
Fitting Terakhir Baju Pengantin Maya dan Dika
Hari demi hari pun telah berjalan dengan cepatnya. Tanpa terasa hari pernikahan Dika dan Maya akan segera dilangsungkan tiga hari ke depan. Semua persiapan pun sudah selesai.
Pagi ini Dika sudah bangun pagi-pagi seperti biasanya. Dika pun mempersiapkan diri karena hari ini Dika akan fitting terakhir baju pengantin setelah sempat di perbaiki sekali saat fitting sebelumnya.
Tanpa sadar, handphone Dika berbunyi. Dika yang masih sibuk berpakaian mengambil handphonenya dan meletakkan di telinganya dengan satu tangan sambil bercermin memastikan penampilannya sudah oke.
"Halo.."Sahut Dika saat mengangkat telponnya tanpa melihat siapa yang menelponnya.
"Mas Dika.. Dimana? Kok sudah jam segini belum jemput sih? Nggak jadi ya mau fitting bajunya?"Tanya suara di seberang bertubi-tubi.
"Sayang. !! Sorry. Mas tadi telat bangun. Ini dah mau berangkat ke rumah kamu kok. Kamu udah siap kan?"Jawab Dika yang sambil melihat jam di tangannya dan menyadari kalo memang dia sudah telat.
"Udah dari tadi mas Maya siap. Bahkan Maya sampai hampir kering nih nungguin mas jemput. Lama banget soalnya."Protes Maya.
"Maaf sayang. Ya udah tenang aja. Mas segera meluncur ke rumah kamu."Dika membujuk Maya agar tidak marah lagi.
"Ya udah. Hati-hati ya nyetirnya. Jangan ngebut-ngebut mas. Utamakan keselamatan ya."Pesan Maya mengalah pada Dika.
"Siap sayang..!! Tunggu mas mu ini ya. Jangan marah lagi."Kata Dika menghibur Maya.
"Iya mas. Maya nggak marah kok sebenarnya. Cuma agak bosan aja nungguin mas datang jemput."Ucap Maya.
"Iya sayang. Ya udah mas tutup telponnya ya. Mas mau pamitan sama nenek dulu. Bye sayang. Love you."Kata Dika dipenghujung pembicaraan mereka.
Dika pun menutup telponnya lalu secepatnya menyelesaikan dandanannya yang Dika rasa sudah cukup keren. Lalu mengambil kunci mobil dan dengan setengah berlari Dika keluar dari kamarnya dan melangkah turun ke lantai satu rumahnya.
Dika hampir saja menabrak Nek Imah yang kebetulan lewat saat Dika berlari.
"Uppss.. Sorry nek..!!"Kata Dika spontan
"Kamu ngapain sih lari-larian di rumah? Udah kayak Satria aja deh."Protes Nek Imah
"Maaf Nek. Dika buru-buru soalnya. Dika udah telat jemput Maya."Ucap Dika dengan nada tergesa-gesa.
"Memangnya kalian mau kemana? Nggak baik loh calon pengantin pergi berduaan. Harusnya kalian itu dipingit tau."Ucap Nek Imah.
__ADS_1
"Idihh nenek. Apaan sih pake acara pingit segala. Lagian kita nggak kemana-mana kok. Kita cuma fitting baju untuk dipakai saat pernikahan Dika dan Maya. Itu aja."Jelas Dika.
"Ooo. Ya udah. Kalo gitu kamu makan dulu deh baru pergi."Suruh Nek Imah.
"Nggak usah nek. Nggak sempat lagi. Maya udah ngambek karena nunggu kelamaan."Ucap Dika lagi.
"Ya sudah kalo gitu hati-hati. Jangan ngebut ya. Kata orang calon pengantin itu darahnya manis. Nggak boleh kemana-mana soalnya."Nek Imah mengingatkan lagi.
"Siap Nek!! Dika bakalan hati-hati kok. Dika pergi sekarang ya Nek. Bye..!!"Dika pun menyalam tangan nek Imah pertanda minta izin pergi. Lalu secepatnya berlalu dari hadapan Nek Imah
Nek Imah hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Dika. Biarpun mau nikah, tapi kebiasaan buruknya masih belum berubah. Tapi Nek Imah tetap menyanyangi Dika dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Dika langsung masuk ke dalam mobilnya dan duduk di belakang kemudi mobilnya. Dika menjalankan mobil itu menuju rumah Maya. Dika mengikuti nasihat nek Imah dan Maya agar tidak ngebut saat membawa mobil.
Setengah jam berselang, Dika pun sampai di rumah Maya. Terlihat dari kejauhan Maya sudah menunggu kehadiran Dika di depan rumahnya. Maya menunggu dengan cemas sambil bolak balik melihat jam yang ada di tangannya.
Akhirnya Dika yang dia tunggu pun datang. Dika keluar dari mobilnya dan memberikan senyum termanisnya pada Maya saat Dika melihat muka Maya sudah manyun karena kelamaan menunggunya.
"Hai sayang...!!"Dika menyapa Maya sambil hendak cipika cipiki dengan Maya.
"Kamu marah ya May? Maaf ya sayang. Tadi jalanan macet banget "Alasan Dika.
"Memangnya sejak kapan Jakarta nggak macet sih mas? Yang benar itu, mas Dika itu harus datang lebih cepat biar bisa terhindar dari macet."Ucap Maya seraya melipat tangannya di dada sambil manyun.
"Iya. Mas tau mas salah. Semalam mas lembur. Mas kan harus menyelesaikan semua pekerjaan mas sebelum pernikahan kita. Biar nggak keteteran May. Jangan marah dong."Dika berusaha menjelaskannya.
"Alasan deh..!!"Maya ngambek.
"Beneran loh sayang. Mas nggak bohong."Ucap Dika lagi sambil mengelus-elus kepala Maya.
"Oke kali ini Maya maafin mas deh. Lain kali nggak ada istilah telat ya mas."Kata Maya.
"Siap sayang. Apa sih yang nggak buat kamu."Dika menggoda Maya.
"Isshhh nggak mempan tau..!! Ya udah yuk berangkat. Kasian mbaknya kelamaan nungguin kita."Ucap Maya.
"Baiklah."Kata Dika. "Oh ya mama kamu mana? Mas mau pamitan dulu."Lanjut Dika.
__ADS_1
"Mama lagi keluar. Lagi ke rumah saudara Maya untuk mengundang di pernikahan kita nanti."Jelas Maya.
"Ooo.. Ya udah kalo gitu. ayo berangkat."Ucap Dika pasti.
Dika dan Maya pun segera beranjak ke mobil Dika. Mereka pun langsung menuju ke butik tempat mereka menjahitkan baju pengantin mereka.
Untung saja butik itu tidak terlalu jauh dari rumah Maya dan mereka tidak terkena macet. Tak berapa lama kemudian mereka pun sampai ke butik yang mereka tuju.
Sesampainya di butik, Maya dan Dika di sambut oleh pegawai butik yang ada di sana.
"Silahkan masuk mbak Maya dan mas Dika. Mbak Kania sudah menunggu. Langsung saja ke ruangan fitting ya mbak dan mas."Ucap pegawai butik yang notabene adalah asistennya Kania sang designer baju mereka yang sudah sejak tadi ditugaskan menunggu kedatangan Maya dan Dika.
"Iya mbak. Makasih banyak. Kami langsung naik ya."Ucap Maya sopan.
"Silahkan mbak Maya dan mas Dika."Ucap pegawai butik itu.
"Makasih mbak..!!"Maya dan Dika serentak menjawabnya.
Maya dan Dika pun segera menuju ruangan yang dikatakan oleh asisten Kania tadi. Mereka mengetuk pintu ruangan itu sesaat setelah sampai di sana. Kania sang designer pun memang sudah menunggu di sana.
"Silahkan masuk..!!"Sapa Kania mendengar ketukan pintu itu.
Dika dan Maya pun masuk ke ruangan itu.
"Mari silahkan duduk mbak Maya dan mas Dika."Ucap Kania ramah kepada mereka berdua.
"Makasih mbak. Maaf kita terlambat."Maya berkata sungkan.
"Nggak apa-apa mbak. Saya maklum. Jakarta kan macet. Wajar kalo mbak dan mas telat."Kania berkata sopan.
"Makasih mbak."Ucap Maya.
Setelah itu, Kania membawakan baju pengantinnya Maya dan Dika yang sudah di gantung di patung manekin di ruangan itu. Dengan penuh semangat Dika dan Maya mencoba baju itu. Maya suka bajunya yang sudah sesuai dengan yang dia mau kali ini. Mereka berdua pun saling menatap satu sama lain.
Tak lama mereka mencoba baju tersebut. Lalu membukanya kembali. Dika dan Maya berterima kasih pada Kania lalu membayar tagihan baju mereka.
Kania pun dengan senang hati menerimanya. Kania juga puas baju hasil rancangannya di sukai oleh Maya dan Dika.
__ADS_1