Angel Of Love

Angel Of Love
Mengungsi


__ADS_3

Sore itu dirumah Adelia dan chris, tampak seorang pria tidak diundang sedang memencet bel rumah itu, siapa lagi jika bukan Sean.


Pria itu sedang butuh teman curhat karena stress berat, ya siapa lagi yang dia cari jika bukan adik iparnya sesama penyuka daun muda.


Tapi yah, dia belum termasuk dalam golongan itu karena dia masih menyangkal dirinya sendiri.


Adelia sedang sibuk didalam dapurnya untuk menyiapkan makan malam untuk suaminya, dia sedang mengaduk sayur didalam panci dan pada saat itu terdengar suara bel didepan sana berbunyi.


Adelia kira jika itu adalah suaminya jadi dia segera mematikan api kompor dan berlari dengan cepat untuk membukakan pintu rumahnya tapi saat pintu rumahnya terbuka malah tampang kusut kakaknya yang dia dapat diluar sana.


"Kak Sean? Kenapa kau kemari?"tanyanya heran.


Tanpa berkata apa-apa Sean langsung menerobos masuk kedalam rumah adiknya dengan sebuah tas ditangannya.


"Kak?" Adelia semakin penasaran dibuatnya.


"Del, suamimu belum pulang?"


"Belum, kenapa?"


"Kakak butuh tampungan jadi tampung kakak ya." pinta kakaknya.


"Apa?" Adelia tidak percaya mendengarnya


"Kak Sean, jangan bilang kau kabur dari rumah ya?"


"Tidak, aku hanya mengungsi." jawab Sean.


"Apa bedanya? Kakak dimarahin daddy ya?" tanya Adel curiga.


"Tidak, aku bukan anak kecil lagi untuk apa daddy memarahiku."


"Lalu?"


Sean meletakkan tas yang dibawanya diatas lantai dan segera duduk diatas sofa, dia malas menjawab pertanyaan adiknya itu karena dia tidak mau adiknya tahu alasan dia pergi dari rumah.


"Buatin kakak minuman dong Del, haus nih." pintanya.


Adelia melihat kakaknya itu dengan penuh tanda tanya, sungguh dia sangat ingin tahu apa yang telah terjadi dengan kakaknya, tapi walau begitu Adelia masuk kedalam dapurnya untuk membuat secangkir minuman hangat untuk kakaknya.


Tidak lama kemudian, Adelia kembali dengan minuman hangat ditangannya. Adelia meletakkan minuman itu dan segera duduk didepan kakaknya.


"Kak, sebenarnya ada apa sih?" Adelia masih penasaran.


"Tidak ada apa-apa jadi jangan banyak bertanya."


"Tidak ada apa-apa tapi kak Sean seperti anak kecil yang sedang kabur."


"Diam ah." Sean menyela adiknya itu dengan cepat dan mengambil minuman yang dibuatkan oleh adiknya dan menyeruputnya.

__ADS_1


Adelia semakin kesal, dia ingin memarahi kakaknya tapi pada saat itu terdengar suara pintu pagar dibuka dari luar sana.


Adelia menahan kekesalan hatinya dan segera berjalan kearah pintu, kali ini pasti suaminya yang pulang.


"Sayang, aku pulang." Chris memeluk istrinya dan menciumi wajahnya.


Adelia mengambil jas suaminya dan tas kerjanya sedangkan Chris mulai membuka sepatunya dan pada saat itu Chris melihat sepasang sepatu disana.


"Hei ada siapa didalam sana?" tanyanya.


"Tamu tidak diundang." jawab Adelia dan dia segera masuk kedalam rumahnya sedangkan Chris mengikutinya.


Didalam sana tampak kakak iparnya sedang mengangkat kepalanya seperti sedang memikirkan sesuatu, Chris jadi heran dibuatnya, apa yang terjadi dengan kakak iparnya?


"Hei, ada apa dengan kakakmu?" Chris berbisik ditelinga istrinya.


"Mana aku tahu, dia seperti itu sedari tadi." jawab Adel pula.


Chris kembali melihat kearah kakak iparnya yang berada diruang tamu.


"Sayang, sepertinya kakakmu sedang jatuh cinta deh." bisiknya.


Chris berkata demikian karena dia teringat dengan curhatan kakak iparnya beberapa hari lalu.


"Apa?" Adelia melihat suaminya tidak percaya.


"Hai Sean, ada apa datang kemari?" Chris duduk didepan kakak iparnya itu sambil melonggarkan dasi yang dipakainya.


"Chris akhirnya kau kembali."


"Ya, apa kau ada perlu denganku?" Chris pura-pura tidak mengerti.


"Tentu saja, aku sangat membutuhkanmu saat ini."


"Wah apa kau ingin mengajakku berbisnis?"


"Tidak bukan begitu."


"Jadi?"


Sean melirik kearah dapur, jujur saja dia takut jika adiknya tiba-tiba keluar dari sana dan mendengar pembicaraan mereka.


"Aku ingin melanjutkan pembicaraan kita kemarin." Sean berbicara dengan pelan.


Chris memijit pelipisnya, seperti yang dia duga dan sepertinya malam ini dia harus menyediakan banyak minuman juga kacang kulit untuk mendengarkan keluhan kakak iparnya.


"Chris, bagaimana?"


Sebelum Sean melanjutkan perkataannya lebih lanjut Chris langsung bangkit berdiri.

__ADS_1


"Sean, aku mau mandi jika kau ingin melanjutkan pembicaraan boleh saja tapi nanti."


Chris segera melangkah pergi masuk kedalam kamarnya untuk mandi.


Sean menarik nafasnya kecewa, padahal dia sudah siap untuk membicarakan permasalahan yang ada didalam hatinya tapi sekarang rasanya?


Dia jadi ragu apa nanti dia bisa melanjutkan curhatannya pada adik iparnya itu.


"Sialan! Aku sudah memberanikan diri tapi dia malah pergi." maki Sean kesal.


Tidak lama kemudian Adelia keluar dari dapurnya dan melihat kakaknya sendirian duduk disana.


"Kak, Chris kemana?"


"Katanya mau mandi."


Adelia mangangguk dan segera masuk kedalam kamarnya tapi Chris tidak ada, mungkin suaminya sedang berada dikamar mandi jadi dia menyiapkan pakaian untuk suaminya dan setelah itu, Adelia duduk disisi ranjang untuk menunggu suaminya selesai mandi.


Beberapa menit kemudian Chris keluar dari dalam kamar mandi dan saat melihatnya Adelia bangkit berdiri dan menghampiri suaminya.


"Chris, apa kakakku mengatakan sesuatu padamu?"btanyanya penasaran.


"Entahlah, kami belum membicarakan apapun."


"Apa benar dia sedang jatuh cinta?" Adelia sangat ingin tahu.


"Sepertinya begitu." Chris meraih pinggang istrinya dan menciumi wajahnya.


"Sayang, siap-siap malam ini kau tidur sendiri karena sepertinya aku harus menemani kakakmu itu semalaman." bisiknya.


"Ck menyebalkan." gerutu Adelia kesal.


"Kakakmu memang menyebalkan!!"


"Chris cepat beri dia pencerahan kalau tidak kak Sean akan menganggu kita sepanjang waktu."


"Tentu saja sayang, aku akan mencuci otak kakakmu itu."


Senyum Adelia mengembang diwajahnya begitu juga suaminya, mereka berharap Sean segera pulang setelah selesai curhat dan tidak mengganggu waktu mereka berdua.


Lagi pula mereka masih pengantin baru dan kakaknya selalu mengganggu waktu mereka berdua yang berharga.


Setelah Chris selesai memakai bajunya mereka keluar dari kamar itu, dan sebelum Sean mulai mengutarakan kegelisahan hatinya, Adelia mengajak kakaknya untuk makan malam bersama.


Mereka makan bersama dan tidak ada yang menanyakan apa yang ingin Sean utarakan, lagi pula Adelia tahu, pasti kakaknya tidak akan mau menjawan pertanyaannya.


Dan lagi pula nanti dia bisa bertanya kepada suaminya apa yang mereka bicarakan dan setelah selesai makan, Adelia segera membersihkan piring kotor dan tentu saja Chris membantu istrinya sedangkan Sean berada diluar sana


Yang pastinya setelah ini Chris harus siap mendengarkan semua curhatan kakak iparnya yang sedang galau dan dia berharap, dia tidak perlu menemani kakak iparnya semalam karena dia tidak mau membuat istrinya tidur sendirian.

__ADS_1


__ADS_2