Angel Of Love

Angel Of Love
Cleaning service baru


__ADS_3

Pagi itu dibiro jodoh terjadi kehebohan disana, bagaimana tidak, pagi itu Laura datang ke biro jodoh itu dan mengatakan kepada asisten Adelia bahwa mulai hari itu dia bekerja disana.


Sontak saja para karyawan Adelia langsung heboh, ada apa dengan wanita itu?


Apa Laura kesambar petir sehingga membuat otaknya miring?


"Hei, berhenti bergosip dan katakan apa tugasku hari ini?"


Laura memukul meja didepannya dengan kencang, rasanya harga dirinya benar-benar hilang saat itu.


Jika saja bukan karena permintaan Adelia, dia juga tidak mau seperti itu. Merendahkan diri menjadi seorang pegawai biasa.


Padahal dia adalah pewaris tunggal keluarga Malik? Tapi beraninya Adelia memintanya menjadi pegawai ditempat itu?


Tapi jika tidak dia lakukan, maka habislah sudah, hak waris yang dicabut oleh kakeknya tidak akan kembali lagi.


"Ms Laura, apa ada kesalahan disini?" tanya asisten Adelia heran.


"Tidak ada, cepat katakan padaku apa pekerjaanku hari ini." teriak Laura kesal.


"Mohon maaf Ms Laura, aku akan menghubungi bu Adel terlebih dahulu."


"Apa bu Adel tidak mengatakan pada kalian jika aku bekerja disini mulai hari ini?" Laura semakin kesal.


Asisten pribadi Adelia menggeleng, mana dia tahu, bahkan dia tidak tahu kenapa pagi ini seorang Laura Malik tiba-tiba mengatakan akan bekerja disana. Apa dunia sudah terbalik?


Asisten Adelia segera mangambil ponselnya untuk menghubungi bosnya dan pada saat menerima ponselnya berbunyi, Adelia masih berada dirumahnya dan sedang membuat sarapan untuk Chris.


Pria itu tentu ada disana untuk sarapan dirumah kekasihnya.


"Bu Adel, apa Ms Laura hari ini bekerja ditempat kita?" tanya asisten pribadinya.


"Oh ya, aku lupa mengatakannya padamu. Apa dia sudah datang?" tanya Adelia pula.


"Tentu bu, pagi-pagi Ms Laura sudah datang."


Adelia terkekeh pelan, sepertinya Laura benar-benar sudah diambang batasnya. Mungkin ada yang dia kawatirkan hingga membuat wanita itu menyetujui permintaannya.


Tapi siapa yang perduli, pokoknya selama sebulan kedepan dia akan membalas perbuatan Luara dengan cara yang elegant.


"Baguslah, sebentar lagi aku akan kesana."


"Baik bu Adel, tapi Ms Laura bertanya padaku apa tugasnya hari ini?" tanya asistennya lagi.


"Katakan aku akan segera kesana dan memberitahunya apa yang akan dia lakukan nanti. Jangan lupa mengatakan kepada Ms Laura untuk duduk diam dan tidak membuat keributan jika tidak aku akan berubah pikiran."


Asistennya sangat heran, apa yang telah terjadi dengan kedua orang itu? Apa ada hubungannya dengan kejadian kemarin?


Tapi walau begitu, dia hanya bisa mengikuti perkataan bosnya dan segera menghampiri Laura saat sudah mendapat perintah dari bosnya.


"Ms Laura, bu Adel bilang tunggu sampai dia datang." kata Rani.


"Apa? Aku tidak mau menunggu!" Laura bertambah kesal. Beraninya meminta dia menunggu!


"Maaf Ms Laura, itu kata bu Adel barusan."


"Brraaakkk!!!" Laura memukul meja didepannya dengan kesal.


"Adelia si*lan, akan aku menghancurkan biro jodoh ini." Laura semakin tambah marah.

__ADS_1


"Ms Laura, ada pesan dari bu Adel."


"Apa?" tanya Laura dengan cepat.


"Bu Adel meminta Ms Laura untuk duduk diam dan tidak membuat keributan, jika tidak dia akan berubah pikiran."


Wajah Laura langsung pucat, wanita itu berjalan kearah kursi dengan lemas, jika Adelia berubah pikiran maka habislah sudah.


Sedangkan saat itu senyum menghiasi wajah cantik Adelia, tak henti-hentinya senyum mengembang diwajahnya.


Adelia sudah tidak sabar untuk pergi kekantornya dan tentu saja untuk memberi pelajaran pada Laura.


Chris melihat kekasihnya itu dengan heran, ada apa dengannya? perasaan tadi Adelia terlihat biasa saja sewaktu membuat sarapan.


"Del, ada apa denganmu?" tanya Chris penasaran.


Adelia tersenyum dengan manis dan menghampirinya.


"Apa kau sudah selesai?"


"Yah."


"Kalau begitu ayo kita pergi."


Chris mengernyitkan dahinya, untuk apa buru-buru bahkan ini masih pagi.


"Apa kau sedang ada janji?" tanyanya.


"Tidak."


Adelia hendak mengangkat piring kotor tapi Chris segera menariknya hingga Adelia terduduk diatas pangkuannya.


"Katakan padaku, kenapa kau begitu senang?"


"Yes, kau seperti orang yang baru saja memenangkan lotre kau tahu?"


Adelia terkekeh pelan dan memeluk leher kekasih tampannya.


"Si seven eleven." katanya.


"Ada apa dengannya?"


"Mulai hari ini dia menjadi pegawaiku sampai satu bulan kedepan." ujarnya.


"Apa?" Chris begitu kaget mendengarnya.


Adelia mulai menceritakan apa yang Laura lakukan terhadapnya sehingga Laura menyetujui permintaannya untuk menjadi karyawannya selama satu bulan.


Semula Chris sangat kesal mendengarnya, tidak hanya mencakar wajah kekasihnnya tapi Laura juga berani memfitnah Adelia.


"Kenapa tidak kau tuntut saja?" kata Chris kesal.


Adelia tersenyum dan mengusap rambut pria itu.


"Yah, tadinya aku sempat berpikir demikian. Tapi lebih menyenangkan melihat wajah kesalnya selama satu bulan."


"Kau licik juga." ujar Chris sambil terkekeh.


Adelia memandangi wajah Chris dan mendekatkan wajahnya.

__ADS_1


"Tapi kau suka bukan?"


"Tentu."


Chris langsung me*umat bibir Adelia tanpa menunggu lagi, mereka berciuman cukup lama setelah itu mereka pergi dari sana.


Saat tiba ditempat Adelia, Chris tidak turun lagi dari mobilnya dan tentu saja sebelum pergi mereka berciuman sebentar.


Adelia masuk kedalam tempatnya dengan senyum mengembang diwajahnya, saat melihat kedatangannya Laura langsung bangkit berdiri, dia sudah sangat bosan dan kesal karena sudah lama menunggu kedatangan Adelia.


"Bu Adel, katakan padaku apa pekerjaanku hari ini?" tanya Laura dengan tidak sabar.


Dalam hati Laura menebak palingan dia diminta mengantar klient saja.


"Wah Ms Laura, kau tampak sudah tidak sabar." jawab Adelia dengan santai.


"Cepat katakan, aku sudah lama menunggumu dan aku akan bekerja dengan sungguh-sungguh ditempatmu ini selama sebulan."


"Baguslah, kau begitu bersemangat."


Adelia tersenyum dengan licik dan melirik kearah tukang bersih-bersihnya yang sedang menyapu.


"Pak komang." panggilnya.


" Ya bu." pak Komang langsung mendekatinya.


"Istri pak Komang bukannya sedang sakit?"


"Iya bu."


Adelia langsung mengambil sapu dari tangan pak Komang.


"Pak Komang boleh cuti selama sebulan untuk menjaga bu Komang, tidak perlu kawatir aku akan tetap memberikan gaji pak Komang." ujarnya.


"Benarkah bu?" pak Komang begitu senang mendengarnya.


Adelia mengangguk dan pak Komangpun pergi dari sana untuk mengurus istrinya yang sedang sakit.


Laura melihat kearah Adelia dengan tanda tanya dihatinya, apa yang mau dilakukan oleh wanita itu?


"Nah Ms Laura." sambil menyodorkan sapu yang dipegangnya kearah Laura.


"Kau harus menggantikan pekerjaan pak Komang selama sebulan."


"Apa?" Laura tidak percaya mendengarnya.


"Bu Adel, jangan bercanda! Aku bahkan tidak pernah menyapu rumahku!" ujar Laura kesal.


"Begitu? Ya sudah." Adelia mengambil ponselnya pura-pura ingin menghubungi ayahnya.


"Dadddy, mengenai saham?"


"Akan aku lakukan!" teriak Luara cepat dan meraih sapu dari tangan Adelia.


Adelia tersenyum penuh kemenangan, padahal dia hanya pura-pura menghubungi ayahnya.


"Kalau begitu, Selamat bekerja Ms Laura."


Adeliapun berjalan kearah ruangannya.

__ADS_1


Sedangkan Laura, berdiri disana dengan sebuah sapu ditangannya. Sekarang dia menyesal, seharusnya tidak sembarangan menantang orang. Tapi mana dia tahu jika Adelia ternyata putri orang kaya?


Laura mulai melakukan pekerjaannya dan hari itu harga dirinya sungguh hilang, dengan pakaian mahal yang dipakainya dia harus menjadi cleaning service selama satu bulan.


__ADS_2