Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 42


__ADS_3

Dika Meeting Dengan Dimas, Nicko dan Dani.


Jessy menelpon Dika yang masih di jalan menuju kantornya. Dia mengabarkan sesuatu.


****Tut.. tut...****


"Ya Jess...!!"Jawab Dika memakai earphone nya saat mengangkat telpon saat menyetir mobil.


"Elu masih lama sampai kantornya Dik?"Tanya Jessy.


"Kayaknya sekitaran setengah jam an lagi deh. Kenapa Jess..??"


"Tadi Pak Dani asistennya Pak Anwar telpon ke kantor. Katanya sekarang Pak Dani ada di Jakarta."


"Apa? Pak Dani di Jakarta? Kok tumben nggak ngabarin?"


"Dia dari tadi telpon elu tapi katanya telpon elu nggak diangkat-angkat."Jelas Jessy.


"Masa sih?"Dika pun memeriksa handphonenya.


"Iya Jess, ada lima kali panggilan tak terjawab."Lanjut Dika.


"Ya ampun Dik..!! Dari mana aja lu sampai-sampai telpon nggak diangkat? Keenakan pacaran ya lu? hahahaha...!!"


"Ada masalah sedikit tadi di cafe Jess. Lu tau kan si Milea itu, dia ngelabrak Maya di cafe. Gila nggak tuh cewek?"Cerita Dika sambil terus menyetir mobilnya.


"Kok bisa? Memangnya apa hak dia sih melabrak Maya segala?"Tanya Jessy sebel.


"Itulah yang gue heran kan juga. Padahal gue kan nggak pernah ada hubungan apa-apa dengannya."Keluh Dika pada Jessy


"Sabar ya Dik. Biasa cewek aneh memang kayak gitu. Dia mungkin merasa kalah sama Maya. Karena Maya yang hanyalah mantan OG bisa merebut hati lu. Sementara dia dengan segala macam caranya tak membuatmu bergeming sedikit pun."Pendapat Jessy.


"Mungkin kamu benar Jessy. Oh iya back to the topic memangnya tadi Pak Dani telpon ada apa?"Tanya Dika.


"Oh iya sampai lupa. Tadi Pak Dani bilang besok dia mau mengadakan meeting tertutup sama elu, mas Dimas dan mas Nicko di kantor kita."Jelas Jessy.

__ADS_1


"Kenapa tiba-tiba gitu sih? Ada apa ya Jess?"Dika heran.


"Kurang tau sih Dik. Ya udah sih tinggal lihat besok saja. Gue ngabarin elu takut besok gue lupa."


"Oke thanks Jess..!!"


Dika pun mematikan telpon dari Jessy. Dia meneruskan fokus menyetir mobilnya. Banyak hal berkecamuk di kepalanya saat ini. Dika bingung kenapa Dani tiba-tiba datang dari Amerika ke Jakarta. Dia berpikir apakah ada hal yang sangat penting hingga Dani datang ke Jakarta. Dika pun tetap menyetir mobil ke kantor dan mengerjakan pekerjaan yang tertunda.


***** Keesokan Harinya *****


Dika, Dani, Dimas dan Nicko pun sudah berkumpul di kantor Dika. Mereka berkumpul di ruangan meeting. Mereka berempat mengadakan meeting tertutup.


"Selamat pagi semuanya. Senang sekali bisa bertemu lagi dengan kalian lagi."Sapa Dani.


"Selamat pagi Pak Dani."Ucap Dika, Dimas dan Nicko serentak.


"Maaf Pak Dani, saya bertanya-tanya dari kemaren tumben Pak Dani datang ke Indonesia? Ada apa? Apa ada hal penting yang harus kita ketahui?"Tanya Dika.


"Iya benar bro Dani. Ada apa?"Tanya Dimas


"Maaf kalo kedatangan saya mendatangkan kecemasan pada kalian semua. Saya ke sini hanya melakukan pemeriksaan menyeluruh saja sekaligus ada urusan pribadi Pak Anwar yang harus saya sampaikan juga pada kalian semua."Jelas Dani.


"Kita semua tau kalo Pak Anwar sekarang berada di Amerika dan memantau pekerjaan perusahaan dari laporan dari kalian semua keluarganya di sini. Jadi dia melihat semuanya. Saya di sini memastikan laporan kalian dengan bukti di lapangan. Bukan berarti Pak Anwar tidak percaya pada kalian. Tapi, Pak Anwar ingin memisah antara perusahaan di Indonesia dengan perusahaan di Amerika. Dia ingin memberikan atau membagi tiga perusahaan Pak Anwar di Jakarta sesuai bidang yang kalian bisa. Misalnya Pak Dika mahir di bidang bisnis elektronik, Pak Dimas mahir di bidang property dan Pak Nicko mahir di bidang pangan atau makanan. Saya di utus ke sini untuk membaliknamakan perusahaan - perusahaan itu kepada kalian bertiga sesuai bidang masing-masing untuk mencegah masalah di kemudian hari."Jelas Dani.


"Maksud Pak Dani semua perusahaan Pak Anwar di Indonesia mau diberikan kepada kami bertiga?"Tanya Dika.


"Iya. Dia memberikan untuk ketiga anak Pak Handoko sahabatnya."Kata Dani.


"Kenapa seperti itu? Ini seperti Pak Anwar memberikan wasiat kepada kami bertiga. Ada apa memangnya dengan Pak Anwar?"Tanya Dimas


"Pak Anwar sekarang sedang sakit. Dan ada perusahaan pesaingnya di Amerika yang ingin menjatuhkan perusahaannya. Dia ingin menyelamatkan perusahaannya di Indonesia ini karena pesaingnya itu tidak mengetahui adanya perusahaan Pak Anwar yang lain selain di Amerika. Dan beliau sangat percaya dengan kalian bertiga bahwa kalian tidak mungkin menipunya."


"Aku sudah mulai menangkap maksud kamu Bro Dani. Maksud kamu, kita akan dibuat seperti pemilik fiktif perusahaan ini kan tapi tetap memberikan setoran seperti biasanya pada Om Anwar kan?"Dimas menganalisis maksud Dani.


"Iya benar bro. Pak Anwar sangat khawatir dengan keluarganya yang ada di Amerika. Dia nggak mau kehidupan keluarganya akan berantakan apabila nantinya dia sudah tiada."Kata Dani lemah.

__ADS_1


"Om Anwar sakit apa Pak Dani?"Tanya Dika.


"Om Anwar terkena serangan jantung saat perusahaannya ditikung oleh pesaingnya di sana. Dengan sengaja membakar salah satu pabriknya di sana. Saham perusahaannya di sana pun anjlok. Banyak desas desus yang mengatakan kalo perusahaan pak Anwar akan bangkrut di sana. Tadinya Pak Anwar ingin salah satu dari kalian bertiga bertindak sebagai pembeli perusahaan itu dan menyelamatkannya dari krisis. Tapi dia mengingat kalo kalian punya keluarga masing-masing dan nggak bisa ditinggalkan. Juga Dika akan segera menikah. Jadi dia nggak tega mengganggu kalian dan tidak ingin juga melibatkan kalian dalam masalahnya. Pak Anwar takut kalian terkena imbas masalah itu."Jelas Pak Dani lagi.


"Begini saja Pak. Karena saya sudah banyak berhutang budi dengan om Anwar , saya akan ke Amerika sebelum saya menikah untuk mengurusi semua perusahaannya di sana sebelum anak om Anwar bisa mengurus perusahaannya om Anwar di sana."Dika menawarkan diri.


"Trus gimana dengan perusahaan kamu di sini? Dan gimana persiapan pernikahan kamu Dika?"Tanya Dimas khawatir.


"Kan mas bisa tolong mengurusi perusahaan Dika dibantu oleh mas Nicko. Kalian mau kan? Kalo urusan pernikahan Dika masih bisa di bantu oleh Kak Celyn, kak Dinar dan Nek Imah yang akan membantu Maya mempersiapkan semuanya. Saya akan usahakan kembali ke Indonesia dua minggu sebelum waktu pernikahanku."


"Kalo mas sih nggak masalah kalo harus membantu kamu mengurus perusahaan kamu. Iyakan Nicko?"


"Iya benar mas Dimas. Karena nggak mungkin kita yang pergi ke sana. Kamu tau sendiri kakak kamu sedang hamil besar."Ucap Nicko.


"Itu sebabnya aku yang turun tangan ke sana mas. Kalian punya keluarga yang harus di urus. Sementara Dika masih sendiri. Masih bebas. Hanya Dika juga menitip Nenek ya. Kasian nenek tinggal sendiri di rumah."


"Nanti nenek tinggal di rumah saya saja Dik. Lagian kasian Dinar tak ada yang jagain di rumah. Mas sering bolak balik Singapura Jakarta untuk mengurus perusahaan di sana."


"Makasih ya mas Nicko."Ucap Dika.


"Sama-sama Dika. Kita kan keluarga".


"Iya mas."


"Baiklah kalo begitu, keputusannya seperti yang kita diskusikan kali ini. Saya akan mendiskusikan kembali kepada Pak Anwar. Tapi saya tetap akan memindahnamakan perusahaan di Indonesia atas nama Celyn dan Dinar yang diwakili oleh suami masing-masing dan atas nama Dika. Dan kalian harus tetap melaporkan perkembangan perusahaan dan membagi hasil pada Pak Anwar. Dan setelah semuanya selesai saya dan Dika akan ke Amerika mengurus perusahaan di sana secepat mungkin."Dani mengingatkan.


"Tidak perlu khawatir Pak. Yang sudah menjadi bagian om Anwar kita akan tetap berikan tanpa memotongnya sedikit pun seperti biasanya."Ucap Dimas mantap.


"Iya Pak Dani. Saya akan mempersiapkan segalanya agar kita bisa ke Amerika secepatnya sebelum keadaan perusahaan di sana semakin parah. Saya kasian melihat om Anwar disana. Biar bagaimana pun saya sudah menganggap Om Anwar sebagai pengganti papa dan mama yang sudah meninggal."Ucap Dika jujur.


"Makasih Pak Dika. Baiklah, mulai hari ini saya akan mengurus segalanya dengan pengacara perusahaan agar semuanya bisa cepat selesai dan kita bisa ke Amerika."


"Siap Pak Dani."Kata Dika.


"Kalo begitu meeting kali ini selesai. Lain kali kita akan sambung membahas kembali masalah ini."Ucap Dani.

__ADS_1


"Iya Pak Dani."Kata Dika, Dimas dan Nicko serentak.


Setelah itu mereka berempat pun selesai meeting. Keempatnya pun kembali mengerjakan apa yang harus mereka kerjakan untuk kepentingan perusahaan mereka masing-masing.


__ADS_2