Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 21


__ADS_3

Kesalahan Pertama Maya Setelah Bekerja Di Perusahaan Dika.


Maya sekarang sudah bekerja di perusahaan Dika sebagai Office Girl. Dia melakukan tugasnya dengan sangat baik. Tak ada sedikitpun complain dari Dika dan Jessy bahkan manager HRD nya yang setiap hari memeriksa hasil kerja Maya. Setiap hari Maya datang tepat waktu dan pulang pun tepat waktu.


Tak terasa hampir dua minggu Maya ekerja di perusahaan Dika. Tapi tak sekali pun Maya bisa bertemu dengan Dika. Dika selalu datang siang sebentar saja kalo ada berkas yang diambil Dika. Kebanyakan Dika meeting di luar.


Ntah kenapa hari ini, Dika sudah di kantor sejak jam delapan pagi. Dika sudah terlihat sibuk berkutat pada pekerjaannya di atas mejanya. Dika mengacuhkan Maya yang sedang di ruangan kerjanya melakukan pekerjaannya sendiri untuk bersih-bersih. Karena kesibukannya dan dikejar waktu Dika hanya melihat sekilas Maya yang sedang bekerja itu.


"Serius juga ya dia kerjanya. Sampai-sampai dia nggak menyapaku sama sekali. Apa dia segan ya sama aku karena dia sudah tau kalo akulah pimpinan di perusahaan ini. Ahh sudahlah, nanti saja aku sapa dia. Aku nggak punya waktu sekarang. Sehabis meeting dengan Pak Ricko baru aku akan mendatanginya dan mengajaknya ngobrol."Batin Dika saat memandang Maya sebentar.


Pagi ini tepatnya jam setengah sembilan pagi, Dika akan kedatangan tamu yakni Pak Ricko dan putrinya Milea. Mereka akan meeting di ruangan Dika untuk membicarakan bisnis di antara mereka berdua. Milea semangat sekali saat papanya bilang bahwa mereka akan bertemu dengan Dika. Milea sepertinya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Dika. Sejak pertemuan pertama mereka di cafe tempat Maya bekerja dulu, Milea selalu menunggu kesempatan akan bertemu dengan Dika kembali. Maklum saja, Dika adalah orang sibuk, tak mudah membuat janji temu dengannya apalagi dengan alasan yang tak penting menurut Dika.


Maya memang sudah sampai di kantor itu jam tujuh pagi. Maya langsung mengambil peralatan kebersihan dan segera membersihkan ruangan Dika duluan. Kemaren ibu Jessy telah memberitahu Maya bahwa pagi ini Dika akan kedatangan tamu dan meeting di ruangan itu.


Mendapati dirinya tak di pandang dan di sapa oleh Dika sedikitpun, Maya keluar membawa semua alat kebersihannya itu dari ruangan Dika setelah semuanya beres. Maya hendak menyimpan kembali barang-barang itu ke gudang penyimpanan di gudang di dekat pantry dan toilet umum lantai sepuluh tersebut.


Saat Maya berjalan, Maya melihat dua orang sedang bicara di dekat pantry. Yang satu laki-laki paruh baya dan yang satu lagi perempuan muda dan modis sekitaran dua puluh tahunan. Karena takut mengganggu Maya pun masuk ke pantry dulu sebelum berjalan ke gudang tempat penyimpanan barang. Maya segan harus melewati mereka berdua.


Kedua orang itu sama sekali tak menyadari keberadaan Maya di dekat mereka. Mereka berbicara di sana supaya tak ada satupun yang mendengarkan apa yang mereka perbincangkan.


"Pokoknya kamu harus bisa merebut hati si Dika itu ya Mil."Kata pria paruh baya itu pada gadis yang ada di depannya yang sepertinya putrinya sendiri.


"Tenang saja pa. Aku pasti bisa mengambil hatinya dan menjadikannya milikku. Itu sudah menjadi keahlianku selama ini."Kata perempuan muda itu.


"Kamu tau kan Milea, perusahaan kita hampir bangkrut karena kamu. Kamu terlalu banyak memakai uang perusahaan untuk pengeluaran nggak penting untuk memenuhi hasrat belanja kamu yang sudah melebihi batas. Dan jika terus menerus begitu, papa yakin kita akan bangkrut. Apa kamu mau hidup melarat tanpa harta?"Tanya pria tua itu.


"Ya nggak dong pa. Milea nggak tau apa artinya itu hidup melarat. Bukan tipe Milea banget hidup miskin. Milea hanya mau hidup bergelimang harta. Kalo memang Milea nggak bisa mendapatkannya lagi dari papa, Milea akan mencari suami kaya yang bisa memenuhi semua kebutuhan hidup Milea. Untungnya Dika itu masih muda dan ganteng. Jadi Milea bisa dapat dua keuntungan. Yang satu Milea tetap bisa hidup enak dan yang satu lagi Milea nggak punya suami yang malu-maluin dan masih bisa di pamerin sama teman-temannya Milea."Ucap Milea sombong.


"Astaga. Kasian sekali mas Dika. Mudah-mudahan mas Dika nggak tertarik sama perempuan model ulat keket kayak gini deh. Kasian mas Dika. Mas Dika itu orang baik. Aku nggak rela dia dimanfaatin oleh kedua orang itu." Batin Maya.


"Nah itu kamu tau Milea. Kamu harus berusaha ya supaya kamu bisa jadi istri Dika pengusaha muda yang kaya raya ini. Biar papa pun nggak akan merasakan hidup susah."Kata papa Milea


"Baiklah pa. Milea akan berusaha dengan segala usaha yang Milea bisa lakukan pa. Papa doain Milea ya."Ucap Milea.

__ADS_1


"Papa akan selalu mendoakan yang terbaik buat anak papa satu-satunya ini."Kata papa Milea.


"Cuihh.. Orang tua jenis apa sih laki-laki tua itu? Masa dia ngedukung anaknya berbuat jahat gitu. Nggak masuk akal. Baiklah kalo begitu aku akan mengerjai kalian berdua agar kalian membatalkan niat jahat kalian berdua itu." Batin Maya.


Maya yang nggak terima Dika orang yang sudah banyak berbuat baik padanya di sakitin dan dimanfaatin orang. Maya berniat untuk menyiram perempuan yang bernama Milea itu dengan air dari kamar mandi agar perempuan itu basah dan batal ketemu dengan Dika.


Tak menunggu lama, Maya pun mengambil ember bekas pel nya tadi. Dibuangnya air yang ada di sana dan dibersihkannya lalu menampung air baru yang akan dia siramkan pada Milea. Maya pun menunggu waktu tepat untuk menyiramkannya.


Saat Milea dan papanya hendak berjalan masuk ke ruangan Dika, Maya pun mulai beraksi. Maya keluar dari kamar mandi dengan membawa ember berisi air itu.


****Brukkk....*****


Maya pura-pura terjatuh lalu menyiramkan air tersebut tepat di baju perempuan yang bernama Milea itu. Dress ketat mini yang dipakainya pun basah kuyup. Maya yang melihat hal itu hanya tersenyum yang disembunyikan seraya pura-pura meminta maaf pada perempuan itu.


"Aduh mbak.. Maaf.. Saya nggak sengaja. Saya tadi kesandung sesuatu dan jatuh. Maaf baju mbak jadi basah..!!"Maya bangkit dari jatuhnya dan berpura-pura mengelap baju Milea dengan lap yang dia pakai membersihkan meja tadi alias lap kotor.


"Heyy.. Jangan buat baju ku tambah kotor dengan tangan dan lap kotor kamu itu. Kamu tau nggak berapa harga baju ini? Harga baju ini setara dengan gaji kamu setahun. Apa kamu sanggup menggantinya?"Milea marah besar karena dress nya basah sehingga penampilannya berantakan sekarang.


"Maaf mbak. Saya benar-benar nggak sengaja"Maya pura-pura menyesal.


"Saya minta maaf mbak. Eh, nona maksud saya.!!"Maya nggak senang mendengar omongan Milea tapi nggak bisa berbuat apapun.


Milea terus mengomeli Maya. Maya yang diomeli hanya diam. Dia nggak mau melawan karena dia memang salah. Dia memang sengaja melakukan hal itu.


Mendengar ribut-ribut tersebut, Dika dan Jessy keluar dari ruangannya hendak melihat apa yang terjadi di sana.


"Ada apa ini?"Tanya Dika saat melihat Maya diomelin panjang kali lebar oleh Milea.


"Ini mas. OG kamu ini kurang ajar. Masa dia nyiram air ke baju aku. Trus pake dilap pake lap meja lagi. Kan kotor mas. Penampilan aku jadi rusak deh."Adu Milea pada Dika.


"Benar itu Maya?"Tanya Dika pura-pura tegas.


"Benar pak. Tapi saya nggak sengaja. Kakiku kesandung sesuatu, jadi nggak sengaja menyiram mbak eh nona ini. Trus saya spontan hendak membersihkan baju nya tapi saya lupa kalo lap ini tadi bekas ngelap meja dan kursi di ruangan Pak Dika."Jelas Maya pura-pura polos. Jessy yang mendengarnya pun tertawa ditahan.

__ADS_1


"Dia nggak sengaja Milea. Apa kamu bawa baju ganti? Kamu ganti saja baju itu. Jessy, nanti tolong bawa ke laundry ya baju nona ini."Suruh Dika.


"Siap boss.."Kata Jessy singkat.


"Loh gitu aja penyelesaiannya?"Milea kecewa Dika tak membelanya.


"Jadi mau gimana lagi?"Dika pura-pura nggak tau.


"Pecat dong dia nya mas. Supaya jadi pelajaran untuknya agar bisa kerja lebih bagus lagi di tempat lain."


"Nggak mungkin saya pecat dia hanya karena masalah kecil. Apalagi dia sudah mengakui kalo dia tak bersalah."Ucap Dika.


"Siapa bilang bukan masalah besar mas? Lihat nih baju saya basah semua."Ucap Milea.


"Kan baju kamu bisa di laundry? Kita yang nanggung biaya laundry nya. Kan sudah selesai. Lagian tadi kamu bilang kamu bawa baju ganti di mobil. Apa susahnya tinggal ambil saja dan ganti baju kamu. Simple kan?"Dika berkata pada Milea.


"Tapi ini kan baju mahal mas. Mana bisa dia ganti."


"Siapa yang suruh dia ganti? Kan baju kamu nggak robek atau rusak. Jadi nggak perlu di ganti. Cuma perlu di laundry."


"Tapi mas...!!"Milea berhenti karena aba-aba papanya untuk tak memperpanjang masalah karena bisa merusak image Milea di depan Dika.


"Maaf Pak Dika. Kita nggak akan memperpanjang masalah ini."Kata Pak Ricko papa Milea. "Milea kamu turun dan ambil baju kamu. Ganti di kamar mandi ya. Nggak perlu di perpanjang lagi"Lanjut papa Milea.


"Iya pah..!!"Jawab Milea singkat.


Dengan langkah dihentak-hentakkan tanda tak suka, Milea pun berjalan menuju lift untuk mengambil bajunya di mobil dan menggantinya. Saat melewati Maya, Milea berbisik pada Maya.


"Awas kamu ya. Kali ini kamu selamat. Lain kali jangan harap. Kalo Dika sudah ada di genggaman saya. Gembel seperti kamu akan saya tendang jauh-jauh. Ingat itu.!"Ancam Milea.


"Baik nona saya akan ingat. Saya nggak takut pada anda."Maya menjawab ancaman Milea.


Milea pun nggak mau berlama-lama didekat Maya. Dia pun langsung berjalan ke arah lift agar dia bisa turun dan mengambil baju ganti di mobilnya.

__ADS_1


Milea semakin kesal karena semua mata tertuju padanya dan berbisik-bisik. Milea tidak terima dipermalukan seperti itu berniat akan membalaskan sakit hatinya pada Maya suatu hari nanti.


__ADS_2