
Saat tiba dirumahnya, Sean segera menarik tangan Adelia untuk masuk kedalam rumahnya.
Robet sudah pergi, dia tidak mau ikut campur dalam permasalahan kedua bersaudara itu. Walaupun dia menyukai Adelia tapi dia tidak bisa memaksakan kehendaknya pada wanita itu.
Sean mendorong tubuh adiknya masuk kedalam rumahnya dan mulai berteriak disana sampai teriakkannya membuat ibunya yang sedang berada didapur sangat kaget.
"Adelia, aku sudah katakan padamu jangan berhubungan dengan pria yang lebih tua dariku!"
Adelia berdiri disana menatap kakaknya penuh dengan kebencian. Ini hidupnya, apa hak kakaknya melarangnya untuk berhubungan dengan Chris hanya karena Chris lebih tua dari pada kakaknya?
Ibunya langsung berlari keluar saat mendengar pertengkaran putra dan putrinya.
"Hei, kenapa kalian berkelahi?" Mirna sangat heran melihat kedua anaknya.
"Mom, Adelia pacaran dengan om-om." kata Sean asal.
"Apa?" ibunya terbelalak kaget.
"Mom, Chris bukan om-om." sangkal Adelia.
"Dia itu sudah tua, sudah seperti om-om." kata Sean tidak mau kalah.
"Stop! Bksa kalian jelaskan apa yang terjadi?" tanya ibu mereka.
Apa maksud dari putranya jika Adelia berhubungan dengan om-om? Dia jadi membayangkan putrinya berhubungan dengan pria tua botak berperut buncit. Tidak mungkin bukan seperti yang dia pikirkan?
"Mom, kak Sean menarikku pulang dengan paksa karena melihatku sedang makan dengan pacarku."
"Aku marah karena kau berhubungan dengan pria yang lebih tua dariku!" kata Sean marah.
"Kak, usia kami hanya terpaut sebelas tahun. Apa itu salah?"
"Salah dan aku tidak akan terima!" teriak Sean lagi.
Mirna berjalan menghampiri putrinya dan memegangi tangannya, dia ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Adelia sayang, jelaskan padaku apa yang telah kau lakukan sampai membuat kakakmu marah?" tanyanya dengan suara yang lembut.
"Mom, aku mempunyai seorang klient dan usia kami beda sebelas tahun tapi dia pria yang baik dan kami saling jatuh cinta. Apa aku salah menjalin hubungan dengannya?"
"Apa aku tidak boleh menjalin hubungan dengannya hanya karena usianya lebih tua dari kak Sean?"
Adelia mulai menangis sekarang, kenapa kakaknya begitu egois?
Sean mengepalkan tangganya kerena hatinya masih dikuasi oleh emosi, apa adiknya tidak mengerti dengan kekawatirannya?
Mirna mengusap air mata putrinya dari pipinya dan menghiburnya.
"Adelia sayang, kakakmu pasti punya alasan melarangmu berhubungan dengannya."
"Apa? Coba katakan padaku apa alasan kak Sean melarangku untuk berhubungan dengan Chris?" tanya Adelia dengan tajam.
__ADS_1
Sean hanya diam saja, tidak menjawab adiknya. Selama ini adiknya tidak pernah berhubungan dengan laki-laki dan hari ini dia melihatnya, entah mengapa hatinya merasa?
"Kau lihat mom, kak Sean tidak bisa menjawabku bukan? Kangan melarangku berhubungan dengannya hanya karena usia kami berbeda jauh."
"Chris pria yang baik, dia juga selalu menjagaku dengan baik dan memperlakukanku dengan baik pula. Lalu apa salahnya aku berhubungan dengannya?" tanya Adelia lagi.
Mirna tidak bisa menjawab pertanyaan putrinya karena semua itu adalah hak putrinya tapi Sean berjalan kearah adiknya dan memegang tangan Adelia dengan kencang.
"Pokoknya aku tidak terima!"
Sean segera menarik tangan adiknya itu untuk menuju kekamarnya dilantai atas.
"Kak Sean, lepaskan! Kau tidak berhak mengatur kehidupanku!" Adelia berusaha menahan tangan kakaknya.
"Sean, jangan seperti itu, kau menyakiti adikmu sendiri." kata ibunya.
Tapi Sean tidak mendengarkan perkataan ibunya karena ego sudah menguasai dirinya saat ini. Adelia masih tetap menahan tangan kakaknya tapi Sean langsung mengangkat tubuh adiknya, memanggulnya diatas pundaknya dan berjalan dengan cepat menaiki anak tangga.
"Kak Sean, lepaskan!"
Adelia berusaha memberontak,l dna memukul-mukul bahu kakaknya tapi pria itu tetap dengan egonya.
Dia tidak akan terima adik kesayangannya berhubungan dengan seorang pria yang lebih tua darinya.
Saat tiba dikamar Adelia, dengan cepat pula Sean berjalan kearah ranjang dan melemparkan tubuh adiknya itu disana.
Adelia berteriak, kenapa kakaknya begitu kasar terhadapnya?
"Kak kau benar-benar keterlaluan!"
Adelia bangkit dari atas ranjang hendak keluar tapi pada saat itu Sean sudah berjalan kearah pintu dan menarik kunci pintu itu dari lubangnya.
"Renungkan kesalahanmu!"
Sean langsung menutup pintu itu dan menguncinya.
Adelia berdiri didepan pintu itu dan mencoba membukanya tapi tidak bisa, apa kakaknya sudah gila?
"Kak, buka pintunya. Aku bukan anak kecil lagi!" teriaknya dari dalam sana.
Sean hanya berdiri diluar sana dan bersandar didaun pintu itu sambil mengusap wajahnya frustasi.
Kenapa dia bisa begitu marah seperti ini?
"Kak, aku benci padamu!" teriak Adelia lagi.
Saat itu Mirna yang mengikuti putranya melihat wajah putranya yang tampak kusut sedangkan Adelia masih berteriak didalam sana.
"Sean, kenapa kau mengurung adikmu sendiri?"vtanyanya.
"Mom, biar dia bisa merenungkan kesalahannya didalam sana." jawabnya.
__ADS_1
"Apa kesalahanku?" teriak Adelia saat mendengar perkataan kakaknya diluar sana.
"Aku sudah katakan kau tidak boleh berhubungan dengan pria yang lebih tua dariku!" Jawab Sean pula.
"Kak, aku sangat benci padamu! Jika aku bisa keluar dari sini maka aku tidak akan pulang lagi." ancam Adelia.
"Coba saja kalau kau bisa." tantang Sean pula.
Mirna hanya menggeleng, ada apa dengan putranya?
"Sean, katakan pada momy kenapa kau tidak mengijinkan adikmu berhubungan dengan pria yang lebih tua darimu?" tanya ibunya.
Sean menatap ibunya sekarang, jawaban apa yang ingin ibunya dengar darinya?
"Apa momy tidak keberatan?"
"Tidak, jika pria itu baik untuk Adelia buat apa momy keberatan dan jika kau tidak lupa, usia mommy dan daddymu beda sepuluh tahun."
Sean kembali mengusap wajahnya dan melangkah melewati ibunya.
"Tunggu daddy kembali baru kita bicarakan lagi." ujarnya.
"Baiklah, tapi buka pintu kamar adikmu, jangan bersikap kejam seperti ini."
"Biarkan saja mom, dia telah menyembunyikan hal ini dari kita jadi biarkan saja dia mendapat ganjarannya dan merenungi kesalahannya didalam sana." setelah berkata demikian Sean segera turun kebawah.
Mirna kembali menggeleng, dia mulai mengerti sepertinya Sean tidak rela jika adiknya sudah memiliki kekasih. Tapi walaupun begitu cara Sean tetaplah salah.
Mirna berjalan menghampiri pintu kamar putrinya dan berdiri disana.
"Adel, kangan marah. Kakakmu sangat sayang padamu hanya caranya saja yang salah." katanya.
Adelia hanya mengusap airmatanya enggan menjawab perkataan ibunya. Dia tahu kakaknya sayang dengannya, tapi kenapa begitu jahat?
"Del, apa kau dengar?" tanya ibunya.
"Mommy apa yang harus aku lakukan?"
"Tenang saja mommy akan membujuk kakakmu yang keras kepala itu dan akan kita bicarakan setelah daddymu pulang."
"Sebaiknya kau beristirahat didalam sana, mommy akan mencoba meminta kunci kamarmu dari kakakmu."kata ibunya lagi.
"Baiklah mom."
Adelia berjalan kearah ranjangnya, menjatuhkan diri disana dan kembali menangis.
Kenapa kakaknya begitu egois?
Apa dia tidak tahu apa itu cinta?
"Semoga kak Sean jatuh cinta pada anak Sma!" kutuknya dalam hati.
__ADS_1