
Saat itu di Inggris, seorang wanita cantik sedang membereskan barang-barang yang akan dibawanya kedalam koper.
Wanita cantik itu adalah Erlyn Brown, dia ingin pergi ke Indonesia untuk menemui mantan kekasihnya yang telah putus dengannya enam tahun lalu.
Setelah mendapat kabar bahwa mantan pacarnya berada disana, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan Erlyn memutuskan untuk bertemu dengan mantan kekasihnya apalagi saat dia mendengar jika mantan kekasihnya itu belum juga menikah.
"Mommy, i'm ready." seorang anak kecil berusia lima tahun masuk kedalam kamar Erlyn Brown sambil membawa sebuah tas kecil dipunggungnya.
Erlyn menatap kearah putranya yang tampak sudah siap dan tampak begitu bersemangat.
"Erick, tunggulah sebentar lagi, mommy juga sudah hampir selesai dan pergilah bermain terlebih dahulu." pintanya.
Erick mengangguk, ini pertama kalinya ibunya itu akan mengajaknya jalan-jalan. Erick tampak tidak sabar tapi walau begitu dia pergi bermain sesuai perkataan ibunya.
Setelah kepergian Erick, Erlyn kembali memasukkan bajunya satu persatu kedalam kopernya. Setelah selesai Erlyn menutup kopernya dan pada saat itu mata Erlyn melihat sebuah foto yang dia letakkan diatas meja.
Dia segera menghampiri foto itu dan mengambilnya, Erlyn melihat foto itu dengan seksama sedangkan tangannya mulai mengusap wajah seorang pria yang ada difoto itu.
Itu adalah fotonya dengan mantan kekasihnya enam tahun lalu, foto itu masih dia simpan karena waktu itu Erlyn terpaksa meninggalkan mantan pacarnya
Tapi sampai sekarang Erlyn masih menyimpan perasaan pada mantan pacarnya itu dan kali ini dia berharap, saat mereka bertemu lagi dia bisa kembali pada pria itu karena waktu itu, akibat kebodohannya dan keegoisannya hingga membuatnya meninggalkan pria itu.
Sekarang dia sangat menyesali kebodohannya, seandainya waktu bisa diulang dia tidak akan meninggalkan Chirs enam tahun lalu.
"Chris, apa kabarmu? Aku harap saat kita bertemu kau mau memaafkan perbuatanku enam tahun lalu dan mau kembali padaku." ujar Erlyn sedangkan tangannya masih terus mengusap foto Chris.
Mungkin jika dia tidak pergi mereka sudah menikah saat ini, Erlyn memejamkan matanya dan mengingat kenangan yang dia lalui bersama Chris. Walaupun pria itu sangat kaku dan terkenal arogan tapi dia suka.
Dia suka dengan sifatnya saat pertama kali bertemu, sebab itulah akhirnya mereka menjalin hubungan tapi lambat laun Erlyn mulai bosan dengan sikap Chris.
Pria itu tidak pernah memperlakukannya dengan romantis, bahkan dihari valentinepun Chris tidak pernah memberikannya seikat bunga.
Erlyn mulai iri dengan teman-temannya dimana mereka selalu menghabiskan waktu bersama kekasih mereka.
__ADS_1
Kencan ditempat romantis, makan malam romantis dan pergi bermain kepantai berdua tapi Chris, hanya sibuk dengan pekerjaannya, bolak balik ke indonesia untuk mengurus bisnisnya disana bahkan pria itu tidak pernah mengajaknya pergi kesana.
Hal itu membuatnya mulai bosan dengan Chris dan mulai ragu, apa Chris benar-benar mencintainya? Bahkan satu pujian saja tidak dia dapatkan dari pria itu.
Sebab itulah Erlyn memutuskan hubungan mereka dan memilih pergi ke Amerika, tapi setelah enam tahun Erlyn kembali ke Inggris.
Setelah kembali dia mencari tahu keberadaan Chirs, itu dia lakukan karena dia ingin tahu kabar mantan kekasihnya itu. Apa Chris sudah menikah saat ini?
Tentu saja dia juga rindu dengan mantan kekasihnya jadi Erlyn pergi menemui adik perempuan Chris untuk menanyakan kabar pria itu tapi siapa sangka ternyata Chris belum juga menikah sampai sekarang dan sudah menetap di Indonesia.
Hal itu membuat Erlyn senang, berarti dia masih punya kesempatan untuk kembali dengan Chris. Erlyn juga meminta alamat Chris yang berada di Indonesia dan setelah mendapatkan alamat itu Erlyn segera mengurus visa untuk pergi ke Indonesia.
Erlyn Brown meletakkan foto itu kembali dan setelah itu Erlyn bangkit berdiri dan menarik kopernya, dia harus segera mengejar penerbangannya sebentar lagi.
Erlyn segera mengajak putranya keluar dari apartemennya dan tentu saja mereka akan pergi ke Indonesia untuk menemui Chris, dia nekat menemui pria itu karena dia yakin Chris pasti akan kembali padanya.
Sedangkan saat itu diapartemennya, Chris sedang menghubungi ibunya menanyakan kapan mereka bisa datang ke Indonesia.
Dia ingin segera melamar Adelia dan mempertemukan kedua orang tuanya dengan kekasih cantiknya.
"kenapa? Apa kau rindu dengan kami?" goda ibunya dari sebrang sana.
"Yah, bukan begitu."
"Jadi?"
"Mom, aku ingin melamar kekasihku jadi bisakah kalian datang?"
"What? Are you serius Chris?" Claudia tidak percaya mendengarnya.
Akhirnya, setelah sekian lama putranya bisa menemukan seseorang yang akan dia nikahi dan dia sangat senang mendengarnya.
"Yes mom, jadi bisakah kalian datang?"
__ADS_1
"Tentu saja Chris, setelah daddymu pulang dari Amerika kami akan mengurus Visa dan segera kembali kesana. Aku juga sudah rindu dan sudah lama tidak kembali ke Indonesia." ujar Claudia senang.
"Aku tunggu mom dan jangan lama-lama."
"Tentu saja sayang, aku benar-benar senang mendengarnya. Setelah sekian lama akhirnya kau bisa melupakan mantan pacarmu itu dan mendapatkan penggantinya."
Chris terdiam sejenak, ingatan enam tahun lalu kembali terngiang dikepalanya, kenangannya bersama dengan Erlyn Brown.
"Mom, pokoknya kalian harus cepat datang." pintanya.
"Baiklah, sepertinya putraku sudah tidak sabar. Kalau begitu aku akan segera meminta daddymu utuk kembali, dia pasti senang mendengarnya." jawab ibunya dengan penuh semangat.
"Aku tunggu mom."
Setelah mematikan panggilan itu, Chris duduk diatas sofa dan entah kenapa dia malah kembali teringat dengan Erlyn.
Mantan pacarnya yang pergi meninggalkannya tanpa kejelasan, memutuskan hubungan mereka secara tiba-tiba dan pergi ke Amerika dengan pria lain.
Chris mengusap wajahnya dengan kasar, dulu dia sangat mencintai Erlyn bahkan dia rela pulang pergi dari Indonesia ke Inggris hanya untuk menemui kekasihnya itu.
Dia sengaja tidak mengajak Erlyn karena dia takut wanita itu tidak akan betah tinggal di Indonesia, tapi tanpa dia duga tiba-tiba saja Erlyn memutuskan hubungan mereka.
Chris memejamkan matanya dan mengingat kembali saat Erlyn pergi meninggalkannya diatas sungai Thames yang tepatnya diatas London Bridge.
"Chris, aku ingin mengakhiri hubungan kita." ini perkataan Erlyn waktu itu.
Waktu mendengarnya Chris sangat kaget, pria itu menanyakan alasannya tapi Erlyn langsung pergi meninggalkannya tanpa menjawab pertanyaannya bahkan Chris mendengar bahwa Erlyn pergi ke
Amerika dengan seorang pria.
Hal itulah yang membuatnya malas untuk membuka hatinya karena dia trauma tapi sekarang tidak lagi karena dia sudah memiliki kekasih cantik yang sebentar lagi akan dilamarnya.
Chris segera bangkit berdiri, berjalan kearah kamarnya. Hubungannya dengan Erlyn hanya masa lalu dan lagi pula mereka tidak akan bertemu lagi.
__ADS_1
Chris masuk kedalam kamarnya sambil menghubungi Adelia, dia rindu mendengar suara kekasihnya saat ini dan tidak mau mengingat Erlyn lagi karena sekarang didalam hatinya sudah ada Adelia tapi dia tidak tahu sebentar lagi Erlyn akan datang untuk menemuinya.