
Chris sedang melihat isi map yang dipegangnya dengan teliti, itu adalah map yang ditinggalkan oleh Adelia tadi siang.
Wanita itu bahkan pergi begitu saja tanpa menjelaskan apa isi map itu padanya, tapi sudah bisa dia tebak pasti profil seorang wanita yang akan Adelia kenalkan Padanya.
Dan bener saja dugaannya, sebuah foto dan profil wanita cantik ada disana. Chris melempar map itu keatas meja dan dengan cepat pria itu meraih minumannya dan meneguknya.
Setelah meneguk minumannya dan meletakkan gelasnya kembali keatas meja, Chris mengangkat kepalanya dan memejamkan matanya.
Mereka sudah berciuman beberapa kali apa Adelia benar-benar tidak memiliki perasaan padanya?
Tapi dia juga tidak memiliki perasaan pada gadis itu, mengenai ciuman itu dia juga tidak tahu, dia hanya merasa sangat ingin mencium Adelia dan merasakan bibirnya.
Mungkin terdengar aneh, tapi? Dia juga tidak tahu!
Padahal ini bukan pengalaman pertamanya dekat dengan seorang wanita, tap dia merasa Adelia memang wanita berbeda dan menurutnya unik.
Tapi rasanya dia tidak mungkin menjalin hubungan dengan wanita yang usianya terpaut jauh darinya.
Chris mengusap wajahnya dan meraih ponselnya yang berbunyi. Apasih yang sedang dia pikirkan?
"Besok siang apa kau ada waktu?" pesan dari Adelia.
"Kenapa?" tanyanya.
"Seharusnya kau sudah melihat isi map yang aku tinggalin."
"Ya, jadi?" tanya Chris pura-pura.
"Besok jika ada waktu temui aku direstoran untuk menemui wanita itu." pinta Adelia dari pesan yang dikirimnya.
Chris menghembuskan nafasnya dengan berat, sebenarnya dia sedang malas tapi ya sudahlah.
"Baiklah, besok aku akan kesana." katanya mengiyakan.
"Oke bye." ujar Adelia singkat.
Chris meletakkan ponselnya kembali dan menatap map yang dia lemparkan diatas meja tadi.
Tidak masalah sih Adelia mengenalkannya dengan wanita yang lain lagi, bagaimanapun mereka memang sedang pacaran pura-pura dan masa pacaran mereka akan segera berakhir cepat atau lambat.
Tapi kenapa dia merasa enggan dan malas untuk menemui wanita yang akan dikenalkan oleh Adelia? Dan kenapa ada rasa kecewa dihatinya saat tahu masa pacaran pura-pura yang dia jalani dengan Adelia akan segera berakhir?
Chris bangkit berdiri dan keluar dari ruangannya, apapun yang terjadi, besok siang dia akan mencoba dengan wanita yang dikenalkan oleh Adelia padanya.
Keesokan siangnya.
Adelia sudah menunggu disebuah restoran dengan seorang wanita cantik yang duduk disebelahnya.
Mereka menunggu Chris sambil memesan dua gelas minuman disana sambil berbincang ringan, Adelia berharap dalam hati kali ini Chris menerima wanita yang akan dia kenalkan.
Tidak lama kemudian, Chris masuk kedalam restoran itu, pria itu mengedarkan pandangan dan menangkap dua sosok Wanita yang sedang mengobrol dengan santai.
__ADS_1
Chris berjalan dangan cepat dan langsung duduk dihadapan kedua wanita itu dan melihat wanita yang duduk disamping Adelia dengan malas.
"Kenapa baru datang?" tanya Adelia basa basi.
"Macet!" jawab Chris asal.
Adelia mengenalkan wanita itu pada Chris sedangkan wanita itu langsung mengambil kesempatan untuk menarik perhatian Chris.
Adelia melihat kedua orang itu secara bergantian dan sepertinya dia sudah tidak dibutuhkan lagi disana jadi dia harus segera pergi.
"Kalau begitu aku permisi."
Chris melihat Adelia sejenak kemudian dia mengangguk.
Setelah berkata demikian Adelia bangkit berdiri dan berjalan pergi meninggalkan kedua orang itu. Dia berharap kali ini Chris bisa menerima wanita yang dia kenalkan tanpa ada keluhan.
Saat hendak Keluar dari restoran, seorang pria hendak masuk kedalam dan menghadang langkahnya.
"Eh Adel." ujar pria itu.
Adelia langsung melihat pria yang memanggilnya sedangkan pria itu tersenyum padanya.
"Kak Robet." Dia masih ingat sahabat kakaknya itu.
"Sedang apa disini?" tanya Robet dan dia tampak senang karena bisa bertemu dengan Adelia.
"Hanya mengantar klient."
"Apa kau sudah makan siang?" tanya Robet lagi.
"Mau makan denganku?"
"Tidak, aku tidak mau merepotkan kak Robet." tolaknya.
"Ayolah, aku tidak akan merasa direpotkan."
Robet menarik tangan Adelia dan masuk kedalam restoran itu, mereka menuju kesebuah meja dan melewati Chris yang sedang berbincang dengan wanita tadi.
Chris melihat Adelia yang melewatinya dengan seorang pria dan pada saat itu tiba-tiba saja hatinya merasa kesal apalagi pria itu sedang memegangi tangan Adelia.
Matanya terus mengikuti Adelia yang tampak berbicara dengan ceria dan terkadang tertawa saat mendengar perkataan pria itu.
Chris benar-benar kesal dibuatnya, rasanya dia ingin menghampiri Adelia dan menarik tangannya tapi dia harus bisa menahan diri.
Sedangkan Adelia, walaupun dia sedang berbicara dengan Robet tapi matanya tak henti-hentinya melirik kearah Chris yang duduk tidak jauh darinya.
Chris tampak berbicara dengan wanita yang dia kenalkan dan entah apa yang mereka bicarakan, entah mengapa hal itu membuatnya penasaran.
Rasanya dia ingin mendengar pembicaraan mereka tapi mana mungkin dia lakukan?
"Del, makanan apa yang kau sukai?"
__ADS_1
Robet menyodorkan sebuah buku menu dihadapannya dan membuyarkan lamunannya.
"Eh, apa saja boleh kok kak." jawabnya.
Robet tersenyum dan melihat adik sahabatnya itu, Adelia terlihat sangat cantik saat ini dan dia makin menyukainya. Dia berbarap dia bisa semakin dekat dengan Adelia.
"Apa yang kau lihat?" tanyanya.
Pasalnya sedari tadi entah apa yang dilihat oleh Adelia karena dia seperti mencuri-curi pandang kesuatu tempat.
Adelia hanya tersenyum dan segera meraih buku menu yang ada diatas meja, jangan sampai ketahuan jika dia penasaran dengan klientnya.
"Tidak ada kak Robet, aku hanya memikirkan apa yang ingin aku makan." katanya beralasan.
"Begitu? Kalau begitu pesanlah apapun yang kau suka." ujar Robet.
"Apa kak Robet ingin mentraktirku?" tanyanya basa basi.
"Tentu saja, jika kau tidak keberatan aku akan mentraktirmu setiap hari."
"Kak Robet terlalu berlebihan." ucap Adelia sambil tertawa.
"Hei, aku serius! bisa kita bertemu lagi?"
Adelia tersenyum dan melihat wajah Robet yang tampak serius.
"Yah, boleh saja." jawabnya.
Senyum Robet langsung mengembang diwajahnya, dia benar-benar senang Adelia mau bertemu dengannya lagi.
"Del, apa kau sudah punya pacar?" tanyanya tiba-tiba.
"Wah, ada apa ini?" tanya Adelia curiga.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin tahu saja."
"Belum, aku belum mau pacaran." jawabnya.
Saat itu Chris bangkit berdiri dengan wanita tadi, mereka melangkah keluar dan wanita itu langsung menggandeng tangan Chris.
Chris diam saja dan berjalan bersama dengan wanita itu untuk keluar dari sana dan pada saat Adelia melihatnya, entah kenapa hatinya langsung merasakan sesuatu tapi dia tidak tahu.
Kenapa Chris mau saja digandeng seperti itu?
"Kak, tunggu sebentar." pintanya.
Adelia segera bangkit berdiri dan berlari keluar dari restoran itu. Saat berada diluar, dia melihat Chris sedang membukakan pintu mobilnya untuk wanita tadi dan setelah itu Chris juga masuk kedalam mobilnya.
Adelia merasa sangat kecewa melihatnya, dia hanya berdiri didepan restorant melihat kepergian kedua orang itu.
Setelah mobil Chris sudah tidak terlihat lagi, Adelia kembali masuk kedalam restoran dengan lesu.
__ADS_1
Dia kembali duduk disana, makan makanan yang telah dipesannya dengan tidak niat, Dia bahkan hanya menjawab pertanyaan Robet yang sesekali dilontarkan padanya dan tersenyum terpaksa.
Adelia bertanya dalam hati, ada apa dengannya?