
Dika Bertemu Dengan Keluarga Maya.
Saat ini Dika sedang makan malam dengan Maya di ruang kerjanya yakni di cafe neneknya Dika yakni nek Imah. Dika dan Maya saling melepaskan rindu sejak dua bulan mereka tak saling bertemu. Kerinduan Dika pun sedikit berkurang dengan melihat Maya sekarang ini. Dika merasa sangat senang dan lega telah kembali ke Indonesia dan bertemu dengan orang-orang yang dia sayangi.
Saat jam kerja Maya di cafe itu sudah selesai, Dika mengajak Maya pulang. Dika nggak mau Maya pulang kemalaman ke rumah. Dika takut orangtua Maya akan mencemaskan Maya jika dia tidak pulang sesuai waktunya.
Dika pun mengantarkan Maya pulang ke rumahnya menggunakan mobil yang dia bawa tadi. Maya pun menurut apapun yang dikatakan calon suaminya tersebut. Maya pun diantar Dika pulang ke rumah,
"Mas, ikut turun nggak?"Tanya Maya.
"Iya sayang. Mas mau ketemu dengan mama dan adik kamu sekalian mau silahturahmi dengan mereka. Apa mereka masih belum tidur?"Tanya Dika.
"Biasanya sih jam segini mereka itu lagi nonton sinetron kesukaan mama di ruang tengah. Tuh lihat aja mas lampunya masih menyala. Pasti mereka masih berada di ruang tengah itu. Lagian mana mungkin mereka sudah tidur jam segini. Ini kan masih jam sembilan malam. Masa mereka kalah sih sama banci? Banci aja tidur nya pagi. Hahahaha..!!"Jelas Maya.sembari meledek Dika
"Ooo mulai berani ya sekarang kamu ngeledek mas. Tadi aja nangis-nangis. Kamu harus mas hukum sekarang."Ucap DIka langsung menggelitik Maya sebagai hukuman karena telah meledeknya.
"Hahahaha.. Ampun mas.. Ampun.. Geli banget mas. Udah dong..!!"Maya kegelian dibuat Dika yang iseng menggelitik Maya.
"Masih berani meledek mas?"Tanya Dika.
"Ampun mas. Nggak. Nggak. Maya nggak akan meledek mas lagi."Ucap Maya agar Dika tidak menggelitiknya lagi.
"Bagus. Ayo kita turun. Kalo kelamaan di sini mas akan jahil dan akan terus menggelitik kamu. Apa kamu mau?"Ancam Dika.
"Nggak. Nggak mas. Ayo kita turun."Maya pun menurut.
"Ayo."Dika pun melepas seat belt nya dan bersiap untuk turun dari mobil.
Dika dan Maya pun akhirnya turun dari mobil. Dika membuka bagasi mobilnya. Dika mengambil oleh-oleh yang dia bawa dari Amerika untuk diberikan kepada mama dan adiknya Maya. Maya memperhatikan apa yang dilakukan Dika sembari menunggunya agar mereka bisa masuk bersama ke dalam rumah.
"Apa itu mas?"Tanya Maya kepo.
"Oh ini?? Ini oleh-oleh yang mas bawa dari Amerika buat kamu, mama kamu dan Adit."Jawab Dika sambil menutup bagasi mobilnya.
:"Kenapa mas nggak berikan punya Maya dari tadi?"Tanya Maya.
"Hahaha.Maaf Maya. Mas lupa. Mas tuh kalo udah ngeliat kamu suka lupa segalanya. Termasuk memberikan ini sama kamu. Padahal selain ingin ketemu kamu tujuan mas ya ini. Mas mau memberikan oleh-oleh ini buat kamu."Jelas Dika.
__ADS_1
"Alahh mas gombal. Bilang aja mas memang sengaja lupain kasi oleh-olehnya ke Maya. Mas kan pelit."Maya pura-pura manyun.
"Nggak gitu dong sayang. Mas memang beneran lupa."Bujuk Dika.
"Mana buat Maya?"Tanya Maya ketus.
"Sabar dong sayang. Kita masuk dulu ke rumah, Nanti mas berikan sekalian punya mama dan adik kamu."Ucap Dika
"Ya udah deh. Ayo masuk."Kata Maya sembari berjalan masuk ke rumah.
Maya dan Dika pun masuk ke rumah itu. Mendengar ada yang masuk ke rumah itu, mama Maya pun menoleh ke arah pintu yang masih dapat terlihat dari ruang tengah mereka. Maklum rumah Maya kan kecil jadi jarak antara ruangan satu dengan yang lainnya cuma beda sedikit.
"Apa itu kamu May?"Tanya mama Maya.
"Iya ma."Jawab Maya singkat.
"Ehh kok ada Dika? Kamu sudah pulang Dik? Kapan kamu sampai ke Indonesia?"Tanya mama Maya.
"Malam tante. Dika sampai tadi pagi. Trus Dika langsung ketemu sama Maya sorenya, Abisnya Dika kangen banget sama Maya. Udah nggak tertahan lagi kangennya."Kata Dika.
"Memang harus jujur dong Dit, Apalagi memang itu kenyataannya. Kakak kamu tuh memang sangat ngangenin banget.:"Dika asal ngomong kayak nggak di filter omongannya.
"Hahahahaah.."Adit dan mama Maya tertawa.
Maya tertunduk malu akibat ulah Dika yang membuat mama dan adiknya berhasil meledeknya karena kelakuan Dika. Saking sebalnya, Maya mencubit pinggang Dika dari belakang.
"Aduh.. Sakit tau May..!!" Dika sengaja mengeraskan suaranya.
"Kok kakak KDRT sih?"Ledek Adit.
"Ishhh.. Kamu tuh adik kakak atau mas Dika sih? Kok nggak belain kakaknya?"Protes Maya pada adiknya.
"Adit sih adiknya kakak. Tapi maaf kali ini Adit mau membela mas Dika. Adit kan mau dapat oleh-oleh dari mas Dika. Iyakan mas?"Tanya Adit pada Dika
"Iya Dit. Tenang aja. Mas bawa kok oleh-olehnya."Jawab Dika.
"Adik matre kamu,Dit."Protes Maya.
__ADS_1
"Biarin.. Uekkk..!!"Ejek Adit.
"Ini oleh-oleh buat tante. Ini buat kamu Dit. Dan ini buat kamu sayang. Semoga kalian suka ya."Dika membagi-bagikan bungkusan yang ada ditangannya.
"Makasih ya nak Dika."Kata mama Maya.
"Sama-sama tante. Semoga tante suka ya."Jawab Dika.
"Wah sepatu. Makasih ya mas."Celetuk Adit yang senang dapat sepatu dari Amerika.
"Cobain dulu sepatunya. Udah pas belum"Suruh Dika.
"Pas mas. Wah senangnya."Ceplos Adit
"Kamu suka?"Tanya Dika
"Suka banget mas. Pasti Adit pake tiap hari ini sepatu. Makasih sekali lagi mas."Ucap Adit.
"Baguslah kalo kamu suka. Mas ikut senang."Ucap Dika
"Gimana dengan kamu May? Kamu suka dengan tas yang mas beliin itu? Itu limited edition loh."Ucap Dika
"Suka sih mas. Tapi tas ini pasti sangat mahal. Apa nggak sayang uangnya?"Tanya Maya.
"Buat kamu nggak ada yang mahal sayang. Apapun mas berikan buat kamu. Kamu kan calon istrinya mas. Pastinya yang terbaik selalu buatmu, May."Ucap Dika.
"Cie..Cie.. Cuit.. Cuit.."Ledek Adit.
"Adit.. Jangan ledekin kakaknya mulu deh. Kasian tau..!!"Mama Maya mengingatkan Adit.
"Maaf ma. Abisnya kak Maya lucu. Dia malu-malu mau. Adit gemes dibuatnya. Untungnya mas Dika sabar ngadepin sikap kakak yang kayak gitu."Ucap Adit.
"Sudah seharusnya Dit, Mas menerima kelebihan dan kekurangan kakak kamu."Ucap Dika
"Hahahaaha..!!"Dika, Mama Maya dan Adit pun tertawa dan menyisakan Maya yang menunduk malu akibat ledekan Adit ke dirinya.
Sehabis acara bongkar oleh-oleh, Dika, mama Maya, Adit dan juga Maya cerita-cerita di ruang tengah itu. Tak terasa sudah hampir larut malam. Dika pun akhirnya pamitan pulang. Maya mengantar Dika sampai ke depan pintu rumah mereka.
__ADS_1