
Saat itu Adelia sudah berada diruangan vip yang ada dirumah sakit itu, Roy Rajendra sudah pulang kerumahnya dengan istrinya mengingat itu sudah malam dan mereka juga sudah lelah sedangkan Chris kembali kerumahnya untuk Mengambil barang-barang istri dan anaknya.
Tinggal Sean dan Viara disana menunggu Adelia, padahal ini malam pernikahan mereka tapi kenapa mereka harus berada disana menunggu Adelia.
Tentu saja hal itu membuat Sean kesal tapi dia tidak mau meninggalkan adiknya sendirian dirumah sakit.
Viara duduk disamping Adelia dan sesekali tangannya memegangi tangan mungkin bayi lucu yang ada disamping Adelia.
"Kak Adel, apakah melahirkan itu sangat sakit?" Viara bertanya demikian sambil menatap Adelia dengan serius.
"Tentu saja sakit Viara."
Viara kembali melihat bayi lucu yang terlihat mengemaskan dan entah mengapa dia jadi takut dan dia juga takut dengan satu hal. Mungkin sebaiknya dia menanyakan hal ini pada Adelia
"Kak Adel."
"Yw?" Adelia melihat Viara dengan heran.
"Kak apakah?" Viara ragu melanjutkan pertanyaan karena dia malu.
"Apa?" Adelia jadi penasaran.
Viara melihat kearah Sean yang duduk tidak jauh dari mereka, dia takut jika suaminya itu mendengarnya pertanyaan karena dia sangat malu.
Viara segera bangkit berdiri dan mendekat pada Adelia, dia juga berbisik ditelinganya dengan pelan.
"Kak Adel, apakah waktu pertama itu sangat menyakitkan?" tanya Viara malu-malu.
Adelia melihat kearah kakaknya dan pada saat itu Sean juga melihat kearahnya, Adelia tersenyum dengan penuh arti sampai membuat Sean merasa curiga.
"Hei apa yang kau bicarakan? Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Sean kesal.
Senyum Adelia mengembang di wajahnya dan rasanya sangat menyenangkan bisa menggoda kakaknya dan Viara.
"Viara asal kau tahu, waktu pertama itu sangat menyakitkan."
Wajah Viara langsung pucat saat mendengarnya dan pada saat melihat itu, Adelia semakin ingin menggoda istri kakaknya itu.
"Apa kau tahu? Waktu pertamaku sampai aku mau pingsan. Aku dibawa kerumah sakit oleh suamiku karena itu benar-benar sakit." dustanya.
Wajah Viara semakin tampak pucat, apakah sesakit itu?
"Kak Adel, apa benar begitu?" tanyanya tidak percaya.
"Benar Via, aku tidak berbohong. Jadi sebaiknya kau berhati-hati terhadap kak Sean."
__ADS_1
Sean mendengar ucapan adiknya dan dia langsung bangkit berdiri, dia juga berjalan menghampiri adiknya dengan cepat.
"Hei apa yang kau bicarakan? Jangan menghasut istriku ya!" Sean berkata demikian sambil menarik telinga adiknya.
"Kak sakit!" Adelia memegangi telinganya dan pada saat itu Chris telah kembali dan masuk kedalam ruangan itu.
Mata Chris berkilat marah saat melihat telinga istrinya ditarik oleh kakak iparnya, Chris berjalan dengan cepat menghampiri istrinya.
"Sean kau ingin aku pukul ya!!" ancamnya.
"Wow, penjagamu telah kembali." Sean melepaskan tangannya dari telinga Adelia.
Chris menghampiri istrinya dan mengusap telinganya yang baru saja ditarik oleh Sean, gara-gara melihat Adelia melahirkan entah kenapa dia tidak mau melihat istrinya itu kesakitan.
"Sayang, apa telingamu baik-baik saja?" Chris menunduk dan menciumi pipi Adelia dengan mesra.
"Tidak apa-apa Chris." Adelia menenangkan suaminya itu.
"Huh, Kalian lebih panas dari pada aku yang pengantin baru." dengus Sean kesal.
"Kak Sean sudah sana kau bawa Viara pulang saja." usir Adelia.
"Kau ini ya, setelah suamimu kembali kami langsung kau usir! Lagi pula aku memang mau mengajaknya pergi tanpa kau usir." jawab Sean kesal.
"Ya sudah sana, jangan langsung kau terkam ya!" goda Adelia.
"Ke hotel yuk." ajaknya.
Wajah Viara langsung merah padam, gadis itu langsung menatap Adelia sedangkan wajahnya tampak cemas karena perkataan Adelia selalu terngiang dikepalanya,apakah nanti mereka akan?
"Kak, Viara tampak lelah jadi ingat jangan langsung kau terkam ya." Adelia menggoda kakaknya kembali sebelum pria itu keluar dari sana.
"Adel, kau ini ya!!!" Sean melotot pada adiknya itu sedangkan Adelia tertawa.
Sean begitu kesal dengan adiknya dan jika tidak ada suaminya mungkin sudah dia tarik kedua telinga adiknya lagi.
"Sean, ingat perkataanku." ucap Chris pula.
"Kakak ipar, kau harus berhati-hati." Adelia juga berkata demikian.
"Ya ampun kalian ini, benar-benar ya!!" geram Sean kesal.
"Viara ayo kita pergi, bisa gila jika terlalu lama bersama dengan mereka."
Sean segera menarik tangan Viara keluar dari ruangan dimana adiknya menginap, ini sudah hampir pagi sebaiknya mereka menginap di hotel saja.
__ADS_1
Adelia tertawa melihat kekesalan kakaknya dan saat itu Chris menciumi pipinya.
"Sayang, jangan terlalu iseng pada kakakmu, kasihan." bisiknya.
"Biarkan saja Chris, salahnya sendiri sudah menggangu hubungan kita dulu."
"Sayang, apa masih sakit?" Chris mengusap wajah istrinya yang masih tampak kelelahan.
"Tentu saja Chris, jadi kau harus bersabar ya." goda Adel.
"Kau ini ya, bukan begitu maksudku!"
"Chris apa orang tuamu sudah kau beri tahu?"
"Tentu saja sayang, mereka akan segera datang karena mereka sudah tidak sabar ingin melihat cucu mereka."
Chris menggenggam tangan istrinya dan menciumi telapak tangannya, sungguh dia begitu bahagia malam itu karena Adelia telah berjuang untuk melahirkan buah cinta mereka dan kebahagiaan mereka semakin lengkap dengan kehadiran bayi mungil lucu yang tertidur dengan lelap disamping ibunya.
"Adel sayang, terima kasih telah melahirkan anak untukku. Aku bersumpah padamu akan selalu mencintaimu untuk seumur hidupku."
Adelia mengusap wajah suaminya dan tersenyum bahagia, dia sangat bahagia bisa menikah dengan pria yang berbeda usia belasan tahun darinya dan pria itu sangat mengerti akan dirinya.
Mereka benar-benar bisa saling melengkapi dan Chris, selalu menunjukkan cintanya yang begitu besar kepadanya.
"Chris,bapapun yang terjadi nanti aku juga akan selalu mencintaimu."
Chris mendekatkan wajah dan menciumi bibir istrinya dengan lembut.
"I love you Adel."
"Aku tahu sayang."
"Jadi sebaiknya kau segera beristirahat."
Adelia mengangguk dan merebahkan dirinya diatas ranjang bersama putri kecil mereka yang cantik.
"Chris putri kita mau diberi nama apa?"
Chris berpikir sejenak, memang mereka belum menyiapkan nama untuk putri kecil mereka.
"Kylie, Kylie Davino." ujarnya.
Adelia tersenyum mendengarnya. Kylie? Nama yang bagus.
Chris mengusap kepala istrinya dan menciumi dahinya, dia melakukan hal itu sampai istrinya itu tertidur. Dia sengat bahagia melihat istri dan anaknya yang telah tertidur. Chris tersenyum melihatnya, dia merasa sangat beruntung dapat bertemu dengan Adel dan mengikuti saran Danil untuk meminta bantuan kepada biro jodoh milik Adel.
__ADS_1
Dan hasilnya, diluar dugaannya. Chris kembali mencium dahi istrinya dan membisikkan cintanya kepada istrinya dan setelah itu, dia berjalan kearah sebuah tempat tidur yang telah tersedia ditempat itu untuk beristirahat.