
Hari Pertama Maya Bekerja di Kantor Dika.
Sehabis mendapat keterangan singkat dari manager HRD, Maya pun menandatangani surat kontrak kerja yang sudah di bacanya terlebih dahulu. Kontrak kerja tersebut sangat baik isinya. Tak ada yang merugikan kedua belah pihak. Lalu Maya diberikan seragam khusus untuk para officegirl dan officeboy. Maya diberikan tiga baju seragam ukuran M supaya nggak terlalu ketat dan nggak nyaman dipakai saat bekerja nantinya.
Setelah itu Maya pun diberi alat bersih-bersih dan mulai lah dia bekerja. Maya masuk ke ruangan direksi yakni ruangan Dika. Jessy pun menjelaskan mana yang harus dia bersihkan mana yang nggak perlu dia bersihkan. Lalu Jessy membiarkannya bekerja di sana, sementara Jessy kembali ke ruangannya. Jessy hanya mengawasi Maya dari CCTV yang ada di ruangan itu dan di sambungkan ke komputer Jessy.
Maya pun mulai beraksi. Dia menunjukkan kebolehannya bersih-bersih ruangan tersebut. Dia mulai mengelap seluruh ruangan itu dengan sangat teliti, inchi demi inchi hingga tak ada debu sedikitpun yang menempel lagi. Lalu dia menyapu dan mengepel ruangan itu. Menata meja dan kursi yang ada di dalam ruangan itu. Setelah itu membersihkan toilet yang ada di dalam ruangan itu.
Hampir dua jam Maya bekerja bersih-bersih di ruangan itu. Akhirnya Maya pun selesai melakukannya.
"Akhirnya selesai juga. Capek juga ya. Padahal ruangan ini tak terlalu besar. Tapi terlalu banyak pretelan yang harus dibersihkan. Sekarang semua sudah bersih dan mengkilap dan juga wangi. Mudah-mudahan mas Dika suka dengan hasil kerja saya hari ini. Amin." Batin Maya.
Setelah merasa ruangan itu sudah cukup bersih dan teratur Maya pun keluar dari ruangan itu.
"Gimana Maya? Sudah selesai bersih-bersihnya di dalam?"Tanya Jessy yang melihat Maya keluar dari dalam ruangan itu.
"Sudah bu. Bisa ibu cek kalo tak percaya. Kalo masih ada yang kurang bersih saya akan membersihkannya lagi."Kata Maya sambil ngos-ngosan kecapekan.
"Saya rasa sudah cukup untuk hari ini. Kamu bersihin ruangan saya dulu ya baru kamu boleh istirahat. Nggak apa-apa kan Maya?"Tanya Jessy.
"Nggak masalah dong bu. Saya kan kerjaannya memang bersih-bersih. Saya akan bersihkan ruangan ibu ini sekarang juga."Maya setuju melakukannya.
"Makasih Maya."ucap Jessy.
Maya pun mulai membersihkan ruangan Jessy. Dia mengelap seluruh ruangan, menyapu dan mengepelnya. Untungnya ruangan Jessy tak besar. Jadi hanya butuh waktu kurang dari tiga puluh menit, Maya sudah selesai membersihkannya.
"Sudah bu Jessy. Silahkan duduk kembali."Maya mempersilahkannya duduk.
"Makasih Maya. Saya suka hasil kerja kamu. Bersih dan cepat. Pertahankan cara kerja kamu yang begini ya."Kata Jessy pada Maya.
"Siap bu Jessy."
"Ya sudah, kamu istirahat dulu gih sekalian makan siang. Ini kan sudah jam dua belas siang. Waktunya makan siang."Suruh Jessy.
"Baik bu. Oh iya bu, mas Dika nya mana? Kok dari tadi nggak kelihatan ya?"Tanya Maya penasaran.
__ADS_1
"Mas Dika??"Jessy heran panggilan Maya pada Dika.
"Ehh maksudku Pak Andika mana bu?"Maya meralat ucapannya.
"Pak Dika habis makan siang baru ke sini. Dia biasanya banyak melakukan meeting pagi dengan client."Jessy menjelaskan.
"Oo gitu ya bu. Ya sudah kalo gitu saya izin ke pantry dulu bu."Kata Maya.
"Silahkan Maya."Jawab Jessy.
Maya pun berjalan ke arah pantry lantai sepuluh membawa semua alat kebersihan yang dia pakai tadi untuk bersih-bersih. Maya akan makan siang di sana. Kebetulan Maya sudah membungkus makanannya dari rumah untuk di makan di tempat kerja nya.
"Aku makan dulu deh sebelum mulai membersihkan ruangan lainnya. Sekalian aku istirahat dulu sebentar. Capek banget. Badanku rasanya seperti remuk gini. Padahal baru kerja dua jam an aja. Kelihatan sekali aku sudah lebih dari seminggu nggak kerja jadi badanku kaku."Batin Maya.
*** Dua Jam Kemudian ***
Dika yang baru pulang meeting dengan client penting perusahaannya pun langsung masuk ke ruangannya. Dika melihat ada yang lain di ruangannya. Dika melihat ruangannya bersih kinclong seperti tak biasanya. Dika pun menelpon Jessy lewat interkomnya.
"Hallo..!!"Jawab Jessy.
"Siap Pak."Jawab Jessy singkat lalu menutup telponnya.
Jessy yang dipanggil Dika pun langsung bergerak dari tempatnya dan berjalan masuk ke ruangannya Dika.
***Tok tok tok..!!***
"Masuk Jessy..!!"Suruh Dika
"Ada apa Dik?"Tanya Jessy.
"Aku mau tanya, tumben nih ruanganku bersih kinclong gini? Semuanya tertata rapi dan toiletnya pun bersih. Seperti debu yang ada di setiap barang yang ada di sini pergi ntah kemana."Dika heran.
"Ceilah. Banyak cakap deh loh Dik..!! Tinggal tanya aja, Maya sudah datang ya? Gitu aja kok repot sih?"Jessy meledek Dika.
"Issh Jessy. Kayaknya kamu bisa ya baca pikiran aku. Belajar dari mana sih?"Tanya Dika
__ADS_1
"Hahahahaha...!!"Jessy tertawa mendengar perkataan Dika.
"Ya udah aku tanya deh, Maya sudah jadi kamu terima kerja? Sebagai apa?"Tanya Dika.
"Sudah. Tuh dia lagi ngebersihin ruangan meeting. Tadi dia juga yang membersihkan ruangan kamu ini makanya bersihnya lain dari OB lainnya yang membersihkan. Kamu tau apa bedanya?"Jessy bertanya sekaligus meledek.
"Memang bedanya apa?"Dika bertanya polos.
"Bedanya Maya membersihkannya pakai cinta. Hahahaha...!!"Ledek Jessy
"Puas deh lo ngeledek gue..!!"Dika nggak tahan akhirnya memakai bahasa santai pada Jessy.
"Hahahha.. Keluar deh bahasa elo gue nya. Ini kantor boss. Bukan ruangan santai."Jessy meledek lagi.
"Abisnya kamu sih, ngeledek aku terus."Dika merajuk.
"Tapi selera kamu mantap juga Dik. Maya orangnya sangat cantik walau tanpa riasan. Aku lihat Maya nasibnya mirip kamu dan kedua kakakmu ya. Aku yakin kamu pasti suka melihat dia karena itu kan. Kamu merasa melihat dia seperti kak Celyn. Seingatku dulu kamu bilang kamu mau cari istri yang mirip dengan kak Celyn. Iya kan?"Selidik Jessy.
"Kamu benar Jess.. Pertama kali aku kenal dia, aku ngerasa bahwa Maya itu mirip banget kayak kak Celyn. Seperti kak Celyn jilid 2."Dika jujur.
"Hahaha.. Ada -ada aja deh kamu Dika. Mana ada Kak Celyn jilid 2. Udah kayak sinetron saja."Kata Jessy.
"Hahaha..!!"Dika tertawa juga.
"Ya sudah kalo kamu mau ketemu Maya biar aku suruh ke sini. Tadi dia juga nanyain kamu tuh..!!"Kata Jessy.
"Jangan Jess.. Aku malu. Nanti aja ya. Kalo aku udah siap."
"Ya ampun Dik..!! Aku akui kalo urusan bisnis kamu juaranya deh. Tapi kalo urusan cewek kamu nggak ada apa-apanya. Kamu cemen Dika..!!"Ledek Jessy.
"Isshh kamu ngeledek aku terus deh..!!"
"Hahahaha..!!"Jessy tertawa sambil berjalan kembali ke ruangannya.
Setelah Jessy kembali ke ruangannya Dika pun duduk dan melamun sendiri di meja kerjanya. Dika memikirkan cara menemui Maya agar Maya tidak kikuk karena dia adalah bos perusahaan tempat Maya bekerja.
__ADS_1