Angel Of Love

Angel Of Love
Dasar otak bisnis!


__ADS_3

Disebuah restoran tampak Adelia sedang bersama dengan Chris untuk menemui seseorang, mereka telah berjanji akan bertemu dengan seorang wanita disana.


Adelia tampak gugup karena wanita yang akan mereka temui adalah mantan pacar Chris. Saat bertemu nanti apa yang harus dia lakukan?


Tidak ada satu wanitapun yang suka bertemu dengan mantan pacar kekasihnya tapi Chris berkata Jika Erlyn ingin menemuinya untuk meminta bantuannya.


Sebab itulah Chris mengajaknya supaya Adelia tidak salah paham nantinya.


Chris telah menceritakan semuanya pada Adelia ketika Erlyn datang kekantornya untuk menemuinya.


Tidak ada yang ditutupi oleh pria itu, walaupun Adelia merasa cemburu tapi dia sangat senang Chris menceritakan hal itu tanpa perlu dia tanya.


"Chris apa mantan pacarmu itu lebih cantik dariku?" Adelia tampak begitu gugup.


"Tidak sayang, kau jauh lebih cantik darinya."bjawab Chris pula.


"Benarkah?" Adelia kembali memastikan.


Chris terkekeh dan mengusap wajah Kekasihnya itu.


"Sayang, kenapa kau gugup begini? Aku mengajakmu menemuinya supaya kau tidak cemburu seperti kemarin dan salah paham."


"Chris seperti apa mantan pacarmu itu?"


"Yang jelas dia punya mata, hidung dan mulut."


"Jawaban macam apa itu? Kau benar-benar menyebalkan!" Adelia memukul bahu kekasihnya.


Chris memegang tangan Adelia dan memeluk pinggang gadis itu karena saat itu mereka sedang duduk bersama.


" Adel sayang, sekalipun dia cantik seperti seorang dewi tapi yang ada dihatiku saat ini hanya kamu." bisik Chris ditelinganya.


Wajah Adelia bersemu merah, bukan saja perkataan Chris yang membuatnya malu tapi banyak mata yang melihat kearah mereka.


Sedangkan tidak jauh dari mereka, tampak Erlyn berjalan memasuki restoran itu bersama putranya.


Langkahnya terhenti saat melihat Chris sedang bersama dengan seorang gadis cantik, Bahkan gadis itu bersandar pada bahu Chris sedangkan Chris tampak membelai rambut gadis itu dan mereka terlihat begitu mesra.


Erlyn mulai iri, dulu Chris tidak pernah memperlakukannya seperti itu. Tapi sepertinya sekarang Chris sudah banyak berubah, apa gadis itu yang telah merubah sikap Chris?


Jika benar maka dia sudah kalah telak karena Chris tidak bisa menjadi miliknya lagi bahkan pria itu mengajak pacarnya untuk menemuinya.

__ADS_1


Sekarang lebih baik dia mencari ayah Erick dengan meminta bantuan Chris yang telah lama tinggal di Indonesia karena sudah tidak ada celah baginya untuk masuk diantara kedua orang itu.


Erlyn kembali melangkah mendekati kedua orang itu, dia tidak mau membuat mereka menunggu dan membuat Chris marah karena dia takut Chris tidak jadi membantunya untuk mencari ayah Erick.


"Hai, maaf menggangu." sapanya saat dia sudah berdiri didepan Chris dan Adelia.


Sontak saja sapaan Erlyn membuat Adelia sangat kaget dan langsung melepaskan diri dari pelukan Chris.


"Ah...ha..hallo." Adelia kembali gugup dan dia hendak bangkit berdiri tapi kedua lututnya langsung terantuk bawah meja.


"Aduh!!" Adelia meringis kesakitan, mengurungkan niatnya dan memegangi kedua lututnya.


"Sayang, apa kau tidak apa-apa?" Chris memegangi lutut Adelia dan mengusapnya.


Adelia hanya menggeleng dan masih menahan sakit dikedua lututnya.


"Aku sudah bilang supaya tidak gugup, memangnya kau melihat hantu!" Chris mulai kesal.


"Maaf, aku hanya gugup saja."


"Bodoh!" marah Chris lagi.


"Chris, kau sudah banyak berubah."


"Tidak, aku tidak berubah." jawab Chris cepat.


"Tidak, kau sangat berbeda sekarang tidak seperti?"


"Erlyn." Chris memotong ucapan wanita itu dengan cepat.


"Ingat tujuanmu memintaku datang kemari, jika kau hanya ingin membicarakan masa lalu dan membuat pacarku cemburu hingga merusak hubungan kami maka lebih baik kami pergi saja." katanya kesal.


"Maaf Chris, aku tidak bermaksud begitu." Erlyn menundukkan kepalanya.


Adelia menatap wanita itu dan pria kecil yang duduk disamping Erlyn, loh kok rasanya mirip?


"Sudahlah, katakan apa yang bisa kami lakukan untukmu?" tanya Chris kemudian.


Erlyn mengangkat kepalanya, mulai menatap kedua Chris dan Adelia dengan serius.


"Chris, waktu itu aku memang pergi ke Amerika dengan seorang pria. Maaf, waktu itu aku sangat kecewa denganmu karena kau terlalu sibuk! Kau juga terlalu kaku tidak pernah bersikap romantis padaku jadi aku memutuskan hubungan kita dan mengikuti sahabatku pergi ke Amerika."

__ADS_1


Erlyn menggenggam tangannya dengan erat sebelum melanjutkan ucapannya.


"Saat di Amerika aku bermain ke Las Vegas, disana aku mabuk berat tanpa tahu apa yang aku lakukan. Aku bertemu dengan seorang pria dan entah kenapa, kami menghabiskan malam bersama. Kami bahkan tidak saling mengenal dan aku bahkan tidak ingat siapa namanya tapi aku punya fotonya diponselku."


"Foto itu aku ambil saat sedang berdua dengannya dan hanya itu petunjukku mengenai pria itu, karena saat pagi kami langsung berpisah dan aku tidak menyadari jika benih pria itu sudah ada dirahimku. Selama enam tahun aku berusaha mencarinya di Amerika tapi aku tidak bisa menemukannya tapi aku ingat malam itu dia mengatakan bahwa dia berasal dari Indonesia."


Erlyn menarik nafasnya dan mulai menerawang jauh sedangkan Adelia dan Chris masih setia menunggu cerita wanita itu.


"Aku kembali ke Inggris dan mulai mencarimu kembali, aku mendengar jika kau belum menikah sebab itulah aku pikir aku bisa kembali padamu jika aku mengatakan Erick adalah putramu. Aku melakukan hal ini karena aku kasihan dengan status Erick yang tanpa ayah dan tentu saja karena aku masih mencintaimu." Jelas Erlyn panjang lebar.


Chris menarik nafasnya dengan berat, jadi itu alasan Erlyn memutuskan hubungan mereka?


Tapi bagus deh, jika Erlyn tidak memutuskan hubungan mereka mungkin saat ini dia tidak akan bertemu dengan Adelia.


"Jadi? Apa kau bawa foto pria itu?" tanyanya.


"Tentu, tentu saja aku membawanya."


Erlin membuka tasnya dan mengeluarkan selembar foto dari sana, setelah itu Erlyn meletakkan benda itu diatas meja dan menyodorkan kehadapan Chris


"Chris, aku harap kau bisa membantuku karena sebentar lagi usia Erick mau enam tahun dan aku berharap aku bisa menemui pria ini untuk meminta pertanggung jawabannya."


Chris mengambil foto itu dan matanya terbelalak kaget ,pantas saja dia merasa tidak asing ternyata?


"Adel sayang, sepertinya ini akan menjadi tugasmu." Chris menyodorkan foto itu pada kekasihnya.


Adelia tak kalah kagetnya, astaga!


"Erlyn, aku akan membantumu." Adelia mengipas-ngipas foto yang berada ditangannya.


"Benarkah?" Erlyn tampak senang.


"Tentu saja, aku tidak akan memungut bayaran darimu karena kau kenalan Chris jadi aku akan menggratiskan jasaku kali ini."


Erlyn bingung mendengarnya.


"Dasar otak bisnis." Chris menyentil dahi Adelia pelan.


Adelia tersenyum dengan lebar, gadis itu masih mengipas-ngipas foto yang dipegangnya padahal ruangan itu tidak panas.


"Kak Sean, kali ini aku akan membuka matamu lebar-lebar!" katanya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2