangan ada tangis kesedihan. Harusnya yang ada hanya kebahagiaan. Karena menikah adalah salah satu pintu untuk menggapai kebahagiaan.


Tak lama kemudian ,Cellyn masuk ke dalam kamar Maya untuk memanggil dan membawa Maya ke hall yang sudah dipersiapkaj untuk akad nikah mereka.


"Maya.. Eh ada tante rupanya."Cellyn menyalam mama Maya dulu saat melihat mama Maya ada di sana sebelum melanjutkan apa yang hendak dilakukannya.


"Kenapa Nak Cellyn. Apa kamu mau menjemput Maya ke bawah?"Mama Maya langsung bisa menebak apa yang akan dilakukan Cellyn


"Iya tante. Maaf karena telah mengganggu acara kalian berdua. Hmmm.. Atau kalau mau Cellyn tunggu diluar dulu sepuluh menit agar tante dan Maya dapat berbicara dari hati ke hati. Dulu waktu Cellyn menikah, Nek Imah juga banyak memberikan ceramah pernikahan sampai Cellyn, Dinar, Nek Imah dan Dika pun menangis bersama sebelum akad nikah dimulai. Jadi Cellyn tahu gimana rasanya saat-saat terakhir status kita jadi seorang gadis dan akan berubah menjadi nyonya atau istri orang dalam hitungan jam. Cellyn tau pasti Maya juga merasakannya sekarang kan tante."Terang Cellyn.


"Nggak usah Cellyn. Tante sudah selesai memberikan wejangan singkat tentang pernikahan pada Maya dan tante rasa itu sudah cukup. Tante tau Maya pasti sudah mengerti. Iyakan May?"Mama Maya minta pendapat Maya.

__ADS_1


"Iya mbak. Mama sudah banyak bicara dari tadi. Takutnya kalau mama lebih lama lagi bicaranya bisa-bisa Maya tidak bisa menahan tangis dan akan menangis sejadi-jadinya mbak."Jelas Maya.


"Kamu yakin Maya? Kalau memang masih butuh waktu untuk bicara, mbak akan memberikan sedikit waktu. Untuk urusan di bawah mbak yang urus. Kamu nggak perlu merasa nanti Dika akan marah. Mbak yakin Dika pasti akan mengerti dan menghargai apapun yang sedang kamu rasakan."Cellyn mencoba memberi sedikit waktu untuk Maya dan mamanya bicara dari hati ke hati dulu.


"Maya yakin mbak. Ayo kita ke bawah. Kasian Dika dan yang lainnya lama menunggu Maya. Lebih baik acaranya dimulai sesuai jadwal saja mbak. Maya dan mama masih bisa bicara lagi setelah ini. Kan nanti mama dan adik Maya yang namanya Adit akan tinggal bersama dengan Maya dan Dika. Jadi pasti akan ada banyak waktu untuk cerita."Maya sudah memutuskan seperti itu.


"Benar kata Maya nak. Kita masih bisa ngobrol setelah ini."Kali ini mama Maya yang meyakinkannya.


"Baiklah kalau begitu. Mari kita sama-sama turun ke bawah agar acara akad nikahnya dapat dimulai. Pak Penghulu, Dika dan yang lainnya sudah menunggu di sana."Ajak Cellyn.


Celyn, Maya dan mamanya pun berjalan menuju lift agar mereka dapat turun ke tempat acara akad nikah. Maya berjalan diapit oleh mamanya dan Celyn.


Saat keluar dari lift mereka melangkah kedalam hall itu. Semua tamu dan undangan mengarahkan mata mereka kepada tiga wanita yang baru masuk ke dalam hall itu.


"Yang mana?"Tanya orang itu.


"Saya rasa perempuan yang ditengah itu. Soalnya bajunya senada dengan warna baju Pak Dika."


"Iya aku rasa memang yang tengah. Wah benar-benar cantik sekali. Pak Dika pintar sekali cari calon istri."Puji yang lain.


"Udah. Udah. Jangan berisik. Mending kita saksikan saja acara demi acara hari ini. Saya sudah tidak sabar."Ucap seorang tamu yang lain.

__ADS_1


"Loh kok malah kamu yang nggak sabar? Aneh."


"Iya dong nggak sabar. Saya nggak sabar melihat Pak Dika mempersunting gadis itu. Pak Dika berhak bahagia karena dia adalah orang yang baik dan peduli pada kita walau kita hanyalah karyawannya. Pasti Pak Dika akan bangga mempunyai istri yang sangat cantik seperti itu."


"Ya udah. Mari kita lihat saja ya. Jangan berisik lagi." Mereka semua akhirnya mengangguk.


Lain mereka lain juga seorang gadis bernama Milea bersama ayahnya yang bernama Ricko. Mereka adalah rekan bisnis Dika. Mereka terlihat tidak senang dengan menikahnya Dika. Karena sebelumnya Ricko sempat menyuruh anaknya Milea untuk merebut hati Dika agar menjadi suaminya. Supaya bisnis dan kehidupan mereka dapat terjamin. Namun apa mau dikata, Dika sudah terlanjur suka pada Maya dan tidak melirik pada Milea sedikitpun.


"Lihat itu. Kamu kalah start sama perempuan itu. Kalau kamu tadinya bergerak cepat, mungkin Dika tidak akan ditikung olehnya." Ricko marah pada anak gadisnya


"Sudahlah pa. Itu artinya tidak berjodoh. Nanti Milea akan mencari calon suami yang sebelas dua belas deh dari Dika. Patah satu tumbuh seribu pa. Jangan mendramatisir keadaan. Kita harus tetap yakin dan percaya kalau tanpa Dika pun kita bisa "Milea menghibur papanya.


"Bisa apa maksud kamu? Bisa bangkrut. Ini semua salah kamu. Kalau kamu nggak boros dan belanja terus pasti perusahaan kita akan stabil. Ini malah kamu bertindak semau kamu dan akhirnya perusahaan kita sudah diujung tanduk."Pak Rocky merepet pada Milea.


"Iya pa. Maaf . Milea nggak akan kayak gitu lagi. Janji deh."Milea berusaha tersenyum.


"Ahhh sudahlah. Nasi sudah menjadi bubur sekarang tidak bisa dubah lagi. Rocky pun pasrah menerima keadaan.


Rocky dan Milea pun berhenti bicara. Mereka hendak fokus menyaksikan pernikahan ini walau dengan perasan tidak senang. Tapi mereka tidak berdebat lagi.


"Baiklah kamu boleh bahagia. Tapi tidak akan lama. Bersiaplah di masa depan."Bisiknya dalam hati.

__ADS_1


Acara akad nikahnya pun telah berlangsung khusuk.


__ADS_2