
Chris belum menjawab pertanyaan Adelia dan masih memeluk Adelia dan membelai punggung Adelia dengan lembut, dia sendiri tidak tahu kenapa bisa jatuh cinta pada Adelia dan tidak tahu harus menjawab apa.
"Chris."
Adelia merasa heran, kenapa Chris diam saja? Kenapa tidak menjawab pertanyaannya?
"Hei, jawab pertanyaanku kenapa kau bisa menyukaiku?" Adelia kembali bertanya dan dia mulai kesal karena Chris diam seribu bahasa.
"Aku juga tidak tahu." akhirnya Chris menjawab.
"Apa?"Adelia tidak percaya mendengarnya.
"Chris, setidak kau harus punya alasan kenapa menyukaiku. Apa kau menyukaiku karena wajahku? Atau kau menyukai sifatku? Pasti ada alasannya bukan!" kata Adelia lagi.
Sebelum menjawab pertanyaan Adelia,
Chris menarik nafasnya sejenak.
"Del, aku bukan orang yang memusingkan hal itu. Aku tidak perlu alasan untuk menyukai seseorang, jika aku suka ya suka dan jika aku benci ya benci, untuk apa mencari alasan dibalik semua itu yang membuat rumit."
"Aku menyukaimu jadi aku tidak akan memikirkan kenapa aku menyukaimu seperti aku tidak menyukai Laura, aku juga tidak memikirkan kenapa aku tidak menyukainya! Karena kesan pertama pertemuan kita itu berbeda dibandingkan dengan pertemuanku dengan wanita lainnya." jelas Chris panjang lebar.
Adelia tersenyum didalam pelukan Chris, sepertinya tidak ada alasan lagi untuknya menahan perasaannya terhadap pria itu.
Dia tidak mau membohongi perasaannya lebih lama lagi kerena itu sangat menyiksa hatinya. Adelia mengangkat kedua tangannya untuk membalas pelukan Chris.
"Terima kasih Chirs, sekarang aku tidak akan menjodohkanmu dengan wanita lainnya lagi." katanya.
"Benarkah?" Chris sedikit heran mendengarnya.
"Ya." jawab Adelia.
"Kenapa?" tanya Chris lagi.
Adelia melepaskan pelukannya dan meletakkan kedua tangannya dibahu Chris, dia juga memandangi wajah Chris yang tampan dengan senyum diwajahnya.
"Karena kau milikku dan aku juga menyukaimu." kata Adelia tanpa ragu.
Chris terbelakak kaget, apa Adelia tidak sedang bercanda? Chris menatap wajah Adelia yang tersipu malu dan sepertinya Adelia tidak bercanda dengan ucapannya.
"Sejak kapan?" tanyanya tidak percaya sambil mengelus wajah Adelia dan menyelipkan anak rambut Adelia dibelakang ditelinganya.
"Entahlah, seperti dirimu aku juga tidak tahu kenapa aku bisa jatuh cinta pada pria tua dan aneh juga menyebalkan sepertimu."
"Hei, aku belum tua dan tidak aneh!"sela Chris dengan cepat.
Adelia tertawa sedangkan sebuah senyuman menghiasi wajah Chris.
__ADS_1
"Bagiku kau sudah seperti om-om." jawabnya sambil tertawa.
"Jadi, kau menipuku ya selama ini?" Chris mulai mendekatkan wajahnya dan menciumi pipi Adelia.
"Aku tidak menipumu."
"Kau penipu, pura-pura tidak menyukaiku!"
Setelah berkata demikian Chris langsung me*umat bibir Adelia, begitu juga dengan Adelia, tidak disia-siakan olehnya, dia langsung menyambut bibir Chris.
Chris melepaskan bibirnya dan menepuk kedua pahanya.
"Duduk sini!" perintahnya.
Adelia tersipu malu dan segera bangkit berdiri , sesuai permintaan Chris, dia segera duduk diatas pangkuan Chris.
Adelia melingkarkan kedua tangannya keleher Chris dan untuk beberapa saat mereka saling pandang tanpa berkata apa-apa. Chris mengusap pipi Adelia dengan senyum menawan menghiasi wajahnya.
"Del, i love you."
Wajah Adelia langsung memerah begitu mendengarnya dan dengan cepat, Adelia menyembunyikan wajahnya dileher Chris.
"Me too." jawabnya.
Chris mengangkat dagu Adelia dan menciumi luka diwajah Adelia.
"Kenapa?"
"Aku pernah bilangkan hubungan kita tidak akan berhasil."
"Yah, memangnya kenapa kau berkata demikian?" tanya Chris dengan heran.
"Karena usia kita terpaut jauh dan aku khawatir kedua orang tuaku tidak akan setuju dengan hubungan kita." jawab Adelia.
"Tapi mereka belum tahu tentang hubungan kita bukan? Jadi kenapa kau sudah menebak bahwa mereka tidak akan setuju dengan hubungan kita hanya karena usia kita."
Adelia mengigit bibirnya dan pada saat itu, perkataan kakaknya terngiang dikepalanya.
"Karena kak Sean tidak setuju dan pastinya kedua orang tuaku juga tidak akan setuju dengan hubungan kita."
Chris memeluk tubuh Adelia dengan erat dan menciumi wajahnya kembali.
"Kalau begitu ayo kita temui kedua orang tuamu dan kakakmu." ajak Chris.
"Apa?" Adelia langsung terbelalak kaget.
"Del, lebih baik kita memberitahukan hubungan kita secara langsung dan tidak perlu sembunyi-sembunyi. Jika kau mau aku bisa melamarmu didepan kedua orang tuamu dan kakakmu saat ini juga." ucap Chris lagi tanpa ragu.
__ADS_1
"Kau gila ya, aku tidak mau! Kita baru saja akan memulai tapi kau sudah mau melamarku." tolak Adelia.
"Del, asal kau tahu aku ini cari istri bukan cari pacar. Aku juga bukan orang suka pacaran lama-lama. Jika kau tidak keberatan kita temui kedua orang tuamu saat ini juga dan kita bisa pacaran setelah menikah." ujar Chris lagi.
"Tidak bisa." tolak Adelia dengan cepat.
"Kenapa?"
"Chris, aku tidak mau cepat menikah dan aku tidak mau berpacaran saat sudah menikah. Pokoknya aku tidak mau." tolaknya lagi.
"Jadi, apa kita harus menjalin hubungan secara diam-diam?"
"Apa kau keberatan?"
"Tentu saja, aku tidak mau dianggap sebagai penjahat nantinya." tolak Chris pula.
Adelia memeluk leher Chris dengan erat dan membenamkan wajahnya dileher pria itu.
"Chris, tolong mengertilah. Aku pasti akan mengatakan hubungan kita pada kedua orang tuaku juga dengan kak Sean. Tapi beri aku waktu dan kita jalani hubungan kita pelan-pelan, pada saat yang tepat aku akan mengatakan hubungan kita pada mereka."
Chris menarik nafasnya dengan berat, mungkin dia terlalu terburu-buru apalagi mereka baru saja akan memulai. Dia berharap keluarga Adelia mau menyetujui hubungan mereka nantinya.
"Baiklah, aku akan menunggu tapi jangan terlalu lama karena aku bukan pria yang suka menunggu."
"Terima kasih, aku janji padamu aku pasti akan mengatakan hubungan kita pada kedua orang tuaku secepatnya."
Chris hanya menganguk, dia tidak mau memaksa Adelia karena dia khawatir jika dia terlalu memaksa maka Adelia malah kabur darinya.
"Baiklah, aku tidak akan memaksa tapi kau harus tetap mengatakan hubungan kita pada mereka."
Adelia tersenyum dan mengangguk dalam pelukannya.
"Pasti, aku berjanji padamu." jawabnya.
"Bagus tapi jangan membuatku lama menunggu."
Adelia mengangkat kepalanya dan menatap Chris dengan lekat.
"Kau benar-benar pria tua menyebalkan." ujarnya.
Chris hanya tersenyum dan memegang dagu Adelia, sekarang mereka sudah pacaran sungguhan dan dia tidak akan sungkan lagi.
"Tapi kau menyukaiku bukan?" tanyanya.
Wajah Adelia kembali merona dan segera mengangguk. Dia memang sudah jatuh cinta pada Chris dan dia sangat senang, ini cinta pertamanya dan yang lebih membuatnya senang cinta pertamanya terbalas oleh pria yang disukainya.
"Kau benar-benar menyebalkan." Adelia langsung menciumi bibir Chris tanpa ragu.
__ADS_1
Mereka berciuman dengan mesra dan mereka sangat senang sampai melewatkan makan siang dan melupakan perut mereka yang lapar.