
Hari sudah malam tapi pesta pernikahan Adelia dan Chris masih berlangsung, kedua pasangan yang baru menikah itu tidak henti-hentinya menyambut para tamu yang datang.
Bahkan pipi Adelia sudah terasa pegal karena harus tersenyum pada setiap tamu yang ada, begitu juga dengan kakinya yang sudah terasa pegal karena kelamaan berdiri.
Tapi walau begitu, dia tetap harus menyambut para tamu yang ada dan berusaha semaksimal mungkin sampai pesta itu selesai.
"Sayang,apa kau sudah merasa lelah?"
Chris melihat wajah istrinya yang sudah terlihat lesu, bahkan senyumnyapun seperti dipaksakan.
"Tentu, aku sudah berdiri sedari tadi dan aku juga sudah lelah tersenyum pada setiap tamu yang datang."
Tamu pernikahan mereka memang banyak karena kedua orang tua Adelia mengundang teman-teman mereka dan kolega bisnis mereka, belum lagi tamu dari Sean dan Chris, apalagi Adelia juga mengundang teman-temannya.
"Kalau begitu kau naiklah kekamar kita dan tungu aku disana." Chris mengeluarkan kunci kamar hotel yang mereka pesan dan memberikan kunci itu pada Adelia.
"Tapi acara ini belum berakhir."
"Tidak apa-apa sayang, setengah jam lagi acara ini berakhir dan naiklah terlebih dahulu. Jangan kawatirkan aku, aku punya kunci lainnya."
Adelia mengangguk dan sebelum dia beranjak pergi Adelia mengecup bibir suaminya dan berbisik padanya.
"Setelah acara selesai kau harus langsung mencariku, aku tunggu sayang." godanya.
Chris tersenyum dan balik berbisik pada istrinya.
"Tunggulah aku."
Setelah itu, Adelia meminta bantuan Viara untuk menemaninya naik kelantai atas menuju kamar dimana dia menginap dengan suaminya malam ini.
Sesampainya dikamar itu, Viara membantu Adelia membuka gaun pernikahannya, barang-barang Adelia sudah berada disana karena dibawakan oleh ibunya.
Setelah membatu Adelia, Viarapun keluar dari sana dan kembali ketempat pesta dimana acara masih berlangsung.
Setelah kepergian Viara dari kamarnya, Adelia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan mandi.
Dengan sedikit keberanian, Adelia memakai sebuah pakaian seksi untuk menggoda suaminya nanti. Butuh keberanian memang tapi Adelia mencoba memberanikan diri memakai pakaian seperti itu dimalam pernikahan mereka.
Adelia naik keatas ranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, dia berharap saat Chris masuk nanti pria itu akan kaget dengan kejutan yang sudah disiapkannya.
Sedangkan saat itu dibawah, pesta pernikahan itupun selesai. Para tamu sudah pergi dan hanya tersisa dua keluarga dipesta itu.
Tampak mereka masih berbincang dan Sean menghampiri Chris untuk berbicara pada adik iparnya itu.
__ADS_1
"Chris, kemari?"
Chris segera menghampiri kakak iparnya itu.
"Apa yang ingin kau bicarakan kak Sean?" tanyanya.
"Hei, jangan panggil aku kakak! Kau itu lebih tua dariku!" jawab Sean kesal.
"Lalu?"
Sean melotot kearah Chris, pria yang lebih tua darinya itu memanggilnya kakak? Yang benar saja! Itu sangat memalukan dirinya.
"Itulah kenapa aku tidak setuju adikku berhubungan dengan pria yang lebih tua dariku, karena aku tidak mau dipanggil kakak oleh pria yang jauh lebih tua dariku!" gerutu Sean kesal.
Chris hanya terkekeh, Sean pria labil yang sensitif.
"Maaf." ujarnya.
"Sudahlah lupakan, aku hanya ingin mengajakmu minum." ujar Sean pula.
"Maaf Sean, aku sudah ditunggu oleh Adelia diatas."
"Wow, kalian sungguh tidak sabar."
"Pokoknya ayo ikut aku dan minum sebentar denganku" Sean segera merangkul bahu adik iparnya itu dan hendak membawanya pergi tapi pada saat itu, sepupu Chris yang datang dari inggris menghampiri mereka berdua.
"Chris, kalian mau pergi kemana?"
"Minum, apa kalian mau ikut?" tanya Sean santai.
"Tentu saja jika boleh."
"Ayo kalau begitu, semakin ramai semakin asik!" teriak Sean pula.
Sepupu Chris bersorak gembira sedangkan Chris tidak berdaya mengikuti sepupu dan kakak iparnya.
"Jangan-jangan Sean ingin mengagalkan malam pertama kami." pikir Chris curiga.
Walau begitu, Chris tetap mengikuti kakak ipar dan sepupunya menuju kesebuah mini bar yang ada dihotel itu.
Sean memesan banyak minuman dan merangkul bahu Crhris agar dia tidak pergi. Malam ini dia mau mereka minum sampai puas dan mabuk, tidak mabuk tidak boleh pergi!
Sedangkan saat itu Adelia sudah sangat kesal, ini sudah jam berapa? kenapa Chris belum kembali? Apa yang dilakukan oleh suaminya padahal pesta sudah berakhir sejak dua jam lalu.
__ADS_1
Malam semakin larut dan Adelia mulai mengantuk, dengan perasaan kesal Adelia bangkit berdiri dan membuka baju seksi yang dipakainya, dia segera mengganti bajunya dengan sebuah piyama.
Lebih baik dia tidur karena dia sudah lelah dan mengantuk dan awas saja saat Chris kembali nanti. Adelia naik kembali keatas ranjang, menarik selimut dan mematikan lampu.
Yang pasti gadis itu tidur dalam keadaan kesal dan tidak perlu waktu lama, Adelia langsung tertidur pulas karena memang kantuk yang luar biasa.
Saat tengah malam akhirnya Chris dapat kembali kekamarnya, itupun dia melarikan diri dari para sepupu dan kakak iparnya.
Mereka masih berada dimini bar itu dan saat ada kesempatan Chris langsung pergi, pria itu berjalan dengan cepat menuju kamarnya. Dia sangat penasaran kejutan apa yang ingin Adelia berikan dan dia berharap istrinya itu tidak akan marah.
Saat membuka kamarnya, didalam sana tampak gelap. Chris berpikir mungkin Adelia sedang menyiapkan suatu kejutan untuknya.
"Sayang." Chris menutup pintu kamar itu dan segera menyalakan lampu tapi dia langsung kecewa saat melihat istrinya sudah tertidur pulas.
Chris berjalan menuju kamar mandi untuk mandi karena tubuhnya bau alkohol, dia tidak mau sampai Adelia tahu dan marah tapi ya, semua ini gara-gara Sean!
Kakak iparnya itu tidak melepaskannya begitu juga dengan para sepupunya, sepertinya mereka sengaja tidak mengijinkannya kembali kekamar dengan cepat.
Setelah selesai mandi Chris segera naik keatas ranjang, dia mulai menepuk pipi istrinya untuk membangunkannya.
"Adel sayang." Chris memasukkan tangannya kedalam baju Adelia tapi istrinya itu langsung menahan tangannya.
"Sayang apa kau sudah bangun?" bisiknya.
"Siapa kau?" tanya Adelia kesal.
"Hei, aku ini suamimu! Kau tidak lupa bukan?"
"Oh ya?"
Adelia langsung bangun dan duduk diatas ranjang, dia mengambil sebuah bantal dan meletakkannya ditengah-tengah ranjang sedangkan Chris melihatnya dengan tidak mengerti.
"Malam ini kau tidur disana dan ini adalah pembatasnya, awas jika sampai kau lewati kalau tidak besok pembatasnya akan bertambah."vancamnya.
"Apa? Hei kau tidak bercanda bukan?" tanyanya tidak percaya. Yang benar saja?
Adelia tidak menjawab karena dia masih kesal dengan suaminya. Dia segera menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya dan kembali tidur.
Sedangkan Chris tampak frustasi dan mengutuk dalam hati.
"Sean, awas saja saat kau menikah nanti." makinya.
Dimalam pernikahan itu, mereka harus tidur dengan sebuah pembatas yang diletakkan Adelia dan tanpa melakukan apa-apa.
__ADS_1