Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 37


__ADS_3

Makan Malam Membahas Hubungan Maya dan Dika.


"Hmmm masakan Maya enak juga ya Nek..!! Pengen nambah terus nih kayaknya"Ucap Celyn sambil memakan makanan yang ada di meja makan


"Kamu benar sayang. Masakannya memang enak. Mirip masakan kamu ya"Dimas suami Celyn menimpali.


"Iya tante. Satria suka sekali rasanya. Mirip banget sama masakan mama"Satria ikut memuji Maya.


"Aduh, kalian semua terlalu memujiku. Aku jadi malu deh."Maya menundukkan kepalanya.


"Beneran enak kan Nek?"Celyn meminta dukungan nek Imah.


"Iya kamu benar Celyn. Ini memang enak."Nek Imah berkata jujur menyetujui pendapat Celyn.


"Wah kalo Dika nikah sama Maya bisa-bisa Dika gemukan nih kayak mas Dimas. Tuh lihat perutnya aja udah kayak ibu hamil lima bulan. Hehehe..!!"Celyn memukul perut suaminya yang memang semakin membuncit sejak hubunganmya dengan Celyn membaik.


"Ahh sayang..!! Jangan nunjukin tabungannya mas dong. Kamu buat mas malu saja"Dimas menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hahahaha..!!"Semuanya tertawa.


"Bener deh apa kata kak Celyn. Lebih baik kalian halal kan hubungan kalian Dika. Lebih enak loh pacaran setelah menikah. Bebas ngelakuin apa aja. Kalo pacaran aja kan banyak batasan yang perlu di jaga"Kata Dinar

__ADS_1


"Nenek setuju dengan pendapat kedua kakakmu Dika. Nenek ingin kamu secepatnya menikahi Maya. Umur nenek udah nggak lama lagi. Umur nenek sudah hampir tujuh puluh. Nenek ingin sekali kamu menikah supaya tanggung jawab nenek menjaga kalian bisa selesai dan saat nenek bertemu kedua orangtua kalian nantinya di Sorga, nenek tenang dan bisa tersenyum telah melakukan tugas nenek."Ucap Nek Imah panjang lebar


"Nenek jangan bilang gitu ahh. Nenek itu masih muda. Masih tujuh belasan usianya. Nenek masih akan lama menemani Dika menjalani hidup ini."Ucap Dika.


"Nenek sadar diri Dika. Nenek nggak menginginkan apapun lagi. Nenek senang kalian semua hidupnya sudah mapan dan punya perusahaan masing-masing. Kamu mau kan Maya menikah dengan Dika?"Ucap Nek Imah lagi.


Mendengar perkataan nek Imah tadi, Maya yang lagi fokus makan pun akhirnya tersedak. Dika yang melihat itu spontan mengambilkan air putih dan memberikannya pada Maya.


"Pelan-pelan dong May makannya. Jangan sampai tersedak lagi ya. Nih minum dulu."Dika perhatian sekali pada Maya.


"Makasih mas."Maya pun langsung meminumkan air putih yang diberikan Dika.


"Nek, kita baru pacaran beberapa hari. Mungkin Maya belum siap kalo diajak ke arah yang lebih serius. Dika nggak mau terlalu memaksakan kehendak Dika pada Maya. Kasian Maya dong Nek."Dika memberi penjelasan pada neneknya.


"Iya benar Dik. Kalian tunangan aja dulu secepatnya. Baru kalian menikah tiga bulan lagi. Tepatnya setelah lebaran Dik."Usul Celyn.


"Gimana menurut pendapat kamu May?"Tanya Dinar.


"Maya nggak tau mau jawab apa kak. Sepertinya semua ini terlalu mendadak buat Maya. Lagian keluarga mas Dika tidak selevel dengan keluarga saya yang miskin. Apa kalian tidak malu menjadikan aku istri mas Dika?"Tanya Maya.


"Status sosial tidak penting buat kami. Yang penting kalian saling mencintai dan kamu dapat membuat adik laki-laki kita ini bahagia lahir batin kami sudah pasti akan menerima kamu dan keluarga kamu apa adanya."Jawab Celyn diplomatis

__ADS_1


"Apa kakak dan mas dan juga nenek di sini yakin? Apa nanti nggak akan malu-maluin kalian saja?"Maya memastikan.


"Setiap manusia sama dihadapan Allah May. Yang membedakannya hanyalah keimanan dan ketaqwaan kita kepadaNya. Jika kamu memang setuju menikah dengan Dika. Nenek orang pertama yang setuju."Ucap Nek Imah pada Maya.


"Baiklah kalo gitu Maya menyerahkan semuanya kepada mas Dika. Kalo mas Dika memang mau menikah dengan Maya, mas Dika harus membicarakannya terlebih dahulu dengan keluargaku Nek."Jelas Maya.


"Nenek sih oke saja. Nenek ditemani kedua kakaknya Dika beserta para suaminya akan datang ke rumah kamu membicarakannya pada orangtua kamu May. Boleh?"Nek Imah bersemangat sekali.


"Biar Dika omongkan dulu dengan Maya dan keluarganya Nek. Dika nggak mau kesannya kita memaksakan kehendak kita pada mereka."Dika menengahi.


"Bener Nek. Biar Dika membicarakannya dulu sebelum kita tiba-tiba datang ke sana. Takutnya nanti kita dikirain mau demon lagi datang ke rumah Maya tanpa pemberitahuan dulu pada orangtuanya."Celyn mencoba mencairkan pembicaraan.


"Iya benar Nek. Biar Dika dulu ya yang kesana membicarakan semuanya. Nanti kalo sudah ada lampu hijau dari Maya dan keluarganya Dika akan memberitahu kalian agar melamar Maya secara resmi. Cocok nenek rasa?"Usul Dika.


"Baiklah Dika. Apa yang menurut kamu baik saja ya Dika. Nenek akan menyetujui apapun yang kamu lakukan selama itu baik dan sesuai jalurnya."Nek Imah akhirnya menyetujui kemauan Dika.


Setelah itu, pembicaraan pun berhenti sejenak. Mereka fokus lagi makan malam di sana tanpa berkata apapun. Maya yang mengetahui niatan keluarganya Dika yang ingin melamarnya pun hanya diam dan tertunduk saja. Dia tak mengatakan apapun. Dika melihat sikapnya Maya. Dika tau Maya kurang nyaman dengan pembicaraan keluarganya itu.


"Maya maafin keluarga mas ya. Mas tau kamu nggak nyaman. Sehabis ini mas janji akan menjelaskan semuanya pada kamu. Sebenarnya besar keinginan mas ingin segera meminang kamu dan segera menjadikanmu istriku dalam waktu dekat. Tapi mas nggak mau memaksakan kehendak mas pada kamu. Mas tau kamu nggak bisa leluasa memberikan jawaban karena kamu takut mas dan keluarga besar mas merasa sakit hati kalau kamu salah ngomong. Mas akan bertanya pendapat kamu saat mas mengantarkan kamu pulang nanti. Supaya kamu bisa mengutarakan apapun yang ada di hati dan pikiran kamu tanpa takut keluarga mas salah paham dan sakit hati. Apapun itu May, mas janji tidak akan marah ataupun tersinggung. Kamu berhak mengatakan apapun yang ingin kamu katakan tanpa ada yang dipendam di hati." Gumam Dika dalam hati.


Setelah semuanya selesai makan, Maya membantu ART rumah Dika untuk membereskan bekas makanan mereka. Celyn pun tidak tinggal diam. Dia membantu Maya juga menyimpan semua lauk yang masih bisa dimakan besok pagi atau bisa dihangatkan keesokan harinya.

__ADS_1


Maya dan Celyn dengan sigap bekerja sama untuk itu. Lalu Celyn menyuruh Maya membuatkan teh agar mereka dapat mengobrol santai di ruang tamu di temani teh dan cemilan yang tadi Celyn beli dijalan sebelum Celyn dan keluarganya datang ke rumah Dika. Celyn mengetahui nenek tidak akan menyianyiakan perkumpulan mereka di sini. Nenek pasti akan mengajak mereka semua ngobrol bila ada acara kumpul-kumpul begini untuk menghilangkan rasa kangen yang mendalam karena kesibukan mereka.


Maya mengiyakan perintah Celyn. Dengan cepat dia menyiapkan teh beberapa cangkir. Tak lupa Celyn menyusun cemilan buat mereka. Lalu Maya dan Celyn membawa nampan yang berisi teh dan cemilan itu dan bergabung dengan keluarganya di ruang tamu.


__ADS_2