Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 66. Cantik Sekali..


__ADS_3

Maya pun kembali dihias sehabis makan. Maya tetap diam dan memandangi wajahnya. Semakin lama wajahnya semakin cantik dan berbeda dengan sebelumnya. Inner beauty yang tadinya memang sudah ada menjadi keluar seiring dengan make up yang terpasang di wajahnya. Kali ini Maya benar-benar sangat cantik.


"Sudah selesai mbak Maya. Benar-benar sangat cantik"Kata Santi setelah selesai mendandani Maya satu jam kemudian.


"Benarkah?"Maya memandangi wajahnya di cermin itu.


"Benar kan teman-teman?"Semua yang ada di situ mengangguk membenarkan.


"I..i..ini beneran aku?"Maya kaget sendiri melihat wajahnya yang menjadi beda dari biasanya.


"Iya mbak lah. Memangnya siapa lagi?"Santi meledek Maya.


"Ya ampun kok beda banget? Apa aku memang secantik itu?"Maya membelalakkan matanya nggak percaya.


"Iya. Mbak kan memang cantik. Mbak memiliki inner beauty yang sangat mengagumkan. Hanya saja jarang dirawat dan dipoles dengan make-up. Tapi ada untungnya juga sih. Jadi kan mbak bisa terlihat manglingin kalau kata orang. Apalagi di pernikahan mbak ini. Mbak lah yang akan menjadi pusat perhatian banyak orang. Mbak lah yang menjadi ratu sehari."Santi meyakinkan.


"Wah.. Terima kasih banyak telah memujiku. Aku jadi malu."Maya malu-malu setelah dipuji oleh Santi.


"Ya udah mbak. Kami keluar dulu. Setelah ini akan datang pihak dari butik untuk membantu mbak memakaikan kebaya pernikahan mbak. Nanti dua jam setelah akad nikah selesai kami akan kembali lagi untuk mendandani mbak."Ucap Santi.


"Oo. Jadi nanti didandani lagi? Memangnya ini nggak cukup?"Maya pun heran.


"Beda thema beda dandanan dong mbak. Thema yang mbak pakai sekarang ini kan make-up pengantin tradisional. Karena mbak kan memakai kebaya traditional adat jawa untuk akad nikah dan acara keluarga, biar bagaimana pun kita tak boleh melupakan adat tempat kita berasal . Sedangkan nanti saat resepsi mbak akan memakai gaun ala cinderella seperti yang mbak pilih. Jadi make up dan gaya rambutnya pun harus diubah dan disesuaikan dengan gaunnya."Jelas Santi panjang lebar.


"Oo begitu. Terima kasih mbak."Ucap Maya tulus.

__ADS_1


"Nggak usah berterima kasih mbak. Itu sudah jadi tugas kami. Ya sudah kami keluar dulu ya. Kalau kelamaan nanti, mbak bisa terlambat di acara akad nikah satu jam lagi."Santi pun pamit diri.


"Iya mbak. Sekali lagi berterima kasih."Maya mengatakan dengan tulus.


"Semoga semua rangkaian acara pernikahan mbak dilancarkan ya. Semangat mbak."Santi pun menyemangati dan tersenyum lalu mereka semua keluar dari kamar Maya.


Didepan kamar Maya sudah berdiri tiga orang dari team butik yang akan memakaian pakaian tradisional pada tubuh Maya. Mereka menunggu sampai para penata rias dan penata rambut keluar dari kamar itu supaya tidak desak-desakan di kamar itu. Walaupun kamarnya terbilang cukup lebar tapi tetap saja dengan banyaknya orang akan banyak menghasilkan banyak karbon dioksida dan saling berebut oksigen.


"Selamat pagi mbak. Perkenalkan saya Rani dan ini teman-teman saya. Kami pihak dari butik yang diutus untuk membantu mbak di sini atas perintah dari mbak Cellyn. Karena mbak Cellyn adalah pelanggan tetap butik kami dan mbak adalah calon adik ipar mbak Celyn dan customer kami. Jadi kami akan memberikan pelayanan terbaik untuk mbak."Jelas Rani panjang lebar.


"Baik mbak."Maya hanya menjawab singkat.


"Untuk mempersingkat waktu mari kita mulai ya mbak." Rani menjentikkan jari memanggil kedua temannya yang membawa baju rancangan mereka pesanan Maya. Dua pelayan itu pun maju mendekat ke arah Rani dan Maya.


Rani mulai membantu Maya memakaikan bajunya. Mulai dari memakai kemben dan segala perlengkapannya satu persatu dengan hati-hati. Agar tak mengenai rambut dan hiasan kepala Maya. Maya agak kesulitan bergerak karena berat dengan apa yang ada dikepalanya itu.


Rani yang melihatnya mengerjakan pekerjaannya dengan hati-hati dan lembut agar Maya pun merasa nyaman. Tak ada pembicaraan terjadi di sana. Mereka hanya fokus memakai baju kebaya pengantin itu.


Hingga setengah jam kemudian, baju pengantin itu sudah melekat secara lengkap ke badan Maya tanpa kurang suatu apapun.


"Sudah selesai mbak. Apa mbak merasa nyaman? Atau mbak ada merasa tidak nyaman? Kalau ada dibagian mana? Biar kita bantu lebih lagi."Tanya Rani setelah selesai memakaikan baju Maya.


"Kayaknya sudah nyaman kok mbak. Bajunya pas dibadan saya."Maya berkaca sambil mengarahkan badannya ke kanan ke kiri lalu di tersenyum.


"Mbak yakin kan?"Tanya Rani sekali lagi.

__ADS_1


"Iya mbak. Aman kok. Nggak ada sakit atau apapun. Nyaman banget dipakai."Maya merasa senang sekali dan bolak balik bercermin.


Saat Maya dalam keadaan seperti itu, mama Maya pun datang dan masuk ke dalam kamar Maya untuk mengecek apakah Maya sudah selesai.


Mama Maya yang sudah memakai kebaya seragam keluarga bewarna pink lengkap dengan asesoris dan make up lengkap juga terlihat sangat elegan dan cantik sekali.


"Maya..!"Panggil mamanya. Maya sontak berbalik.


"Mama. Mama cantik banget."Ucap Maya spontan.


"Seharusnya mama yang bilang itu sama kamu Nak. Kamu hari ini cantik banget. Aura pengantin kamu keluar dan menampilkan kecerahan sama seperti hati kamu yang sedang berbinar bahagia kan."Puji mama Maya.


"Ahh mama bisa saja. Maya biasa saja kok. Nggak ada cantik-cantiknya. Cantikan juga mama kemana-mana."Maya merendah pada mamanya.


"Kamu yang cantik sayang. Wajah kamu manglingin banget."Mama Maya mengatakan kebenaran tulus dari dalam hatinya.


Semua orang yang ada di situ mengangguk mengiyakan pendapat mama Maya. Memang saat ini, Maya sangat cantik. Dandanan dan kebayanya sangat cocok dan pas untuk Maya. Hingga mengeluarkan aura inner beauty nya. Sepertinya keinginan Dika menjadikan Maya menjadi pengantin tercantik tahun ini pasti tercapai melihat Maya saat ini.


"Tapi ma. Maya tiba-tiba takut. Jantung Maya nggak bisa diajak kompromi nih. Berdetak kencang banget. Itu kenapa ya ma? Maya nggak tiba-tiba punya penyakit jantungkan?"Tanya Maya asal.


"Husshh.. Jangan ngomong gitu ah May. Pamali tau. Dihari pernikahan itu seharusnya kamu mengatakan yang baik-baik saja. Jangan berkata seperti itu. Ingat ya sayang. Lagian wajar kok kalau calon pengantin itu agak deg degan. Namanya juga mau ganti status. Setelah ijab kabul diucapkan kamu bukan lagi Maya yang dulu. Kamu adalah Maya istrinya seorang Dika. Kamu nggak bisa berbuat sesukamu lagi. Harus nurut kata suami."Nasehat mama Maya.


"Iya ma. Maya akan mengingatnya."


Maya dinasehati mamanya saat ini. Maya mendengarkan dengan menyimak dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2