
Adelia membuka matanya saat merasakan usapan tangan suaminya diwajahnya, tampak Chris sedang tersenyum melihatnya.
"Morning sayang." Chris mencium bibir istrinya dengan lembut.
"Chris, jam berapa sekarang?" Adelie mengucek matanya yang masih mengantuk.
"Jam tujuh." Chris memeluk Adelia dan menciumi bibir istrinya kembali.
"Chris lepas!" Adelia berusaha mendorong tubuh suaminya.
"Hei kenapa?"
"Chris aku mau kekamar mandi."
"Baiklah, setetah itu kau harus segera kembali lagi." Chris mengusap wajah Adelia dan menciuminya.
Adelia segera bangun dari tidurnya dan langsung masuk kedalam kamar mandi tapi tidak lama kemudian Adelia kembali lagi dan naik keatas ranjang.
Saat dia kembali Chris langsung menerkamnya hingga dia tertidur diatas ranjang.
"Chris mau apa sih?"
"Sayang, semalam kau bilang ingin memberikan kejutan untukku, apa itu?"
Chris masih penasaran dengan hal ini, gara-gara kakak ipar dan sepupunya tidak saja dia harus menahan diri tapi dia juga harus menahan penasaran dihatinya, kejutan apa yang mau diberikan oleh istrinya?
Adelia melirik pakaian seksi yang dia lemparkan kekopernya kembali semalam, pakaian itu masih terlihat diatas kopernya.
"Tidak jadi."vjawabnya.
"Hei, kenapa tidak jadi?"
"Ini salahmu karena kembali larut malam, aku sudah menunggumu dengan pakaian itu dan hampir masuk angin tapi kau tidak juga kembali!" katanya kesal.
"Pakaian? Pakaian apa?" tanya Chris penasaran.
Adelia kembali bangkit berdiri dan berjalan kearah kopernya, dia segera meraih pakaian seksinya disana dan membawanya untuk diperlihatkan pada suaminya.
"Lihatlah, butuh keberanian besar memakai pakaian seperti ini. Aku berencana menggodamu dengan memakai pakaian kurang bahan ini tapi kau tidak juga kembali!" Adelia melemparkan baju itu kearah suaminya dan kembali keatas ranjang sedangkan Chris menangkap pakaian itu dan melihatnya.
"Wow." gumamnya.
Pantas saja istrinya marah, sekarang dia merasa sangat bersalah.
"Sory sayang." Chris menghampiri Adelia dan Memegangi tangannya.
"Ini gara-gara kakakmu mengajakku minum." jelasnya.
"Kak Sean?"
Chris mengangguk.
"Awas dia!" ancam Adelia kesal.
Chris terkekeh pelan dan membaringkan tubuh istrinya keatas ranjang.
"Jadi? Apa pagi ini?" Chris berbisik ditelinga istrinya sedangkan tangannya mulai merayap masuk kedalam piyama yang dipakai oleh Adelia.
__ADS_1
Adelia memejamkan matanya saat Chris mengigit telinganya.
"Jangan." tolaknya.
"Kenapa sayang, kau sudah jadi milikku dan tidak ada alasan lagi untukku menahan diri."
"Chris."
"Hmm?"
Chris mulai menciumi leher istrinya dan tangannya sudah membelai dada istrinya yang tidak ditutupi apa-apa.
"Aku." Adelia mengerang pelan saat jari Chris sudah bermain disana.
"Aku sedang datang bulan."
"Apa?" Chris sangat shock mendengarnya
Adelia tertawa saat melihat tampang kecewa suaminya tapi kemudian dia segera menciumi wajah suaminya dengan mesra.
"Aku hanya bercanda sayang." bisiknya.
Chris langsung bernafas lega, susah semalam gagal dan dia tidak mau gagal lagi.
"Awas kau ya!" dia kembali menciumi bibir istrinya sedangkan Adelia membalas ciuman suaminya, mereka berciuman cukup lama dan melepaskan ciuman itu saat mereka hampir kehabisan nafas.
"Tapi Chris, bisa kita melakukannya dirumah saja?" pinta Adelia.
Dia malu melakukan hal itu dihotel, bagaimana jika ada cctv dikamar itu?
"Tidak sayang, aku mau sekarang!" Chris mulai membuka kancing piyama yang dipakai oleh istrinya satu persatu.
"Tidak akan sayang, kakakmu yang menyebalkan itu tidak akan datang sepagi ini."
Chris segera membuka pakaiannya dan melemparnya dan setelah itu dia juga melepaskan piyama yang dipakai oleh Adelia.
Adelia sangat malu dan dengan cepat, Adelia menutupi dadanya dengan lengannya. Chris mengusap wajah istrinya yang tampak merona dan mulai menciumi bibir istrinya, dia bahkan menyingkirkan tangan Adelia yang menghalangi dadanya.
"Chris, bagaimana jika dikamar ini ada cctv?" tanyanya.
"Tidak ada sayang, jika ada hotel ini bisa dituntut oleh para tamunya."
"Tapi Chris?" wajah Adelia memerah. Ini pertama kali untuknya, apa akan begitu sakit?
"Del, kau tidak perlu kawatir jadi serahkan semuanya padaku." bisiknya.
Adelia mengangguk dan melingarkan tangannya dileher suaminya, dia percaya sauminya akan memperlakukannya dengan lembut.
Chris kembali menciumi bibir istrinya dengan mesra dan Adelia mengikuti permainan lidah suaminya yang berada didalam mulutnya sedangkan tangan Chris tidak tinggal diam, tangannya terus menyentuh tubuh istrinya.
Dalam sekejap mata saja pakaian mereka sudah terlempar diatas ranjang, Adelia menutupi wajahnya karena dia sangat malu saat Chris melihat setiap jengkal tubuhnya.
Chris tidak menyia-nyiakan hal itu karena Adelia sudah menjadi miliknya, dia melakukan apa yang dia mau lakukan dan menyentuh kulit adelia dengan bibir dan jarinya bahkan dia memainkan jarinya diarea sensitif istrinya. Chris juga menciumi leher Adelia dan meninggalkan beberapa tanda merah disana, setiap sentuhannya membuat tubuh istrinya bergetar karena perbuatannya.
"Chris." Adelia memanggil nama suaminya dan meremas rambut suaminya dengan lembut, desahan sensual terus lolos dari bibirnya saat suaminya menyicipi dirinya.
"Chris, jangan." gumamnya.
__ADS_1
"Sssttss!"Chris kembali me**mat bibir istrinya.
Adelia memeluk suaminya dengan erat, dia sungguh tidak tahan dengan sentuhan suaminya karena hal ini benar-benar bisa membuatnya gila!
"Apa kau sudah tidak tahan sayang?" Chris berisik ditelinga istrinya.
"Chris, kau menyebalkan!" Adelia memukul bahu suaminya dengan pelan.
Chris terkekeh pelan dan berbisik ditelinga istrinya.
"Sayang, apa kau sudah siap?"
Adelia mengangguk dan memeluk leher suaminya dengan erat.
"Pelan-pelan, ini yang pertama untukku." pintanya.
"Tentu sayang."
Chris melakukannya dengan pelan sedangkan Adelia mulai menangis karena merasakan sakit.
"Chris sakit!"
"Maaf sayang." Chris menghapus air mata istrinya dan menciuminya.
Adelia mengangguk dan mengusap wajah tampan suaminya sedangkan Chris kembali menunduk dan menciumi bibir istrinya dan mulai mengerakkan tubuhnya.
Mereka berdua terus mengerang dan rasa sakit yang dirasakan oleh Adelia, berubah menjadi kenikmatan.
Chris memacu tabuhnya dengan cepat sampai mereka berdua mengerang saat mencapai puncak kenikmatan. Dari wajah mereka berdua terpancar kepuasan dan mereka tampak begitu bahagia.
Setelah selesai Chris menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua, Chris memeluk tubuh istrinya dengan erat sedangkan Adelia memejamkan matanya.
"Adel sayang, apa kau baik-baik saja?"
"Chris."
"Hmmm..?"
"Terima kasih sudah bersikap lembut karena ini yang pertama untukku."
"Sayang, aku yang seharusnya berterima kasih."
Chris kembali menciumi bibir istrinya danmengusap punggungnya, dia juga berbisik ditelinga istrinya.
"I love you sayang."
Adelia tersenyum dan memeluk suaminya dengan erat dan pada saat itu pintu kamar mereka berbunyi karena diketuk dari luar sana.
"Chris." terdengar suara sepupu Chris diluar sana.
Chris langsung terbangun dan duduk diatas ranjang saat mendengar suara sepupunya.
"Oh dasar penggangu! Untung saja kita sudah?"
Adelia terkekeh pelan melihat kekesalan suaminya.
Chris segera memakai kimono yang ada disamping ranjang dan berjalan kearah pintu kamarnya.
__ADS_1
"Dasar setan penganggu, awas saja!" umpatnya kesal.
Saat Chris membuka pintu kamar itu Adelia bersembunyi dibawah selimut sedangkan Chris memarahi sepupunya didepan pintu kamar mereka. Benar-benar banyak gangguan.