Angel Of Love

Angel Of Love
Akhirnya Laura menyerah


__ADS_3

Hari itu, Laura sedang duduk dengan santai dikantornya. Sudah bisa dia tebak, hari ini Adelia pasti sudah berada dikantor polisi.


Laura meneguk minumannya dengan cepat sambil menggoyangkan kakinya. Dia sangat puas saat membayangkan pemilik biro jodoh itu ditangkap oleh polisi, siapa suruh berani menantangnya?


Dia juga sangat senang saat membayangkan bisnis biro jodoh yang dibangun oleh Adelia menjadi hancur, dia yakin saat ini sudah terjadi kehebohan ditempat itu.


"Rasakan kau bu Adel, itulah akibatnya bila bersaing denganku." katanya dengan puas.


Senyum kepuasan terpancar dari wajahnya, bisa dia pastikan Chris dan Adelia tidak akan bisa bertemu lagi dan pada saat itu, dia akan mendekati Chris lagi.


Saat Laura sedang menikmati kemenangannya, diluar sana sekertarisnya berlari dan masuk kedalam ruangannya dengan tergesa-gesa, hal itu membuat Laura sangat marah.


Beraninya sekertarisnya melakukan hal itu? Apa dia kira kantornya ini pasar!


"Hei, kenapa berlari seperti itu? Kau kira ini tempat apaan?" teriaknya marah.


"Maaf bu, diluar ada Tuan Roy Rajendra dan tuan Sean Rajendra ingin bertemu." jawab sekertarisnya.


Laura segera bangkit berdiri dan merapikan penampilannya, apa yang membuat kedua orang itu datang? Apa mereka berdua ingin menanamkan modal lagi diperusahaannya?


Dia harap begitu karena Roy Rajendra adalah penanam modal terbesar diperusahaannya saat ini.


"Bawa mereka masuk, cepat." perintahnya.


Dengan cepat sekertarisnya langsung keluar lagi untuk mempersilahkan kedua tamu itu untuk masuk kedalam sana.


Saat Roy Rajendra bersama Sean masuk kedalam sana tampak Laura tersenyum manis menyambut kedatangan mereka.


"Tuan Rajendra, apa yang membuat kalian datang kemari?" tanya Laura basa basi. Dia belum tahu tujuan kedua pria itu menemuinya.


"Singkat saja, apa kau yang melaporkan Adelia Firnanda kepolisi dan memfitnahnya?" tanya Sean tanpa basa basi.


"Benar." jawab Laura dengan heran. Ada hubungan apa mereka dengan pemilik biro jodoh miskin itu?


"Baiklah." Roy Ranjendra segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Ben Malik.


Saat itu juga Roy langsung memutuskan kerja sama mereka dan menarik semua saham yang dia tanam diperusahaan Ben Malik.


Mata Laura meolot tidak percaya, apa yang telah terjadi? Apa dia telah membuat kesalahan?


"Tuan Roy, kenapa anda menarik semua saham anda diperusahaan kami?" tanya Laura heran.


"Nona Laura, asal kau tahu saja, Adelia Firnanda putriku dan beraninya kau memfitnahnya!!" terdengar amarah dari suara Roy.

__ADS_1


Dia tidak terima putri semata wayangnya dipermalukan dan diperlakukan seperti itu oleh orang lain.


Wajah Laura langsung pucat, tidak mungkin! Ladi Adelia adalah putri dari Roy Rajendra? Kenapa dia tidak tahu masalah ini.


Pada saat itu ponsel Laura berbunyi dan dengan cepat Laura menjawab panggilan itu, matanya tebelakak kaget dan lututnya langsung lemas.


Laura langsung terduduk diatas lantai dan ponselnya jatuh dari tangannya, pasalnya kakeknya baru saja menghubunginya dan memarahinya. Tidak hanya itu, kakeknya juga mencabut semua warisan untuknya.


"Tu..tuan Roy, maafkan aku. Aku tidak tahu jika bu Adel putrimu." pinta Laura memohon.


Roy dan Sean menatap Laura dengan tajam, setelah tahu siapa Adelia baru mau minta maaf, enak saja!


"Jadi jika kau tahu kau tidak akan melaporkannnya?" tanya Sean kesal.


"Tentu tuan Sean, aku tidak akan berani. Bahkan aku tidak akan berani berebut lelaki dengannya." jawab Laura pula.


Roy dan putranya saling pandang, apa maksudnya?


"Jadi kau memfitnah adikku hanya kerena seorang lelaki?" teriak Sean marah.


"Benar, bu Adel telah merebut lelaki yang aku sukai dan aku hanya memberinya sedikit pelajaran." Laura mencoba membela diri.


"Omong kosong apa itu! Adikku tidak mungkin melakukan hal seperti itu dan lagi-lagi kau memfitnahnya." Sean semakin kesal dibuatnya.


"Sekarang kau menyesal?" tanya Sean lagi.


"Tentu, aku akan mencabut laporanku dan aku juga akan minta maaf pada bu Adel." jawab Luara dengan cepat.


"Segera lakukan dan akan aku pikirkan." sela Roy Rajendra.


Laura segera mengangguk dan dengan tangan bergetar Laura segera menghubungi polisi untuk mencabut laporannya dan pada saat itu Roy Rajendra dan putranya segera pergi dari sana.


Laura hanya bisa mengigit bibirnya dan sepertinya dia harus berhenti mengejar Chris. Mana dia tahu ternyata pemilik biro jodoh yang tampak biasa saja itu ternyata putri dari Roy Rajendra? Jika dia tahu maka dia tidak akan berani melakukan hal seperti ini.


Padahal dia baru saja menikmati kemenangannya tapi dalam sekejap mata, dia sudah harus menerima kekalahannya.


Sementara itu dikediaman Rajendra, Mirna sedang menenangkan putrinya. Dia sedang memeluk Adelia dan mengusap kepalanya dengan lembut untuk menghiburnya.


"Sudah Del, daddy dan kakakmu pasti sudah membereskan masalah ini." hibur ibunya.


"Tapi mom, gara-gara aku kalian harus terlibat."


"Jangan berkata begitu sayang, semua ini pasti hanya salah paham dan percayalah tidak akan terjadi apapun lagi."

__ADS_1


Adelia mengangguk dalam pelukan ibunya, dia sungguh tidak menyangka Laura masih belum menyerah. Apa setelah ini wanita itu akan menyerah untuk mengejar Chris?


Pada saat itu ponselnya berbunyi dan dengan cepat Adelia menjawab panggilan itu.


"Bu Adel, aku minta maaf padamu." terdengar suara Laura disebrang sana.


"Ms Laura kenapa kau lakukan ini?"


"Bu Adel, aku benar-benar menyesal. Seharusnya aku tidak melakukan ini dan aku minta maaf padamu."


"Maaf? Kemarin kau mencakar wajahku dan menjambak rambutku sekarang tiba-tiba kau memfitnahku, menurutmu jika kau berada diposisiku apa aku perlu memaafkanmu?"


Laura terdiam disebrang sana, memang dia sudah sangat keterlaluan.


"Bu Adel, aku benar-benar minta maaf. Mungkin kau tidak akan memaafkan aku tapi aku mohon kau mau meminta ayah dan kakakmu untuk tidak menarik semua saham mereka dari perusahaanku." pinta Laura lagi.


"Eh, ternyata begitu." ucap Adelia dalam hati.


"Bagaimana ya?" ujar Adelia pura-pura.


"Bu Adel please." pinta Laura lagi.


"Akan aku pikirkan jika kau mau bekerja ditempatku selama satu bulan dengan gratis." ujar Adelia dengan santai.


"Apa? Bu Adel, jangan bercanda ya! Kau tidak tahu siapa aku?" Laura mulai kesal.


Adelia tersenyum mendengar penolakan wanita itu.


"Aku tahu dan Ms Laura pasti tidak tahu siapa aku bukan? Penawaran hanya satu kali jika tidak mau ya sudah."


Laura mengigit bibirnya, "sialan." makinya dalam hati.


"Baiklah, hanya sebulan dan aku terima." katanya dengan berat hati.


"Bagus, mulailah bekerja besok." perintahnya.


"Tapi ingat janjinya, bu Adel harus meminta pada tuan Roy Rajendra untuk membatalkan niatnya menarik sahamnya dipusahaanku."


"Pasti Ms Laura, aku orang yang tepat janji."


Adelia langsung mematikan ponselnya dan menyimpannya.


"Enak saja minta maaf, rasakan kau harus jadi pegawaiku." gerutunya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2