Angel Of Love

Angel Of Love
Narik otot


__ADS_3

Adelia langsung mengangkat tangannya dan menutup mulut Chris menggunakan kedua tangannya.


"Stop!" pintanya.


Apa yang mau Chris katakan pada kakaknya? Jangan sampai pria itu membongkar rahasianya karena bisa dia tebak, kakaknya pasti akan langsung memarahinya ditempat itu juga.


Dia tidak mau hal itu terjadi karena dia takut kakaknya akan memukuli Chris apalagi pria itu tidak salah dan dialah yang meminta Chris untuk pacaran pura-pura dengannya.Tapi apakah Chris tidak mengerti dengan posisinya? Dia benar-benar bisa gila menghadapi pria itu.


Sean melotot tidak percaya melihat tingkah adiknya, beraninya menutup mulut rekan bisnisnya itu? Sean bertanya dalam hati, ada apa dengan adiknya hari ini?


Kenapa begitu Chris datang tingkah adiknya langsung berubah? Dia juga curiga kenapa Adelia dan Chris tampak begitu akrab. Tidak mungkinkan mereka berdua saling mengenal dan memiliki hubungan?


Sean menepis kecurigaannya karena dia yakin adiknya yang malas berhubungan dengan lelaki itu tidak mungkin mengenal Chris dan tidak mungkin juga Chris adalah klient adiknya. Tapi walau begitu mata Sean masih melotot pada dua orang itu.


Sedangkan Chris, senyumnya mengembang dibalik telapak tangan Adelia, dia sangat senang Adelia melakukan hal itu walaupun dia tidak menyangka Adelia begitu berani menutup mulutnya.


Padahal dia hanya ingin berkata pada Sean bahwa dia dan adiknya sedang mengobrol saja, tapi sepertinya Adelia salah sangka terhadapnya dan sepertinya akan sedikit menyenangkan menggoda Adelia didepan kakaknya karena dia ingin melihat reaksi Adelia nanti.


Sepertinya wanita itu benar-benar takut jika kakaknya sampai tahu jika mereka sedang menjalani masa pacaran pura-pura dan ini sangat menyenangkan apalagi Adelia telah berani tidak menjawab telephonenya selama beberapa hari belakang ini.


"Del, apa yang kau lakukan?" Tanya Sean tidak percaya.


"Eh itu?" jawab Adelia dan dia segera menarik tangannya dari mulut Chris.


"Cepat minta maaf pada Mr Chris." perintah Sean.


Adelia tersenyum terpaksa dan langsung bangkit berdiri, dia juga membungkukkan badannya didepan Chris.


"Maaf Mr Chris, maafkan atas kelancangan saya." katanya dengan tidak niat.


"Wah aku tidak menyangka bahwa nona Adel begitu tidak sopan." katanya dengan dingin.


Chris berpura-pura berkata demikian karena dia ingin melihat reaksi Adelia.


"Aku benar-benar minta maaf." kata Adelia lagi.


Sebenarnya didalam hatinya sedang merutuki Chris dan dia berharap Chris tidak memperpanjang masalah ini.


"Mr Chris, maafkanlah adikku karena sudah bersikap kekanak-kanakan." sela Sean.


Chris menatap kearah Adelia yang terlihat menunduk lesu.


"Tidak apa-apa, tidak perlu dibahas lagi tapi aku ingin meminta penjelasan dari adik anda setelah ini." jawab Chris dengan santai.


Adelia merasa lega dan duduk kembali, hampir saja dia membuat kakaknya malu dan menggagalkan rencana kerja sama kakaknya dengan Chris walaupun dia tidak tahu penjelasan apa yang ingin Chris minta padanya nanti.


Adelia meraih jus alpukatnya dan segera menyeruputnya dengan cepat untuk menenangkan hatinya.

__ADS_1


"Mr Chris, aku benar-benar minta maaf atas kelakuan adikku." kata Sean lagi dengan tidak enak hati.


"Tuan Sean, tidak masalah, seharusnya tadi dia menutup mulutku dengan bibirnya." jawab Chris asal.


Adelia melotot tidak percaya saat mendengar perkataan pria itu begitu juga dengan Sean, dia menatap Chris dengan tajam tapi kemudian dia tertawa.


"Mr Chris, ternyata kau suka bercanda." ujarnya.


Chris hanya menyunggingkan bibirnya dan melirik kearah Adelia yang sedang menyeruput jus alpukatnya kembali dengan cepat.


"Kak, aku mau pulang." pinta Adelia.


Dia sudah tidak tahan berada terlalu lama disana, jika dia masih berusaha bertahan mungkin dia bisa jadi gila.


"Oh ya sudah, apa perlu aku mengantarmu?"


"Tidak perlu kak, aku bawa mobil kok."


"Baiklah, hati-hati dijalan."


Adelia langsung bangkit berdiri dan segera berlalu pergi tanpa berbicara apa-apa bahkan dia tidak melihat Chris sama sekali.


Sean melihat adiknya itu dengan heran, kenapa begitu tidak sopan pada rekan bisnisnya? Tidak biasanya adiknya itu bertingkah demikian.


Chris hanya memperhatikan kepergian Adelia dalam diam, jika dia tidak sedang membicarakan bisnis mungkin akan dia kejar.


"Maaf atas kelakuan adikku Mr Chris." ujar Sean tidak enak hati.


Sean hanya terseyum, entah kenapa adiknya sangat aneh hari ini. Merekapun kembali membicarakan bisnis yang tertunda setelah kepergian Adelia.


Setelah mereka sepakat untuk bekerja sama, Sean pergi dan meninggalkan Chris disana sedangkan Chris belum berniat pergi dari sana.


Pada saat itu ponselnya berbunyi, Chris melihat ponselnya dan ternyata ibunya yang menghubunginya dari inggris.


"Mom, what wrong?"


"Chris, bagaimana kabarmu?" tanya ibunya disebrang sana.


"Good."


"Sebentar lagi kau ulang tahun, apa kau tidak mau pulang?"


"No."


"Kenapa? Apa kau tidak rindu dengan kami?"


"Mom, aku sedang sibuk."

__ADS_1


"Oke baiklah, jadi?"


"What?"


"Apa kau sudah menemukan pasangan?"


Chris langsung memijit pelipisnya, lagi-lagi pertanyaan itu.


"Mom, aku sedang berusaha, jadi doakan saja."


"Benarkah?"


"Yes."


"Wah, siapa? Ceritakan pada mommy." terdengar suara ibunya yang begitu bersemangat sana.


"Mom, aku hanya bilang sedang berusaha, jadi jangan berharap lebih."


Ibunya langsung menarik nafas kecewa, tidak lama lagi putranya akan berusia tiga puluh enam tahun, mau sampai kapan terus melajang?


Dia berharap putranya bisa cepat menikah agar punya teman untuk menemani putranya sampai tua.


"Ya sudah, aku akan mendoakanmu." kata ibunya lagi disebrang sana.


"Thanks mom."


Chris mematikan ponselnya dan menyimpannya kembali, pria itu termenung disana dan mengingat kejadian dimana Adelia mengajaknya pacaran pura-pura.


Waktu itu, dia begitu kaget mendengar permintaan Adelia.


Sebenarnya dia tidak mau menerima tawaran wanita itu karena hanya menghabiskan waktunya saja.


Tapi sebagai pria lajang yang memang sedang mencari pendamping tiba-tiba mendapat tawaran seperti itu tentu hal itu adalah sebuah keuntungan baginya.


Apalagi Adelia sangat berbeda dengan wanita-wanita yang selama ini dekat dengannya.


Walaupun umur mereka terpaut jauh, tidak ada salahnya mencoba mendekati wanita yang lebih muda darinya itu.


Chris segera bangkit berdiri dan pergi dari sana. Sedangkan saat itu Adelia kembali kekantornya dengan penuh emosi.


Wanita itu bahkan melemparkan tasnya dan mulai mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya untuk menenangkan kekesalan dihatinya.


Selama diperjalanan Adelia mengumpat kesal, beberapa kali hampir saja dia menabrak pemotor yang berada didepannya.


Karena tindakannya membawa kendaraan secara ugal-ugallan membuatnya harus berurusan dengan polisi lalu lintas dan kena tilang.


"Dasar pria aneh, setiap kali berbicara dengannya rasanya aku harus menarik otot terlebih dahulu." makinya.

__ADS_1


Adelia menarik nafasnya berkali-kali untuk menenangkan kekesalan dihatinya, setelah itu Adelia melangkah keluar untuk memanggil asistennya. Hari ini dia akan melihat apakah ada wanita yang cocok untuk Chris?


Dia tidak mau menjalani masa pacaran pura-pura dengan pria itu terlalu lama lagi karena hal itu bisa membuatnya gila.


__ADS_2