Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 36


__ADS_3

Dika Memperkenalkan Maya Pada Kedua Kakaknya.


Sehabis mandi, Maya mengganti bajunya dengan baju yang dibawa olehnya ke rumah itu. Lalu Maya pun tertidur pulas karena rasa capeknya yang amat sangat. Dia tak tahan lagi menahan rasa kantuknya setelah mandi. Maya tertidur lelap di tempat tidur kamar itu.


Kamar tamu rumah Dika itu sangat besar. Dilengkapi dengan televisi, AC dan kamar mandi di dalam kamarnya. Benar-benar nyaman sekali untuk tidur karena adem sekali.


Tanpa sadar Maya sudah terlelap hampir tiga jam. Maya di bangunkan oleh ART rumah Dika.


**tok ..tok.. tok..**


ART rumah Dika mengetok kamar Maya berkali-kali. Akhirnya setelah ketokan kelima, terdengar jawaban dari dalam.


"Iya. Siapa? Silahkan masuk.!"Jawab Maya sambil mengumpulkan nyawanya agar dia sadar.


ART Rumah Dika pun masuk perlahan ke kamar itu. Dia berlaku sopan pada Maya. ART itu menganggap Maya adalah tamu majikannya.


"Maaf Non saya mengganggu."ART itu berkata sopan.


"Ada apa bi??"Tanya Maya.


"Tuan Dika menyuruh saya membangunkan nona dan memberikan ini. Tuan Dika ingin anda memakainya. Nyonya Celyn dan Nyonya Dinar kedua kakak tuan Dika beserta keluarga mereka sudah ada di ruang tamu Non. Mereka sedang menunggu jam makan malam bersama. Nona diminta untuk segera turun."Jelas ART itu.


"Iya bi. Saya mandi sebentar lalu memakai yang bibi bawa itu. Siniin bi biar Maya pakai di kamar mandi"Maya meminta paper bag yang dibawa ART itu.


"Ini Non..!!"ART itu menyerahkan paper bag nya Dika pada Maya.


"Makasih bi."Maya menerimanya.


"Kalo gitu saya permisi keluar dulu ya non. Pesan nyonya besar, non secepatnya bergabung ya dengan mereka."ART itu mengingatkan.


"Iya bi."


ART rumah Dika itu pun keluar dari kamar itu. Maya langsung beranjak ke kamar mandi. Dia mandi seadanya karena tadi memang dia sudah mandi. Lalu Maya memakai gaun yang diberikan Dika yang ada di dalam paper bag tersebut.


"Wah, cantik banget gaunnya pasti mahal. Wow, ini mah mahal banget. Baru kali ini aku lihat harga baju semahal ini. Tambah lagi sepatu nih. Wah, harganya bisa buat beli satu motor gede nih"Gumam Maya saat melihat price tag harga di gaun dan sepatu itu.


Untuk mengirit waktu, Maya pun memakai gaun itu dengan cepat. Memoleskan sedikit make up dan lipstik di wajahnya supaya tak terlihat sangat polos. Lalu Maya merapikan sedikit rambutnya. Lalu setelah di rasa cukup, Maya pun bersiap untuk keluar dari kamar itu.


Saat Maya turun memakai tangga rumah itu, Dika melihat Maya yang turun bagai bidadari yang turun dari langit ke tujuh. Dika sangat merasa terpesona melihat kecantikan Maya.


Celyn, Dinar beserta keluarganya juga melihat ada gadis cantik yang sedang turun dari tangga rumah mereka itu. Maya menjadi pusat perhatian keluarganya Dika.


"Tante Maya..!!"Panggil Satria spontan.


"Halo Satria.. Apa kabar sayang?"Maya memeluk Satria yang memang sudah pernah di temuinya saat Dika menjenguk mamanya di rumah sakit.


"Baik tante. Tante kok ada di sini? Tante cantik banget loh hari ini, Satria sampai pangling tante."Cerocos Satria polos.


"Ahh masak sih tante cantik sayang. Tante ngerasa biasa saja kok."Maya malu-malu.

__ADS_1


"Beneran loh tante. Tante itu cantik banget hari ini. Benerkan om Dika?"Tanya Satria.


"Iya Maya. Kamu cantik sekali"Dika menatap Maya tanpa kedip.


"Om. Matanya dah mau keluar tuh..!!"Kata Satria polos yang disambut dengan gelak tawa keluarga Dika yang duduk di ruang tamu rumah itu.


"Ahh Satria.. Om kan jadi malu."Dika gantian jadi malu-malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hahahhaa..!!"Semua serentak tertawa melihat gaya Dika yang malu.


Melihat adiknya salah tingkah begitu, Celyn pun berjalan ke arah Maya dan Dika. Celyn pengen tau siapa gadis yang dibawa Dika ini.


"Siapa gadis ini Dika?"Tanya Celyn to the point.


"Perkenalkan kak. Ini namanya Maya."Jawab Dika.


"Kalo itu sih kita juga tau. Kan tadi Satria sudah menyebutkan namanya. Maksud kakak, siapanya kamu? Pacar?"Celyn bertanya semakin mendetail.


"Hahaha... Iya kak. Ini pacarnya Dika namanya Maya."Dika memperkenalkan Maya sebagai pacarnya.


"Hai Maya. Saya Celyn kakak pertamanya Dika. Senang berkenalan denganmu."Celyn bersikap ramah mengenalkan dirinya.


"Iya kak. Saya Maya. Kak Celyn cantik sekali."Sahut Maya sambil memperkenalkan dirinya.


"Makasih May. Yuks kakak kenalin sama yang lainnya."Ajak Celyn.


"Iya kak."Maya hanya menurut.


"Kak Celyn. Tungguin Dika dong. Harusnya kan Dika yang memperkenalkan Maya pada kalian, kok malah kakak yang ambil alih?"Protes Dika.


"Salah sendiri. Kamu kebanyakan bengong karena melihat kecantikan Maya. Kalo kelamaan kakak kelaparan nanti menunggu kamu."


"Ya ampun kak. Cuma lewat jam makan sepuluh menit doang."Protes Dika.


"Hahaha..!!"Celyn mencuekin Dika sambil tetap berjalan.


Sesampainya di ruang tamu itu, Celyn memperkenalkan Maya kepada satu per satu keluarganya.


"May, kenalin ini suaminya kakak namanya mas Dimas."Celyn memperkenalkan dirinya.


"Hallo mas. Saya Maya mas."Maya menyalam Dimas suaminya Celyn.


"Hallo Maya.. Senang berkenalan denganmu."


"Trus ini adik saya Dinar. Kakak kedua Dika dan itu suaminya namanya Nicko."Celyn menunjukkan satu persatu.


"Halo kak , saya Maya."Maya menyalam Dinar dan Nicko.


"Saya Dinar"Dinar memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


"Saya Nicko."Nicko berkenalan dengan Maya.


"Senang berkenalan dengan kakak dan mas sekalian"Ucap Maya sopan.


"Kamu sama Dika mulai kapan pacarannya?"Selidik Dinar.


"Baru kok kak. Baru tiga hari. Cuma kita sudah kenal beberapa bulan."Cerita Maya.


"Memangnya ketemu Dika di mana May?"Dinar semakin penasaran.


"Waktu itu mas Dika hampir menabrak saya, setelah kejadian itu banyak kejadian yang membuat kami bertemu. Mas Dika sangat baik sama saya dan keluarga saya kak."Jelas Maya.


"Dika memang baik sih. kakak tau. Trus kamu kerja di mana?"Lanjut Dinar.


"Sekarang Maya kerja di cafenya Nek Imah. Jadi wakil nenek di cafe."


"Bener Nek? Kok nenek nggak pernah cerita?"Celyn heran.


"Gimana mau cerita? Kalian semua kan sibuk. Kapan nenek mau cerita ke kalian."Nek Imah berkata.


"Iya Nek. maaafin kita ya."Kata Celyn. "Makasih ya May, kamu sudah membantu nenek kita di cafe."Lanjut Celyn.


"Seharusnya Maya yang berterima kasih kak telah di beri kepercayaan menjadi wakil nenek di cafe."Maya menjawab jujur.


"Harusnya nenek yang berterima kasih sayang. Berkat kamu, nenek jadi terbantu sekali."Ucap Nek Imah.


"Sama-sama Nek"Maya memeluk Nek Imah.


"Wah.. Nenek udah dekat ya sama calon cucu menantunya. Dinar senang Nek. Paling tidak nenek nggak kesepian lagi kalo Dinar dan Kak Celyn sibuk dengan keluarga kita."Dinar berkata pada Nek Imah.


"Iya kamu benar Dinar."Jawab Nek Imah singkat.


"Udah.. Udah.. Jangan sedih-sedih lagi. Yuk makan. Celyn sudah laper banget nih..!!"Kata Celyn.


"Ya udah yuk. Kita cicipi masakannya Maya. Mudah-mudahan kalian suka ya."Ucap Nek Imah.


"Jadi makan malam hari ini masakan Maya nek?"Tanya Celyn.


"Iya Celyn. Maya pintar sekali memasak. Kalian cicipi ya."


"Wah, keinginan Dika tercapai dong. Dika kan memang pengen cari perempuan yang bisa memasak seperti kak Celyn untuk jadi istrinya. Iya kan Nek?"Sindir Dinar.


"Iya kamu benar Dinar"Sahut Nek Imah.


Dika hanya menunduk malu karena Dinar kakaknya meledek dan mengingatkannya atas perkataannya dulu dan sekarang menjadi kenyataan.


"Ya udah sekarang kita makan. Aku jadi nggak sabaran makan masakannya Maya."Ucap Dinar.


"Baiklah ayo..!!"Ajak Nek Imah.

__ADS_1


Tanpa menunggu lagi Celyn, Dimas, Dinar, Nicko, Nek Imah, Dika , Maya dan Satria pun segera berjalan ke arah meja makan. Mereka akan makan malam bersama di sana dengan suasana kekeluargaan yang sangat kental dan menyenangkan. Mereka saling bercerita sambil memakan makanannya.


__ADS_2