Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 26


__ADS_3

Jessy Memberitahu Dika Kabar Buruk Tentang Maya dan Dika.


Hari ini seluruh karyawan kantor sedang sibuk membicarakan foto Maya dan Dika. Maya dicibir oleh semua karyawati sampai kepada sesama OG. Maya pun merasa sedih. Untung saja pekerjaan Maya kebanyakan di lantai 10 jadi nggak terlalu sering bertemu dengan karyawan lain. Karena lantai 10 hanyalah ruang direksi dan jajarannya.


Jessy pun memanggil Maya ke ruangannya melalui interkom. Maya yang sedari keluar dari ruangan manager HRD hanya duduk termenung di pantry pun langsung melangkahkan kakinya dengan malas dan takut. Maya takut Jessy memarahinya juga.


"Aduh gawat..!! Gimana nih kalo ibu Jessy marah juga ke Maya?Apa yang harus aku lakukan? Ya Allah tolong hambaMu ini. Engkau tau kalo aku nggak ngelakuin hal serendah itu dengan mas Dika. Jangan biarkan aku di pecat. Aku sangat membutuhkan pekerjaan ini untuk memenuhi kebutuhan kami sehari-hari." Doa Maya dalam hati saat melangkah ke ruangannya Jessy.


Saat sampai di depan pintu, Maya pun mengetuknya. Tak berapa lama, Jessy pun menyuruhnya masuk ke dalam.


"Masuk Maya..!!"Suruh Jessy.


Tanpa basa-basi, Maya membuka pintu perlahan dan masuk ke ruangan itu dengan menunduk tanda hormat saat melihat Jessy.


"Duduk di sini May.!!"Suruh Jessy lagi.


"Iya bu.!!"Maya pun langsung duduk.


"Kamu tau kan alasan saya memanggil kamu ke sini?"Jessy langsung to the point.


"Tau bu. Masalah foto itu kan? Tapi sumpah bu. Apa yang diperlihatkan di foto itu tak sesuai dengan kenyataan yang ada. Mas Dika ehh maksud saya Pak Dika memang posisinya seperti itu tapi bukan melakukan apapun, dia hanya ingin memasangkan seat belt pada saya. Saya nggak bohong bu. Demi Allah. Saya perempuan baik-baik bu. Saya nggak pernah menghalalkan segala cara untuk bisa orang kaya mendadak. Saya sangat menjunjung tinggi harga diri dan ajaran agama. Saya mohon ibu Jessy mengerti apa yang terjadi."Jelas Maya dengan serius.


Jessy hanya terdiam mendengar penjelasan Maya. Dia hanya ingin melihat kejujuran Maya.


"Sepertinya Maya berkata jujur. Dia perempuan baik-baik kelihatannya dan nggak seliar yang ada di foto. Pasti memang nggak terjadi apa-apa sama mereka berdua. Aku yakin ada yang mengedit foto itu sehingga kelihatan seperti itu. Tapi siapa ya yang bisa dan tega melakukan itu? Aku ada seseorang sih yang kucurigai. Tapi apa memang dia? Dan untuk apa juga dia melakukan itu pada Maya dan Dika." Batin Jessy.

__ADS_1


"Sebenarnya saya juga tau pasti kejadian dalam foto itu tidak seperti yang diperlihatkan di sana. Saya sangat mengenal Pak Dika. Pak Dika adalah sahabat saya dari SMA sampai kuliah. Saya tau sifatnya bagaimana. Dia sangat menghormati wanita apalagi wanita yang dia suka. Dan saya lihat selama kamu bekerja di sini, saya tak pernah melihat hal aneh yang kamu lakukan saat bekerja. Saya lihat semuanya masih dalam tahap wajar."Jessy pun berpendapat begitu.


"Apa ya maksud bu Jessy bilang kalo mas Dika baik kepada semua orang terutama orang yang dia suka? Apa mas Dika menyukai aku? Ahh.. apa sih yang kamu pikirin Maya. Jangan baper deh..!!" Batin Maya.


"Makasih bu, telah percaya pada saya."Ucap Maya.


"Tadi saya sudah menelpon Pak Dika juga untuk memberitahu perihal ini. Dan dia pun sudah menjelaskannya pada saya sama persis dengan apa yang kamu bilang."Kata Jessy.


#Flashback On#


Pagi -pagi sekali begitu datang ke kantor Jessy datang ke kantor seperti biasanya. Jessy pun tak tau ada masalah itu. Jessy bersikap dengan tenang. Tak lama kemudian, banyak yang menelpon Jessy tentang masalah Dika dan Maya di mobil. Mereka menganggap Dika melakukan tindak asusila dengan Maya di mobil Dika dengan rayuan Maya agar cepat kaya dan berubah menjadi cinderella. Penasaran apa yang terjadi, Jessy pun melihat medsosnya. Ternyata ada foto Maya dan Dika di mobil dengan pose yang kurang pas. Maya melihat di instagrap dengan judul #OG yang bermimpi jadi cinderella dengan menggaet bos perusahaan tempat dia bekerja#.


Secepat kilat Jessy pun mengirim foto-foto tersebut dengan Dika. Jessy menjelaskan pada Dika apa yang sedang terjadi sekarang by phone.


"Hello Dik. Gila lu. Masa baru sekali saja antar Maya pulang dah jadi viral aja sih? Pake segala ada yang fotoin dengan fose gitu lagi. Gue tau sih loh nggak mungkin melakukan hal sekotor itu. Aku percaya. Tapi dengan kejadian itu, harga saham kita jadi anjlok. Dan aku yakin Maya akan di pecat Dika. Karena mereka nggak bisa memecat kamu. Pasti Maya lah yang akan jadi tumbalnya disini."Jelas Jessy.


"Ooo gitu ceritanya..!!"Jessy akhirnya paham.


"Makasih elu sudah mau percaya sama gue."Kata Dika tulus.


"Tenang saja Dika, walaupun semua orang nggak percaya sama kamu, aku tetap akan mempercayainmu. Oh iya, gimana nasib Maya sekarang? Gue yakin pasti dia akan di pecat."Ucap Jessy.


"Gue minta tolong ke èlu, bilangin ke Maya tiga pilihan ini suruh dia pilih supaya saat rapat nanti gue tau apa yang harus gue lakukan."Dika memberitahu tiga pilihan yang harus di pilih oleh Maya.


"Baiklah Dika.Serahkan semuanya pada gue."

__ADS_1


"Makasih Jessy. Elu memang sahabat yang ter the best lah."Puji Dika.


"Sama-sama Dika. Aku tutup dulu ya telponnya."


Jessy pun menyelesaikan obrolan nya dengan Dika dan langsung menyuruh Maya masuk ke ruangannya.


#Flashback Off##


"Syukurlah bu. Saya tenang jadinya."Maya lega.


"Tapi, walaupun begitu, kamu tau kan siapa Pak Dika? Sedikit saja ada berita seperti ini banyak orang yang ingin berusaha menjatuhkannya dan berpengaruh dengan haŕga saham perusahaan. Mungkin para direksi dan investor kantor pasti akan marah-marah pada Pak Dika dan sudah pasti kamu akan di pecat."Jessy menjelaskan perlahan.


"Jadi saya dipecat bu?"Tanya Jessy.


"Pak Dika memberikan tiga pilihan sama kamu. Pilihan pertama kamu, apa kamu mau kerja di sini dengan segala cibiran dari semua orang? Kalo mau Pak Dika akan mempertahankan kamu di sini. Pilihan kedua, kamu bisa tetap bekerja tapi jadi asisten pribadinya Dika yang ikut kemana pun dia pergi. Kamu yang mengurusi segala keperluannya saat di rumah dan dikantor juga menemani neneknya di rumah. Atau kamu mau menikah dengan Dika supaya semua masalah ini clear dan tak akan ada lagi masalah ke depannya. Dan sudah pasti tidak akan ada yang mencibir kamu karena kamu sudah menjadi nyonya bos."Jessy menjelaskan pilihan yang harus dilakukan Maya.


"Menikah? Memangnya Pak Dika mau saya jadi istrinya? Secara saya kan bu, hanyalah orang miskin. Anak yatim dan tak cantik. Mana mau seorang pengusaha muda seperti Dika melihat bahkan melirik saya."Maya menganalisis omongan Maya.


"Kamu belum mengenal latar belakang keluarga Dika. Keluarga Dika bahkan Dika nya sendiri tak pernah melihat latar belakang sosial. Selama orang yang di sukai dan sayangi Dika orang baik mereka pasti setuju."


"Tapi bu...!!"Perkataan Maya terpotong.


"Bentar lagi Pak Dika datang. Kamu pikirkan baik-baik apa yang akan kamu pilih. Supaya Dika tau apa yang akan di lakukan Dika saat rapat pemegang saham sebentar lagi. Tolong jangan mengecewakan Dika."Pinta Jessy.


"Baiklah bu. Saya akan memikirkannya sambil bekerja membersihkan ruang meeting bu. Kalo begitu saya permisi dulu ya bu. Selamat pagi"Maya mengakhiri obrolannya pada Jessy.

__ADS_1


Jessy pun mengizinkan Maya pergi dan keluar dari ruangannya. Jessy lalu melanjutkan pekerjaaannya.


__ADS_2