
***Hallo Readers..
Author minta maaf ya karena beberapa hari ini nggak bisa up karena kesibukan author di dunia nyata, ditambah lagi author lagi retreat bareng keluarga di daerah. Tapi sinyalnya jelek banget sampai nggak bisa up. Mumpung ada sinyal author usahakan untuk up ya..
Terima kasih atas pengertiannya...
*******************
Malam Terakhir Sebelum Dika Pergi Ke Amerika.
Malam ini Dika ingin bertemu dengan Maya. Dika janjian dengan Maya di cafe tempat Maya bekerja. Dika ingin mengabarkan keberangkatannya esok hari. Saat Dika hendak membereskan barang-barang bawaannya, Dika pun menelpon Maya.
***Tut.. Tut.. Tut..*** (Handphone Maya berbunyi)
"Hallo mas..!!"Jawab Maya.
"Hallo May, lagi apa?"Tanya Dika.
"Lagi kerja nih mas. Ada apa mas? Tumben jam kerja gini mas telpon."Ucap Maya.
"Mas ganggu kah?"
"Ya nggak dong mas. Masa calon suami yang telpon merasa terganggu. Ya nggaklah."
"Mas nanti pengen ketemu kamu May. Boleh nggak ya?"Tanya Dika.
"Boleh mas. Datang aja ke cafe Maya sepulang kerja. Sekalian kita makan malam di sini."Ucap Maya.
"Tapi mas pengennya ketemu di tempat yang agak romantis gitu. Mau nggak May?"
"Baiklah Mas. Tapi jemput Maya di cafe ya sepulang kerja."
"Siap May. Mas usahain datang secepatnya ya."
"Maya tunggu mas."Ucap Maya.
Dika pun melanjutkan berberes barang-barang yang akan dia bawa ke Amerika sambil menunggu jam janjian Dika dan Maya. Saat Dika sedang berberes barangnya, Nek Imah masuk ke dalam kamarnya.
"Sudah siap Dik beres-beresnya?"Tanya Nek Imah.
__ADS_1
"Eh nenek. Dikit lagi nek."Jawab Dika.
"Ada yang perlu nenek bantu?"Nenek memegang barang-barang Dika dan membantu memasukkan barang Dika ke tas.
"Udah.. Nenek duduk aja. Biar Dika sendiri aja yang membereskan baju-bajunya Dika."Dika melarang nek Imah membereskan barangnya.
"Nggak apa-apa Dika. Nenek pun senang melakukannya."
"Terima kasih Nek..!!"
Dika dan Nek Imah berbarengan menyusun pakaian yang akan Dika bawa ke Amerika. Mereka melakukannya sambil tertawa bareng penuh kasih sayang.
Setelah itu mereka pun terduduk berdua di tempat tidurnya Dika.
"Dik..!!"Panggil Nek Imah.
"Iya Nek ada apa?"Jawab Dika lembut.
"Nenek pasti kangen deh sama kamu nantinya. Selama ini kan nenek tinggal bareng kamu. Nenek pasti akan kehilangan sosoknya kamu Dik. Sudah pasti nenek juga akan kesepian tanpa kamu."Keluh Nek Imah dengan raut muka sedih.
"Jangan gitu dong Nek. Dika kan pergi cuma sebentar. Kasian om Anwar nek. Dia membutuhkan bantuan Dika sekarang. Dulu dia banyak sekali membantu kita. Dika berhutang budi sama om Anwar. Nenek ingat kan saat masalah kak Celyn dan mas Dimas, kalo bukan karena dia kita tak mungkin bisa begini Nek. Dan mungkin kalo bukan karena om Anwar kak Celyn dan mas Dimas tidak bersama lagi Nek dan kita juga belum tentu hidup berkecukupan seperti saat ini Nek. Karena itu, disaat ada kesempatan Dika untuk membantu om Anwar, Dika akan melakukan apapun yang Dika bisa untuk membantunya."Jelas Dika.
"Nggak apa-apa dong Nek. Toh nenek kan sudah tau Kak Dinar dari kecil. Walaupun sekarang kak Celyn dan kak Dinar sudah menikah dan sibuk dengan keluarga masing-masing tapi kan mereka tetap keluarga kita Nek. Jangan canggung gitu kayak orang lain saja."
"Hahaha.. Iya sih. Mungkin perasaan nenek saja kok. Karena nenek terlalu sedih dan pasti akan merindukan kamu Dika kalo kamu pergi jauh dan lama seperti ini."Kata Nek Imah.
"Maafkan Dika ya Nek. Dika janji Dika akan kembali secepatnya."
"Iya Dika..!!"Nek Imah dan Dika berpelukan.
*****Beberapa Jam Kemudian*****
Jam tujuh lewat tiga puluh menit, Dika bersiap-siap untuk memenuhi janji dengan Maya. Dia berdandan serapi mungkin untuk makan malam bersama dengan Maya. Setelah bercermin berulang kali melihat penampilannya, Dika pun percaya diri dan pergi kencan bersama dengan Maya. Dika melajukan mobilnya dan pergi ke cafe Maya untuk menjemputnya dari cafe.
Di lain tempat tepatnya di cafe, Maya sudah bersiap-siap pergi. Dia menunggu jam kerjanya selesai dan menunggu kedatangan Dika. Maya juga sudah berdandan dengan cukup cantik. Maya mengoleskan make up minimalis di wajahnya agar terlihat lebih manis dan tak nampak lusuh.
Tak lama kemudian, Dika telah sampai ke cafe Maya. Dika pun keluar dari mobilnya sesampainya di sana. Maya yang sudah bersiap-siap pun menunggunya di depan cafe itu.
"Hai sayang..!!"Sapa Dika pada Maya.
__ADS_1
"Hai mas..!!"Maya tersenyum melihat kedatangan Dika.
"Udah siap sayang??"
"Udah mas."
"Ayo kita berangkat sekarang."Ajak Dika.
Dika pun membukakan pintu mobil untuk Maya. Dika sudah memesan tempat untuk makan malam romantis bersama Maya saat ini. Jaraknya tak terlalu jauh dari cafe Maya cuma view nya berada menghadap pada sebuah pantai dan suasanannya sangat romantis.
"Wow.. Cantik banget tempatnya mas..!!"Kata Maya saat pertama sampai di tempat itu.
"Kamu suka sayang??"Tanya Dika sambil mempersilahkan Maya duduk.
"Suka sekali mas. Makasih ya..!!"
"Sama-sama sayang."Ucap Dika.
Tak lama kemudian makanan yang sudah di pesan Dika pun datang. Sebuah makanan yang sangat elit dan mungkin mahal untuk ukuran Maya. Dika dan Maya memakannya sambil menikmati alunan musik romantis yang khusus dipesan untuk makan malam saat ini.
"Maya..!!"Panggil Dika lembut setelah dilihatnya Maya sudah selesai makan.
"Iya mas..!!"
"Sesuai dengan yang sudah pernah mas bilang, mas mau pergi ke Amerika."
"Iya, Maya kan sudah tau mas. Memangnya kapan mas berangkat?"Tanya Maya
"Besok May."
"Besok? Kok cepat banget?"
"Semakin cepat semakin bagus Maya. Kan bisa selesai secepatnya."Dika beralasan.
"Baiklah mas. Maya hanya bisa mendukung mas dan berdoa saja. Semoga semua urusan mas di sana cepat selesai. Sehingga pernikahan kita dilaksanakan tepat waktu."Maya mengalah.
"Iya May. Mas akan kembali tepat waktu dan akan menikah dengan kamu sayang. Mas juga sangat ingin menikah dengan kamu. Kamu nggak perlu cemas ya."
"Baiklah mas. Maya akan mencoba ikhlas dan akan dengan sabar menanti kepulangan mas. Baik-baik di sana ya."
__ADS_1
"Makasih May..!!"