
Rapat Pemegang Saham.
Dika pun beranjak dari tempatnya setelah Maya keluar. Dika sudah siap dengan apa yang akan dihadapinya. Dika pun sudah tahu apa yang akan dilakukannya di dalam sana.
"Elu dah siap Dik? Elu yakin?"Tanya Jessy saat Dika keluar ruangan kerjanya.
"Gue siap kok Jessy. Doakan gue ya."
"Pastinya lah."
"Makasih. Lu memang sahabat terbaik gue."
Dika pun melangkahkan langkahnya dengan pasti. Dika berjalan menuju ruang meeting di mana para pemegang saham sudah berkumpul untuk menghakimi Dika di dalam sana. Karena memang di dunia bisnis itu tidak ada teman abadi. Kebanyakan dari mereka hanya menjadi teman kalo diperlukan dan menjatuhkan yang lain bila dalam keadaan tersedak untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Pada rapat pemegang saham, telah hadir papanya Milea yakni Pak Ricko dan juga kakak iparnya Dika yakni Dimas beserta jajaran direksi dan pemegang saham lainnya.
"Selamat siang semuanya"Sapa Dika saat memasuki ruangan meeting itu.
"Selamat siang Pak Dika."Semua yang hadir di situ menjawab sapaan Dika tadi.
"Saya datang menghadiri meeting ini untuk mengklarifikasi berita yang menyebar pagi ini. Saya sangat menyesal akan adanya berita hoaks seperti yang telah tersebar dan membuat nama baik saya dan Maya OG yang ada di foto itu menjadi tercemar . Di sini saya dapat memastikan kalo foto yang tersebar itu bukan seperti yang ada di pikiran bapak-bapak sekalian. Saya dan Maya tak berbuat hal yang tidak-tidak di sana. Saya hanya membantunya memasangkan seat belt nya tanpa melakukan apapun. Orang yang mengambil foto itu sengaja mengambil foto dengan angel yang bisa membuat foto itu seakan saya memanfaatkan keadaan dan mencium dia. Saya berani bersumpah demi Allah kalo bukan seperti itu yang terjadi."Jelas Dika.
__ADS_1
"Apa anda bisa membuktikannya Pak Dika? Kalo memang anda tidak bersalah anda harus mencari bukti yang nyata dan mencaritahu siapa yang menyabotase foto itu. Baru kami percaya."Pemegang Saham 1 bicara.
"Benar Pak Dika. Kami nggak bakalan percaya hanya dengan mendengarkan penjelasan bapak. Karena bisa saja bapak hanya ngarang saja untuk membela diri bapak dan perempuan itu. Terus terang saja Pak Dika, kami tidak ingin dipimpin oleh orang yang tak bermoral seperti anda yang memanfaatkan jabatan untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan pada karyawannya sendiri."Pemegang Saham 2 bicara.
"Tapi kita pengennya walaupun Pak Dika menemukan bukti dirinya bersalah atau tidak kami mau OG tersebut di pecat supaya kejadian serupa tidak akan terjadi di masa yang akan datang"Kata Pak Ricko papanya Milea.
"Nggak bisa dong seperti itu Pak. Masa kita harus menghukum orang yang tak bersalah? Dimana rasa kemanusiaan kalian? Apa pernah bapak-bapak sekalian hidup susah yang hanya berharap pada sebuah pekerjaan kecil untuk melanjutkan hidup? Jangan mengambil keputusan se ekstrim itu bapak-bapak. Saya nggak tega melakukan itu."Dika berusaha membela Maya di depan para pemegang saham.
"Pak Dika. Dengan masih adanya OG itu di kantor kita akan merusak citra atau nama baik perusahaan kita. Dan kami di sini tidak mau mengorbankan perusahaan kita hanya demi seorang OG Rendahan itu."Pemegang Saham 3 bicara.
"Maaf bapak-bapak sekalian. Bukannya saya membela Pak Dika yang notabene adalah adik ipar saya tapi saya bisa menjamin kalo apa yang adik saya katakan itu benar. Dika tak mungkin melakukan apa yang kalian tuduhkan itu. Saya berani jadi jaminannya. Kalo masalah Maya, biar saja Dika dia dikeluarkan dari perusahaan ini, toh Maya kan bisa saya pekerjakan di perusahaan saya. Jadi dia tidak akan jadi pengangguran dan masalah kamu dan dia di perusahaan ini selesai. Kita tak perlu memperpanjang atau membesar-besarkan masalah kecil seperti ini. Masih banyak pekerjaan lain yang harus kita lakukan daripada harus mendiskusikan masalah kecil seperti ini. Menurut saya, kita selesaikan masalah ini di sini dan anggap semua masalah ini tidak pernah terjadi. Bagaimana bapak-bapak sekalian?"Dimas membela Dika adik iparnya.
"Baiklah kalo begitu Pak Dimas. Kami akan anggap masalah ini selesai kalo perempuan itu dikeluarkan dari sini. Terserah pak Dimas kalo mau memperkerjakan perempuan itu di kantor anda. Yang penting nama baik perusahaan ini tidak rusak karena moral jelek yang dia timbulkan di sini."Pemegang Saham 2 bicara.
"Lebih bagus begitu Pak Dika. Supaya masalah kecil seperti ini tidak akan terulang lagi."Kata Pemegang Saham 1.
"Berarti keputusannya sudah di buatkan? Kita sudah sepakat kalo Maya akan di keluarkan dari perusahaan ini dan Pak Dika akan mencaritahu dalang dari semua ini dan melaporkannya pada polisi agar menimbulkan efek jera bagi orang yang sudah merekayasa ini semua."Dimas menyimpulkan hasil meeting kali ini.
"Baik Pak Dimas."Semua orang di sana menyetujui apa yang Dimas katakan.
"Kalo begitu meeting kali ini kita sudahi sampai di sini. Dan jangan pernah ada lagi meeting yang membahas hal tak penting seperti ini. Karena hanya akan membuang-buang waktu saja. Selamat siang semuanya dan silahkan kembali ke tempat kalian masing-masing"Dimas membubarkan meeting itu.
__ADS_1
Semua orang yang ada di ruangan itu pun berdiri dan beranjak dari tempat mereka masing-masing. Mereka hendak kembali mengerjakan pekerjaan mereka yang tertunda karena masalah ini. Tinggallah Dimas dan Dika di ruangan itu.
"Makasih ya mas karena mas membela dan percaya padaku. Kalo nggak ada mas, Dika nggak tau harus bagaimana menghadapi orang-orang sok suci seperti mereka semua."Dika bicara pada Dimas.
"Nggak apa-apa Dika. Mas sudah dengar ceritanya dari Nek Imah. Tadi dia menelpon mas untuk membantu kamu di sini. Nek Imah sudah menceritakan semuanya. Tadinya mas nggak mau datang ke sini hanya untuk membahas masalah yang menurut mas nggak ada hubungannya dengan pekerjaan tapi Nek Imah meminta tolong jadi mas kesini. Walaupun Nek Imah tadi nggak bicara apa yang terjadi di awal, mas juga sangat percaya sama kamu Dika. Kamu itu bukan orang yang bermoral rendah seperti itu. Kamu adalah Dika yang sangat menghargai perempuan karena selama ini kamu selalu dikelilingi dan besar bersama kedua kakakmu yang adalah perempuan juga. Mas juga tahu kamu itu kan pemalu kalo urusan wanita. Hahaha..!!"Dimas mencairkan masalah.
"Mas ini,awalnya membela namun akhirnya meledek Dika habis-habisan. Sebel deh."
"Hahaha.. Bercanda Dik. Biar nggak tegang banget kamunya. Ya udah sekarang temui gadis itu dan katakan kalo dia bisa kerja di perusahaan mas mulai besok."
"Makasih mas. Tapi tadi Dika dan berdiskusi sama nenek. Kata nenek dia ingin Maya membantunya di cafe saja. Jadi Maya tidak akan kehilangan pekerjaan dan Dika pun bisa terbebas dari rasa bersalah Dika."Jelas Dika.
"Baguslah kalo begitu. Terserah kamu saja apa yang terbaik menurut kamu Dik. Mas mendukung kamu selalu."Kata Dimas.
"Makasih mas."
"Ya sudah mas balik ke kantor lagi ya. Salam sama Nek Imah ya Dik."Dimas pamit pergi ke kantornya.
"Iya mas. Hati-hati. Salam buat kak Celyn dan Satria kesayanganku."Pesan Dika.
"Iya Dika."Dimas berkata singkat.
__ADS_1
Dimas pun segera bergerak dan beranjak dari ruang meeting itu dan pergi dari sana. Dimas kembali ke kantornya untuk melanjutkan pekerjaannya yang lain yang tertunda karena rapat pemegang saham tersebut.