Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 11


__ADS_3

Dika Di Sambut Oleh Satria Di Rumahnya


Lama Celyn dan keluarganya ngobrol dengan Nek Imah. Mereka melepas rindu satu sama lain. Perkumpulan keluarga ini jarang sekali terjadi apalagi saat Celyn dan Dinar sudah menikah. Mereka disibukkan dengan urusan keluarga masing-masing.


Mereka semua bahagia bercengkrama bersama sekarang. Hanya satu yang mulai manyun karena kelamaan menunggu kedatangan om nya di rumah. Yah benar Satria. Satria mulai bosan menonton TV selagi papa, mama, buyut dan tante nya asyik mengobrol di sana tanpa menghiraukan kehadiran Satria di sana.


Satria pun mendekati mamanya Celyn dan hendak menanyakan tentang om nya itu.


"Mama.. Om Dika nya mana?? Kok belum datang sih??"Rengek Satria yang bosan.


"Bentar lagi sayang. Mungkin jalanannya macet kali Satria. Sabar ya sayang."Celyn membujuk dan menenangkan anaknya itu.


"Mama dari tadi bilang sebentar lagi. Tapi om Dika nya nggak muncul-muncul. Mama nggak seru ihh. Mama bohong sama Satria."Satria pun ngambek sama mamanya


"Sabar Nak. Kan kita nggak mungkin menelponin om Dika terus takutnya om Dika nggak fokus nyetirnya jadi om Dika kenapa-kenapa nanti."Ucap Celyn.


"Iya juga ya ma. Ya sudah deh, Satria nunggu dengan tenang saja deh di sini. Mana tau benar bentar lagi om Dika nya pulang."Satria pun pasrah.


"Iya benar sayang. Kamu kan anak baik. Bisa kan tunggu sebentar lagi. Mama yakin om Dika pasti sebentar lagi pulang kok."Kata Celyn.


"Iya ma. Satria tau kok."Satria menjawab singkat.


Lima belas kemudian Dika pun pulang. Nek Imah yang sudah hapal suara mobilnya Dika pun langsung tau dan menyadari keberadaan Dika.


"Satria, tuh kayaknya mobilnya Om Dika. Coba kamu lihat deh. Dan tolong bukain pintunya ya."Ucap Nek Imah pada Satria.


"Itu beneran mobilnya om Dika ya buyut?"Tanya Satria santai dan senang sekali.


"Iya. Buyut kan hapal banget suara mobilnya Om Dika."Ucap Nek Imah.


"Kalo gitu, biar Satria lihat deh kesana. Biar Satria kasih surprise buat om Dika."Kata Satria.

__ADS_1


Satria pun kesenangan dan berlari ke arah pintu rumah itu untuk membuka pintu buat Dika. Dika pun yang baru sampai memarkirkan mobilnya digarasi rumah lalu turun dari mobilnya. Di garasi Dika melihat seperti mobilnya kakaknya.


"Kok ada mobilnya kak Celyn ya? Apa mungkin mereka ada di sini juga ya. Wah, kayaknya minggu ini rumah rame ya. Senang juga. Dika kangen banget sama Satria anak mereka. Apa Satria ikut juga ya? Ahh ya sudah deh, Dika lihat di dalam saja." Batin Dika.


Setengah berlari Dika pun hendak masuk ke rumah. Dika pun mengetuk pintu rumah itu. Tak lama kemudian, pintu pun di bukakan oleh Satria.


"Duarrrr..!!"Satria mengejutkan Dika saat membuka pintu nya.


"Satria..!! Ya ampun om kangen banget loh sama kamu. Apa kabar sayangnya om? Isshhh kamu sudah besar banget. Berat lagi. Om saja sampai nggak kuat gendong kamu. Kamu makannya banyak nggak?"Dika spontan menggendong keponakannya itu karena rasa rindunya.


"Satria juga kangen banget sama om Dika. Om Dika kemana saja sih? Kok nggak pernah lagi datang ke rumah? Om sudah nggak sayang ya sama Satria?"Tanya Satria bertubi-tubi.


"Om Dika sayaaaaannngggg banget sama Satria. Tapi memang om Dika lagi sibuk banget. Kerjaan om Dika menumpuk. Jadi om nggak sempat datang ke rumahnya Satria untuk bermain. Lihat saja kayak sekarang, om kan baru pulang jam segini. Padahal hari sudah gelap gitu."Jelas Dika.


"Issh om Dika sama papa sama saja. Sibuk kerja tiap hari. Nanti Satria kalo sudah besar nggak mau ahh sesibuk kalian. Satria mau main saja sama anaknya Satria nanti."Ucap Satria polos.


"Trus nanti kalo mama dan papa Satria sudah tua siapa dong yang membiayai hidup kalian kalo Satria nya nggak kerja kayak papa sekarang? Kan nggak mungkin dong kalian nggak makan?"Jelas Dika lagi untuk memberi pandangan pada Satria.


"Tuh tau. Jadi nanti kalo om Dika sudah tua, Satria nggak mau merawat om kayak dulu om merawat Satria saat masih bayi?"Tanya Dika pada Satria sambil membawa Satria masuk sambil menggendongnya dari pintu masuk ke tempat keluarganya berkumpul.


"Ya mau dong om. Satria kan sayang banget sama om. Pasti kalo om sudah tua, Satria bakalan rawat om sama seperti Satria merawat papa dan mama nantinya."Kata Satria dengan kepolosannya.


Nek Imah yang melihat kekompakan antara om dan keponakannya itu pun sangat senang sekali. Kelihatan sekali mereka saling menyayangi satu sama lain.


"Satria, kasian tuh om nya. Kan om nya capek. Kok malah disuruh gendong sih? Kasian om nya sayang."Kata Nek Imah.


"Nggak apa-apa Nek. Dika memang yang pengen gendong Satria. Dika kangen banget sama Satria."Ucap Dika.


"Tuh kan buyut. Buyut dengar sendiri kan kalo om nya saja nggak keberatan. Berarti kan menurut om Satria nggak berat buyut. Hahahaha..!!"Satria bangga dibelain om nya.


"Siapa bilang kamu nggak berat?"Tanya Dika pura-pura pada Satria.

__ADS_1


"Kan om sendiri yang bilang tadi."Satria menjawab singkat.


"Perasaan nggak deh."Ledek Dika.


"Ihhh.. Om Dika..!!"Satria protes.


"Hahahhaa...!!"Dika dan lainnya tertawa melihat Satria manyun kayak gitu.


"Hai kak Celyn. Hai mas..!! Tumben main ke sini?"Sapa Dika.


"Tuh Satria katanya kangen banget sama kamu. Dia merengek rengek pengen ketemu sama om nya katanya."Jelas Celyn.


"Ya ampun sampai segitunya. Maafin om ya sayang. Om terlalu sibuk sampai nggak sempat main sama kamu."Kata Dika.


"Nggak apa-apa om. Yang penting sekarang Satria sudah ketemu sama om. Selama Satria di sini, Satria tidur bareng om ya. Boleh kan ma?"Tanya Satria.


"Tanya om nya dong. Om nya terganggu nggak kamu tidur sama om?"Jelas Celyn.


"Boleh kan om?"Tanya Satria setengah memohon


"Boleh nggak ya??"Dika membuat Satria berharap.


"Boleh dong om. Ya kan??"Satria menebak jawabannya Dika.


"Ya boleh dong. Apa sih yang nggak boleh sama Satria kesayangan om ini??"Ucap Dika pada keponakannya itu.


"Makasih ya om. Satria sayang sama om..!!"Satria pun memeluk Dika


"Ya sudah temenin om ke kamar ya. Om mau mandi dulu. Baru kita turun lagi bergabung dengan yang lainnya. Mau kan?"Ajak Dika.


"Mau om.. Mau om..!!"Satria semangat sekali.

__ADS_1


Dengan posisi masih menggendong Satria mengajak Satria ke kamarnya. Satria dengan senang hati mengikuti kemanapun om nya itu mengajakanya.


__ADS_2