Anakku Bukan Anakku.

Anakku Bukan Anakku.
Bab 46


__ADS_3

Dani Mengajak Milea Jalan-Jalan.


***Tut.. Tut.. Tut..**** (Handphone Milea berbunyi)


Milea masih malas-malasan di rumah. Dia tak berani datang ke kantor Dika. Milea takut Dika semakin marah melihat wajahnya di kantor Dika. Beberapa hari ini Milea memang nggak keluar rumah. Dia tak bisa belanja, karena uang sakunya tak sebanyak dulu. Kebanyakan kartu kredit Milea pun di nonaktifkan untuk mengontrol kebiasaan Milea belanja.


Milea yang sedang menonton drama korea sambil tiduran mendengar handphonenya berbunyi. Dia melirik handphonenya dan melihat siapa yang menelponnya. Dia melihat nomor yang tertera di berinya nama Dani.


"Dani? Dani siapa ya? Perasaan aku nggak punya teman yang namanya Dani. Tapi kalo bukan temanku nggak mungkin juga nomor handphonenya aku save. Pasti aku kenal dia tapi lupa dia siapa. Angkat nggak ya? Ya udah angkat aja deh. Mana tau aku memang benar-benar mengenalnya." Batin Milea.


Setelah beberapa kali berdering, akhirnya Milea mengangkat telponnya.


"Hallo..!!"Jawab Milea pertama kali.


"Milea kan?"Dani bertanya.


"Iya. Ini siapa ya?"Milea menjawab ragu.


"Isshh kamu udah lupa ya sama aku? Ini mas Dani loh. Kita ketemu beberapa hari yang lalu di pantai saat kamu nangis-nangis di sana."Dani mencoba mengingatkan Milea.


"Dani..???"Milea pun mencoba mengingat-ingat siapa orang itu.


Setelah itu, Milea berpikir dan mengingat-ingat kejadian beberapa hari lalu.


"Dani? Di Pantai? Beberapa hari yang lalu? Apa jangan-jangan cowok yang kemaren ketemu aku waktu nangis saat di maki-maki sama Dika saat aku berencana mempermalukan Maya di cafenya.." Gumam Milea dalam hati.


"Halo.. Kok diam sih??"Tanya Dani.


"Iya mas. Iya. Milea dah ingat sekarang. Mas yang tinggal di hotel dekat pantai itu kan? Apa kabar mas? Kok baru nelpon aku sekarang? Kemana aja?"Tanya Milea.


"Akhirnya kamu ingat juga Mil..!! Kirain kamu semudah itu melupakan mas. Maaf baru sempat telpon hari ini. Mas sibuk banget sebelumnya."Jelas Dani.


"Iya nggak apa-apa mas. Milea mikirnya mas yang lupa sama Milea. Abis mas nggak pernah telpon Milea sih..!!"Keluh Milea.


"Maaf ya Mil..!!


"Mas telpon ada apa? Ada yang perlu Milea bantu?"Tanya Milea.

__ADS_1


"Oh iya hampir lupa. Sekarang mas lagi nggak sibuk. Mau nggak temani mas keliling-keliling Jakarta. Mas pengen kamu ngajak mas jalan-jalan. Kamu lagi sibukkah?"Tanya Dani.


"Nggak sih mas. Milea nggak lagi ngapa-ngapain kok. Milea sedari tadi di rumah saja."


"Bagus dong kalo gitu. Kamu mau kan menemani mas?"Dani meminta jawaban pasti pada Milea.


"Memangnya kita mau kemana mas?"Tanya Milea.


"Terserah kamu aja Mil. Mau nonton oke, mau makan di restoran oke, mau shopping pun oke. Terserah mau nya kamu aja. Tenang aja semuanya aku yang bayarin deh. Kamu tinggal ngikut aja. Aku juga nggak bakalan ngapa-ngapain kamu. Kita hanya jalan-jalan aja nggak lebih."Jelas Dani.


"Nggak enak ahh mas kalo semuanya mas yang bayarin. Ntar mas kiranya Milea cewek matre lagi. Yang mau diajak-ajak oleh laki-laki yang baru di kenal."Milea pura-pura menolak.


"Nggak perlu khawatir. Mas nggak pernah berpikiran seperti itu. Sudah kewajiban mas sebagai laki-laki mentraktir kamu sebagai cewek. Kan mas yang ngajak sih..!!"Jelas Dani lagi.


"Mau jam berapa mas perginya?"Tanya Milea lagi.


"Tiga jam lagi ya. Mas mau istirahat sebentar. Lagian ini masih jam 9 pagi. Kita pergi jam makan siang saja biar mas ada temannya waktu makan. Nanti mas jemput kamu jam 12. Kamu tinggal shareloc alamat rumah kamu."Ucap Dani.


"Ya udah mas. Milea siap-siap dulu ya. Biar nanti waktu mas datang, Milea sudah siap dan kita langsung berangkat saja."Kata Milea.


"Baiklah. Sampai ketemu nanti ya Mil..!! Makasih kamu sudah mau nemanin mas jalan-jalan."


"Hahaha.. Dasar cewek. Suka banget yang namanya gratisan. Tapi nggak apa-apa deh. Yang penting mas ada temannya."Ucap Dani.


"Hahahah...!!"


"Mas tutup ya telponnya. Bye Milea. Tunggu mas datang jemput ya. Make up nya jangan tebal banget ya kayak kemaren. Yang minimalis aja. Kamu kan sudah cantik nggak perlu dandan juga sudah cantik kok."Kata Dani.


"Iya mas. Nggak dandan macem-macem kok. Janji deh..!!"Janji Milea.


"Oke deh. Sampai ketemu ya Milea..!!"


Dani memutuskan sambungan telponnya dengan Milea. Dia kembali fokus menyetir menuju hotel dan istirahat sebentar sebelum pergi jalan-jalan dengan Milea.


Milea pun yang tadinya malas-malasan langsung bangun dan bergerak. Dia pergi mandi dan siap-siap untuk dandan minimalis sebelum Dani datang menjemputnya seperti janji mereka tadi.


*****Tiga Jam Kemudian*****

__ADS_1


Dani sudah selesai istirahat. Dia pun segera bersiap-siap menjemput Milea. Dani memakai kaos casual dengan celana jeans. Dia memakai pakaian santai hendak pergi bersama Milea. Dani pun langsung keluar dari kamarnya. Dani sudah meminta Milea untuk mengirim shareloc alamat rumahnya Milea agar Dani dapat menjemputnya. Setelah mendapat alamat Milea, Dani pun lalu pergi dan melajukan mobilnya ke arah alamat rumah Milea yang sudah dia dapatkan.


Sementara di tempat lain, Milea sudah selesai dandan. Seperti permintaan Dani, Milea tak dandan berlebihan. Dia berpakaian santai tapi tetap elegan dengan make up minimalis. Milea memang kurang suka dandanan seperti ini karena dia agak kurang percaya diri tanpa make up biasanya. Tapi karena ini adalah permintaan Dani, mau tak mau Milea pun mengikutinya.


Setengah jam kemudian, Dani sampai di rumah Milea. Dia pun keluar dari mobil dan mengetok pintu rumahnya Milea.


***Tok.. tok.. tok...****


Mendengar pintu rumah di ketok, Milea pun yakin kalo itu Dani yang sudah datang menjemputnya. Asisten rumah tangga Milea membukakan pintu tersebut.


"Pagi bu..!!"Sapa Dani saat melihat orang yang Dani yakin adalah pembantunya Milea.


"Pagi tuan. Mau ketemu sama siapa?"Tanya ART itu.


"Milea nya ada? Saya sudah janjian dengannya tadi."Dani menjelaskan tujuannya datang ke rumah itu.


"Non Milea ya tuan. Saya panggil dulu ya tuan. Silahkan masuk dan duduk dulu. Saya akan ke kamar non Milea."Ucap ART itu sopan.


Baru saja ART itu membalikkan badan, tiba-tiba sudah terlihat Milea turun melalui tangga rumahnya saat mendengar suara Dani.


"Mas Dani? Sudah lama datangnya?"Tanya Milea. "Bi, tolong buatkan minum ya untuk tamu saya"Lanjut Milea bicara pada ART nya.


"Nggak usah bi. Saya sebentar kok."Potong Dani sambil melarang ART itu membuat minum.


ART itu pun melihat Milea. Matanya seakan menanyakan apa yang harus dia lakukan. Apa harus membuatkan minum atau nggak.


"Ya udah bi. Nggak jadi teh nya. Kami mau pergi juga kok."Ucap Milea akhirnya.


"Ya sudah non. Kalo gitu bibi permisi ke belakang dulu. Permisi non. Permisi tuan."Kata ART itu.


"Iya."Jawab Milea singkat.


ART itu pun akhirnya pergi meninggalkan Dani dan Milea di sana.


"Ayo mas kita langsung berangkat aja."Ajak Milea.


"Iya Milea. Ayo."

__ADS_1


Dani dan Milea pun pergi dari rumah itu. Dani dan Milea pergi menggunakan mobil kantornya Dika. Dani lah yang menyetir mobilnya. Milea hanya ikut dan duduk manis di mobil itu. Milea mengikuti kemanapun Dani membawanya pergi.


__ADS_2