
Maya Membantu Nek Imah Memasak Untuk Makan Malam Keluarganya Dika.
Keesokan paginya Dika terlihat sangat senang sekali. Nek Imah yang memperhatikan gerak gerik Dika pun memasang wajah curiga padanya.
"Ada apa ya dengan Dika? Kayaknya dia bahagia sekali. Apa terjadi sesuatu kemaren malam? Soalnya kata bibi, Dika keluar sekitar jam sepuluhan dan kembali dua jam kemudian. Apa kutanya aja kali ya."Gumam Nek Imah dalam hati
Akhirnya Nek Imah memutuskan untuk bertanya pada Dika.
"Tumben senang banget Dika? Ada apa? Cerita dong ke nenek."Pinta nek Imah.
"Ahh nenek. Dika nggak kenapa-kenapa kok. Dika biasa aja."Jawab Dika.
"Masa sih?"Ucap Nek Imah.
"Oh iya Nek, ini laporan cafe minggu ini. Maya nggak bisa langsung ke nenek. Dia lagi sakit. Kemaren malam dia terjatuh dan kaki tangan nya lecet. Sekalian Dika minta izin ya kalo Maya hari ini nggak masuk kerja. Dika ngelarang dia kerja selama kakinya sakit"Ucap Dika panjang lebar.
"Maya? Kamu ketemu Maya kemaren ya makanya kamu malam-malam keluar rumah?"Selidik Nek Imah.
"Heheheh.. Nggak sengaja nek. Kemaren malam karena nggak bisa tidur Dika keluar. Nggak sengaja ketemu Maya yang terduduk di tepi trotoar karena tidak bisa berdiri lagi jadi Dika membantunya dan mengantarkannya pulang."Jelas Dika.
"Ooo gitu..!!"Nek Imah mengangguk mengerti.
"Oh ya Nek. Dika pengen membuat makan malam keluarga deh. Kan semenjak kak Dinar hamil kita belum adain acara syukuran kecil-kecilan. Kita sekeluarga saja Nek. Kak Celyn bersama Mas Dimas dan Satria. Kak Dinar bersama dengan mas Nicko. Sesekali Dika ingin berkumpul dengan keluarganya Dika. Boleh nggak Nek?"Tanya Dika.
"Ya bisa dong sayang. Malah nenek senang banget. Nenek atur ya semuanya."Jawab Nek Imah.
"Iya Nek. Nggak perlu repot-repot. Nenek nggak perlu masak. Kita pesan makanan di cafe nenek saja ya."
"Nggak Dika. Nenek mau masak sendiri saja. Kan cuma untuk beberapa orang saja. Nenek pasti bisa kok. Kalo nggak nenek minta bantuan Maya saja deh. Kata Pak Roni, masakan Maya enak. Bahkan ada beberapa menu di cafe itu hasil kreasi Maya. Dan banyak yang suka katanya."Usul Nek Imah
"Ya sudah deh. Terserah nenek saja. Dika menyerahkan semuanya sama nenek."Dika pura-pura mengalah tapi dia memang senang karena nek Imah mengusulkan Maya membantunya memasak.
"Mau kapan acaranya Dika?"
"Malam minggu aja Nek. Kan biar mereka semua bisa nginap di rumah kita Nek."Usul Dika.
"Ide yang bagus Dika. Nenek juga mau cerita-cerita sama mereka semua. Nenek kangen suasana ramai di rumah kita ini."Jawab Nek Imah.
"Baguslah kalo nenek setuju. Dika nanti yang sampaikan ya sama Maya untuk bantu nenek masak di rumah kita Sabtu nanti."
"Kamu nggak perlu repot Dika. Nenek sendiri kan bisa menelponnya."
"Jangan Nek. Hari ini Dika mau ngejenguk Maya sepulang kerja. Nanti sekalian aja Dika ngomong sama Maya."
"Nenek kok ngerasa ada udang di balik bakwan ya dengan semua ini? Hayo ngaku apa yang kamu rencanakan Dika?"Mata nenek memandang pandangan curiga dengan kelakuan Dika.
Dika yang dilihatin neneknya seperti itu jadi salah tingkah. Dika tau neneknya itu paling tak bisa dibohongi oleh Dika. Nek Imah lah yang sangat mengenal gerak gerik Dika selama ini.
"Ihh nenek kok ngeliatinnya kayak gitu sih? Dika risih ahh diliatin kayak gitu."Protes Dika.
"Nenek tau kamu menyembunyikan sesuatu Dika dari nenek. Nenek bisa ngeliat dan membaca sikap kamu. Baiklah kali ini nenek akan diam tak akan memaksa kamu. Tapi nenek yakin sebentar lagi kamu akan jujur sama nenek."Nek Imah berkata dalam hatinya.
__ADS_1
"Iihhh nenek..!! Udah ahh ngeliatinnya kayak gitu. Dika bener-bener nggak nyaman nenekku sayang."
"Baiklah. Mungkin kamu belum siap cerita sekarang. Tapi nenek akan menunggu kejujuran hubungan kamu dengan Maya ya."
"Wah.. hebat nih nenek. Tau aja apa yang aku sembunyikan dari dia. Hahahha..!! Maaf ya Nek. Sabtu nanti, nenek dan kedua kakak Dika akan tau semuanya. Dika janji deh." Dika berkata dalam hati
"Ya udah nek. Dika berangkat ke kantor dulu ya."Dika akhirnya pergi secepatnya sebelum Dika tidak bisa menyembunyikan apapun dari Nek Imah.
"Baiklah Dika. Hati-hati di jalan ya. Semangat kerja juga sayangnya nenek."Ucap Nek Imah.
"Iya nenekku sayang. Bye..!!"Dika memeluk neneknya lalu pergi.
**** Hari Sabtu ****
Sesuai rencana mereka, bahwa hari Sabtu Dika mengadakan makan malam keluarga dengan kedua kakaknya beserta masing-masing suaminya. Maya pagi-pagi sekali sudah datang ke rumah Dika untuk membantu Nek Imah memasak di rumah mereka sesuai dengan permintaan Dika tiga hari yang lalu.
#Flashback On#
Sepulang kerja Dika mengunjungi rumah Maya. Dika membawa makanan dan buah sebelum menjenguknya ke sana. Sesampainya di rumah Maya, Dika di sambut baik oleh Mama Maya dan Adit adiknya Maya.
"Eh Nak Dika sudah datang?"Sapa Mama Maya.
"Iya tante. Maaf ya Dika baru datang sore soalnya Dika harus kerja dulu baru ke sini."
"Nggak apa-apa Nak."
"Oh ya bu ini Dika bawa makanan dan sedikit buah. Silahkan di makan ya tante..!!"
Mama Maya memanggil Maya keluar kamarnya karena kedatangan Dika. Maya pun keluar dari kamarnya. Maya sedikit berdandan mendengar kedatangan pacar barunya. Dika memoles sedikit bedak ke wajahnya dan memakai lip gloss sekelak.
"Hai mas..!! Tumben datang ke sini."Sapa Maya kaku.
"Pasti mas datang kesini dong menjemput pacarnya mas yang sedang sakit. Gimana kaki kamu? masih nyeri?"Tanya Dika perhatian.
"Udah nggak sakit kok mas. Udah bisa jalan seperti biasa. Nih kamu lihat mas..!!"Maya berjalan kesana kemari memperagakan kakinya.
"Oh iya ya. Baguslah. Oh iya May, Sabtu nanti kamu bantuin nenek masak ya. Mas mau ngadain makan malam bareng keluarga mas. Mas punya rencana mau memperkenalkan kamu secara resmi sebagai pacar mas dengan mereka. Mau kan?"Ajak Dika.
"Tapi kita kan baru sehari pacarannya mas. Memangnya nggak kecepatan?"
"Ya nggak lah. Kan kita sudah berbulan-bulan kenal. Pacarannya aja yang baru sehari. Nggak apa-apa dong kalo Dika mau mengenalkan kamu pada kedua kakaknya mas."
"Iya Maya. Datang aja. Kan cuma kenalan doang nggak masalah kok."Mama Maya memecah obrolan mereka.
"Tapi ma, Maya masih takut. Trus Maya takut kedua kakaknya Mas Dika nggak terima Maya. Trus Maya juga kan nggak punya gaun untuk makan malam bersama ma."Maya menjelaskan kekhawatirannya.
"Kamu tenang aja. Kedua kakakku nggak melihat orang dari status sosial kok. Mereka juga sangat baik dan ramah. Dan untuk masalah gaun kamu tenang saja mas yang akan mengurusnya."Dika menenangkan
"Iya kak. Ikut saja. Adit mendukung kok. Lagian mas Dika itu baik. Kakak berhak untuk bahagia."Adit bergabung dengan obrolan mereka.
"Baiklah kalo itu pendapat kalian. Sabtu nanti Maya akan datang membantu nenek memasak makanan untuk keluarga mas Dika."Maya akhirnya setuju.
__ADS_1
"Makasih ya Maya..!!"Dika hendak memeluk Maya tapi tertahan karena adanya mama dan adik Maya.
#Flashback Off#
Melihat Maya sudah datang, nek Imah menyambutnya dengan bahagia.
"Kamu udah datang May?"Sapa Nek Imah.
"Udah Nek."
"Kamu taruh barang kamu di kamar tamu ya. Biar kita bisa masak. Oh ya kamu sudah sarapan?"Kata Nek Imah.
"Udah Nek. Tadi sebelum ini Maya udah makan di rumah."Jawab Maya.
"Ya sudah yuk kita langsung masak."Ajak Nek Imah.
"Ayo Nek.."
Nek Imah mengajak Maya ke dapur. Nek Imah sudah mempersiapkan semua bahan yang akan mereka masak saat ini. Nek Imah mengeluarkan semuanya agar mereka mulai memasaknya. Banyak sekali menu yang harus mereka masak.
Tak terasa sudah hampir jam tiga sore. Akhirnya semua menu sudah selesai mereka masak. Maya dibantu oleh ART rumah itu dan Nek Imah menata semuanya di meja makan. Hanya tinggal sayur sop saja yang masih ada di atas kompor agar dapat dengan mudah dipanaskan saat kedua kakaknya Dika beserta keluarganya nanti datang.
"Akhirnya selesai juga ya..!!"Kata Nek Imah puas.
"Iya Nek.!"
"Ya ampun, nenek sampai lupa ngasi kamu makan dari tadi. Kamu pasti lapar. Kita makan dulu ya."Ajak Nek Imah.
"Nanti aja Nek. Semua aroma masakan tadi masih di hidung Maya. Kalo ada Maya mau makan roti saja sama teh manis untuk mengganjal perut Maya."Usul Maya.
"Iya kamu benar juga. Ya sudah. Untungnya nenek selalu ada roti. Ntar ya nenek suruh bibi ambilin dan buatin kamu teh manis."Kata Nek Imah.
"Jangan Nek. Kasian bibi itu. Dia juga kecapekan Nek. Biar Maya ambil sendiri saja rotinya dan buat teh manis sendiri. Tadi Maya lihat roti, bubuk teh dan gulanya ada di lemari itu."Tunjuk Maya.
"Iya kamu benar May. Ya sudah kalo kamu mau buat, sekalian buatin punya nenek ya."Pinta Nek Imah.
"Siap Nek."Maya semangat mengerjakannya
Maya pun lalu mengolesi roti dengan selai coklat lalu membuatkan teh manis untuk mereka berdua. Dengan lahap mereka memakan roti dan menghabiskan teh manisnya.
"Abis ini kamu mandi ya May, trus istirahat di kamar tamu itu. Biar sisanya bibi saja yang kerjain semuanya. Kasian kamu kecapekan."Kata Nek Imah tulus.
"Iya Nek."
"Oh iya nanti kamu ikut saja makan malam sama kami. Biar nenek kenalin sama keluarganya nenek."
"Memangnya nggak apa-apa Nek?"
"Ya nggak apa-apalah. Nenek malah senang."Ucap Nek Imah.
"Baik Nek..!!"Sahut Maya.
__ADS_1
Setelah makan, Maya mengangkat gelas kotor itu dan meletakkannya ke westafel itu. Maya mencucikannya sebentar. Lalu Maya pergi ke kamar tamu rumah itu. Dia mandi dan membersihkan dirinya di sana. Untungnya Maya membawa baju ganti dan peralatan mandi. Maya mandi lalu istirahat di kamar itu dan menunggu waktu makan malamnya mereka nanti.