Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 8


__ADS_3

Operasi Mama Maya.


Dika dan Maya menyelesaikan pembayaran biaya operasi mamanya Maya agar dia bisa dioperasi secepatnya. Setelah itu, Dika dan Maya kembali menunggu proses yang harus dilewati untuk memulai sebuah operasi.


Akhirnya mama Maya dioperasi. Dika dan Maya menunggu di depan ruang operasi. Maya terlihat sangat cemas. Di selah-selah menunggu berjalannnya operasi mama Maya, Maya mengajak Dika ngobrol untuk mengurangi ketegangan mereka.


"Mas Dika, terima kasih banyak atas segalanya ya. Saya nggak tau jika mas Dika tidak datang tepat waktu tadi. Mama pasti juga tidak akan tertolong. Padahal kita baru bertemu dan kenal hari ini. Tapi mas sudah banyak membantu saya hari ini. Saya janji mas, setelah ini saya akan bekerja keras untuk membayar hutang saya ke mas."Maya berkata dengan mimik yang memang penuh dengan rasa bersyukur karena kebaikan Dika padanya.


"Tidak perlu dipikirkan mbak. Mungkin Tuhan mengizinkan mbak hampir saja saya tabrak untuk tujuan ini dan saya percaya Tuhan telah mengatur segalanya sehingga saya bisa membantu mbak hari ini. Jangan terlalu dipikirin soal itu. Yang terpenting mamanya mbak bisa selamat dan tertolong ya. Banyak - banyak berdoa ya mbak."Ucap Dika.


"Jangan panggil saya mbak dong. Saya ngerasa tua. Saya rasa umur mas lebih tua dari saya. Panggil saya Maya saja."Usul Maya.


"Baiklah mbak..!! Ehh salah maksudku May."Ucap Dika lagi.


"Oh iya ngomong-ngomong, tadi mas kan sudah pergi dari rumah saya kenapa tiba-tiba balik lagi ke rumah. Apa ada yang ketinggalan?"Tanya Maya.


"Astaga..!! Iya May. Tadi aku balik ke sana mau mengambil handphone ku yang ketinggalan di meja di samping tempat tidur kamu. Tadi saya meletakkan di situ saat membantu kamu tidur di tempat tidur tadi. Eh, malah lupa apa tujuan saya ke sana karena paniknya. Pasti handphone nya masih di sana."Dika menyadari tujuannya semula kembali ke rumah Maya tadi yang dia lupakan.


"Aduh, saya juga nggak memperhatikannya dari tadi mas. Nanti deh, kalo mama sudah selesai operasi mas bisa ambil handphonenya di rumah saya. Atau mas mau ambil sekarang saja? Biar saya suruh adik saya memberikannya pada mas di rumah. Atau saya suruh adik saja ke sini mengantarnya jika mas benar-benar membutuhkannya."Usul Maya.


"Lebih baik kamu menyuruh adik kamu saja deh mengantarnya ke rumah sakit ini. Sekalian kamu mengabari keadaan mama kalian di sini. Saya sangat membutuhkannya sekarang. Ada klien yang ingin saya hubungi dan itu sangat penting untuk kelangsungan bisnis saya. Tapi kalo kamu nggak keberatan sih May."Jawab Dika.


"Ya jelas saya nggak keberatan sih mas. Kan mas sudah banyak membantu saya seharian ini. Kalo memang handphonenya penting biar saya telpon adik saya dan menyuruh dia mengantarnya ke rumah sakit. Saya rasa dia sudah pulang dari sekolah kok jam segini."Kata Maya.


"Baiklah Maya. Makasih banyak ya."Dika menjawab singkat.

__ADS_1


Maya lalu mengambil handphonenya yang ada di saku celananya. Dia menekan nomor adiknya yakni Adit. Setelah tiga kali berdering, Adit pun mengangkat telpon dari kakaknya itu.


"Hallo kak..!!"Sahut Adit saat mengangkat telponnya.


"Hallo Adit. Kamu dimana?"Kata Maya.


"Justru aku yang mau tanya, kakak sama mama ada di mana. Ini Adith di depan rumah, tapi Adit melihat pintunya nggak terkunci. Kalian dimana kak?"Tanya Adit.


"Kakak sama mama di rumah sakit Dit. Tadi mama pingsan. Jadi kakak dan teman kakak membawa mama ke rumah sakit. Sekarang mama sedang di operasi di sini."Jelas Maya.


"Mama kenapa kak? Kok bisa sampai di operasi segala?"Adit pun panik.


"Nanti kakak jelasin di rumah sakit saja ya. Kakak mau minta tolong dulu sama kamu sekarang. Bolehkan?"Tanya Maya.


"Ya boleh dong kak. Kakak mau Adit bantu apa?"Tanya Adit.


"Baiklah kak. Adit ganti baju dulu baru Adit akan mengambil handphone dan membawa baju ganti kakak dan mama ke rumah sakit. Tunggu Adit di sana ya. Oh ya rumah sakit mana ya kak?"Kata Adit.


"Rumah Sakit ABC Dit. Itu loh yang nggak jauh dari rumah kita. Kamu bisa naik angkot sekali saja ke sana."Ucap Maya memberi arahan pada adiknya.


"Baik kak. Tunggu Adit di sana. Tak sampai satu jam, Adit pasti akan sampai di rumah sakit itu."Jawab Adit yakin.


"Terima kasih Adit..!!"Maya pun menutup telponnya tanpa menunggu jawaban dari Adit adiknya itu.


Setelah mematikan telponnya Maya kembali menjalankan kursi rodanya dengan kedua tangannya memutar roda kursi itu agar bisa berjalan menuju ke arah Dika. Mereka berdua tidak banyak bicara karena mereka memang tidak saling kenal dan tak ada hal yang bisa dibicarakan. Mereka hanya menunggu di dalam diam.

__ADS_1


Tak sampai satu jam kemudian, Adit sampai ke rumah sakit tempat mamanya di rawat. Dia langsung menanyakan kepada suster di mana ruang operasi. Adit pun berjalan ke tempat itu sesuai dengan arahan dari suster.


"Kak Maya..!!"Panggil Adit yakin tak yakin karena melihat seorang perempuan mirip kakaknya tapi memakai kursi roda.


"Adit. Kamu sudah sampai?"Kata Maya membalikkan kursi rodanya melihat kedatangan adiknya.


"Loh, kakak kenapa di kursi roda? Apa yang terjadi pada kakak?"Tanya Adit panik.


"Kakak nggak apa-apa Adit. Nanti kakak ceritain semuanya sama kamu. Sekarang kita fokus pada kesembuhan mama dulu ya."Kata Maya diplomatis.


"Baik kak..!!"Adit menurut saja.


"Oh ya pesanan kakak sudah kamu bawa kan?"Tanya Maya.


"Udah kak. Ini baju gantinya dan ini handphone teman kakak."Ucap Adit dengan menunjukkan barang-barang yang dipesankan kakaknya itu.


"Makasih ya Adit."Ucap Maya singkat.


Maya mengambil handphone yang diberikan Adit padanya. Lalu Maya menjalankan kursi rodanya mendekat ke Dika.


"Mas, ini handphone kamu kan?"Kata Maya sambil menyerahkan handphone Dika.


"Iya. Makasih ya Maya. Adik kamu sudah datang ya?"Tanya Dika sambil menerima handphone itu dari Maya


"Iya. Ini adik saya Adit namanya. Adit kenalin teman kakak namanya mas Dika."Maya memperkenalkan mereka berdua

__ADS_1


Adit dan Dika pun saling berkenalan sambil bersalaman di sana. Dika terlihat sangat ramah pada adiknya Maya. Lalu Dika permisi sebentar untuk menjauh dan menelpon orang sebentar di tempat yang agak sepi di rumah sakit itu. Maya pun mengiyakannya. Dika lalu langsung menjauh dari kakak beradik itu untuk menelpon.


__ADS_2