Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 23


__ADS_3

Milea Melihat Maya Pulang Bersama Dengan Dika.


Hari ini Dika mengajak Maya pulang bareng. Dika berniat untuk menjenguk mama Maya. Biar bagaimanapun Dika sudah sempat mengenal mama Maya dan tau keadaannya. Dika akan menjenguknya


Dika melamun di ruangannya. Dika tak sadar kalo Jessy sekretarisnya masuk ke ruangan Dika.


"Selamat siang pak Dika..!!"Sapa Jessy.


Dika tak mendengar salam dari Jessy. Dia masih terhanyut dalam pikirannya sendiri. Dia malu karena mengajak Maya pulang bareng.


"Hello Dika.. Anybody here?"Jessy melambai lambaikan tangannya di depan mata Dika.


"Ehh Jessy.. Kapan kamu di sini?"Dika baru tersadar kehadiran Dika.


"Cukup lama untuk melihat elu ngelamun dan senyum-senyum nggak jelas."


"Hahahaa... Gue nggak gitu kali. Gue cuma lagi mikirin pekerjaan kok."Dika ngeles.


"Mana ada boss pikirin pekerjaan pake senyam senyum segala. Pasti ada sesuatu nih. Ada udang di balik bakwan kan??"Selidik Jessy.


"Isshh. Elu mah emang ya. Nggak bisa bohong sama elu. Iya, gue lagi mikirin Maya. Tadi dia ngaku kalo dia yang nyiram tuh si Milea. Aku geli ngebayangin saat dia menyiram tuh perempuan."Dika jujur.


"Hahahaha.. Sudah ku duga. Maya pasti sengaja nyiram tuh si ulat keket. Berani juga ya cewek cem ceman elu. Salut deh gue."Jessy memuji Maya.


"Cewek cem-ceman? Apaan tuh?"Dika bingung bahasa Jessy.


"Cewek yang elu suka bego..!!"Jessy berkata santai.


"Nggak sopan lu ngatain bos elu bego. Awas lu, gue aduin sama Adrian suami lu ntar."Ancam Dika.


"Yee.. Dasar cowok pengaduan..!!"


"Uweeekkk... Biarin. Abis lu mah jahat sama gue."Ejek Dika sambil menjulurkan lidahnya.


"Awas lu ya.. Gue bilangin Maya kalo elu naksir berat sama dia. Biar lu malu sekalian."


"Eitss.. Jangan dong Jess.! Nggak kasian apa ngeliat sahabat terganteng elu ini bujangan selamanya? Elu kan tau gue tuh susah banget dekat sama cewek."


"Ganteng dari mana coba? Yang ada tuh suami gue yang terganteng di dunia ini."


"Cuihh... Puji terus..!!"Dika ngeledek.


"Hahahaha..!!"Jessy tertawa terbahak-bahak.


"Trus gimana perkembangan hubungan elu sama Maya?"

__ADS_1


"Nggak ada perkembangan sih. Gue baru ini ngomong sama dia sejak dia kerja di sini. Maklum lah gue kan sibuk."Dika mengakuinya.


"Astaga..!!"Jessy menepuk jidatnya.


"Itukan sudah kemajuan dong namanya. Kamu harus menghargai usaha gue dong."Dika nggak mau disalahkan.


"Ya ampun Dik..!! Anak SMA aja tuh lebih gercep dari kamu. Elu ajak dia makan siang kek atau ajak pulang bareng kek. Ini ngomong aja nggak pernah. Pusing deh kepala barbie..!"Jessy menggelengkan kepalanya.


"Tadi gue nyempetin ajak dia pulang bareng kok. Gue kasi alasan mau ngejenguk mamanya supaya Maya mau."Dika mengaku.


"Bagus. Trus Maya nya mau nggak?"


"Awalnya sih nggak mau. Katanya dia nggak enak sama karyawan lainnya kalo dia pulang sama boss nya."


"Trus elu bilang apa ke dia?"


"Ya gue bilang aja. cuek aja. Tapi kalo kamu memang malu kamu tungguin sampai semua karyawan pulang supaya nggak malu."Dika menyampaikan semuanya pada Jessy.


"Ide nya bagus juga sih. Trus dia mau?"Jessy penasaran.


"Iya dia mau."Dika menjawab bangga.


"Ya sudah gue doain elu secepatnya ya mengubah status elu. Jangan jadi jomblo abadi selamanya ya."Kata Jessy.


"Makasih doanya ya..!! Oh iya tadi elu kesini ada perlu apa?"Tanya Dika.


"Iya abis ini gue telpon nenek deh. Sebelum teriakan nenek terdengar sampai ke langit ke tujuh.!!"


"Hahahhaa.. Lebay deh elu..!!"Jessy tertawa terbahak -bahak.


Sesudah Jessy menyampaikan pesan Nek Imah, dia pun kembali ke ruangannya melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai. Sedangkan Dika langsung menelpon Nek Imah sebelum neneknya itu marah padanya.


Beberapa jam kemudian, akhirnya jam yang ditunggu-tunggu Dika pun tiba. Jam kerja sudah berakhir. Sudah banyak karyawan yang berpulangan ke rumah mereka masing-masing. Setelah merasa keadaan kondusif, Dika pun hendak pulang dan keluar dari ruangannya.


"Mudah-mudahan Maya masih nunggu aku ya." Batin Dika.


Di pantry, Maya yang sudah selesai pekerjaannya, mengganti seragam kerjanya menjadi pakaian biasa. Maya merapikan rambut dan dandanannya supaya nggak terlihat lusuh di depan Dika.


"Aku harus buru-buru. Jangan sampai mas Dika datang aku belum rapi dan belum siap. Lagian kelihatannya kantor sudah sepi." Batin Maya.


Tak berapa lama kemudian, Dika datang ke pantry. Dika masuk ke dalamnya. Maya nggak kelihatan. Soalnya Maya masih di toilet memperbaiki make up dan mengganti bajunya.


"Eh, mas Dika sudah datang?"Maya terkejut melihat Dika sudah duduk di pantry.


"Iya May..!!"

__ADS_1


"Sudah lama mas?"Tanya Maya.


"Baru kok. Yuk kita pulang. Kamu sudah siap kan?"Ajak Dika.


"Udah mas. Tinggal ambil tas aku di loker."Kata Maya.


Maya mengambil tas nya di loker lalu pergi bersama dengan Dika. Mereka berjalan bersama menuju mobil Dika. Ada beberapa karyawan dan OB yang melihat Maya bersama Dika. Mereka pun bisik-bisik satu dengan yang lain.


"Ehh lihat deh. Itukan office girl baru itu. Kok dia bisa jalan sama Pak Dika? apa mereka saling kenal?"Kata OB 1


"Nggak tau. Dengar-dengar memang yang masukin dia kemari memang Pak Dika."Kata OB 2


"Udah deh nggak perlu diomongin lagi. Manatau Pak Dika nyuruh orang baru itu untuk lembur di rumahnya. Kan Pak Dika sering ada acara di rumahnya."Kata OB 3.


"Ya udah yuk kita pulang aja."Kata OB 4.


Maya melirik karyawan di situ yang sedang bisik-bisik sambil melihatnya dan Dika. Maya merasa tak enak diperlakukan seperti itu. Maya mempercepat langkahnya mendahului Dika agar tidak ada lagi yang bisik-bisik pada dirinya. Maya berjalan duluan ke parkiran.


"Kenapa Maya? Apa dia malu jalan sama aku? Kok cepat gitu jalannya?" Batin Dika tapi tak menanyakan pada Maya.


Dika hanya mengikuti Maya ke parkiran. Dia berniat akan menanyakan apa yang terjadi pada Dika. Maya menunggu Dika di parkiran mobil. Sesampainya Dika di parkiran, dia langsung membuka mobilnya.


"Ayo masuk May..!! Nanti kita kemalaman sampai rumahnya."Ucap Dika.


"Iya mas..!!"Maya menjawab singkat.


Setelah Maya dan Dika masuk mobil, Dika pun mau melajukan mobilnya. Dika melihat Maya belum memakai seat beltnya. Dika pun mendekatkan wajahnya dengan wajah Maya hingga jarak mereka hanya terpaut beberapa centi.


**** Dug.. Dug.. Dug...**** Jantung Maya berdegup kencang.


"Mau ngapain mas Dika? Aduh nggak mungkin kan dia mau cium aku? Kok jadi deg degan gini ya?" Batin Maya.


"Maaf Maya, mas cuma mau bantu kamu pasang seat belt kok.!"Kata Dika yang mengatur jantungnya juga yang berdegup kencang saat berdekatan sama Maya dan melihat Maya pun gugup dengan kedekatan mereka sekarang.


"Iya mas. Nggak apa-apa."Maya membuang mukanya takut ketauhan kalo mukanya memerah di lihat Dika.


"Hufft.. kok deg degan gini ya..!! Mudah-mudahan Maya nggak tau kalo jantungku berdegup kencang gini." Batin Dika.


"Kamu udah siap May. Ayo kita pergi ya."


"Iya mas..!!"Maya berkata singkat.


Tanpa mereka sadari ternyata ada sepasang mata jahat yang memperhatikan mereka dan memotret kedekatan Maya dan Dika.Ya siapa lagi kalo nggak si Milea. Dia kesal melihat kedekatan Maya dan Dika.


"Awas ya lo gembel. Beraninya elo nyikut gue. Lihat aja gue akan mempermalukan lo sama kayak lo mempermalukan gue tadi. Jangan harap lo bisa memiliki Dika. Dika itu hanya milikku seorang" Batin Milea.

__ADS_1


Setelah membatin seperti itu Milea mengeluarkan senyum iblis nya. Pertanda genderang perang Milea dan Maya pun di mulai.


__ADS_2