Angel Of Love

Angel Of Love
Aku tdak mau mati!


__ADS_3

Saat itu dihotel, ini sudah pagi dan didalam sebuah kamar dihotel itu tampak Viara sedang tidur dengan nyenyak sedangkan tidak dengan seorang pria yang tidak bisa tidur sama sekali.


Pria itu adalah si Sean, saat membawa istrinya masuk kedalam kamar hotel itu Sean langsung galau.


Mereka berada dihotel itu saat sudah hampir pagi dan karena begitu lelah juga mengantuk Viara langsung tertidur. Sebenarnya Sean juga sudah mengantuk tapi mana dia bisa tidur disaat-saat seperti itu?


Saat dia hendak memejamkan matanya tiba-tiba saja Viara memeluk dirinya dengan erat, gadis itu tidak perduli karena dia memang sudah sangat lelah dan mengantuk.


Tapi itu adalah siksaan untuk Sean, pria itu berusaha menahan dirinya dan sebenarnya dia sudah sangat ingin menerkam Viara tapi dia tahan karena dia kasihan dengan Viara yang sudah kelelahan.


Sean berusaha memejamkan matanya tapi tubuh Viara begitu menempel ditubuhnya sehingga membuat itunya?


Dia memang mesum dan ini sudah mencapai puncaknya, sudah berapa lama tidak tersalurkan bahkan dia sendiri sudah lupa kapan terakhir dia punya pacar.


Sekarang dia sudah punya istri yang cantik dan manis tapi kenapa dia masih harus menahan diri lagi?


Jika Viara sudah bangun nanti maka tidak akan dia lepaskan, pokoknya dia tidak mau gagal kalau tidak dia bisa gila.


Sean menghembuskan nafasnya dengan berat dan menatap langit-langit kamar hotel itu, tangannya tidak henti-henti mengusapi kepala Viara dengan lembut.


Dia memang bermaksud menunggu Viara bangun dari tidurnya tapi? Rasanya sudah tidak tahan menunggu dan rasanya waktu berputar begitu lama.


Sean memejamkan matanya berusaha untuk tidur, lagi pula dia harus mengumpulkan tenaga nantinya tentu saja untuk menerkam istrinya nanti.


Tidak lama kemudian Sean sudah tertidur dan pada saat itu Viara terbangun dari tidurnya, gadis itu tampak malu karena dia sedang memeluk Sean dengan erat sedangkan Sean juga sedang memeluknya.


Viara menatap wajah tampan Sean dengan lekat dan tanpa ragu, tangannya mulai mengusap wajah Sean dan menciuminya.


Setelah itu Viara langsung membalikkan tubuhnya karena dia sangat malu, wajahnya tampak merona dan dia merasa lega karena Sean tidak melihatnya.


"Viara sayang." tiba-tiba saja Sean sudah memeluknya kembali dan berbisik ditelinganya.


"Emm..kak Sean, selamat pagi."ujar Viara malu-malu.


"Sayang, apa kau sudah siap?" Sean mulai memasukkan tanggannya kedalam baju yang dipakai istrinya.


"Kak Jangan." Viara mencoba menahan tangan Sean.


"Hei kenapa? Kau sudah menjadi istriku jadi kau tidak bisa menolak lagi!"


Viara menggigit bibirnya, bagaimana sekarang? Apa yang harus dia lakukan? Dia sungguh takut sedang situasi ini.


"Kak, Viara belum siap! Viara masih terlalu muda untuk punya anak."


"Viara sayang,baku akan menggunakan pengaman jadi kau tidak perlu takut." Sean langsung membalikkan tubuh istrinya agar menghadap kearahnya.


Sean terkekeh saat melihat wajah Viara yang merona dan dengan cepat pula Viara menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Kak Sean mesum!"


"Aku memang mesum dan inilah resiko jika menikah denganku."


Sean menyingkirkan tangan Viara dari wajahnya dan mulai mengusap wajah cantik istrinya yang masih muda itu.


"Karma ini sangat manis dan sekarang aku mengerti dengan apa yang dirasakan Oleh Chris, yang muda memang lebih menggoda." kata Sean dalam hati.


"Viara, jadi kita?" Sean kembali memasukkan tangannya kedalam baju Viara.


"Kak Sean jangan, Viara takut!"


Viara langsung bangkit dari tidurnya, gadis itu mulai beringsut dan duduk disisi ranjang. Dia takut jika nanti dia akan dibawa kerumah sakit seperti Adelia dan dia belum mau mati.


"Viara kau tidak perlu takut dan serahkan saja padaku."


Sean langsung mendekati Viara dan menangkap tangannya.


"Tidak mau kak, bagaimana jika Viara mati?" Viara berusaha menarik tangannya dengan sekuat tenaga.


Hah? Mati? Apa ada orang yang mati saat melakukan hal itu untuk pertama kalinya?


"Viara, kau dengar dari siapa?" entah mengapa Sean jadi curiga dengan seseorang.


"Kak Sean pokoknya Viara tidak mau seperti kak Adel yang dibawa kerumah sakit! Bagaimana jika Viara mati saat diperjalanan?" Viara masih berusaha menarik tangannya.


"Apa? Adel!!!" Sean menggeram marah.


"Viara kau hanya dibohongi oleh Adel."


"Kak ngak mau, Viara mau kekamar mandi."


Dengan berat hati Sean melepaskan tangan


Viara dan pada saat itu Viara berlari kedalam kamar mandi sedangkan Sean segera meraih ponselnya untuk memaki adiknya.


"Adel kau ya!" Sean langsung memarahi adiknya saat panggilannya sudah dijawab oleh Adelia.


"kenapa kak?" tanya Adelia pura-pura.


"Apa yang kau katakan pada istriku? Hah!!"


Adelia langsung tertawa disebarang sana, dia tahu pasti kakaknya saat ini sangat kesal padanya.


"Tidak ada."


"Awas ya, kalau suamimu lagi ngak ada habis kau!!" ancam Sean kesal.

__ADS_1


"Sudah, bujuk istrimu sana."


"Tidak perlu kau ajari." Sean langsung mematikan panggilan itu.


Setelah meletakkan ponselnya Sean segera berjalan kearah kamar mandi dan dengan pelan Sean mengetuk pintu kamar mandi untuk memanggil istrinya.


"Viara sayang, keluar dong."


"Ngak mau, Viara ngak mau mati."


"Bodoh, Adel cuma membohongimu saja! Mana ada orang mati saat melakukan itu untuk pertama kalinya."


"Kak Sean bohong."


"Duh kau ini ya, kau lihat adikku, masih segar bugar. Dia hanya membohongimu saja."


Beberapa menit berlalu suasana hening didalam sana sedangkan Sean masih setia berdiri didepan pintu kamar mandi itu.


"Mau sembunyi sampai kapan?" tanya Sean lagi.


Beberapa detik kemudian pintu kamar mandi itu terbuka, tampak Viara berdiri didepan kamar mandi itu dengan wajah merona.


"Kak Sean." Viara memberanikan diri memegangi ujung baju Sean.


"Ya sayang." Sean mulai melingkarkan tangannya di pinggang Viara.


"Nanti pelan-pelan ya." pintanya.


"Tentu saja Viara sayang."


Kini Sean mulai menciumi wajah manis istrinya.


"Jika aku mati tolong makamkan aku disamping makam kedua orang tuaku." pinta Viara lagi.


"Ya Tuhan, Viara!! Kau tidak akan mati jadi percayalah padaku."


Viara mengangguk dan pada saat itu Sean segera mengangkat dagu Viara untuk mengecup bibir manis istrinya.


"Kak Sean, jika Viara koma kau harus menjaga Viara dan jangan menikah lagi sampai Viara sadar."


"Astaga!!" Sean tambah gemas.


Sean segera mengangkat tubuh Viara dan membawanya menuju ranjang, tidak perlu waktu lama baju Viara sudah lepas begitu juga dengan baju Sean.


Viara sangat malu, gadis itu cuma bisa menutup matanya sedangkan Sean terus dengan aksinya.


"Kak Sean aku malu!!"

__ADS_1


"Sebentar lagi kau juga akan terbiasa."


Sean kembali me**mat bibir istrinya dan menikmati setiap moment yang ada, ini akibat kelamaan jomblo dan sudah lama tidak tersalurkan. Yang jelas Viara ngak mungkin mati palingan encok gara-gara Sean si om hidung belang mesum.😅


__ADS_2