
Akhirnya..
Selepas pamitan pada Pak Anwar, Dika pun hendak pulang dari rumahnya Pak Anwar. Karena rencananya sehabis dari rumah Pak Anwar, Dika ingin berbelanja oleh-oleh yang akan Dika bawa pulang ke Indonesia untuk keluarganya.
"Om, Dika pamit ya. Dika ada urusan lain sehabis ini."Dika membuka obrolan.
"Kenapa buru-buru sih Dik?"Tanya Pak Anwar.
"Iya om. Dika mau beliin oleh-oleh buat keluarga Dika di Indonesia dulu. Kan besok Dika kembali ke Indonesia om. Masa Dika pulang dengan tangan kosong sih."Ucap Dika pada Pak Anwar.
"Iya juga ya. Ya sudah kamu boleh pergi. Ini om ada uang tunai, kamu belanja pakai uang ini saja. Sekalian tolong belikan beberapa barang untuk Kedua kakak kamu, Nek Imah dan calon istri kamu. Ini hadiah dari om sekaligus ucapan terima kasih dari om karena kerja keras kamu selama ini."Pak Anwar membuka laci meja kerjanya dan mengeluarkan segepok uang dari lacinya dan memberikannya pada Dika.
"Nggak perlu repot-repot om. Dika ada uang kok. Lebih baik uangnya om dipakai untuk keperluan berobatnya om. Dari dulu om sudah banyak memberi pada Dika dan keluarga. Itu saja sudah cukup om."Dika menolak dengan lembut.
"Om ikhlas kok. Om juga masih ada simpanan dan cukup untuk kehidupan om dan anak-anak sampai mereka lulus kuliah nantinya. Lagian kan perusahaan sudah mulai bangkit lagi, jadi om nggak bakalan kekurangan uang Dik. Selama dua bulan ini om juga nggak memberikan kamu upah atau gaji. Om jadi nggak enak memperdayakan tenaga dan pikiran kamu secara gratis. Terimalah Dika. Kalo tidak om bakalan nggak enak hati sama kamu."Bujuk Pak Anwar.
Dika pun terdiam sejenak. Dia memikirkan dan melihat mimik wajah Pak Anwar yang memang sungguh-sungguh memberi uang itu padanya. Terlihat tak ada maksud lain di wajahnya. Dika pun akhirnya luluh dan mau menerima uang dari Pak Anwar.
"Baiklah om. Dika terima uang dari om. Terima kasih banyak ya om."Dika mengambil uang yang diberikan Pak Anwar tak lupa mengucapkan terima kasih padanya.
__ADS_1
"Sama-sama Dika. Pergilah sekarang. Nanti takut penjual souvenir nya pada tutup kalo kemalaman. Atau kamu mau diantar sama Dani atau bodyguard nya om? Nggak apa-apa kok."Tanya Pak Anwar.
"Nggak perlu om. Dika mau menikmati waktu sendiri keliling-keliling negara ini. Selama ini kan Dika hanya fokus bekerja untuk memulihkan perusahaan om."
"Ya sudah kalo begitu. Hati-hati ya Dika. Doa om selalu menyertai kamu."Kata Pak Anwar.
"Terima kasih ya om. Kalo gitu Dika pergi sekarang. Sampai ketemu di Indonesia ya om saat pesta pernikahanku nanti."Dika mengingatkannya lagi.
"Iya Dika. Om pasti akan datang ke pesta pernikahan kamu nanti. Jangan khawatir ya."
"Sampai jumpa lagi om dan mas Dani."Dika pun melambaikan tangannya sebelum akhirnya keluar dari ruang kerja pak Anwar.
"Hati-hati Dika"Akhirnya Dani buka suara.
Dika melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dika tak ingin terburu-buru ataupun ngebut di jalanan. Dika sangat menomorsatukan keamanannya sendiri. Dika membuka kaca jendela mobil itu untuk melihat pemandangan yang berada di luar mobil. Dika memandangi semua yang ada di sana.
"Wah.. Sungguh negara yang benar-benar menakjubkan. Infrastrukturnya sangat bagus. Negara ini pun bersih dan bebas dari polusi udara. Tak terdengar juga bunyi klakson tanda ketidaksabaran penduduknya ingin cepat sendiri tanpa memperdulikan orang di sekitarnya. Sayang sekali dua bulan ini aku tak bisa hanya sekedar berkeliling menggunakan mobil. Waktuku hanya kuhabiskan untuk kerja kerja dan kerja. Aku berjanji setelah pernikahanku selesai dan pekerjaanku di Indonesia selesai aku akan membawa Maya berbulan madu dan berkeliling negara ini berdua dengan Maya." Dika berjanji dalam hatinya sendiri.
Setelah puas memandangi keadaan sekitar, Dika pun akhirnya melajukan mobilnya ke sebuah pusat perbelanjaan yang menjual barang-barang branded di negara itu. Dika ingin membelikan oleh-oleh terbaik untuk Maya, kedua kakak dan keluarganya juga buat Nek Imah yang sangat dia sayangi.
__ADS_1
Dika membeli berbagai jenis barang yang Dika pikir cocok dengan selera dan karakter keluarganya. Tak lupa Dika membelikan sebuah mainan buat keponakan tersayangnya yakni Satria.
Setelah beberapa jam mutar-mutar berbelanja, Dika pun merasa sudah cukup belanjanya. Dika memasukkan semua belanjaannya ke dalam bagasi mobil.
Dika menyusun dengan rapi barang belanjaannya. Setelah semua beres, Dika masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya. Kali ini Dika ingin makan. Dia makan di sebuah cafe yang sangat instagramable di negara tersebut. Dika ingin mencoba menu yang disediakan di cafe tersebut untuk memuaskan mulut dan perutnya yang keroncongan karena lapar.
Sehabis makan Dika lalu kembali ke apartemennya. Dika terlihat sangat lelah jalan-jalan seharian. Tapi itu tak mematahkan semangatnya untuk memasukkan semua belanjaannya tadi ke satu koper yang sudah Dika sediakan untuk barang yang berisi oleh-oleh. Setelah selesai, Dika pun mandi lalu tidur di kamarnya itu dengan lelapnya.
****Keesokan Harinya****
Pagi - pagi sekali Dika sudah bangun tidur. Ini adalah saat yang sangat dia tunggu-tunggu. Hari ini akhirnya Dika bisa pulang ke Indonesia untuk menemui keluarganya dan melepaskan kerinduannya kepada Maya calon istri yang sangat Dika cintai. Dika juga sengaja tak memberitahukan kedatangannya kepada siapapun yang ada di Indonesia. Dika ingin membuat kejutan kepada keluarganya.
Setelah selesai berberes Dika keluar membawa kedua kopernya. Dika sudah memesankan taxi online yang akan dipakainya untuk membawanya ke bandara. Dika hanya tinggal menunggunya di lobby apartemen tempat tinggalnya.
Beberapa menit Dika menunggu taxi online pesanannya. Akhirnya taxi pun datang. Dika segera keluar dari apartemen itu membawa kedua kopernya. Supir taxi online tersebut membantu Dika memasukkan barang Dika ke dalam taxi.
Tak lama kemudian, taxi itu pun melaju mengantarkan Dika menuju ke bandara. Untungnya saat itu jalanan di negara tersebut terlihat sangat lengang sehingga Dika bisa secepatnya sampai ke bandara.
Sesampainya di bandara, Dika langsung melaksanakan proses check in sesuai dengan maskapai penerbangan yang dia pilih untuk mengantarnya ke Indonesia. Dika juga memasukkan barangnya ke bagasi pesawat itu lalu menunggu di ruang tunggu sambil sarapan di sebuah cafe sekitaran situ. Dika menunggu waktu boarding time pesawatnya dengan tidak sabaran.
__ADS_1
Akhirnya setelah setengah jam, terdengar panggilan masuk ke dalam pesawat itu. Dika yang mendengarnya pun tersenyum sumringah dan berjalan masuk ke dalam pesawat sesuai jalur yang di tentukan. Setelah duduk dengan nyaman dan memakai seat beltnya, Dika pun bergumam dalam hatinya.
"Indonesia..!! I'm coming..!"Teriak Dika dalam hati.