
Siang itu dikantornya, Adelia memegangi kepalanya yang berdenyut tidak karuan.
Sudah beberapa hari Adelia merasa seperti itu apalagi dia selalu merasa mual, Adelia berpikir jika dia masuk angin saja jadi dia tidak terlalu memusingkannya.
Tapi hari ini kepalanya semakin terasa sakit dan dia semakin tidak berselera makan, mungkin hari ini dia harus pergi kerumah sakit untuk memeriksakan dirinya dan pulang untuk beristirahat.
Setelah memesan sebuah taxi, Adelia segera menyambar tasnya dan keluar dari ruangannya. Semenjak dia telah menikah dengan Chris, dia sudah jarang membawa kendaraan pribadi sendiri lagi karena Chris selalu mengantar dan menjemputnya.
Setelah mengatakan pada asistennya jika dia mau pergi dan taxi yang dia pesan sudah datang, Adeliapun segera pergi menuju kesebuah rumah sakit yang tidak jauh dari kantornya.
Saat seorang dokter mengatakan kondisinya Adelia sangat kaget dan dia begitu senang, dia segera pulang kerumah Karena dia akan memberikan kejutan untuk Suaminya nanti.
Chris pasti akan senang saat medengar kabar ini dan jujur saja, dia juga sangat senang. Setelah tiba dirumah, yang pertama kali dia lakukan adalah mandi.
Saat telah selesai mandi Adelia segera mangambil ponselnya dan mengirimkan pesan untuk suaminya, dia harus memberitahu Suaminya bahwa dia sudah ada dirumah dan tidak perlu menjemputnya.
"Chris, aku sudah pulang jadi jangan menjemputku." itu pesan yang dia kirim untuk suaminya.
"Kenapa kau pulang lebih cepat, apa kau sedang sakit?" tanya Suaminya pula.
"Tidak, dikantor sedang tidak ada pekerjaan jadi aku pulang terlebih dahulu untuk menyiapkan makan malam." elaknya.
"Sayang, seharusnya kau hubungi aku, aku bisa langsung menjemputmu."
"Aku tidak mau merepotkanmu Chris, lagipula aku naik taxi."
"Oke baiklah, masaklah yang enak karena sebentar lagi aku akan pulang."
"Aku tunggu sayang."
Adelia tersenyum saat mengirimkan pesan itu pada suaminya tapi setelah itu Adelia temenung dan memikirkan sesuatu, bagaimana dia harus mengatakan pada suaminya tentang kondisinya?
Setelah beberapa menit termenung, Adelia segera bangkit berdiri dan berjalan keluar dari kamarnya.
Lebih baik dia menyiapkan makan malam untuk suaminya nanti karena Sebentar lagi, Chris akan pulang dari kantor.
Adelia mulai tampak sibuk untuk membuat makanan tapi sudah beberapa kali dia berlari kekamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.
Sekarang dia sudah tampak lelah juga lemas dan sepertinya dia sudah tidak bisa melanjutkan masakannya lagi. Adelia mematikan kompornya dan meninggalkan masakannya yang belum jadi dan berjalan kearah sofa.
Dengan cepat Adelia menjatuhkan dirinya diatas sofa dan melentangkan tubuhnya disana.
"Sudahlah, lebih baik delivery saja." gumamnya.
__ADS_1
Adelia mengangkat lengannya untuk menutupi matanya, entah kenapa dia merasa sangat lelah dan tanpa sadar dia tertidur disana.
Tidak lama kemudian Chris kembali dan mendapati istrinya sedang tertidur diatas sofa, Chris menghampiri istrinya dengan senyum diwajahnya.
Adelia terbangun saat merasakan sebuah sentuhan diwajahnya. Adelia membuka matanya dan tampak Chirs sedang melihat kearahnya sambil tersenyum.
"Sayang, kenapa kau tidur disini?" Chris menciumi wajah istrinya dengan lembut.
"Chris, kapan kau pulang?" Adelia segera bangun dan duduk diatas sofa.
"Baru saja sayang." Chris segera duduk disampingnya dan memegangi dahi istrinya.
"Apa kau sedang tidak enak badan?" tanyanya.
"Tidak, aku baik-baik saja. Aku hanya kelelahan saja Chris."
"Baguslah, jika kau sakit jangan memaksakan dirimu."
Adelia tersenyum dan mengusap wajah tampan suaminya.
"Sayang maaf, makan malam hari ini kita delivery aja ya. Aku belum selesai masak, jadi maaf "katanya dengan tidak enak hati.
"Bodoh!" Chris langsung menyentil dahi istrinya dengan pelan.
"Sebaiknya kau segera mandi karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu." Adelia menciumi bibir suaminya dan bangkit berdiri.
"Hei apa itu?" Chris juga bangkit berdiri dan mengikuti istrinya yang berjalan kearah dapur.
"Ini rahasia, jika kau tidak mandi terlebih dahulu maka aku tidak akan mengatakannya."
"Kau ini ya!!" Chris segera memutar langkahnya dan masuk kedalam kamarnya untuk mandi.
Apa yang mau dibicarakan oleh istrinya? Entah kenapa dia jadi sangat penasaran! Chris segera mandi dengan cepat karena dia sudah sangat penasaran apa yang mau dibicarakan oleh istrinya.
Saat sudah memakai bajunya, Chris melihat sebuah plastik diatas meja dan dengan cepat Chris mangambil plastik itu dan melihat isinya yang ternyata didalam plastik itu terdapat berbagai jenis obat-obatan.
Saat melihat itu, Chris segera keluar dari kamar untuk menanyakan obat itu pada Adelia. Apa istrinya sedang sakit?
"Sayang, apa kau sedang sakit?"
"Tidak." Adelia tampak sedang berdiri disamping meja makan sambil melihat menu makanan dari ponselnya.
"Lalu obat apa ini?" sambil mengangkat plastik obat itu didepannya.
__ADS_1
"Chris itu hanya vitamin, obat mual dan obat pusing." jelas Adelia.
"Apa? Obat mual?" Chris tampak bingung dan melihat obat itu kembali, tapi tidak lama kemudian dia langsung mengerti.
Wajah Chris langsung tampak senang dan dengan cepat pria itu mendekati istrinya, meletakkan plastik obat diatas meja dan memeluk pinggangnya sambil berbisik.
"Sayang apakah kau?"
Adelia mengangguk dan tersenyum pada suaminya.
"Jadi disini?" Chris menyentuh perut istrinya yang rata.
"Iya." Adelia memegangi telapak tangan suaminya yang berada diatas perutnya.
"Kau serius?" tanya Chris meyakinkan.
"Tentu saja."
"Oh sayang."
Chris langsung mengangkat tubuh istrinya dan karena Chris begitu senang sampai membuat dia memutar tubuh Adelia yang berada didalam gendongannya.
"Chris hentikan kau semakin membuat kepalaku pusing." Adelia menggerutu kesal sambil memegangi kepalanya.
"Maaf sayang, aku terlalu senang." Chris segera menurunkan tubuh istrinya dan memeluknya dengan erat.
"Adel sayang, terima kasih karena telah mau menjadi istriku dan terima kasih sekarang kau sedang mengandung anakku, aku sangat mencintaimu sayang."
"Chris jangan berkata bodoh, kita menikah karena kita saling mencintai bukan karena dijodohkan."
"Aku tahu, terima kasih kau telah memilihku." Chris menciumi pipi istrinya dengan mesra sedangkan Adelia memeluk suaminya dengan erat.
"Terima kasih karena kau telah memilihku juga." ucapnya dan sungguh, dia sangat merasa bahagia. Klientnya yang paling menyebalkan tapi menjadi suaminya dan pria itu, begitu mencintainya.
Chris melepaskan pelukannya dan memandangi wajah istrinya.
"I love you my angel."
"I love you too uncle."
Chris terkekeh dan menciumi bibir istrinya dengan mesra.
Mereka berdua begitu senang karena sebentar lagi, perut Adelia akan segera membesar dan sembilan bulan kemudian buah hati mereka akan lahir untuk melengkapi kebahagiaan mereka dan rasanya mereka sudah tidak sabar menantikan hal itu.
__ADS_1
Mereka tidak perduli, anak mereka mau laki-laki atau perempuan karena mereka akan mencurahkan seluruh kasih sayang mereka untuk buah hati mereka.